alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Bekerja Itu Bukan Soal Gaji Semata, Namun Tentang Kontribusi dan Juga Loyalitas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d38e31a9a972e46a534415b/bekerja-itu-bukan-soal-gaji-semata-namun-tentang-kontribusi-dan-juga-loyalitas

Bekerja Itu Bukan Soal Gaji Semata, Namun Tentang Kontribusi dan Juga Loyalitas

Akhir-akhir ini dunia maya di hebohkan dengan cuitan keluhan seseorang yang viral di media sosial yang isi keluhannya karena hanya di tawari gaji 8 juta untuk fresh graduate dan dia sendiri menolaknya karena dirinya merupakan lulusan dari universitas ternama dan tak mau gajinya di samakan dengan lulusan kampus lain. Sontak cuitan tersebut heboh di dunia maya dan menimbulkan beragam komentar dan pada umumnya menyayangkan hal itu di keluhkan karena masih banyak orang lain yang fresh graduate yang gajinya di bawah itu. Mulai dari komentar serius hingga bercanda pun muncul mengomentari status tersebut.
Bekerja Itu Bukan Soal Gaji Semata, Namun Tentang Kontribusi dan Juga Loyalitas

Credit : cdn.akurat.co

Tak dapat dipungkiri bahwa gaji adalah salah satu motivasi bagi seseorang dalam bekerja, setiap orang pasti tak akan mengelak bahwa tujuan bekerja salah satunya adalah uang atau gaji. Gaji yang besar dan menggiurkan seringkali menjadi dambaan setiap orang sehingga tak jarang orang pilih-pilih pekerjaan demi gaji yang tinggi yang bisa memuaskan dirinya. Kebutuhan hidup yang tak sedikit dan keinginan diri seringkali berharap dapat pekerjaan yang bagus dan bisa mendapat gaji yang besar. Namun harapan tinggal lah harapan karena tak selamanya harapan bisa dapat pekerjaan enak dan gajinya besar bisa di dapatkan.

Bekerja itu bukan hanya sekedar gaji, itulah yang harus dipahami oleh setiap orang yang bekerja. Meskipun gaji merupakan tujuan untuk bekerja namun jangan lantas gaji diutamakan dan yang lain dilupakan begitu saja. Bekerja itu tak sekedar gaji belaka namun juga kontribusi dan juga loyalitas. Mau apapun pekerjaanya tentu harus seimbang, semakin tinggi gaji yang di dapat maka semakin tinggi pula beban yang di dapat karena setiap perusahaan atau lembaga tempat kerja di manapun yang dibutuhkan adalah kontribusinya. Untuk itulah gaji seringkali dinilai dari kontribusi seseorang dalam bekerja, semakin bagus kontribusinya maka gajinya juga mungkin akan meningkat. Untuk itulah di awal pekerjaan jangan terlalu berharap gaji karena pihak perusahaan atau lembaga apapun akan melihat dulu kinerja kita apakah baik atau tidak. Perusahaan atau sebuah lembaga ingin maju dan bisa bertahan dalam persaingan sehingga mereka butuh SDM yang bersiap kontribusi di dalamnya dengan maksimal agar bisa membawa perusahaan atau lembaga lebih maju lagi. Inovasi dan kreativitas sangatlah diperlukan untuk bertahan di setiap persaingan.
Bekerja Itu Bukan Soal Gaji Semata, Namun Tentang Kontribusi dan Juga Loyalitas

Credit : lipi.go.id

Bukan sekedar kontribusi semata, bekerja juga berkaitan dengan loyalitas. Ingin gaji yang lebih baik? Tak ada salahnya tunjukan loyalitas dalam bekerja. Perusahaan akan berpikir dua kali jika seseorang yang akan bekerja punya rekam jejak kurang loyal dan sering jadi kutu loncat dalam pekerjaan. Untuk itulah bekerja itu bukan hanya soal gaji belaka, namun juga kontribusi dan juga loyalitas. Jangan keluhkan gaji yang di dapat jika memang kontribusi dan loyalitas kita kurang atau masih belum maksimal. Demikian paparan tulisan ane kali ini, agan dan sista ingin menambahkan atau menanggapi? Silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya. emoticon-Big Grin

Sumber : Opini Pribadi dan diolah dari berbagai sumber (via google)
Sumber gambar via google images
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liramarlinda dan 19 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 8
Reserved
profile-picture
mulivw memberi reputasi
Kalau gak mau makan gaji dan menganggap gaji terlalu kecil ya lebih baik berwiraswasta.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan 4 lainnya memberi reputasi
mari berwiraswasta

Bekerja Itu Bukan Soal Gaji Semata, Namun Tentang Kontribusi dan Juga Loyalitas

emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
hughest dan hprject memberi reputasi
Wkwkwk Fresh graduate nuntut gaji lebih? Mau lu tamatan oxford atau MIT tunjukan kinerja kerja dulu baru lu bisa nuntut gaji lebih,
banyak yg merasa pintar tapi belum tentu dia bisa bertahan dalam tekanan dunia kerja, klo dulu orang masih bisa berfikir klo lu pintar kerjaan bakal nyari lu bukan lu yg nyari kerja tapi klo sekarang lu pintar gak peduli mau otak sejenius enstein, masih banyak tuh yg ngantri buat kerja 😂 pada kenyataannya orang pintar belum tentu cerdas toh 😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 6 lainnya memberi reputasi
yg ngegaji perusahaan/perorangan? perusahaan bonafit atau proyekan? jangan2 digaji 8jt selama setahun.. bukan per bulan..

btw.. nice treat, biar membentuk etos kerja positif..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 3 lainnya memberi reputasi
Kerja..kerja..kerja.. emoticon-Toast emoticon-Toast

profile-picture
kolollolok memberi reputasi
nambahin jg pengalaman pasti perusahaan ternama, pertanyaan pertama yg akan ditanyakan adalah, pengalaman kerja kamu dimana, nah untuk pengalaman kerja tersebut, harus dicari walau dengan gaji kecil sekalipun...tp anak yg viral nolak kerjaan itu, semoga aja kena batunya ketemu tempat kerja yg HRDnya ngecheck sosmed si anak ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bangshishigami dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bukan di pungkiri klo stiap org pasti pengen punya gaji besar

Tp itu smua butuh proses dan usaha

Gaji itu gambaran dr seberapa besar usaha & kerja loe slama ini

Pengalam gue pernah kerja di sbg salesman di perusahaan swasta

Gaji pokok gue pas pasan, gk lebih gk kurang lah utk hidup sehari2

Cm dpt bonus dr target penjualan emang gede, itupun klo kecapai setiap bulannya

Gue sih ke perusahaan malah lebih nuntut soal fasilitasi gue sbg salesman agar lebih di perbaiki & diperhatikan

Gue pernah dpt fasilitas inventaris kendraan dr perusahaan tp kurang diperhatikan

Soalnya kndraan itu udah tua d sering mogok emoticon-Ngakak

Gmn mau target kecapai klo ibaratkan senjata gue sering macet
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogeess dan 4 lainnya memberi reputasi
harus dicobain dulu,kalo udah gak nyaman ya tinggalin,cari yang baru..
bekerja memang untuk mencari gaji,tapi jangan terlalu fokus pada pekerjaan,ada hal yang lebih penting,yaitu waktu bersama keluarga,, yang tidak ternilai dan tidak akan pernah tergantikan..
jadi,jika sudah jenuh jadi budak korporat,maka berwirausaha lah..
kontribusi dan loyalitas berlaku selama bayaran yg diperoleh besar

Bekerja Itu Bukan Soal Gaji Semata, Namun Tentang Kontribusi dan Juga Loyalitas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anto2310 dan 3 lainnya memberi reputasi
fresh graduate ... bisa apa???
Bekerja Itu Bukan Soal Gaji Semata, Namun Tentang Kontribusi dan Juga Loyalitas
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Kontribusi dan loyalitas dihargai pakai Gaji emoticon-Traveller
jadi koordinator gajinya gede gak yah?
















koordinator demo
emoticon-Leh Uga
Bener gan. Thanks artikelnya.
Pernah tau Gaji hebat boss hebat..
ahh abis dpt ini di grup wa, baca ginian..

GHOSN LESSON
oleh : Rendy Saputra

Nissan diujung tanduk. Hutangnya 20 milliar dollar. Dari 46 model produk, hanya 3 yang laku. Kerugiannya tahun itu 6,6 Milliar dollar. 1 Milliar dollar hari ini setara 14T lebih. Anda bisa bayangkan betapa besar luka finansial yang dialami Nissan saat itu.

Kejadian itu terjadi kisaran tahun 98-99. Beratnya keadaan finansial Nissan akhirnya mendorong Nissan untuk menjual sebagian sahamnya. Strategi umum kebanyakan perusahaan yang butuh cash segar. Lepas sebagian kepemilikan guna mendapatkan dana segar.

Perusahaan otomotif prancis, Renault, di tahun 1999 akhirnya membeli saham Nissan 36,8%. CEO Renault Louis Scheweitzer melihat ini sebagai sebuah peluang. Ada perusahaan otomotif yang lagi down, lagi jual murah. Ini peluang ambil saham. Ditambah lagi Renault pernah punya pengalaman turn-arround di tahun 1997. Tergambar di benak Om Louis untuk memperbaiki Nissan ke posisi hebat.

CEO Renault mengambil keputusan bukan tanpa perhitungan. Dia memang punya sosok yang diyakini bisa memperbaiki Nissan. Karena sosok inilah yang memperbaiki Renault di 1997 : Carlos Ghosn.

Ghosn lahir di Brazil, berdarah Lebanon dan menyelesaikan studi politekniknya di Prancis. Setelah lulus langsung bekerja di Michelin. Perusahaan ban ternama dunia. Di usia 30 tahun sudah diangkat jadi COO (Chief Operational Officer), Direktur Operasional. sadis. Anda bisa bayangkan betapa cepat karirnya melesat.

Karir hebatnya di Michelin membuat Renault kesengsem. Di Renault lah seorang Ghosn kemudian menjadi wapres. Hingga akhirnya ditugaskan Louis Scheweitzer ke Nissan guna menjadi direktur operasional. Wajar, karena Renault baru beli saham Nissan 36,8%

Hadirlah seorang Ghosn di Nissan. Di rentang tahun 1999-2002, beliau membangun Nissan Revival Plan.

Konsep-konsep Turn-arround Nissan ini menjadi studi kasus di banyak kelas bisnis, dibahas di berbagai tulisan, bahkan Saya cukup banyak mendownload paper kajian internasional tentang cara Ghosn melesatkan Nissan. Seru bacanya. Ingin rasanya Saya resumekan agar mudah kawan-kawan pelajari.

Gak tanggung-tanggung, di tahun pertama ia menjabat, Ghosn mencanangkan langsung profit dan hutang turun 50%. 

Metodologinya terbaca, karena inilah yang ia lakukan sejak di Michelin : Cost Cutting. Memotong biaya di berbagai pos.

20.000 Karyawan lebih dipensiunkan dini. 5 pabrik di tutup. Para pemasok dievaluasi, yang gak efisien dikurangi. Supplier Nissan ketar ketir. Penyertaan saham Nissan di perusahaan pendukung dicek ulang. Terutama penyertaan saham yang gak berdampak pada Nissan. Nissan Exit. 

Seorang Ghosn makin tajam. Dibangunlah program 180. Terjual 1 juta pcs, 8% margin profit dan 0 hutang. 1 juta pcs terlampui, margin bahkan mencapai 11%, dan hutang 0. 

Wajar jika di tahun 2016, Nissan yang awalnya sebuah perusahaan pesakitan kemudian mampu membeli 34% Saham Mitsubitshi. Dari perusahaan pecundang, menjadi perusahaan penakluk. Salah satu perannya memang ada di tangan Om Ghosn. Tangan dinginnya memang terkenal melesatkan perusahaan.

***

"Mr Seven Eleven", itulah julukan Carlos Ghosn. Konon sang sosok bekerja dari jam 7 sd 11 malam. Komplit dalam 7 hari dalam sepekan. Gaya makannya pun cepat dan kilat. Ini yang akhirnya membuat Nissan  menamakan box makan siangnya dengan Bento Carlos Ghosn. Gokil sekali.

"Mr Fix It", sejak di Michelin, ia membuktikan bahwa ia mampu memperbaiki performa yang rusak. Dalam kajian bisnis di berbagai literatur dikenal dengan Numerical Method, dimana semua performa kerja di asosiasikan dengan perhitungan angka. Semua nya terukur.

"Le Cost Killer", Persatuan Buruh Prancis menjulukinya demikian. Gegara dia banyak buruh dirumahkan tiba-tiba. Korban turn arround pertama Ghosn selalu karyawan, dimana Ghosn akan membunuh post SDM yang tidak efektif.

"Manga Superhero", prestasi seorang Ghosn melesatkan Nissan akhirnya menginspirasi rakyat Jepang. Seorang Ghosn pun akhirnya diangkat menjadi tokoh hero di komik Jepang yang gagah memimpin pabrik. Luar biasa banget.

***

Itu dulu, jika Anda mencari nama Ghosn hari ini, maka Anda akan menemukan berbagai artikel yang memberitakan kasus hukum seorang Carlos Ghosn. 

Jujur Saya susah percaya. Ada tuduhan penggelapan pajak : ada penghasilan ratusan milliar yang tidak dilaporkan ke pemerintah. Selain itu ada tuduhan merugikan Nissan sebanyak 129M. Ada kontrak kerjasama yang menguntungkan pribadi Ghosn.

Entah benar atau tidak, tetapi kasus Ghosn ini muncul setelah Ghosn mengancam akan mengganti CEO Nissan yang baru : Hiroto Saikawa. Setelah dipegang Saikawa selama 1 tahun, penjualan Nissan turun. Ghosn sebagai Chairman murka ke Saikawa : "lu bakal gw ganti.." begitu kata Ghosn. Dan setelah itu, kasus-kasus hukum Ghosn muncul. Entahlah, apakah ada hubungannya atau tidak.

Hari ini Ghosn dipenjara. Jaminan Milliaran Dollar nampaknya tidak bisa menjamin beliau menjadi tahanan luar. Walaupun beliau bersedia dipasangi gelang kaki digital agar terpantau. Pengadilan Jepang khawatir ia menghilangkan barang bukti. Ghosn harus ditahan.

Dalam beberapa hari hanya memakan gandum. Berat badan Ghosn turun. Seorang pejabat perusahaan dunia yang berfasilitas jetset harus meringkuk di penjara dengan fasilitas toilet diujung kamar. Susah Saya percaya apa yang terjadi.

Hampir tidak ada yang membela kecuali pengacara pribadinya. Nissan yang dahulu ia selamatkan malah balik menyerang. Jelas ini tuntutannya dari Nissan. Renault sempat membela, tapi akhirnya harus terpaksa mencopot Ghosn dari jabatan chairman. Ghosn ditahan. Renault tidak mungkin menunggu kebijakan dari balik jeruji.

Itu fakta hari ini. Walau Sampai sekarang Saya secara pribadi meyakini bahwa seorang Ghosn yang terbukti disiplin melesatkan perusahaan, tidak mungkin melakukan sesuatu yang fraud. Mental fraud tidak akan sanggup disiplin menumbuhkan perusahaan. Jika mental itu sudah ada, Ghosn harusnya sudah nakal dari dulu. Entahlah.

***

Tulisan ini Saya beri judul Ghosn Lesson. Pelajaran yang bisa diambil dari Ghosn. Silakan ambil pelajaran baiknya, dari bagaimana Ghosn melesatkan perusahaan.

Pada proses hukum yang terjadi pada Ghosn, mari kita serahkan pada proses yang ada. Semoga proses hukum berlaku adil. 

Namun ada pelajaran mendalam yang ingin Saya angkat pada perjalanan hidup Ghosn ini : ini tentang APA YANG SEBENARNYA KITA BELA.

Ghosn membuktikan dedikasi yang dramatis. Kerja 7 hari selama sepekan. Jam 7 pagi hingga 11 malam. Jika digaji berapapun, nampak tidak semua orang bisa kuat menjalaninya.

Dedikasinya membangun Nissan, berhasil membangun Renault, bahkan mengakuisisi Mitsubitshi. Ghosn bahkan pernah dinobatkan sebagai penjual mobil nomor 2 dunia. Dahsyat sekali. Begitu besar dampak pembangunan yang ia berikan ke pemerintahan Jepang. Bener gak?

Tapi yang terjadi hari ini, menurut Saya ironi sekali. Drama ironi yang menusuk relung hati paling dalam. Apa yang dulu Ghosn bela ternyata berbalik. Tidak ada lagi yang membelanya kecuali putri beliau : Caroline Ghosn.

Caroline Ghosn, putri kandung beliau. CEO Levo. Membangun network apps dengan 30 juta pengguna. Ia yakin bisa menyelamatkan ayahnya dari kasus ini.

Pada akhirnya, yang palingg setia bersama dan paling setia membela adalah KELUARGA. Ditengah kesibukannya yang luar biasa, nampaknya Carlos Ghosn mampu memaksimalkan kebersamaan dengan putrinya Caroline Ghosn. Entah bagaimana caranya. Putrinya membela. Tidak mendendam.

Inilah pelajaran yang mahal. APA YANG KITA BELA hari ini? Kepada siapa sebenarnya jiwa ini diabdikan? Kepada siapa seluruh pengorbanan ini diberikan?

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Melodica.offici dan 7 lainnya memberi reputasi
smua kaga gt juga gan. ditempat ane kontribusi uda nembus double job dan loyalitas meet pagi, pulang diakhir juga si bos biasa2 aja. mlah dikira kurang lagi kerjanya..emoticon-Cape d... emoticon-Cape deeehh
profile-picture
tafakoer memberi reputasi
Bagi saya, gaji nomor sekian-sekian.
Dan saya berbohong..
profile-picture
profile-picture
atmajazone dan tafakoer memberi reputasi
Halaman 1 dari 8


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di