alexa-tracking
Kategori
Kategori
3.5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d1073e188b3cb44485c2a8e/cerpen

Cerpen



Jin Kismin.
---
Di suatu hari, aku dan Bang Frans tengah asyik menikmati malam panjang. Duduk berdua di sebuah bangku taman, saling bercerita tentang kisah perjalanan cinta kami. Sesekali bibir tipisnya mencuri kecupan di pipi chubby-ku.

"Bang, kapan mau melamar aku?" tanyaku.

"Nanti, Dek. Lagi ngumpulin uang. Gara-gara Bapak Pambudi, tuh. Abang nggak bisa cepet-cepet lamar kamu," jawab Bang Frans kesal.

"Ih ... koq Abang nyalahin Ayah sih?" ucapku merajuk, tangannya yang sedang memeluk bahu, aku hempaskan. Kugeser pantat menjauh dari tempatnya duduk.

"Syarat dari ayah kamu, yang bikin Abang kalang kabut, banting tulang buat wujudin keinginan beliau, sudah sekuat tenaga Abang ngumpulin rupiah, nggak cukup-cukup juga beli rumah gedongan," ucap Bang Frans sedikit kesal.

Hening, tak ada lagi pembicaraan, selalu seperti ini jika sudah membahas tentang masa depan kami. Lelaki tampan di sampingku itu lantas mengambil jemariku, dan meremasnya lembut.

"Dek, yang sabar ya? Abang akan berusaha sekuat tenaga, semoga apa yang kita cita-citakan akan segera terkabul. Jangan lupa selalu melangitkan doa di setiap sujudmu," ucap lelaki tampam di sampingku sembari menampilkan senyuman.

"Hmm …" balasku sekenanya.

"Hmm apa …?" tanyamu sambil menarik hidung pesekku. Senyum kami pun mengembang.

"He-em, Adek akan tetap sabar menunggu, Abang," jawabku sedikit ketus.

Kami pun kembali menikmati malam berdua, memandang langit cerah bertabur bintang. Tak terasa malam telah larut.

"Abang, sudah terlalu malam nih. Pulang yuk?" ucapku.

"Yuk," balas Bang Frans.

Kami segera berdiri dan meninggalkan bangku taman. Dalam perjalanan menuju tempat parkir motor, Bang Frans melihat kilatan cahaya dari bawah tanaman yang ada di dekat tempat parkir. Segera ia hentikan langkahnya.

"Dek, lihat! Itu apa?" tanya Bang Frans.

"Nggak tau, Bang. Kita cek aja, yuk," ajakku.

Kita berdua lantas mendekat ke arah cahaya tadi.

"Bang, teko!" seruku.

Kuambil teko emas dari bawah tanaman.

"Nih, lihat. Jangan-jangan di dalam teko ini ada penunggunya, Bang. Jin baik hati yang bisa mengabulkan permintaan seperti di dalam dongeng-dongeng itu, Bang," ucapku girang.

"Siniin coba." Kuserahkan teko emas dalam genggaman.

Bang Frans mengelus-elus sisi teko tersebut, tak selang berapa lama, sebuah asap keluar dari dalam teko itu.

"Hahaha ...." Suara tawa jin dari dalam teko itu menggelegar.

Senyum kami pun mengembang.

"Bau-bau pelaminan sepertinya sudah terlihat, Dek," bisik Bang Frans semringah.

"Karena kalian sudah mengeluarkan aku dari dalam teko sialan itu, maka aku akan mengabulkan satu permintaan buat kalian," ucap jin itu kepada kami.

Aku dan Bang Frans saling pandang. Rona bahagia tergambar jelas di wajah kami.

"Tinggal selangkah lagi, Bang. Kita bakalan sah jadi suami istri," bisikku.

Bang Frans pun mengangguk dengan cepat.

"Ayo, katakan padaku, apa permintaan kalian, jangan kebanyakan bisik-bisik, nggak sopan!" hardik jin itu.

"Om jin, kami minta rumah gedong di daerah Pondok Indah," ucap Bang Frans lantang.

Alis jin itu mengkerut, memandangi aku dan Bang Frans secara bergantian.

"Dasar manusia semprul! Kalo aku bisa mengabulkan permintaan kalian, aku nggak bakalan terjebak di dalam teko sialan itu selama ratusan tahun. Aku mungkin sudah menghabiskan hari-hariku di rumah gedong itu, bukan di teko yang pengap dan sempit ini," omel jin itu kepada kami.

"Makanya, kerja keras. Lebih baik aku tidur lagi di dalam teko itu, daripada menuruti permintaan kalian," ucapnya lagi sebelum tubuh gempalnya masuk ke dalam teko emas itu.

Aku dan Bang Frans terbengong, setelah beberapa saat, kami pun tersadar. Tawa kami menggelegar.

"Dasar jin kismin," ucap kami berbarengan.

"Sepertinya Abang memang harus berkerja keras buat mendapatkan Adek. Sabar ya?" ucap Bang Frans.

Aku menganggukkan kepala sebagai jawaban.

End.

Jogja, 6 April 2019Cerpen
profile-picture
profile-picture
blackrosest dan samatawari memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Jin kismin
Genre. Romance Comedy
Sederhana tapi ngena. emoticon-Jempol
terima kasih ☺️
Bagus
Makasih Opa
Bukannya kalau cerpen itu di forum sfth?
iyakah? aku nggak tau kak. masih newbie. pencerahannya dong kak
menarik 😍.
ditunggu karya selanjutnya
ditunggu karya selanjutnya.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di