alexa-tracking
Kategori
Kategori
4.4 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d1c71db88b3cb7ba31a80b0/secret-and-miracle

SECRET AND MIRACLE

INDEKS
Part 1
Part 2
Part 3

Hujan deras menyelimuti kota pagi ini, riuh gemuruh petir berlomba saut-menyaut. Kawanan burung pipit rapi berteduh di bawah atap bangunan tua, kedinginan membuat mereka mengembungkan bulunya masing-masing, membuat tubuh mungil mereka menjadi gumpalan bulu kecil yang membulat.[/font][/size]


Quote:



Ella merupakan sahabatku satu-satunya. Menurut banyak orang persahabatan antara pria dan wanita dewasa itu mustahil, namun faktanya dari kecil hingga menginjak usia ke-25 ini, aku dan Ella tetap karib bersahabat.  


Quote:



Sweater tebal berwarna pink lembut itu kini menjadi pink gelap, basah terkena hujan yang kini mulai gerimis, syal biru tosca nya bahkan tertinggal disampingku.


Quote:



**

10 Februari 2004

Aroma buku-buku selalu menjadi aroma terbaik bagi kami berdua, bau buku-buku baru, bau buku-buku tua terpadu dalam satu aroma yang khas saat menginjakkan kaki di tempat ini. 


Quote:


Tak perlu lama dan Ella telah jauh menenggelamkan diri dalam rak-rak buku, ia tak pernah merasa butuh mendengar jawabanku, dan aku tak takut akan terpisah darinya meskipun dengan badan mungil itu ia dengan gampang bisa menghilang, bagaimana bisa takut jika satu-satunya orang yang basah kuyup selain aku cuma ia seorang, ikuti saja genangannya dan kami akan bertemu, kan?

Usai ku kibas-kibaskan jeans hitamku agar tidak terlalu basah, aku mulai melakukan pencarian buku-buku tersebut. 

"He-y, aku menang!" Kata Ella ngos-ngosan
"Demi Waktu, Kenangan, Mimpi, Aku dan Kamu, dan Hujan," lanjutnya sembari melemparkan buku tersebut 1 per 1 ke pangkuanku. Menatap dengan bangga, binar coklat di matanya mengkilap seperti kelereng yang masih mulus.
"Flanella," desahku pelan. 
"Kenapa?" liriknya tajam, melunturkan niatku untuk membela diri, dan mengatakan bahwa aku tak pernah merasa menyetujui apapun.

"Fine, apa yang mau kau minta? Biasanya gak usah minta juga main paksa aja," lanjutku mengalah.
"Tenang, nanti aku bilang kok pada waktunya," senyumnya lebar, selebar sayap pesawat terbang. Kebetulan memang ia kerja di salah satu maskapai penerbangan, jadi mungkin sudah tabiatnya ya senyum selebar yang ia bisa.




profile-picture
profile-picture
profile-picture
ceuhetty dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agungdar2494
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Quote:


**

10 Februari 2004

Bintang-bintang di langit ramai sekali menemani bulan malam ini, sekilas terlihat rasi Orion, Mayor, Eridanus, dan Taurus seolah terlukis samar diatas sana. Sedangkan di bawah sini alun-alun kota tak kalah ramai dengan indahnya penampakan di langit. Alun-alun kota selalu dipadati warga saat sore hingga malam hari. Aneka kuliner juga dijual di tempat ini, mulai dari susu kedelai, es tebu, siomay Bandung, hingga sate Padang dijual disini, membuat pecinta makanan tak takut kelaparan.

Quote:


Quote:


Quote:


Mengurungnya di toko es krim ini adalah cara terbaik untuk menghindari keramaian alun-alun kota, daridulu hingga sekarang aku tak pernah terbiasa dengan hiruk pikuk keramaian, sesak rasanya. Tempat ini adalah tempat paling pas yang tak jauh-jauh amat dari panggung. Kedatangan kami kali ini memang dikhususkan untuk mendengarkan festival band, kenapa mendengar dan bukan menonton?, karena Ella terlanjur hapal tabiatku yang ogah ditengah keramaian, lalu disinilah kami, mendengarkan.
Quote:

**

27 Februari 2004.

Hari ini merupakan peresmian kota. Menyambut kebahagiaan tersebut masyarakat mengadakan pagelaran seni dan budaya di pusat kota, tepatnya di alun-alun taman kota.

Quote:


Contohnya saja keluarga yang sedang berseru-ria dengan seorang anak kecil yang mungkin putra terkecil dalam keluarga tersebut, seorang anak berpakaian serba merah khas ala tionghoa itu, lucu sekali dengan pipi tembam putih kemerahan, bibir mungil seperti buah strobery dan mata bulat bola hitam mengkilap. Anak tersebut menari-nari diatas pundak pria yang mungkin saja Ayahnya. Kumis tebal milik bapak tersebut tak lantas menutupi senyum gembira yang ia pancarkan, membuatku iri.

"Kamu, Ramzan Ar Rayyan?" seseorang menepuk pundakku dari belakang, memotong lamunanku dalam penghayatan kebahagiaan keluarga di depan ku tadi.

"Siapa?" tukasku pelan, jelas ku kira aku tak mengenal orang ini, lantas siapa?


profile-picture
profile-picture
profile-picture
ceuhetty dan 4 lainnya memberi reputasi
lanjut gan, ini persahabatan jadi cinta keknya....
Quote:


**

10 Februari 2004

"Ngelamunin apalagi sih, Ray?" celetuk Ella yang kehabisan es krimnya, memecah lamunanku barusan.

"Gak, gapapa. Mau pulang?" tawarku, mengingat jam menunjukkan pukul 10 malam.

Tanpa merasa perlu menjawab pertanyaanku, Ella melengos begitu saja berjalan kearah motor vespa putih yang tua tapi tetap andalanku.

"Kamu, kenapa? ngambek? lucu amat hhahahaha, bibirnya gak usah di manis-manisin gitu," ledekku berniat mengembalikan moodnya, namun sepertinya gagal, Ella tetap menekuk mukanya persis seperti anak kecil yang lagi sebal.

"Becanda," katanya, sontak kembali asik sendiri terbahak-bahak. "Dasar aneh," gumamku dalam hati.

Lirih dingin menerpa, angin laut di malam hari benar-benar menusuk hingga ke tulang. Kulihat Ella telah lelap di jok belakang. "Kenapa orang seperti ini memilih bersahabat denganku yang tak kalah dingin dari angin laut malam hari?" tanyaku dalam hati.

"El, bangun, udah sampai," kutatap wajahnya lamat-lamat, rambut yang dulunya seperti Dora the Explorer kini tampak seperti Hinata di komik Naruto.

"Waktu begitu cepat berlalu," lirihku.

"Ray ngebut ya? cepet amat nyampenya, masih ngantuk tau," keluh Rachel setengah terhuyung kupapah ke depan pintunya.

"Dah, tidur yang puas, di kamar! jangan depan pintu."

Rumah kayu yang antik berwarna coklat khas pepohonan benar-benar menyatu dengan rumah Rachel yang penuh tanaman. Banyak kenangan yang tersimpan tentang aku dan Ella sejak kecil di rumah ini, begitu juga rumahku yang berseberangan dengan rumahnya. Namun sayang, tak lama lagi rumah ini, kenangan bersama Ella, dan semua yang ada pada kisah ini harus kutinggalkan.

**

11 Februari 2004

Mentari pagi tersenyum hangat hari ini, mengeringkan hujan sehabis shubuh tadi. Aroma hujan, selalu menenangkan, bau nya yang tipis namun khas amat menentramkan, semakin kental terkena daun-daun yang rindang di sekeliling rumah.

"Array, Rayyan, RayRay!!!" Teriak Ella kencang, berlari dari rumahnya ke arahku yang baru membuka pintu.

"Apa sih? pagi-pagi udah heboh sendiri," keluhku yang merasa malu dilihat tetangga, secara umur kami udah 26 tahun ini, dan itu menjadi genap dalam 2 minggu lagi.

"Temenin belanja yuk?" pintanya halus meniru suara Afika si gadis kecil imut bintang iklan salah satu makanan ringan itu. Jelas saja aku menjawab tidak, kebayang kan nemenin seorang wanita se-heboh Flanella itu bakal gimana?

"Iya deh," Jawabku singkat, jawabanku yang sebenarnya hanya kusematkan dalam-dalam di hati, menghindari kerunyaman yang akan timbul, dah toh aku gak bakal menang debat ama Flanella yang merupakan jawaranya debater di kampus dulu.

"Sekarang ya!?" teriaknya kembali kencang, hancur sudah niatan bersantai-ria di rumah pagi ini.

**

Hiruk-pikuk kebisingan ala pasar tak dapat dihindari, headset yang ku pasang pun tak mempan untuk menghindari polusi suaranya. Ella? berjalan santai di depanku, sesekali cepat, sesekali pelan, tidak memiliki ritme sama sekali. Celana pendek putih, sepatu kets pink mencolok selaras dengan cardigan yang ia kenakan tak lantas menjadikannya sorotan, malah aku, padahal menggunakan setelan kaos dan celana biasa serba hitam. "What's wrong?" Pikirku dalam hati.

"Mau beli apa, nak?" tanya ibu penjual ramah, keriput diwajahnya tak menutupi kecantikan hati yang terdengar dari suara lembutnya. Sambil tersenyum ibu itu mulai menawarkan dagangannya.

"Ini masih pada segar dan baru nak," tawar ibu tersebut sembari membenahi kerudungnya yang mulai kemana-mana kemudian mengelap keringatnya yang mulai menetes.

Entah sejak jam berapa pagi ibu ini berjualan, mungkin jam 3 atau 4 pagi. Berjam-jam menatapi jualan sambil menanti pelanggan tentu membuat semua orang kelelahan terutama pada hari seterik ini, Ingin rasanya ku hapus keringat itu, aku rindu ibu-ku.

"Daun salam, lengkuas, santan, beras, kunyit, cabai, bawang merah..... berapa semuanya bu?" cerocos Ella sambil mulai membungkus segala hal yang dikatakannya tadi cepat sekali, aku ragu apakah ibu penjual ini mengerti apa yang dikatakannya.

Setelah membayar semua belanjaannya, aku tersenyum sendiri melihat Ella, meski cerewet ia selalu cerewet pada tempatnya, belanjaannya tadi? sama sekali tak ia tawar, bukan karena Ella merupakan anak sulung dari keluarganya yang berkecukupan, namun mungkin karena ia menghargai penjualnya lebih dari apa yang seharusnya ia bayar. Toh mereka mencari uang untuk sekedar makan, bukan untuk memperkaya diri. Tukasnya ketika sebelumnya kutanyakan pertanyaan yang sama. Kenapa gak pernah nawar? dan selalu itu yang menjadi jawabannya.

**

Di perjalanan kembali ke rumah

"El, beli itu buat apaan? udah bisa masak?" tanyaku memecah kesunyian.

"Belum sih, tapi mau belajar, buat ulang tahun kita nanti," sahutnya dari jok belakang.

"Mending beli aja deh, daripada gosong kayak tahun lalu," Plakk, saranku dibalas dengan pukulan mungilnya ke punggung.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ceuhetty dan 4 lainnya memberi reputasi
masih sepi nih, padahal HT ya, lanjut gan. emoticon-Shakehand2
Quote:


Iya nih gan kok yang ini bisa HT yaemoticon-Bingung, padahal sepi hihhi.

Btw kalo punya waktu mampir ke thread ane 1 nya ya judul Langkah Kecil-Kecil
Quote:


Ok deh, ntar tak tengokin juga. emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
IztaLorie dan agungdar2494 memberi reputasi
lanjut, seru ceritanya...
Akhirnya jadi HT juga khan emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast
Quote:


Iya nih okarin.. terharu emoticon-Keep Posting Gan
Keren nih ceritanya, lanjutkan gan, mantep
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
awas gan hati-hati bawah ane suka kentut.
emoticon-Takut
Wihh keren ceritanya. Ditunggu next partnya.
Mampir juga ya ke sfth ane😁👉👉👉It's Me Masih angett gann baru 1 part hehe
Quote:


Langsung meluncur nih.. sist juga mampir ya ke SFTH ane satu nya :shakehand2 emoticon-Shakehand2
hey....
storynya bagus 😁
profile-picture
agungdar2494 memberi reputasi
Aku suka diksinya. Jadi ngiri nih, ga bisa bikin yang kaya kamu gini.
profile-picture
agungdar2494 memberi reputasi
Quote:


Sista hobi baca ya. Sering ketemu di stfh 😁
profile-picture
agungdar2494 memberi reputasi
Quote:


Wah Thanks

Quote:


Iya ya mbak? ane lg gk PD nulis nih, karna liat punya temen2 pada jauh lebih bagus,, ane masih amatir banget emoticon-Belo
profile-picture
IztaLorie memberi reputasi
Quote:


Bagus gini kok. Jadi terhanyut yang baca. Punyaku tuh nggak jelas 😅
Quote:


Quote:


Cieh-cieh Om agung yang udah join group BBB emoticon-Leh Uga


____


@IztaLorie @agungdar2494 Produktif sekali kelen berdua, bulan ini udah luncurin thread-thread berkualitas. emoticon-Frown

Jadi ngiri deh. emoticon-Frown

Bagi tipsnya dong biar bisa buat lebih dari satu cerita. emoticon-Malu










emoticon-Paw
profile-picture
IztaLorie memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di