alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
DIlema Pengusaha IT Indonesia : Susah Mencari Programmer dan Developer Berkualitas
4.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d1c7d136df23170474098ed/dilema-pengusaha-it-indonesia--susah-mencari-programmer-dan-developer-berkualitas

DIlema Pengusaha IT Indonesia : Susah Mencari Programmer dan Developer Berkualitas

Labanapost.com - Dengan sekian banyak website bertema programming dan development (khususnya web), belum lagi milis – milis. Ternyata susah mencari developer ?

DIlema Pengusaha IT Indonesia : Susah Mencari Programmer dan Developer Berkualitas

Oohoo.. Bukan berita baru sebenarnya. Tanyakan pada mereka yang mencari programmer, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan programmer berkualitas? Sebuah perusahaan dari grup bisnis yang sangat besar di Indonesia, dalam waktu 6 bulan pun masih belum bisa mendapatkan satu orang programmer web, dengan spesifikasi standar.

Lalu apa penyebabnya ?kami coba rangkum.

Gaji

Isu sangat sensitif ini. Dan seringkali jadi pertimbangan utama (ya sama lah dengan lowongan kerja lainnya). Ada yang menawarkan standar salary yang tidak masuk akal untuk standar hidup di Jakarta. Tapi berhubung perusahaan ini punya label nama yang mentereng, banyak yang rela mengantri (sebelum akhirnya pun mengantri untuk resign).

Ada juga yang minta minimal requirement kaya dewa (yah.., para developer pasti tahulah), tapi dengan gaji standar UMR.


Nama Besar

Lalu, apa tidak ada yang menawarkan gaji besar? Ohh ada.. Tapi minimal requirement nya tinggi ya? Tidak juga.. Tapi kok gak dapet – dapet programmernya?

Nah sama juga seperti lowongan kerja lainnya. Nama besar penting. Kalau perusahaan ini masih baru (khususnya startup) mereka yang punya kualitas tinggi pun tetap akan membandingkannya dengan lowongan sejenis dari perusahaan yang punya nama besar. Apalagi kalau multinational company. Apalagi kalau oil & gas company.. (jujur..!)

Ada juga yang mau bergabung di perusahaan kecil, untuk kemudian dijadikan lompatan untuk masuk ke perusahaan dengan nama besar.

Banyak juga yang lebih memilih jadi PNS (dengan gaji awal lebih kecil daripada di startup company), karena jaminan masa depan. *silahkan berdebat soal ini* 😉

Kualitas

Dari sisi programmer sendiri, sebenarnya banyak juga yang cuma ‘programmer koboi’. Ini adalah tipikal programmer yang belajar otodidak, yang berprinsip : Yang penting jadi dan bisa dijalankan – lalu belakangan boroknya terbuka satu demi satu. Lepas dari konsep – konsep dasar pemrograman dan software engineering. Jangan salah, yang *ngaku* lulusan kuliah Informatika / Ilmu Komputer pun banyak yang ternyata programmer koboi.

Eitts.., tapi jangan salah, developer koboi ini juga banyak lho yang punya penghasilan jauh di atas developer yang bekerja di perusahaan besar.

Ada juga yang punya portofolio bagus. Dengan sederet pengalaman kerja yang keren, dan tempat bekerja yang juga keren – keren. Tapi setelah dites, tidak sebagus yang dibayangkan.

Lalu apakah tidak ada programmer yang bener – bener berkualitas, dan punya outstanding skill & knowledge? Ada.. tentunya ada. Tapi mereka yang sudah di level ini, tentunya preferensinya lebih ketat untuk memilih tempat dia bekerja. Apakah ini institusi/company yang bonafit? Apakah kesejahteraannya bakal terjamin di sini? Dst. Karena, mereka yang sudah berada di level ini, bisa dengan mudah mendapatkan proyek (khususnya dari luar negri). Lah bikin template WordPress aja ada yang rate nya $700/template ! Masak mau digaji dibawah itu per bulan? *sori, nyebut angka*

Selain itu, mereka yang sudah punya kualitas bagus, apalagi kalau berasal dari software house, sebagian lebih memilih membuat perusahaan web development sendiri ketimbang jadi karyawaan di perusahaan / institusi lain. Atau justru pindah ke perusahaan besar yang jadi client nya dulu di software house.

Freelancer


Freelancer masih menjadi pilihan banyak programmer yang punya kualitas bagus. Karena pada dasarnya programmer model ini pengen *hidup bebas*, punya waktu yang lebih fleksibel, enggak usah ribet dengan birokrasi dan aturan tata kesopanan pakaian. Apalagi ditunjang dengan pemasukan yang menggiurkan.

Yah.., walaupun saya percaya pada kenyataanya : Every developer is a freelancer 😉

Google AdSense

No comment 😉

StartUp

Yap.. developer yang berkualitas juga sadar sekarang momen yang pas untuk membuat startup. Jadi dia lebih memilih bikin startup sendiri, ketimbang gabung di startup lain.

Google

Sudah bukan rahasia, kehidupan para developer di Google, sering jadi sorotan media. Bagaimana mereka begitu dimanjakan disana. Bagaimana mereka bisa bebas berkreasi disana. Dan hal ini juga terjadi di Facebook. Ditambah isinya kebanyakan adalah anak – anak muda, orang – orang yang energik, dan lebih menyenangkan. Plus.., perusahaannya punya nama besar. Ada di Indonesia yang seperti ini?

Di Indonesia saya pernah dengar ada perusahaan yang seperti itu, lokasinya di Jogja, tapi bukan perusahaan IT, melainkan advertising & communication *tapi minus nama besar kayaknya..

Jadi, bagi perusahaan (khususnya startup) yang mau merekrut developer, biasanya developer yang berkualitas itu :

1. Sudah bekerja di perusahaan dengan nama besar atau di luar negri
2. Sedang jadi freelancer dengan penghasilan yang menggiurkan
3. Masih kerja di perusahaan yang namanya tidak pernah anda dengar, tapi gajinya tidak bisa anda bayangkan
4. Sedang membuat perusahaan web development sendiri
5. Sedang bikin startup juga

Kalau bisa bikin kantor ala Google atau Facebook di Indonesia dan bisa bikin nama perusahaannya besar, mungkin.. mungkin developer – developer berkualitas itu akan datang dengan sendirinya.
profile-picture
do.x.ob memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Hire aja hekel 212, kualitas no 1 emoticon-Kiss
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
Semua orang dah tau kualitas rata2 lulusan universitas nda gitu tinggi

Gaji juga rendah, kerjaan seenak jidat bosnya

Pada lari jadi freelancer, hourly lebih gede, retainer juga lebih menggiurkan ketimbang duduk di kantor seharian kali 25 hari

Kalo mau startup agak susah, di US sana ada macam2 kyk ycombinator, startup hub, dll. Ketemuan pake meetup dan sejenisny

Disini kalo mau cari orang yang sama2 niat susa, kalo nda sala pendiri biz2 besar disini sudah temanan dari lama bukan si?
profile-picture
braaivlees memberi reputasi
Developer Lokal? Suruh bule buat (hire) terus dijual, iklanin di Facebook ditaruh video klik klak nunjukin isi softwarenya yg setelah dibeli ternyata gak jalan cuma tampilan luarnya aja yg bagus , gw dan 3000 orang lebih kena tipu, kalau ditotalkan 900juta lebih
mayoritas lulusan juliah sekedar sertifikat . .
template wordpress $700/template? benarkah?
abisnya kementerian sekarang skillnya cm bisa blokar blokir sih
profile-picture
cadangandotafjb memberi reputasi
Kampus di indo cenderung ke teori minim praktek..
Kuliah cuma diberi dasar2 pemrograman c,lisp,java,html,php,dsb..
Semua diajarkan cuma kulitnya,tidak diajarkan secara mendalam..
Pada saat skripsi jadi kebingungan mau pilih yg mana..
Ketika coding kebingungan karena yg diajarkan paling cuma bikin tulisan hallo n fungsi2 matematika sederhana..
Maka banyak mahasiswa ambil jalan pintas beli program dari orang..
Di edit tampilannya sedikit2..
Ga heran lulusan TI jarang mau jadi programer, kebanyakan jadi pegawai bank atau mentok jadi admin emoticon-Nohope
profile-picture
profile-picture
gojira48 dan cadangandotafjb memberi reputasi
Programmer web berkualitas cukup baik itu setidaknya minimal harus menguasai HTML, CSS, JavaScript, PHP, MySQL, jQuery, Bootstrap, React, Angular, MongoDB, ASP.NET, JSP, Django, Laravel, CodeIgniter, Yii, Ruby on Rails, SASS, Typescript, Node,js, Github, Linux.
Diubah oleh app.developer
Quote:


Betul gan, ane lulusan jurusan SI. Di kelas ane dulu yg isinya 50 orang, yg beneran jd programmer ngga ada 10 orang emoticon-Ngakak

Tp kebanyakan jg males sih gabung perusahaan, nuntutnya mesti bisa banyak bahasa pemrograman, tp gaji UMR atau mepet, ya pada males dah, enakan freelance, temen ane sekali bikin web sederhana aja bisa dpt di atas 2jt. Sementara temen ane yg kerja di perusahaan, gajinya standar tp malah banyak tekanan emoticon-Wow
Quote:


Mantap neh gan, jadi kalau udah bisa semua bisa freelancer kan ya?
diindo lulusan IT gak bisa coding gak paham algoritma? banyak


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di