alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d175f0c82d4956d041a9246/5-meter-persegi

5 METER PERSEGI

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 47
lahhh ilustrasinya dari boarding school juliet tahemoticon-Big Grin
btw, lanjut gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:

Thanks a lot
Quote:


Ente baca manga juga ternyataemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Bagus kok gan. Tuh manga kualitasnya emang mulus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ih.sul dan 2 lainnya memberi reputasi

PERFECT SCHOOL 2

“baiklah, karna semua sudah memperkenalkan diri ibu ingin kalian membaca formulir ini baik baik”

Setelah semuanya selesai memperkenalkan diri sebuah formulir dibagikan pada kami semua, formulir penelusuran minat dan bakat.

“singkatnya ini ditujukan untuk memilih mata pelajaran khusus yang akan kalian tempuh. Mata pelajaran khusus bisa disebut sebagai bidang keminatan kalian”

Mata pelajaran khusus? Apa ini sejenis SMK?

“di sekolah ini pembelajaran akan dibagi menjadi dua. Dari pukul 8 hingga dua belas kalian akan belajar mata pelajaran dasar seperti matematika, sains dan bahasa. Dari pukul 1 hingga 4 sore kalian akan mendapat pembelajaran sesuai dengan minat dan bakat kalian. Sebagai contoh jika kalian berminat pada mesin maka kalian akan mendapat pelajaran tentang otomotif sebagai pelajaran keminatan kalian”

“semakin tinggi kelas kalian keminatan kalian akan semakin difokuskan, seperti jika kalian memilih mesin di tahun pertama maka di tahun kedua kalian bisa memilih tipe mesin seperti apa yang ingin lebih kalian dalami. kalian juga bisa mengganti keminatan kapanpun sebelum kalian kelas 3. Ada pertanyaan?

“ibu nia”
“hendri?”
“ada berapa banyak keminatan di sekolah ini? Apakah kami dapat menerima pembelajaran yang optimal meski keminatan itu sepi peminat? Dan apakah ada biaya tambahan tergantung dari keminatan yang kita ambil?”

Tetanggaku, hendri, bertanya dengan cepat. Ngomong ngomong saat perkenalan tadi dia menghabiskan sepuluh menit sendiri untuk menceritakan sejarah hidupnya.

“semuanya, apapun selama hal itu masih masuk akal, kau ingin berlatih mengisi suara, animasi atau hal seperti memelihara buaya sekalipun. Ngomong ngomong hal hal yang tak dapat dibuktikan seperti peneliti makluk gaib tidak ada disini. Dan setiap keminatan memiliki pengajarnya masing masing dan mereka semua profesional dalam bidangnya. Tentu tidak ada biaya tambahan”

Quote:


“jadi alasan kenapa ada banyak sekali fasilitas dan gedung di area sekolah adalah karna keminatan ? apakah kita bisa mengambil lebih dari satu keminatan? Apakah diijinkan jika tidak punya keminatan? Keminatan apa yang peminatnya paling banyak?”

“kau benar benar menanyakan banyak hal. Karna terbatasnya waktu jawaban untuk pertanyaan pertanyaanmu harus kau cari tahu sendiri. Baiklah karna memang sudah waktunya silahkan kalian saling mengenal selama 30 menit, setelah itu kita akan mengelilingi sekolah bersama. Jangan lupa untuk mengumpulkan formulir sebelum pulang sekolah ya, BYE BYE”

Dengan pernyataan tersebut dia meninggalkan ruang kelas meninggalkan hendri yang sepertinya masih memiliki seribu pertanyaan lain yang belum dia ucapkan.

Saling berkenalan eh? Di dunia ini ada yang namanya tingkat kasta, seorang yang populer akan dengan cepat menarik orang orang untuk berkumpul dengannya dan dikelas ini orang yang menjadi magnet tersebut sudah pasti seraphina. Dengan penampilan yang dapat membuat seluruh pria (dan beberapa wanita) jatuh cinta membuat seluruh kelas dengan cepat menyerbu mejanya.

Aku? Tidak. Aku adalah orang yang sangat tahu diri, dia adalah bulan sedangkan aku adalah kecambah. Kecambah dapat merasakan sinar bulan tapi bagaimanapun caranya, kecambah tak mungkin menyentuh bulan. Perasaanku ini hanyalah perasaan yang ‘numpang lewat’ yang akan segera terlupakan.

Bukan hanya aku, ada 3 orang lain yang tidak bergerak dari tempat duduknya, pria didepanku, wanita dua meja didepannya dan wanita di depannya lagi. Untuk berpikir bahwa semua yang tidak bergerak duduk di kolom yang sama memberikan perasaan yang menyedihkan.

“hay sera, kau tinggal dimana?”

“bisa minta nomormu?”

“apa kau punya pacar?”

Pertanyaan pertanyaan yang wajar,biasa dan tak ada hubungannya denganku meski aku cukup penasaran akan jawaban pertanyaan ketiga tadi. Kulihat kembali formulir yang tadi dibagikan, sekarang bagaimana aku harus mengisi ini?

***


Sekolah ini memang benar benar luas, diluar dari gedung utama terdapat begitu banyak bangunan bangunan tinggi yang akan menjadi tempat mempelajari keminatan. Terdapat juga lapangan olahraga yang luas seperti stadium olimpiade dan berbagai fasilitas yang tak akan kau temui di SMA biasa. Ditepi sekolah kau akan menemui lahan seperti hutan yang mengelilingi sekolah ini seolah mencegah siapapun untuk lari.

5 METER PERSEGI

“lalu disini kebun binatang, disana ladang dan sedikit lebih jauh disana adalah bengkel robot”

Memangnya ada sekolah yang punya semua tempat itu? Tempat ini sudah lebih mirip universitas.

“sekarang mari kita berteduh di dekat air mancur, ayo kita mainkan sedikit permainan”

Aku punya firasat buruk

***


Air mancur berbentuk bundar dengan patung ikan ditengahnya ini berada di lokasi yang sangat sempurna. Cukup sinar matahari, bayangan pohon yang menyelimuti setengah kolam serta suara gemericik air yang memanjakan telinga menjadikan tempat ini sebagai tempat yang sangat sempurna bagi pasangan yang sedang berkencan. Untungnya aku tak melihat satupun orang lain disini, bahkan tidak dari kelas lain.

“ibu Nia, permainan seperti apa yang anda maksud”

Hooo, seraphina mengambil inisiatif, bisa kutebak dialah yang akan jadi ketua kelas

“permainan ini disebut ‘mencari harta karun’. Di sepanjang tempat yang kita lewati tadi ibu sudah menyebarkan harta-harta yang harus kalian temukan. Bersemangatlah, bukankah ini benar benar terdengar seperti kisah masa muda”

harta? Itu terlalu melebih lebihkan. Paling hanya koin logam 500 rupiah. Berkebalikan denganku kelihatannya mayoritas kelas cukup bersemangat mendengar ini.

“bu, apa harta yang dimaksud? Seperti apa bentuknya? Apa kami boleh membawanya pulang ke rumah?”

Seperti biasa hendri sudah menyiapkan jutaan pertanyaan di kepalanya

“itu adalah uang logam 500 rupiah”

Kalimat yang dia ucapkan dengan gaya yang khas itu sukses menghancurkan semangat kelas. Btw aku cukup terkejut karna tebakan ku ternyata benar

“jangan kecewa terlebih dahulu, sudah kubilang ini adalah permainan. Mari kita bahas hadiah dan hukumannya”

Hukuman? Kau serius akan menghukum murid murid mu di hari pertama mereka sekolah?

“pertama, siapapun yang mendapat koin terbanyak akan menjadi wakil ketua kelas”

Kau benar benar memutuskan posisi seperti itu dengan game? Aku memang tau wali kelas kami ini orang aneh tapi tak kusangka dia juga idiot

“interupsi bu, bukankah posisi seperti itu seharusnya diserahkan kepada mereka yang benar benar memiliki niat untuk memimpin seluruh kelas kearah yang lebih baik?”

“berhentilah terus bertanya dan biarkan aku menyelesaikan kata kataku”

“ahh maaf”

“jika kalian memang punya niat untuk menjadi pemimpin kalian hanya perlu berusaha mendapat sebanyak mungkin koin, namun dari pengalaman ibu tahu sangat jarang ada siswa yang ingin menjadi ketua kelas. Karna itulah ibu melakukan ini.”

Well, memang masuk akal. Posisi sebagai ketua kelas hanyalah pekerjaan tambahan tanpa bayaran. Wajar saja jika tak ada yang tertarik.

“yang mendapat koin terbanyak akan menjadi wakil ketua kelas,daaaaaaaaan yang mendapat koin paling sedikit akan menjadi ketua kelas”

Shitt,kacau sudah. awalnya rencanaku adalah tidak mencari satupun koin namun sekarang aku harus mencari cara baru untuk menghindari beban tanggung jawab itu.

“boleh aku bertanya bu Nia?”

“silahkan sera”

Kenapa responmu akan pertanyaan sangat berbeda antara sera dan hendri?

“dalam permainan, seperti apa ciri ciri koin tersebut? Bisakah kita memberi koin kita pada orang lain? Bagaimana jika ada yang mendapat jumlah koin yang sama?”

“pertanyaan bagus, ibu sudah memberi tanda bintang di setiap koin, kalian bebas saling berbagi koin dan jika ada dua orang dengan hasil terendah dan tertinggi maka akan ibu putuskan sendiri hasilnya. Itu adalah semua peraturannya sekarang pergilah dan cari koin sebanyak banyaknya. AYO AYO”

Dengan nada bersemangat itu dia mengakhiri penjelasannya. Jika seperti ini cara terbaik adalah bekerjasama dan memutuskan siapa yang akan jadi ketua dan wakil kelas

“tunggu dulu bu, anda belum memberitahu jumlah koin yang anda sebarkan dan juga batas waktunya”

“hohoooo”

Dengan aksen seperti pria tua ibu nia menyeringai, aku yakin dia sama sekali tidak melupakan itu tapi sengaja tidak disebut agar kesannya lebih impresif.

“hohooooo... itu adalah bagian terpenting dari game ini, ibu hanya menyebar 15 koin saja dan waktunya hanya 30 menit. Semoga beruntung”

Dengan jawaban itu dia duduk di tepi kolam, 15 koin? Satu kelas berisi 30 jadi tidak mungkin untuk koin disebar secara merata. Apa maksud dari game ini?

Terlihat seluruh kelas berbisik bisik tanpa ada yang berani bicara terlebih dahulu. Tanpa sadar banyak mata yang memandang sera, sepertinya mereka juga sepaham bahwa dia yang akan cocok untuk memimpin. Menyadari tatapan semua orang sera akhirnya buka suara.

“hmm teman teman, bagaimana jika kita mengumpulkan koin terlebih dahulu?, setelah itu kita putuskan siapa yang ingin menjadi perwakilan kelas dengan musyawarah. Bagaimana?”

Solusi yang masuk akal. Tak ada yang terlihat keberatan, jika ada yang mencoba melawan mungkin orang itu akan segera dibunuh oleh fanclub sera yang diam diam sudah terbentuk.

“jika tak ada yang keberatan mari menyebar dan berkumpul kembali dalam 20 menit”

“YES MAM”

Selamat sera, kau baru saja membuat sebuah pasukan yang akan memanggilmu MAM.

***


Kuberjalan sendirian menelusuri jalan yang kami lewati tadi sambil memikirkan kembali peraturan yang ada. Jika hanya ada 15 koin maka jika seluruh koin ditemukan akan tetap ada 2 kelompok antara yang punya koin dan yang tidak. Itu berarti setidaknya 15 orang akan diundi untuk menjadi ketua kelas. Bagaimanapun cara memikirkannya tak ada cara yang aman untuk menyelesaikan game ini karna aku ragu guru itu akan memilih ketua kelas secara adil.

“hey firmi, firmi”

Terdengar suara seorang gadis dibelakangku, seorang gadis cantik berambut panjang sepinggang terlihat berlari kearahku. Aku ingat dia sekelas denganku namun aku tidak ingat namanya.

“halo”

“jawabanmu sangat dingin”

Itulah yang dia katakan, lagipula kenapa dia mengejarku? Apa dia suka padaku?.

“aku yakin kau pasti tidak ingat padaku”

“maaf, aku sulit mengingat wajah orang yang baru kutemui”

“haha, kau tidak berubah ya”

Tanpa sadar kami sudah berjalan bersama mengikuti jalan setapak yang sepi. Tidak berubah? Jangan jangan...

“ya, kita dulu satu smp meski tidak pernah sekelas. Aku kenal kau sejak dulu dan terkejut saat sadar ternyata kau juga sekolah disini. Ngomong ngomong panggil saja aku MIA”

5 METER PERSEGI

Mia? Itu hanya beda satu huruf dengan Nia. Ternyata teman satu smp ya, wajar saja jika ada 2 orang dari smp yang sama masuk ke kelas yang sama di sma.

“hei, katakan padaku kemana kau pindah setelah dikeluarkan dari sekolah? Aku kagum ada sekolah yang menerima murid pindahan di tengah semester kedua tahun ketiga”

Tanpa sadar langkahku terhenti mendengar perkataannya. Jika memang dia dari smp yang sama wajar saja jika dia tahu tentang ‘itu’.

“hey Mia, mau sedikit bermain game?”

“ahh, inikah tantangan game yang terkenal itu? Baiklah, apa yang kau mau?”

“jika aku menang berjanjilah untuk tidak membicarakan masa laluku lagi”

“dan jika aku yang menang?”

“apapun yang kau mau”

“dan jika aku menolak?”

“aku mohon”

Hening sesaat, mungkin dia heran dengan permintaanku ini

“baiklah, tapi dengan satu syarat”

“dan itu adalah...”

“kau harus jadi ketua kelas”

“Haaaa?”

“kudengar dari rina kau adalah ketua yang hebat”

Rina? Satu lagi nama yang nostalgia.

“maaf tapi itu tidak mungkin”

“kalau begitu kita punya masalah”

Dasar licik, apa yang sebenarnya dia inginkan?

“kenapa kau ingin aku menjadi ketua kelas? Sera kelihatannya jauh lebih cocok untuk posisi itu”

“dari luar mungkin iya, tapi saat aku bicara dengannya tadi aku dapat merasakan bahwa dia kurang punya kualitas pemimpin. Dia mungkin bisa menyatukan orang orang tapi tak bisa membawa mereka maju”

“hebat sekali kau bisa merasakan hal seperti itu”

“itu sudah jadi kebiasaanku dalam berteman”

Orang ini memang terlihat seperti wanita gaul, wajar jika dia punya banyak teman. Yang lebih penting aku sama sekali tidak punya niat menjadi ketua kelas, terlebih tak akan ada juga yang mau aku menjadi ketua.

Tanpa sadar kami sudah berjalan cukup jauh hingga ternyata sudah sampai ke bengkel robot, namun aku tetap belum menemukan satu koin pun.

“bagaimana menurutmu permainan ini, bukankah setidaknya setengah kelas tidak akan mendapatkan koin?”

“yah aku juga kebingungan dengan hal itu”

Setengah dari kami harus dikorbankan untuk dipilih secara acak menjadi ketua. Setengah...separuh...

“AHHHHH”

Tanpa sadar aku menyeringai dengan hal yang baru saja kupikirkan

“hey Mia, bagaimana jika begini?”


TBC
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
huff part 2, nggak tqu berapa part lagi ini selesai. menulis memang tidak semudah kelihatannya.
akhirnya saya masukkan game juga. suka aja lihat orang orang memikirkan segala cara untuk menyelesaikan permainan.
btw bagaimana pendapat kalian soal firmi? di prolog dia hanyalah brandalan biasa tapi disini (sebulan kemudian) dia lebih seperti seorang penyendiri. ini perubahan yg mencengangkan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
jadi sma von dari ilustrasi totsuki hmm.
keep going ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ih.sul dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Firmi berhasil cetak salah satu gol kemenangan ke gawang Argentina loh.. saluteeee
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Quote:


emoticon-Bingungbingungemoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Firminho striker timnas brazil & Liverpool
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Quote:


Lah ,ada tah nama orang firmi. Kirain nama baru emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
otak ane berimajinasi semua pemeran kisah ini dari negeri ikeh ikeh ndame ndame tapi jadi ketawa begitu ada uang receh 500an. . . quote : ada beberapa yang bikin bingung lebih dari kripipasta . . d kurangin aja bang
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Quote:


Bingung dimana gan?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
jadi sebenarnya genre cerita ini apa?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ih.sul dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Hmm, saya sendiri bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
kenapa aku bingung sendiri ya baca cerita ini?
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Quote:


Bingungnya dimana sih?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Itu judul 5 meter persegi kan gan? Tapi kok malah dari sudut pandang Firni?
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Quote:


Cerita ini awalnya saya rencanakan sebagai cerpen, namun tiba tiba mendapat ide baru dn disinilah sekarang. Semakin kesini memang semakin tak ada hubungannya dengan 5 meter persegi.emoticon-Cape deeehh

Btw,emang aneh ya dari sudut pandang firmi?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Tak kira masih nyambung juga sama judulnya, lah ternyata enggak. Tapi di prolog 2 kan masih ada yang nyambung tuh, waktu perkenalan Firni dan Virginia. Makanya aku kira masih di plot yang sama. Tapi kok makin kesini makin gak ada yang singkron sama judulnya. emoticon-Cape d...
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
Quote:


Banyak kok novel atau film yang nggak sinkron sama judulnya.yang penting nyerempet di awal atau diakhiremoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 3 dari 47


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di