alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jadi Korban Salah Tangkap, Empat Pengamen Minta Ganti Rugi Rp 746 Juta
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2ffa9b2f568d67c17f0734/jadi-korban-salah-tangkap-empat-pengamen-minta-ganti-rugi-rp-746-juta

Jadi Korban Salah Tangkap, Empat Pengamen Minta Ganti Rugi Rp 746 Juta

News › Megapolitan

Jadi Korban Salah Tangkap, Empat Pengamen Minta Ganti Rugi Rp 746 Juta

17/07/2019 | 13:16 WIB

Jadi Korban Salah Tangkap, Empat Pengamen Minta Ganti Rugi Rp 746 Juta
KOMPAS.com - Walda Marison
Pengacara LBH Oky Wirata Siagian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).



JAKARTA, KOMAPS.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menuntut kerugian dari Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI karena salah menangkap orang dalam kasus pembunuhan.

Mereka yang jadi korban salah tangkap adalah empat orang pengamen yang saat itu masih di bawah umur.

Semua berawal ketika empat orang pengamen bernama Fikri (17), Fatahillah (12), Ucok (13) dan Pau (16) ditangkap Jatanras Polda Metro Jaya pada 2013.

Mereka ditahan karena dituduh melakukan pembunuhan di kolong jembatan samping kali Cipulir, Jakarta Selatan.

Baca juga: Tersangka Disiksa dan Dipaksa Mengaku Membunuh Pengamen di Cipulir

Dalam prosesnya, polisi dituduh melakukan kekerasan terhadap empat orang anak ini agar mau mengaku melakukan pembunuhan.

Mereka akhirnya terpaksa mengaku dan kasus itu naik ke Kejaksaan hingga akhirnya di sidangkan di Pengadilan.

Mereka kemudian divonis hakim bersalah dan harus mendekam di penjara anak Tanggerang.
Belakang, keempat anak ini dinyatakan tidak bersalah dalam peristiwa pembunuhan tersebut.

Baca juga: Digugat Pengamen Rp 1 Miliar karena Salah Tangkap, Polda Metro Lakukan Evaluasi

Mereka dinyatakan tidak bersalah dalam putusan Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016.

Mereka bebas pada tahun 2013. Selang tiga tahun kemudian. LBH Jakarta kembali memperjuangkan hak ganti rugi atas penahanan tersebut.

"Berhak ganti kerugian karena kan ditangkap, ditahan padahal mereka kan nggak bersalah. Selama ini harusnya bisa kerja, gara - gara dipidana nggak kerja kan. Hal hal seperti ini yang dituntut," kata kata kuasa hukum keempat anak tersebut, bernama Oky Wiratama yang juga anggota LBH saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Kerugian yang dituntut pihak mereka sebesar Rp 186.600.000 untuk per anak. Biaya itu meliputi total kehilangan penghasilan sampai biaya makan selama dipenjara.

Dengan demikian, total untuk keempatnya sebesar Rp 746.400.000.

Tidak hanya tuntuan secara materi, pihaknya juga meminta pihak Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI untuk mengakui semua kesalahanya karena salah menangkap orang dan melakukan tindak intimidasi.

"Selama ini ditahan dia nggak sekolah dan lain-lain, itu yang harus dituntut. Dan pihak kepolisian harus menyatakan bahwa memang harus mengakui kalau mereka salah tangkap, gak fair dong," ucap dia.

Hingga pukul 12.20 WIB, sidang praperadilan dengan agenda pembacaan permohonan belum dimulai karena pihak termohon, yakni Kejaksaan Tinggi DKI belum hadir.

https://amp.kompas.com/megapolitan/r...gi-rp-746-juta




rejeki nomplok....

datangnya emang tak pernah terduga....
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
kecil duit segitu mah
Diubah oleh herberthus
kecil duit segitu dibanding aib dan juga hajaran dari polisi maupun siksaan di penjara.
Wereng sering banget maksa buat ngaku ya walaupun pun bukan tersangka ?
Udah jadi rahasia umum salah tangkap gini mah...


Anak tukang nasi uduk langganan gue juga korban salah tangkap. Ceritanya waktu itu di area rumah dia diserang sama anak kampung lain sampe berantem perang parah dan ada 1 warga yg tertusuk. Anak tukang nasi uduk itu saat kejadian cuma lagi bakar jagung dipinggir jalan saat itu...


Si korban tertusuk selamat, lalu ditangkaplah (mungkin secara acak) beberapa orang termasuk si anak tukang nasi uduk itu karena posisinya ada ditkp dan gak bisa kabur (dia gak terlibat perang sedikitpun)...


Saat si korban sudah siuman, sang korban dihadapkan kebeberapa orang tersangka yg ditangkap, dan SANG KORBAN SUDAH MENGKONFIRMASI KALO PELAKUNYA TIDAK ADA DIANTARA DAFTAR TERSANGKA YG HADIR...


Ternyata, pelaku yg nusuk korban adalah anak dari salah satu orang terpandang dikampungnya yg juga kaya secara materi...

Akhirnya para tersangka yg susah tertangkap tersebut divonis paksa kalo merekalah pelakunya dan merekapun akhirnya dipenjara untuk kesalahan yg tidak pernah mereka lakukan...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
forbidenfive dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh prince.cerberus
Quote:


ada yang bisa jelasin ini? emang nda ada makanan gratisan gitu?
Lihat 2 balasan
kalau dapet gak ngamen lagi lah itu
Balasan post Zreel
Ngasi makanan bekal dipenjara kudu nyuap sipir biar dibolehin, keknya gitu sih
Ganti pak
Bayarlah
Ini bukan jaman Orba.


Kalo segitu mah kecil itu. Udah pada tau lah
kalau dikabulkan suruh yang salah tangkap dan maksa ngaku saja yang bayar.
kira2 uang ganti kalau di kabulin bakalan kena sunat kanan kiri ga nih emoticon-Bingung
Balasan post Zreel
mungkin di penjara makanannya ga enak semua jadinya jajan
Harusnya korban nulis surat buat president..
pembersihan nama harus presiden yg paling kuat untuk memberikan.
dilihat dari acara fakta di TVSATU barusan, banyak yang janggal juga soal ganti rugi...
Mau sampe kapan oknum pada nakal?
ga Coklat ga Ijo sama aja..
malas, cari gampang, berahir dengan asal tangkap, asal mukulin orang, serba asal..
semoga besok anak cucunya ga jadi korban dipukulin orang dah..


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di