alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nestapa Mahasiswa Papua: Diperlakukan Rasis Tapi SDA-nya Dikeruk
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5a77bb0577a934d76a6203/nestapa-mahasiswa-papua-diperlakukan-rasis-tapi-sda-nya-dikeruk

Nestapa Mahasiswa Papua: Diperlakukan Rasis Tapi SDA-nya Dikeruk

Nestapa Mahasiswa Papua: Diperlakukan Rasis Tapi SDA-nya Dikeruk

Nestapa Mahasiswa Papua: Diperlakukan Rasis (Monyet) Tapi SDA-nya Dikeruk

Kentalnya kebencian bernuansa rasis terhadap mahasiswa Papua dianggap sebagai ironi di tengah upaya negara terus menerus mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) Papua.

- "Hey anjing! babi! monyet! keluar lo kalau berani! Hadapi kami di depan!,"

Teriakan itu sontak mengagetkan Dorlince Iyowau (19 tahun) yang tengah berada di dalam asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan No.10, Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (16/8/2019) sore.

Sore itu ada 15 orang di dalam asrama. Mereka tengah beres-beres karena akan ada acara keesokan hari di sana. Orang yang diduga anggota TNI itu mulai menggedor-gedor dan merusak pagar, jumlah mereka sekitar 15 orang. Dorli tidak tahu alasan kemarahan orang-orang itu, tapi ia menduga aksi itu berhubungan dengan tiang bendera yang patah di depan asrama.

Menurut Dorli, bendera itu sudah berkibar sejak beberapa hari lalu dan tak ada penghuni asrama yang mempermasalahkan. Namun, tiba-tiba saja bendera itu telah rusak dan para mahasiswa Papua di asrama dituduh sebagai perusaknya.

Suasana makin mencekam, Satpol PP dan berbagai ormas berdatangan mengepung asrama. Ujaran-ujaran rasis penuh kebencian terlontar dari mulut mereka sejak sore. Mahasiswa yang ketakutan hanya bisa berkumpul di aula asrama sembari menahan lapar sepanjang malam.

Beruntung pada 17 Agustus siang, 27 mahasiswa Papua lain datang ke asrama untuk membawa makan. Namun mereka tak bisa keluar, total ada 43 mahasiswa yang kini terkurung.

Menolak Menyerahkan Diri

Polisi dan tokoh lingkungan turut datang dan meminta mahasiswa segera menyerahkan diri. Permintaan itu aneh menurut mahasiswa, sebab mereka merasa tidak pernah melakukan kesalahan apa-apa.

"Kami menolak, kami bertahan karena kami merasa itu rumah kami," ujar Dorli.

Akhirnya sore hari kepolisian memaksa masuk ke dalam asrama dengan kekuatan penuh. Gas air mata memenuhi asrama, sekitar empat mahasiswa pun terluka dalam kejadian itu. Masing-masing di pelipis kanan, di punggung, di kaki karena terkena gas air mata, dan tangan keseleo.

Mereka digelandang ke Mapolres Surabaya untuk diperiksa terkait dugaan perusakan bendera yang diadukan ke kepolisian pada 16 Agustus. Dalam pemeriksaan itu mahasiswa mengaku tak tahu menahu atas rusanya bendera, selain itu tak ditemukan bukti lain yang menyatakan mahasiswa merusak bendera. Akhirnya mereka dilepaskan pada 17 Agustus tengah malam.

"Sampai tadi malam statusnya masih sebagai saksi. Belum ada penetapan tersangka," kata Koordinator KontraS Surabaya Fatkhul Khoir yang mendampingi mahasiswa saat dihubungi Tirto pada Minggu (18/8/2019) pagi.

Walau begitu, para mahasiswa masih merasa tidak aman atas kejadian dua hari itu. Mereka kini telah berkoordinasi dengan kepolisian guna memastikan situasi tetap kondusif.

Aksi represi terhadap mahasiswa Papua juga terjadi di sejumlah daerah lain seperti Ternate, Ambon, Malang, dan Jayapura. Setidaknya 19 mahasiswa Papua terluka dalam kejadian tersebut, sementara lainnya ditangkap kepolisian.

Rasisme yang Masih Kental

Aktivis Forum Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-West Papua) Surya Anta menilai aksi di Surabaya menandakan masih kentalnya kebencian berbasis ras kepada orang Papua. Ini ironis karena pemerintah juga terus menerus mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) Papua.

Hal ini membuat Surya teringat pada pernyataan mantan wakil kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) Ali Moertopo : "Jakarta tidak tertarik kepada orang Papua melainkan wilayahnya." Hal itu ia sampaikan di hadapan anggota Dewan Musyawarah Papua (DMP) di Jayapura beberapa waktu pasca Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).

Apa diucapkan Ali Moertopo menurut Surya terasa hingga saat ini. Stigma dan stereotype terhadap orang Papua masih amat kental, mulai dari tukang mabuk, tukang rusuh, sampai tak bisa dididik, dan dianggap setengah binatang. Pemerintah Indonesia pun dinilai sebagai pihak yang memulai dan melanggengkan stigmaisasi dan stereotip tersebut.

Sebut saja pernyataan Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang membuka opsi pengusiran terhadap mahasiswa Papua di Malang. Kampus-kampus yang menampung mahasiswa Papua pun diminta membuat pakta integritas cinta NKRI.

Padahal, sampai saat ini belum jelas duduk perkara yang terjadi di Malang pada 15 Agustus 2019 lalu. Pemerintah langsung membuat kesimpulan mahasiswa Papua biang keladi bentrok tersebut.

"[Stereotype] itu untuk membuat mental orang Papua makin rendah sehingga derajat orang Jawa, orang Indonesia, itu lebih tinggi sehingga orang Papua harus tunduk pd orang Indonesia," kata Surya di Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (18/8/2019).


tirto.id


Menyedihkan sekali, dan akibat yang harus dibayar amatlah mahal ! emoticon-Embarrassment

profile-picture
profile-picture
profile-picture
rony25 dan 22 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kaskus.infoforum
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 11
Langsung dibayar lunas hari ini
Sekarang kemana oknum tentara itu yg teriak2 monyet , pasti menghilang

Menko polkam udah bicara
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zamasu69 dan 19 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Crotaftermeting
oknumnya udah mulai nggak napsu makan nggak bisa tidur emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nashygorenk dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
- "Hey anjing! babi! monyet! keluar lo kalau berani! Hadapi kami di depan!,"

familiar sekali ayat2 ini.

kebencian yang nista.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MafTrack dan 14 lainnya memberi reputasi
anjing babi monyet bajingan baik

dah biasa kali itu umpatan biasa di sini

kalo disitu jadi rasis ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nashygorenk dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Sotoy lu TS masyarakat papua ngamuk karna ada hoax beredar di twitter...

Nestapa Mahasiswa Papua: Diperlakukan Rasis Tapi SDA-nya Dikeruk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sk8damn dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Ga cuma monyet doang ada anjing sama babi emoticon-babi
Lihat 1 balasan
siapa si yang rusak bendera nya itu?

kemungkinan orang yang diduga tentara itu jadi ketrigger gara2 itu
Balasan post noisscat
Quote:


ya meledaknya karena hoax.

tapi kalau penyebab protesnya ya ucapan rasis oknum tni, polri, pol pp, ormas dijatim yg presekusi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nashygorenk dan 3 lainnya memberi reputasi
Sayang Presiden ke-4 RI Alm Gus Dur sudah ngak ada..., saat Gus Dur jadi Presiden, semua masyarakat Papua sangat menghormati dan menyegani Gus Dur. Papua aman.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
trus mau nyalahin FPI, mentang2 FPI ikut di situ sama PP juga.
profile-picture
profile-picture
MafTrack dan luluvi memberi reputasi
Lihat 1 balasan
sebenernya bukan kebencian ras, tapi perusakan bendera yang diduga oknum mahasiswa papua penyebabnya, jadi nya semua kena, jika itu tentara tentu akan ketrigger karena itu simbol negara

papua juga si dikit2 minta merdeka, bunuh polisi dan tentara di situ, mau gmn tidak streotype tidak terbentuk?!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arsivilover dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh neptunium
Lihat 2 balasan
kalo TS dipanggil yahudi senang gak?? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
DoDoLanDoDoL dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan

mumpung ada nih kasus, tuntasin aja masalah rasis yg ada dinegeri ini. tdk perlu diendapkan. angkat keatas meja.
negara dgn banyak suku-budaya adalah lahan subur rasis

bahkan diperbolehkan aturan rasis menjadi menjadi perda.



selama ini non papua di-rasis-in ... fine aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qisatria dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


ane sering dikatain anjing, monyet, babi ama bini sabar aja bre...krn keseringan ane jadiin mantan bini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
okeoce dan 7 lainnya memberi reputasi
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Harusnya jokowi lebih2 lagi dihormati masy Papua. Pemerataan harga sampe infrastructure jalanan sampe bagi hasil tambang ke pemda Sono Kan terbaik jaman wiwi. Ini Ada provokator nih yg sistemik
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Quote:


Tapi setau gw orang papua gak baperan bre itu aja...
hati2 jangan terprovokasi
Balasan post noisscat
Quote:


Silahkan ditonton ! emoticon-Smilie

Usir Papua, Monyet ditanggapi Mahasiswa dan Orang Indonesia angkat Kaki dari Papua


Quote:


Nah..., ane yakin Jokowi bisa meredakan ketegangan yang ada di Papua, soale Jokowi karakternya kalem, mau mendengar dan bisa mencari solusi yang terbaik. Masyarakat Papua sendiri masih segan sama Jokowi sampai detik ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anaklayangan23 dan 3 lainnya memberi reputasi
Balasan post jamie76
Quote:


Tidak senang karena bukan orang Yahudi (Jews) dan juga tidak memeluk agama Yahudi (Judaism) ! emoticon-Wink



Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di