alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Dibatasi Jendela Kamar
4.97 stars - based on 39 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d307f70f4d695165d13ec78/dibatasi-jendela-kamar

Dibatasi Jendela Kamar

Tampilkan isi Thread
Halaman 11 dari 22
Daily update donk gan
emoticon-Angkat Beer
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Dibatasi Jendela Kamar


Part 8

Sampai saat ini gua masih dilema, bagaimana caranya untuk mengikuti perintah Rayhan, gua tidak mungkin membuat Renata bunuh diri, itu menyalahi kode etik dan itu sangat tidak berkemanusiaan, sedangkan kita sebagai psikolog harus memahami jiwa manusia dan merasakan apa yang mereka rasakan agar kita dapat mengerti dan menyembuhkan mereka. Sedangkan, perintah Rayhan benar-benar berlawanan dengan apa yang kami lakukan. Tapi, keluarga gua dalam bahaya dan juga dia memegang kartu AS gua, sialan gua tidak tahu harus berbuat apa.

Petugas membuka sel dan gua pergi untuk bergegas mandi, gua berjalan menuju kamar mandi dengan petugas yang mengikuti gua, tak biasanya gua memperhatikan kamar-kamar lain, ada yang mengamuk, menatap kosong, bermain, dimana jiwa mereka? Suatu hikmah dari Allah agar kita mengerti kehidupan sempurna kita yang berada di luar dan tidak terbelenggu di dalam kamar-kamar besi ini, diberi obat setiap hari, dijaga setiap waktu, kita persis seperti hewan peliharaan di dalam kamar ini, tak bisa terbang bebas, seperti burung yang kehilangan sayapnya, seperti burung yang sayapnya patah. Terkurung, tak berdaya.

Ditengah perjalanan gua lihat Michelle sedang menangani salah satu pasien, gua memperhatikannya dan gua memahami sesuatu yang selama ini baru saja gua pahami, betapa manusia itu tak punya empati, bagaimana bisa seorang yang tak memiliki empati menyembuhkan orang-orang disini, sedangkan untuk menyembuhkan mereka, paling tidak kita harus memahami apa yang mereka rasakan, sedangkan Michelle, dia tidak bisa merasakan apa yang mereka rasakan, dia hanya mengikuti teori dan menjiplak semua yang ada di buku dan itu bukanlah psikolog!

Gua menyesal, karena membiarkan dia untuk menangani Renata, itu suatu kesalahan, gua benar-benar melakukan kesalahan besar dan jika terjadi apa-apa pada Renata karena perbuatannya, gua tidak akan pernah memaafkan dirinya dan gua tidak akan pernah memaafkan diri gua sendiri.

Michelle menoleh kearah gua dan memecah lamunan gua, gua membuang muka dan melanjutkan perjalanan menuju kekamar mandi. Seusai mandi, gua kembali kekamar dan duduk menyender, tak berbuat apa-apa, tak lama kemudian, Michelle masuk kedalam sel gua dan duduk tepat disebelah gua.

"Apa yang kamu lihat tadi?" Tanyanya

"Kamu iblis."

"Sepertinya kamu baru paham, aku tak seperti yang lain."

Jujur saja gua sangat kesal saat ini dan bisa saja emosi gua mendadak naik.

"Kamu harus memahami apa yang mereka rasakan!" Teriak gua

"Tidak, aku tak harus tahu apa yang mereka rasakan, aku bertugas sesuai buku panduan, dan jika mereka tidak sembuh atau malah semakin parah, itu bukan salahku, itu salah mereka sendiri."

"Kau gila!" Teriakkan gua semakin keras

"Aku tidak gila, karena aku diluar dan kamu yang gila, karena kamu didalam."

Emosi gua benar-benar tidak bisa ditahan.

"Wanita anjing! Sialan! Jangan pernah kamu dekat-dekat dengan Renata, atau aku akan membunuhmu!"

Wanita itu berdiri, tetap tanpa ekspresi. Lalu dia mengucapkan sesuatu yang membuat gua benar-benar marah dan ingin menyerangnya.

"Perilaku yang kamu tunjukkan adalah perilaku Borderline, dan kamu juga harus membutuhkan penyembuhan, kamu tertular oleh Renata dan surat pengunduran dirimu dari kepolisian akan segera dibuat dan kamu akan tinggal disini, kasusmu dan Renata akan dicabut dan aku yang akan mengambil alih kasus Renata." Katanya panjang

Anjing! Wanita ini benar-benar membuat gua ingin sekali membunuhnya sekarang juga.

"Kamu tidak akan bisa!"

"Bisa, aku merekamnya." Ucapnya sembari mengeluarkan alat recorder dari kantungnya.

Sialan, gua dijebak.

"Anjing!!!!!!" Teriak gua benar-benar tak terkendali

Michelle keluar dari sel gua dan dia menatap gua tetap tanpa ekspresi.

"Selamat membusuk dipenjara, Hadi." Katanya

Aaaaaaaagrh!!! Ini tidak benar, ini suatu kesalahan, gua dijebak, gua benar-benar tak berdaya didalam sini, gua dijebak. Tanpa disadari gua menangis dan Renata memperhatikan gua sedari tadi, lalu Renata mengucapkan sesuatu.

"Akan kubunuh dia untukmu." Katanya

Gua menoleh kearahnya, Renata juga menangis karena melihat gua seperti ini.

"Tidak usah, biar aku saja." Kata gua

"Tidak apa, akan ku buat dia mengeluarkan eksresi yang tidak akan pernah dia lupakan." Ucap Renata

Tubuh gua merinding, Renata mengucapkan sesuatu yang benar-benar ingin dia lakukan, tak lama kemudian ada panggilan di handphone gua, gua mengangkatnya.

"Hadi, aku mendengar semuanya, jika kamu gagal, ingat kita masih punya perjanjian, singkirkan wanita itu, atau situasi akan semakin rumit." Ucap Rayhan

Dia kembali mematikan teleponnya, gua menengok keatap kamar ini dan bergumam dengan penuh kebencian.

"Aku akan menyingkirkannya, demi keluarga."

Dibatasi Jendela Kamar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cos44rm dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjang.kaki
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Sudah update emoticon-I Love Kaskus (S)
profile-picture
kribo.alim memberi reputasi
Kasusnya semakin rumit aja.. benar2 ada ya gan orang2 kyk rayhan & michelle itu, kirain cm ada di film2 emoticon-Nohope
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Ane aja merinding awal bacanya gan, kalau tau kelanjutannya makin pusing deh emoticon-Hammer
profile-picture
nyahprenjak memberi reputasi
mungkinkah reyhan ini salah satu komplotannya fauzan?? huahahaha

secara kalau dibaca tentang kisahnya mas handaru, si reyhan masih berkeliaraan. tapi apa hubungannya sama renata yaaa.. hmmmm

udh gtu yang pas kasus meninggalnya si yunita, itu kan lagi marak2nya penculikan anak2 yaaa.

bisa juga renata sebenarnya adalah saksi kematiannya yunita, bukan pelakunya.
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Iya, ngeri bayangin kelanjutannya.. kyk lagi nonton film horor aja, diliat takut ga diliat penasaran..
Btw ane cewek gan emoticon-Smilie
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Mungkin saja #ketawa jahat emoticon-Thinking

Dan semua ini tetap ada benang merah dari cerita Handaru dan katanya dia belum mau lanjut ceritanya, karena kalau dilanjut bakal banyak spoiler dicerita ini dan malah gak asik cerita ininya emoticon-Malu (S)

Jadi yang belum baca cerita Handaru, monggo baca.. emoticon-Malu
Lihat 1 balasan
Quote:


Duuhh aku secara tidak sengaja jadi spoiler yaaa emoticon-Lempar Bata
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
sapa nih yang akan di singkitkan sama Hadi? Renata apa Michelle.
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Haha, gak spoiler kok.. emoticon-Thinking

Quote:


Dia akan menyingkirkan.......

*nyamuk yang menganggu
Michelle itu sebenernya jadi temen atau musuh, masih misterius
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Kalimat terakhir menyingkirkannya, itu buat renata atau michele yaa om gading?
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Balasan post panjang.kaki
Quote:


Boleh minta link om? emoticon-Big Grin
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Cek pageone aja gan
Quote:


Klo link pemersatu bangsa ada gan ? Hehe
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Pasang tenda
Bakar sate
Lanjutkan
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Ada yang mau update?
Quote:


Mau lah. beri om beri
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Nanti ah, sepi yang baca. Sampe ke page 13 baru update emoticon-Insomnia
Halaman 11 dari 22


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di