alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Rembulan Di Ujung Senja
5 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7bbab9af7e93309a084c6e/rembulan-di-ujung-senja

Rembulan Di Ujung Senja (Saat Senja Tiba episode 3)

Tampilkan isi Thread
Halaman 37 dari 49
kaget, fadli meninggal
profile-picture
g.gowang memberi reputasi
fadil meninggal, shela sendiri. inget om, inget, ada shela yg lagi kosong, eh maksudnya ada wulan sama anak di rumah.. 👹👹
profile-picture
bogalbogel28 memberi reputasi
wulan pasti ngamuk kalau ga diajak, biar gimanapun wulan kan sahabatan ma shela, apalagi kalau tau nola ternyata malah diajak
turut berduka buat mas fadli semoga beliau tenang disisiNYA emoticon-Turut Berduka

ooo tekken is back emoticon-Leh Uga
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
turut berduka buat mas fadli semoga beliau tenang disisiNYA
wes nek mambu sempak...budhal tok yo vin..
Vino bingung antara sedih atau bahagia... Semoga arwah Fadli diterima disisi-Nya, Amin.
profile-picture
ilhamsaputra20 memberi reputasi
innalillahi waainnailaihi rojiun,,,
semoga fadli diterima disisinya.

amiiinnn....

Part 37

"Aku ikut ya ? Boleh ya Vin ? " tanya Nola penuh harap, tapi ane masih diem aja karena ane bener-bener bingung berat.

Astaga ini Nola malah pengen ikut, nambahin masalah aja. Tapi ya emang wajar sih, Nola sama Shela udah berteman baik, dan lagipula Shela udah berkorban cukup besar terhadap hubungan Nola sama Yovie, meski hasilnya kampretos kayak gitu. Cuma kalo beneran dia ikut, entah gimana reaksi ibu sama Wulan.

"Oke deh, terserah kamu. " jawab ane dengan nada lesu.

"Beneran Vin ? " tanya Nola, dan ane hanya mengangguk pelan.

"Asyiiik, makasih. " kata Nola lalu tiba-tiba meluk ane, tentu saja bikin ane kaget.

"Eeeh La, kamu apa-apaan sih ?! " seru ane sembari berusaha melepaskan pelukan Nola.

"Sorry. " kata Nola tersipu.

"Ya udah sekarang kita ke rumahku. " ajak ane.

"Oke. " jawab Nola bersemangat. Lhaah ini cewek ?? Temennya kena musibah kok malah riang gembira gini, gerutu ane dalam hati.

"Oh iya Vin, ntar habis dari rumahmu, mampir rumahku dulu ya, aku mau ganti baju. Sekalian pamit sama mertuaku. " pinta Nola.

"Siap, nyonya. " jawab ane dengan nada bete, sedangkan Nola cuma tersenyum.

Nggak berapa lama, kami berdua udah naik Makarov meninggalkan alun-alun kid... eh maksud ane South City Square menuju rumah ane. Kira-kira dua puluh menit kemudian, ane udah sampai di depan rumah. Saat masuk ke halaman, jantung ane sontak dag dig dug dueerr, dan sebabnya apalagi kalo bukan si cewek sultan yang ikut bersama ane.

Kami berdua lalu turun dari motor, dan ane lihat pintu ruang tamu masih terbuka, mungkin ibu sama Dina ada di ruang tamu. Sedangkan Nola, dia kelihatan rada canggung saat berjalan menuju teras. Mungkin ini pertama kalinya dia ke perumahan rakyat jelata yang sederhana macem rumah ane. Ntar, tapi pertama-tama ane harus mengkondisikan Nola dulu.

"La, ntar kalo ibuku nanya-nanya, bilang aja aku habis jemput kamu di rumah temenmu. " pinta ane dengan nada berbisik.

"Oooh beres. " jawab Nola mengangguk sambil mengacungkan huruf 'o'.

Dan bener aja, saat masuk ruang tamu, ane lihat ibu sama Dina lagi berada di sana. Mereka berdua keliatan kaget saat melihat ane, atau lebih tepatnya melihat siapa yang datang bersama ane.

"Bu. " sapa ane ke ibu.

"Malem tante. " sapa Nola ke ibu langsung menyalami beliau dan Dina.

"Oh iya bu, Dina, kenalin ini Nola. Dia temennya Shela dan dulu atasannya Wulan. " kata ane.

"La, ini ibuku dan ini Dina, adik aku. " kata ane ke Nola yang langsung tersenyum ramah ke mereka berdua. Ibu pun balas tersenyum sedangkan Dina hanya senyum masam, dan matanya terlihat sembab sembari sesekali melap hidungnya pake tissu.

"Mari silahkan duduk mbak. " kata ibu lalu beranjak berdiri.

"Makasih bu. " jawab Nola lalu duduk di sofa depannya Dina.

"Din, kamu sama Mbak Nola dulu ya, aku mau ngomong bentar sama Vino. " kata ibu lalu menghampiri ane dan menggeret lengan ane menuju dapur. Ah damn, I have a bad feeling about this.

"Vin, itu siapa ?! " tanya ibu dengan nada ketus.

"Kan udah kubilang bu dia temennya Shela, mantan bossnya Wulan. " jawab ane.

"Kok bisa sama kamu ?! " tanya ibu lagi.

"Tadi.. ngg... ya setelah ibu nelpon, aku ditelpon Nola, ternyata dia juga dapet kabar Shela kecelakaan. Dia bilang pengen jenguk bareng aku, ya udah aku ajak aja. " jawab ane sekenanya.

"Kamu jangan bohong !! Tadi Dina bilang kalo dia sempet denger suara cewek pas nelpon kamu !! Itu suara Nola itu kan ? Jangan-jangan kalian tadi kencan ya, dan sebenarnya dia itu simpenan kamu ?! " tanya ibu sembari menuding ane. Ya elah bocah tengil itu lagi, situasi gini sempet-sempetnya ember.

"Astaga bu, kok ibu ngomong gitu sih ? Kalo emang dia simpenanku nggak mungkin aku ajak kesini. " jawab ane.

"Ya bisa aja kan, toh dulu kamu waktu masih pacaran sama Shela juga sering ngajak Wulan kesini, malah nginep lagi. " jawab ibu gak mau kalah. Wualah !!!

"Gini aja deh, aku males debat. Kalo ibu gak percaya ibu telpon Wulan, tanya Nola itu siapa. " timpal ane dengan nada kesel.

"Nola itu udah punya suami bu, suaminya si Yovie itu yang dulu ngajak Wulan kerja di luar kota. " pungkas ane, dan ibu cuma diem sembari menatap ane.

"Terus cewek yang sama kamu tadi siapa ? "

"Tadi pas ibu nelpon aku lagi makan di warung, itu suara cewek kasir warung. " jawab ane mengarang indah, tapi ibu hanya menggeleng-geleng kepala yang tandanya beliau gak percaya.

"Pokoknya ibu gak mau kalo kamu masih main cewek !! Kamu ini udah punya istri, punya anak. Wulan itu kurang apa sih ?! Kamu itu beruntung banget punya istri kayak dia !! " kata ibu. Yah elah...

"Bu udah udah, besok itu kita bahas lagi, sekarang lebih baik aku berangkat karena ini udah malem. Mana kunci mobil bapak ? " tanya ane.

"Diatas kulkas. " jawab ibu.

"Sekarang kamu telpon Wulan dulu, dia tadi pesen ke ibu nyuruh kamu telpon dia. " timpal ibu lalu berjalan meninggalkan ane, dan anepun menghela nafas panjang banget lalu mengambil HP di saku dan mencari nama Wulan di log panggilan.

emoticon-phone ***tuuut... tuuut...***

emoticon-phone "Halo pa. " jawab Wulan.

emoticon-phone "Halo ma, kamu tadi ditelpon ibu ? " tanya ane.

emoticon-phone "Iya, soal pacar kamu yang kecelakaan kan ? " tanya Wulan dengan nada datar. Astagaaa...

emoticon-phone "Ma, kamu kok ngomongnya kayak gitu sih ? Shela itu temen kamu juga kan ? Dia baru aja kena musibah lho dan suaminya meninggal, kok kayaknya kamu gak ada rasa empati sama sekali ? " tanya ane.

emoticon-phone "Lho emang aku harus gimana pa ? Apa aku harus nangis-nangis mewek-mewek gitu ? " tanya Wulan balik. Hhhh...

emoticon-phone "Iya iya oke oke. " jawab ane dengan perasaan kesel.

emoticon-phone "Aku cuma mau ngabari kalo aku mau berangkat sekarang. Ini aku udah di rumah ibu. " timpal ane.

emoticon-phone "Oke, gak masalah. " jawab Wulan singkat.

emoticon-phone "Kamu gak ada keinginan buat ikut ma ? Kalo pengen ntar aku jemput kamu. Nissa biar sama ibu. " tanya ane, dan ini sekedar ngetes pengen tau jawaban Wulan gimana.

emoticon-phone "Nggak ah, buat apa ? Toh udah ada kamu sama Dina. Lagian kalo aku ikut paling cuma jadi obat nyamuk nungguin orang pacaran. " jawab Wulan dengan nada sinis. Damn !! Wrong question.

emoticon-phone "Ya udah kalo gitu. " jawab ane. Pengen rasanya ane counter kata-kata Wulan tapi ntar dijamin ribut lagi.

emoticon-phone "Oh iya, ada lagi yang mau aku sampaikan ke kamu. " kata ane lagi.

emoticon-phone "Apa ? " tanya Wulan.

emoticon-phone "Nola ikut, dia sekarang ada di rumah. " jawab ane pelan, tapi udah pasti terdengar menggelegar di telinga Wulan.

emoticon-phone "Apa kamu bilang pa ?! Mbak Nola ikut ?! " tanya Wulan dengan nada kaget.

emoticon-phone "Iya ma. " jawab ane.

emoticon-phone "Gimana ceritanya dia bisa sama kamu ?! " tanya Wulan lagi.

emoticon-phone "Tadi Nola juga dapet kabar ma, terus dia telpon aku pengen barengan. Ya udah aku ajak aja. " jawab ane ngibul tentunya.

emoticon-phone "Tenang aja, aku gak mungkin macem-macem sama Nola. Lagian juga ada Dina, kami berangkat bertiga kok. " timpal ane berusaha meyakinkan Wulan.

emoticon-phone "Ya ga papa sih, cuma aku gak suka cara kamu baru ngomong sekarang. " jawab Wulan dengan nada ketus.

emoticon-phone "Lho maksudnya gimana ma ? Ini semua serba mendadak soalnya... "

emoticon-phone "Kamu kan bisa ngabari aku dari awal kalo kamu mau sama Mbak Nola ?! Ini kamu udah mau berangkat baru ngomong, ya percuma lah !! " jawab Wulan dengan nada tinggi.

emoticon-phone "Iya iya ma, sorry sorry... aku bener-bener panik soalnya. " kata ane melas.

emoticon-phone "Ya iyalah kamu panik, kamu kan mikirin pacar kamu itu !! " jawab Wulan ketus. Oh my GOD !! Lama-lama ane bisa migrain kalo gini caranya.

emoticon-phone "Udah ya ma, aku berangkat dulu. " kata ane.

emoticon-phone "Iya ati-ati. " jawab Wulan dengan nada ngedumel.

emoticon-phone "I love U."

emoticon-phone "..too. " jawab Wulan nyaris gak kedengeran. Mungkin dia bilang "I love U too" atau "batu" atau "kutu"... ah bodo amat.

Dengan ati dongkol plus kuping pedes gara-gara omelan Wulan yang kayak BonCabe level 30, ane segera mengambil kunci mobil diatas kulkas dan segera ke ruang tamu. Saat sampai sana ane liat Nola lagi ngobrol sama ibu dan Dina. Dina terlihat bisa tersenyum saat Nola berceloteh, ah rupanya cewek sultan ini juga gampang bergaul. Moga-moga aja Nola gak keceplosan.

"Yuk. " ajak ane, dan saat melihat jam dinding ternyata udah jam 10 lebih.

"Bu berangkat ya. " ucap Dina.

"Duluan ya tante. " kata Nola lalu menyalami ibu.

"Hati-hati ya. " jawab ibu, dan kamipun berjalan menuju teras rumah.

"Vin, kamu tau kan lokasi rumah sakitnya ? " tanya ibu.

"Gampang bu, nyari pake gps kan bisa. " jawab ane.

"Ya udah nanti ibu dikabari ya kondisi Shela gimana. " pinta ibu.

"Iya bu. " jawab ane lalu berjalan menuju garasi mobil.

Nggak berapa lama mobil yang kami tumpangi berjalan pelan meninggalkan rumah diiringi lambaian ibu dari halaman. Ane lihat Dina yang duduk di kursi tengah udah beberapa kali menguap, sedangkan yayang... eh Nola duduk di sebelah ane asyik ngetik sesuatu di layar HP-nya, mungkin ngabari Yovie.

"Yovie udah kamu kabari La ? " tanya ane.

"Iya ini aku WA dia. " jawab Nola tanpa menoleh.

"Dia masih di luar kota ? "

"Bilangnya sih otw pulang, tapi masih sejaman lagi. " jawab Nola.

"Kita jadi mampir rumahku ya Vin. " pinta Nola.

"Oke. " jawab ane.

"Oh iya kamu laper nggak ? " tanya Nola.

"Ya laper sih. " jawab ane soalnya perut ane udah muter lagi heavy metal sejak tadi.

"Dina, kamu udah makan belum ? " tanya Nola ke Dina.

"Belum kak. " jawab Dina.

"Ya udah kita ke rumahku dulu Vin, habis itu kita nyari restoran. Jangan kuatir aku yang traktir. " kata Nola tersenyum.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fabillillah dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Yoyang yayang yoyang yayang. Enak bener idup lu Vin dikelilingi cewek-cewek, kek raja minyak aja, wkwkwkwk
inget wejangan dari ibu mas Vino.... emoticon-Malu
Insting seorang istri memang tepat. Gak mau jadi nyamuk kalo ikut jenguk mbak Shella. emoticon-Leh Uga
profile-picture
bogalbogel28 memberi reputasi
shela sedang berduka, nola pun bisa.. luar biasa anda.. wakowkawka..
Makin kesel ane sama sikap Wulan, team Shela mana suaranya!!
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
Lu jalan sama Nola, nanti Wulan jalan sama Yovie, jadi Savage nanti emoticon-Leh Uga
profile-picture
king.aslan memberi reputasi
oooo lha wet does kw vin.. yayang nola your kitchen..
Shela shela shela shela yok shela yok emoticon-Wowcantik
sepertinya wulan punya feeling kalau nola bakal wik wik ma vino, emoticon-Hammer2
jangan2 ntar wulan nyusul jenguk shela sama yovie emoticon-Wakaka
Quote:


Quote:


itu udah bukan insting lagi gan emoticon-Malu

jawabannya cuma satu...
she knows (she = wulan) emoticon-Kimpoi emoticon-Kimpoi
profile-picture
DanyMartadinata memberi reputasi
Quote:


Weh lanjut mas vino. Dah nungguin nih padahal
Balasan post gridseeker
Cerita dan peristiwanya lebih drama dari FTV, reader makin penasaran
Keep update
Halaman 37 dari 49


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di