alexa-tracking
Kategori
Kategori
4.91 stars - based on 23 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d175f0c82d4956d041a9246/5-meter-persegi

5 METER PERSEGI

5 METER PERSEGI

Prolog 1

tik…tik…tik…tik…

suara jam berdetik terdengar membosankan, selimut yang berantakan dengan kabel kabel yang saling melilit satu sama lain ditengah ruangan gelap dimana satu satunya pencahayaan adalah layar laptop yang sedang memutarkan sebuah film yang ku download secara acak.

aku berbaring telungkup didepan layar dengan mata tak fokus. Kupejamkan mataku sesaat dan memutuskan menutup laptop dan membuka ponselku. Kumpulan notifikasi tak penting seputar iklan dan penawaran menumpuk namun kuhiraukan, kubuka aplikasi browser dan mulai mencari update akan beberapa manga dan komik yang kusuka dan mulai membaca.

Makan,tidur dan bermain gadget. Keluar kamar hanya untuk ke toilet atau membeli makanan. Begitulah aku menghabiskan hidupku. di ruangan berukuran 2x2,5 meter ini sudah memiliki semua yang aku butuhkan untuk hidup. Makanan, air,listrik, gadget dan internet, selama semua itu tersedia aku sudah puas dengan hidup di duniaku sendiri, ya… dunia seluas 5 meter persegi.

***


‘Tok tok tok’

Di ruangan gelap ini aku melakukan rutinitasku seperti biasa.

‘Tok tok tok’

Hari apa sekarang? jam berapa? apakah ini masih pagi? Atau sudah malam? Entahlah, aku tidak memperdulikan waktu.

‘tok tok tok’

Suara apa itu? Itu suara yang benar benar asing bagiku.

‘tok tok tok’

“permisi, apakah ada orang di dalam?” terdengar suara tinggi seorang wanita dari arah pintu.

Ahh, begitu ya, itu adalah suara pintu yang diketuk, betapa bodohnya aku.

“permisi, apakah ada orang di dalam?” terdengar lagi suara itu, “apakah jika aku mengabaikannya dia akan pergi?”begitulah pikirku namun aku memutuskan untuk membuka pintu dan hamparan sinar matahari langsung menyilaukan mataku.

Seorang wanita cantik pertengahan dua puluhan berdiri di depanku, dia cukup pendek (atau aku yang terlalu tinggi) dengan rambut hitam Panjang sepinggang dan kulit putih mempesona. Dia seharusnya merupakan tipe wanita yang tak punya urusan denganku tapi kenapa dia ada disini?
Mari kulihat, jas hitam rapi,rok mini serta stocking dengan high hells yang menutupi kakinya yang merupakan ciri khas seorang wanita pekerja. MLM? Atau penjual organ dalam? Apa yang diinginkan dariku?

“syukurlah ada orang. Aku mengetuk cukup lama”

“maaf, aku berencana mengabaikannya tadi” jawabku dengan mudahnya.

“benarkah? Apa kau orang yang sangat jujur? Atau orang bodoh?” tanyanya

”ada urusan apa dengan saya?”balasku langsung ke inti masalah

“baiklah, saya disini untuk mengantarkan pemberitahuan dari SMA VON. Dengan resmi anda telah diterima sebagai salah satu siswa kami, saya ucapkan selamat” ucap wanita itu dengan nada bersemangat dan berisik dengan gaya pembawa acara yang sering terlihat di TV.

SMA? Ahh, aku ingat. Sebuah formulir pendaftaran yang kukirimkan dulu sebagai lelucon atas kegagalanku. Serius? Aku diterima? Siapa sangka ada SMA yang mau menerima ku dengan rekam jejak smp ku dulu, terlebih ini adalah SMA terbaik di negeri ini.

“kau terlihat tidak senang, terlebih lagi kenapa kau terlihat bingung?” tanpa sadar suara wanita itu memasuki pikiranku.

“ahh, beri aku waktu sebentar untuk berpikir” balasku sambil kembali masuk ke dalam kamar

“baiklah, kalau begitu permisi” jawabnya sambil mengikutiku masuk. Tunggu, masuk?

“bukankah ini momen dimana kau seharusnya pulang?”

“tidak bisa seperti itu, pekerjaanku tidak akan membiarkanku meninggalkan murid yang kebingungan”Ucapnya

“tapi kau tak lagi punya urusan disini, jadi pergilah”usirku

“tentu saja ada, aku belum memberikan surat pemberitahuan dan surat surat lain padamu”

“kalau begitu tinggalkan saja disini dan keluarlah”perintah ku

“sudah kubilang aku tak bisa meninggalkan seorang murid yang kebingungan, kenapa? Apa kau bergairah berduaan dengan seorang wanita cantik sepertiku” godanya sambil meletakkan tangannya di dadanya yang memang cukup besar.

“kau mulai membuatku kesal” balasku dan mengambil surat pemberitahuan itu darinya.

Kubuka amplop putih itu dan membaca isinya, tak diragukan lagi ini memang asli.

“biarkan aku bertanya kalau begitu” ucapku pada wanita di depanku yang tersenyum melihat reaksiku.

”bagaimana caraku bisa diterima sedangkan aku bahkan tak hadir saat ujian masuk?”

“hooo, itu cerita yang cukup panjang. Bagaimana jika kita bicara sambil minum teh, kulihat kau punya begitu banyak barang disini” balasnya sambil menyapukan pandangannya keseluruh penjuru kamarku.

Duniaku, dunia seluas 5 meter persegi. Apapun yang kuinginkan ada di dalam sini. Spring bed 2x1 yang empuk, meja tulis rendah yang berisikan banyak barang diatasnya, sebuah lemari kecil tempat aku menaruh pakaian dan beberapa buku di dalamnya serta berbagai kebutuhan rumah tangga seperti termos, pemasak nasi, heater sampai barbel ada disini.
Sekilas terlihat sesak, namun ini adalah dunia yang berhasil mengurungku di dalamnya. Sebuah dunia yang sempurna.

Tanpa ada pilihan lain kumulai mempersiapkan teh untuk tamu tak diundang ini, sementara orang yang kumaksud seperti mencari cari sesuatu namun tidak kupedulikan.

“baiklah, ini teh mu. Sekarang jawab” tegasku

“kau benar benar terburu buru, biarkan aku memperkenalkan diriku. Namaku—”

“tidak peduli. Jawab saja”potongku

“kau anak yang tidak sopan ya” jawabnya sambil meneruput tehnya

“baiklah, darimana kita sebaiknya mulai, oh iya jawaban atas pertanyaanmu tadi. Jawabannya adalah aku tidak tahu, kepala sekolah yang memutuskan untuk memasukkanmu, selesai” jawabnya sambil membuat tanda peace dengan tangannya.

“kau pasti bercanda” umpatku sambil melihat ke arah matanya. “serius?, orang ini jujur” batinku

Aku tak mengerti apa yang terjadi, aku diterima oleh sebuah sekolah meski bolos saat ujian masuk. Dari awal saja bagaimana mungkin aku masuk sma sedangkan aku sendiri tak pernah lulus smp?. Tapi orang ini datang begitu saja memberikan kebingungan tanpa peduli untuk memberiku alasan yang layak.

“sebenarnya alasanku tetap disini adalah untuk menanyakan beberapa hal padamu, hey beritahu aku siapa kau sebenarnya” katanya sambil mendekat sampai jarak antara kami kurang dari 15 senti “seorang anak laki laki yang tinggal sendirian di sebuah kos terpencil berhasil menarik minat dari kepala sekolah. Aku bertanya tanya apa yang membuat kepala sekolah melanggar begitu banyak peraturan untukmu”

“aku tak akan menceritakan apapun padamu” balasku sambil mendorongnya menjauh. Aroma parfum selalu berhasil membuat kepalaku pusing, tak peduli parfum apapun itu.

“begitu kah sayang sekali” ucapnya menyerah dengan mudah.

“ijinkan aku bertanya satu hal lagi”

“untuk orang yang tak mau menjawab pertanyaan orang lain bukankah sangat tidak sopan jika kau mengiginkan jawaban?” ucapnya sambil memasang wajah jahil.

“bukankah kau tak akan meninggalkan murid yang sedang kebingungan”

“kau hebat dalam membalikkan kata kata orang lain”

“kalau begitu jawab, tidak akan ada masalah jika aku mengabaikan surat ini kan?”tanyaku dengan harapan agar tak ada yang mengganggu dunia sempurna yang telah aku bangun.

“kau benar benar lucu, apa kau berencana menolaknya?”

“ya”

“kau serius?”

“ya”

“apa kau tau berapa banyak orang yang berharap bisa masuk ke SMA kami?”

“tidak”

“HAHAHAHAHAHAHAHAHA...... oh ya ampun, kau benar benar orang yang menarik, tepat seperti prediksi kepala sekolah hahahaa”

“berisik, suara mu bisa mengganggu tetangga” bentakku sambil melihat apakah ada salah satu diantara tetangga tetangga yang tidak kutahu namanya terlihat. “selain itu apa yang kau maksud dengan prediksi kepala sekolah?”

“dia pasti akan menolak, saat itu terjadi katakanlah hal ini padanya...”ucapnya dengan suara diberat beratkan seolah meniru seseorang.

“apa itu?” tanyaku penasaran
Wanita itu semakin mendekat hingga aku bisa merasakan nafasnya ditelingaku.

“kau masih punya keluarga” bisiknya pelan

Bisikannya membangkitkan sebuah memori dalam kepalaku, ingatan yang ingin kubuang. Ingatan yang selalu muncul dalam mimpiku setiap malam. Ingatan yang membuatku hancur sebagai manusia.

“biar kupastikan satu hal, seberapa banyak kau tau tentangku?”

“anak laki laki berumur 14 tahun, hidup sendirian tak punya keluarga di kos kosan sederhana dengan pemasukan yang entah darimana. Kau orang yang menjaga kebersihan namun tidak bergaul dengan siapapun dan sedari tadi kau selalu mengamati mimik dan perkataanku untuk mencari tahu apakah aku berbohong atau tidak yang menandakan kau memang bukan sekedar orang biasa”jelasnya tanpa ragu.

“singkatnya, kau tak tahu apapun tentangku selain dari pengamatanmu sepuluh menit terakhir, benar?”

“benar, aku hanya mengikuti instruksi kepala sekolah”

“dan jika aku ingin menemui kepala sekolah ini, aku harus masuk ke sekolah sebagai murid, benar?”

“benar, apa itu membuatmu tertarik?”tanyanya

“cukup, tolong tinggalkan aku sendiri”kataku sambil mencoba memikirkan segalanya dengan tenang.

“baiklah, memang tidak ada gunanya aku disini lebih lama. Aku masih penasaran tentangmu tapi akan ada banyak kesempatan di masa depan karna kita pasti akan bertemu lagi”

ucapnya sambil bangkit dari spring bed setelah meminum habis teh nya.

“kau terlalu optimis”balasku

“sebagai akhir bagaimana jika kita bersalaman” katanya sambil mengulurkan tangannya.

Kugenggam tangannya dengan kaku sambil mengingat ingat kapan terakhir aku berkontak kulit dengan orang lain.
Dia menggenggam tanganku cukup keras dan lama.

“bisa kau lepaskan tanganku ?”kataku namun tidak digubrisnya. Akupun menarik tanganku dengan kasar setelah sepuluh detik berjabat tangan.

“kau punya kepadatan otot yang mengagumkan, aku semakin penasaran sekarang” katanya dengan senyum tertarik.

“Dan kau punya kebiasaan yang aneh, kau harus menghilangkan itu atau kau tak akan pernah bisa menikah” sinis ku

“hah, b-bagaimana bi—asal kau tahu aku ini bukan perawan kau tau, AKU BUKAN” ucapnya panik sampai seluruh ketenangannya sebelumnya hilang tak bersisa.

“kau tak memakai cincin di tanganmu dan juga kau buruk dalam berbohong” balasku sambil bertanya tanya kenapa gadis ini malu karena masih perawan.

“$%^$*#$&#^##*##* HWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

“dasar gadis aneh” pikirku sambil melihatnya berlari ke pintu keluar. Aula depan tampak kosong, untungnya tak ada orang yang keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang terjadi atau mungkin mereka memang tidak peduli. Rumah besar yang dibangun khusus sebagai kos kosan ini memang tak banyak penghuninya dan itulah yang membuatku memilih tempat ini.
Aku masuk kembali kedalam kamarku dan mulai memikirkan apa yang baru saja terjadi.

Seorang gadis aneh muncul memberiku undangan untuk menghadiri sekolah paling terkenal di negeri ini, kepala sekolah dari sma itu kelihatannya mengetahui siapa aku dan mengatakan bahwa aku masih punya keluarga.

Apa siapa dimana mengapa kapan dan bagaimana? Tenggorokanku terasa kering karna sudah lama tidak berbicara dan kepalaku terasa sakit karna sudah lama tidak berpikir.
Aku tau, dimasa depan nanti hari ini akan menjadi penyebab dari berbagai masalah yang ingin kuhindari. Hari dimana aku bertemu dengan seorang gadis aneh yang mendobrak ke dalam duniaku. Gadis itu... siapa tadi namanya?

***


5 meter persegi. Itu adalah luas dari duniaku yang sempurna, dunia yang kubangun sebagai tempat pelarian dari siksaan yang bernama kehidupan sekaligus tempatku untuk menghukum diriku sendiri.
Dunia dimana aku tak perlu memikirkan apapun dan bebas melakukan apapun yang aku mau. Aku selalu berfikir bahwa aku akan menua tanpa menikah dan dan mati tanpa seorang pun yang tahu, namun kata kata yang dibawakan wanita itu membuatku menyadari bahwa apa yang kumulai dulu masih belum berakhir.
Mungkin aku harus menghadapi kenyataan sekali lagi, melangkah menuju dunia yang jutaan kali lebih luas dari 5 meter persegi.

Spoiler for index:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
koechingg dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 23
sebuah cerita yang tercipta dari ide yang melintas sekilas dan juga adanya waktu luang. jujur saya tak tahu akan dibawa kemana cerita ini. saya bahkan belum bisa menentukan nama karakter.
apakah cerita ini akan lanjut? entahlah.mungkin besok atau mungkin tak akan pernah.
sma VON. von berasal dari bahasa belanda yang artinya harapan.kenapa saya memakai nama yang aneh seperti itu? sekali lagi itu hanya terlintas dikepala.
5 meter persegi, sebuah judul yang berasal dari pengalaman saya di kamar kos yang luasnya memang 5 meter persegi saat membaca novel 5 centimeter persecond. tempat kos yang serasa dunia sendiri menjadi inspirasi utama dalam cerita ini
karakter utama disini adalah pria 14 tahun yang mengurung diri di kamar kos tanpa orang tua maupun saudara. dengan masa lalu rahasia yang masih belum terpikir. suatu hari datang seorang wanita cantik berdada besar menemuinya dan disinilah cerita bermula.kemana arahnya? ke suatu tempat yang masih gelap

Mampir juga ke thread saya yang lain
koro sensei, best teacher ever
belajar cinta dari 5 centimeter persecond
apa yang kupikirkan tentang Wibu
tips push clash royale
cinta terlarang di kotonoha jiwa
unOrdinary webtoon by uru Chan
5 meter persegi
tipe pembeli
kenapa ipk 4
alasan kenapa kita masih menonton film tak mutu
LOOKISM webtoon by park tae joon
jika jentikan thanos benar benar terjadi
spesies spesies mahasiswa
kenapa lama kuliah 4 tahun
pentingnya penampilan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nichi07 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
seorang penyendiri dengan masa lalu tragis hmm🤔 nitip jejak dulu deh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
menarik...lanjutttt
profile-picture
profile-picture
ih.sul dan Sans1 memberi reputasi
rasanya seperti membaca novel 5 centimeter persecond. ternyata emang agan baca novel itu juga ya emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

Masih belum ada ide untuk nama karakter emoticon-Frown
Quote:

Iya dong, penggemar shinkai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Lanjut dong gan, di atas ditulis "apa yang kumulai dulu masih belum berakhir"
Masa mau diakhiri sebelum dimulai 😁
Saya kasih cendol deh biar semangat emoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Anda pintar membalikkan kata kata
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Lanjut gan,saya tunggu derita cintanya kalo ada romance nya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agnie07 dan 3 lainnya memberi reputasi
Prolog 2

PLEASE

Ku berlari melewati lorong lorong bercabang yang sudah sangat kukenal, bau dari sampah yang bertebaran disekitar bercampur dengan aroma keringat disekujur tubuhku ditambah dengan sedikit aroma darah yang mengalir di sudut bibirku.

Ku menghentikan lariku dan berjalan pelan saat mataku sudah mampu menangkap siluet rumahku di ujung jalan. Kuberjalan agak tertatih sambil menahan rasa sakit di perut dan kakiku. Kuusap bibirku untuk menyembunyikan bercak darah disana meski lebam di pipiku sudah menceritakan semuanya.

Hari ini, seperti biasa aku berkelahi dengan anak anak gang sebelah. Perkelahian yang terus berlanjut karna kebiasaan ini selalu dan selalu berakhir sama, aroma keringat dan darah diselingi jerit kesakitan dan tentunya KEMENANGANKU.

Kumelangkah menuju sebuah ruko kecil dan disambut oleh seorang wanita awal 30 an yang terlihat cemas. Wanita dengan tinggi dan perawakan normal dan rambut pendek sebahu itu melihatku dengan mata terbelalak.

“ FIRMI, KAU BERKELAHI LAGI. SUDAH KUBILANG BERKALI KALI—”
“DIAMLAH, AKU BOSAN MENDENGAR UCAPANMU”
“FIRMI, DENGARKAN IBU DULU”

5 METER PERSEGI

Tanpa memperdulikan apa yang ingin dia katakan aku langsung masuk kedalam rumah dan disambut dengan pemandangan tidak wajar. Seorang wanita cantik pertengahan 20 an dengan rambut panjang sepinggang mengenakan setelan jas hitam dan rok mini tengah duduk di ruang tamu. Siapa dia ini?

“hai firmi, senang berjumpa denganmu” sambut wanita itu padaku. Siapa dia ini? Kenapa ada disini? Kenapa dia tau namaku? Dan kenapa dia sama sekali tidak terkejut melihat kondisiku?

“ firmi, apa kau membuat masalah lagi?” tanya ibuku yang sudah mengikutiku masuk ke rumah. Ibu terlihat cemas sambil bolak balik memandangi aku dan wanita itu.

“ tenang saja bu, saya ada disini karna ada sedikit keperluan dengan firmi. Ibu boleh bergabung dengan kami karna ini juga menyangkut masa depan firmi” wanita itu menjawab pertanyaan ibu
“masa depan? Apa maksudnya firmi?” tanya ibu sambil memegangi lenganku.

“MANA KU TAU, AKU BAHKAN TAK KENAL WANITA INI” ucapku kasar sambil melepas pegangan ibuku dan duduk di kursi. Ibu pun ikut duduk disebelahku.

“lalu ada masalah apa sehingga anda datang menemui firmi?” ibuku memulai percakapan dengan nada pelan dan kepala agak menunduk. “tegakkan kepalamu, apa kau tak punya harga diri” marahku di dalam hati pada ibuku ini.

“ pertama tama ini adalah pembicaraan yang cukup panjang, jadi bisakah kita bicarakan sambil minum teh?” pinta wanita itu sambil tersenyum tipis.

“ahh betapa tidak sopannya saya, akan segera saya siapkan” kata ibuku sambil bangkit dan berjalan ke dapur.

Hanya keheningan yang tersisa setelahnya, aku sama sekali tidak ada minat berbicara dengan wanita ini sedangkan dia malah memandangiku dengan ekspresi tertarik.

“ jadi, apa yang sudah kaulakukan sampai mendapat semua luka itu?”

Tanpa diduga dia memulai pembicaraan lebih dulu

“ sudah jelas aku berkelahi, apa hanya dadamu saja yang besar tapi otakmu terlalu kecil untuk mengetahui hal itu” balasku kasar. Aku memang tak pernah bicara halus meski pada orang asing sekalipun

“hooo apakah itu duel satu lawan satu?” tanyanya seolah tidak terganggu dengan pelecehan yang kukatakan

“ya, memangnya kenapa?”

“apa lawanmu orang dewasa?”

“dia seorang anak sma berbadan besar, dan dia pingsan setelah kutinju di rahangnya”

“begituu. Hmmmm”kata wanita itu dengan tampang yang aneh, kecewa?

“kenapa dengan ekspresimu itu?”

“tidak, aku hanya berpikir kau tidak terlalu kuat sampai harus terluka hanya karna melawan seorang anak sma” ucap wanita itu dengan santainya

“HAAAA, KAU MEREMEHKANKU YA. MAU KUHAJAR” teriakku sambil menggenggam kerah wanita itu.

“FIRMI ,HENTIKAN” terdengar suara ibuku dari belakangku. Sejak kapan dia ada disana?

“maaf sungguh maaf sekali atas perbuatan anak saya” ucap ibu sambil menunduk ke arah wanita itu.

“tidak masalah, saya sudah sering menghadapi remaja labil sepertinya” balas wanita itu dengan tenang.

Ibu pun meletakkan cangkir teh panas di atas meja dan duduk kembali.
Kenapa harus beramah tamah pada orang asing?

“jadi, ada perlu apa dengan firmi?” tanya ibu kembali

“ijinkan aku memperkenalkan diriku dulu, namaku---”

“tidak peduli, jawab saja pertanyaannya”potongku kasar. Aku ingin ini diakhiri secepat mungkin

“FIRMI”

“hahahahhhahhaahhhaa”

“kenapa kau malah tertawa orang aneh?” responku pada reaksi mengejutkan wanita itu.

“maaf maaf, aku hanya merasa lucu karna itu kedua kalinya aku mendengar ucapan seperti itu hari ini ” balas wanita itu dengan jawaban yang tak kumengerti

“maafkan aku, anakku memang tidak sopan pada orang lain, maakan aku” ucap ibuku sambil membungkukkan badannya. Sudah berapa kali dia meminta maaf hari ini?

“yahh, langsung saja kuumumkan, firmi selamat karna sudah diterima di SMA VON. Kau secara resmi sudah menjadi murid kami sekarang. Selamaaaaattttt” ucap wanita itu dengan gaya pembawa acara di TV.

SMA?aku? aku tak pernah ingat mendaftar ke sma manapun.

“heeehhh, SMA VON? Sungguh?” di luar dugaan ibuku juga bereaksi sama denganku.

“ya, ini surat pemberitahuan lengkapnya, saudara firmi sudah dinyatakan lulus ujian masuk sma kami”

Ucap wanita itu sambil menyerahkan amplop putih yang berstempel resmi

“jangan bercanda aku bahkan tak tahu tentang sma itu, bagaimana bisa aku terdaftar disana?” tolakku.

“tidak ada kesalahan dalam pemberitahuan, segalanya sudah diatur” ucap wanita itu sembari memainkan gelas teh yang entah sejak kapan sudah kosong ditangannya.

“kurasa hanya itu yang perlu kuberitahukan, tehnya juga sudah habis jadi aku akan pamit sekarang” ucap wanita itu dan berdiri untuk pergi

“kau serius hanya mengatakan itu dan pergi?”

“segalanya sudah tertulis dalam surat itu, jika kau masih punya pertanyaan lain tanyakan saja langsung pada kepala sekolah” jawab wanita itu.

“ah terima kasih, akan saya antar kedepan” ucap ibuku tanpa komplain dan keduanya melangkah keluar rumah.

Aku menatap amplop yang masih tertutup itu sembari memejamkan mata. Siapa orang yang sudah membuat lelucon ini?

“bukankah itu luar biasa firmi, kau diterima di sma terbaik di negeri ini. Syukurlah” itulah yang diucapkan ibu begitu kembali dengan penuh rasa syukur.

“tak perlu pedulikan hal itu, lagipula kita tak punya uang untuk sekolah" ucapku sinis.

“nona tadi bilang sma von tidak memungut biaya apapun bahkan tak ada seragam jadi kau hanya perlu beli alat tulis saja, bukankah itu bagus? Kau masih bisa lanjut bersekolah” ucap ibu dengan kehangatan dalam suaranya.

“kau benar benar bodoh ya, untuk apa sekolah? itu tidak penting, lebih baik aku kerja jadi kuli bangunan atau apa daripada kesana”tolakku tanpa memandang ibu.

Untuk apa bersekolah? Aku hanyalah seorang anak bodoh yang setiap hari berkelahi sampai sampai dikeluarkan karna memukul seorang guru di smp.

Untuk apa bersekolah? Lebih baik waktu nya kupakai untuk bekerja apa saja demi makan.

Untuk apa bersekolah? Aku hanya akan hilang sabar dan dikeluarkan lagi.

Kupandang ibuku, wajahnya yang cantik di umurnya yang memasuki 31 tahun terlihat sedih. Ibu pernah cerita bahwa dulu dia dan ayah dikeluarkan dari sma karna hamil diluar nikah dan kemudian mereka dengan paksa dinikahkan dan disinilah aku sekarang.

Tinggal diruko sederhana dengan seorang adik dan menyambung hidup dari penjualan barang rumah tangga yang tidak seberapa. Ayahku? Entahlah, aku tak tahu dimana dia.

Aku berjalan meninggalkan ibu menuju kamarku dan mengunci pintunya. Ruangan seluas 2x2,5 meter yang nyaman karna selalu dirapikan oleh ibu.

“firmi, keluarlah. Tolong” kudengar suara ibu dari arah pintu “kenapa kau menolak?, ini kesempatan sekali seumur hidup. Tolong terimalah”

“SUDAH KUBILANG KAN, ITU NGGAK BERGUNA. AKU NGGAK PERLU ITU DAN DIAMLAH SEKARANG. AKU MAU TIDUR” bentak ku pada ibu. Aku tau dia pasti membeku di depan pintu, tapi kubiarkan saja. Toh ini memang sudah sering terjadi.

***


Ku membuka mata dan menyadari bahwa hari sudah gelap. aku merasakan perutku kosong dan memutuskan untuk makan.

“...”

Aku membisu disaat aku membuka pintu kamarku. Ibu masih berdiri disana. Berdiri diam dengan amplop pemberitahuan itu ditangannya.apa dia tidak bergerak sejak tadi? Lalu bagaimana dengan toko? Apakah adikku sudah pulang? Apa yang dipikirkan ibu?. Emosi mulai meluap di otakku saat memikirkan semua itu.betapa bodohnya.

5 METER PERSEGI

Namun aku tetap diam, wajah ibu membuatku tak mampu bicara. Raut wajahnya terlihat begitu sendu, kesenduan yang berbeda dari wajah yang selama ini dia perlihatkan. Aku sudah menyebabkan begitu banyak masalah padanya selama ini tetapi dia tak pernah memperlihatkan wajah seperti itu sebelumnya.

“firmi, syukurlah kau keluar. Ada yang ingin ibu bicarakan” terdengar suara pelan ibu, suara yang sudah sering kudengar namun baru kali ini kuturuti.

***


Ditengah ruangan seluas 5 meter persegi ini, untuk pertama kalinya dalam ingatanku aku bicara berdua dengan ibu, ini benar benar canggung.

“ibu mohon, pergilah bersekolah” permintaan dari ibu memecahkan keheningan.

“ibu pernah bilangkan, ibu dulu dikeluarkan dari sekolah. Dan seperti inilah hidup ibu sekarang.”

Aku tak ingin mendengar cerita itu lagi.

“ibu selalu berharap agar dulu bisa lulus sma, masuk universitas lalu mendapatkan pekerjaan yang baik. Dengan begitu ibu pasti dapat merawatmu dan mina dengan lebih baik. “

Kau sudah merawatku dengan baik.

“itu adalah penyesalan terbesar ibu”

Jika saja aku tak pernah lahir.

“karna itu kumohon, jangan menjadi seperti ibu”

kau adalah orang tua yang luar biasa.

“firmi, kuharap kau mau bersekolah lagi”

Itu hanya akan menjadi penderitaan tambahan bagiku.

“kumohon”

Dengan suara yang semakin lama semakin pelan ibu bersujud didepanku, melihat sosok yang sudah melahirkanku bersujud di depan anaknya sendiri membuatku mengutuk diriku.

Apa yang sudah kulakukan selama ini? Apa aku pernah membuat ibu bahagia? Ibu selalu tersenyum tapi apakah itu kebahagiaan? Kapan terakhir kali ibu memohon seperti ini? kapan terakhir kali kami bicara berdua saja? Kapan... terakhir kali aku memanggilnya ibu?

Air mata tak mampu kubendung. Saat itu aku jadi mengerti apa yang dimaksud kesedihan,harapan dan cinta orangtua.tak ada lagi yang penting di dunia ini selain pemandangan yang ada di depanku. Sungguh berdosanya aku karna selalu membuat ibuku menangis. Tanpa sadar aku membanting dahiku ke lantai. Bersujud pada manusia yang paling kucintai di dunia ini.

***


Malam itu, kami bertiga bercerita banyak hal mulai dari tetangga hingga cuaca. Hal hal seperti pengalaman sehari hari melintas begitu saja sebagai bahan obrolan ringan. Rintikan hujan dan air yang menetes dari genteng yang bocor tidak kami perdulikan. Hawa dingin yang terbawa angin tidak mampu menghapus kehangatan yang telah tercipta kembali diantara kami, kehangatan yang sejati... di ruangan seluas 5 meter persegi ini.

prolog 3
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
kenapa jadi seperti ini? entahlah, dibanding meneruskan cerita saya malah membuat prolog baru dengan memperkenalkan karakter baru.
firmi (namanya jelek ya) merupakan seorang berandalan yang dikeluarkan dari smp saat kelas 3 karna memukul seorang guru.seorang anak temperamental ini diundang oleh gadis berdada besar yang muncul di prolog 1.
keluarga firmi tidaklah bahagia, dengan bergantung dari pemasukan toko kelontong ibunya merawat dia dan adiknya dengan penuh kasih sayang(cinta orang tua memang luar biasa). ayah firmi? rahasia.
saya rencananya ingin membuat satu prolog lagi sebelum masuk ke cerita utama, meski cerita utamanya masih tidak terlihat wujudnya☹️
Karna sudah disini saya berniat lanjut menulis sekaligus mengisi waktu.jika anda suka dengan tulisan saya silahkan subscribe dan jika tidak tetaplah tinggalkan jejak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arya2910 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
cinta apa yang paling besar? itu adalah cinta seorang ibu pada anaknya😭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


I know it
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan Subtilizer memberi reputasi
just one word..lanjuttttttttt
profile-picture
ih.sul memberi reputasi
keep writing gan emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
ih.sul dan enryuu1 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


Thanks a lot
profile-picture
enryuu1 memberi reputasi
Prolog 3
Everyday pass

“jadi, bagaimana saya harus memanggil anda nona?”

di ruangan yang luas ini, terdapat 3 orang perempuan dimana dua diantaranya sedang duduk berhadapan sedangkan satu yang lain berdiri cukup jauh dibelakangku. Seorang wanita pertengahan 20 an dengan rambut panjang sepinggang dan setelan jas hitam yang menjadi lawan bicaraku terlihat memandangku dengan mata yang terpukau. Apa aku sudah mengatakan sesuatu yang salah?

“apa ada sesuatu yang salah?”
“ah, maafkan aku. Hanya saja dua orang yang kutemui sebelumnya bahkan tidak peduli pada namaku, entah kenapa aku jadi sedikit senang”

Sungguh? Ada orang yang tidak peduli pada nama lawan bicaranya?

“sepertinya mereka adalah orang orang yang tidak sopan”
“benar sekali, memikirkan bahwa mereka berdua akan menjadi muridku membuat perasaanku campur aduk”

Wanita itu meminum tehnya dengan perlahan dan mendesah seolah melepaskan semua beban hidup, sepertinya dia sudah mengalami hari yang berat kendati hari ini masih pukul 2 siang.

“yahhh anak anak jaman sekarang semakin sulit dimengerti, meski aku mencoba bersikap baik tapi mereka malah menganggapku sebagai pembawa masalah, sebenarnya apa salah dan dosaku?”

Baiklah, dia sudah mulai masuk ke dunianya sendiri. Orang orang yang dia temui pasti orang yang tidak normal. Kuharap aku tak perlu bertemu dengan mereka.

“...lalu setelah itu dia malah mengejek kegadisanku. Memangnya salah jika aku belum menikah meskipun orangtuaku selalu mendesakku untuk memberi mereka cucu. Kenapa lelaki jaman sekarang tidak tertarik padaku huuuuu...”

Sepertinya orang ini juga tidak normal, dengan sikap seperti itu kau memang tidak akan bisa mendapatkan kekasih meskipun kau punya ‘aset’ yang sangat besar. Kenapa dadanya bisa sebesar itu?

“maaf memotong miss, tapi bisakah anda memberitahu saya alasan anda kemari?”

“ah, benar juga. Kurasa kau sudah tahu, SELAMATTTT... kau kini sudah resmi menjadi murid sma VON sekali lagi selamaaattt”

Wanita itu berpose menirukan gaya pembawa acara tertentu dari TV. Berita yang dia bawa sendiri tidaklah mengejutkan karna aku memang sudah mendaftar kesana sebelumnya.

“benar juga, kau mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian masuk jadi kau akan mendapat pemberitahuan ekstra. Selengkapnya bisa kau lihat dalam surat pemberitahuan ini"

Wanita itu menyodorkan sebuah amplop putih dengan stempel yang terlihat resmi di tengahnya. Nilai tertinggi? Sepertinya aku sudah memandang terlalu tinggi sma VON. Mungkin aku memang seharusnya sekolah ke luar negeri.

“terima kasih banyak atas pemberitahuannya”

“baiklah, hanya itu urusanku disini, kalau begitu aku mohon pamit”

Wanita itu meminum habis sisa teh nya dan berjalan kearah pintu keluar dipandu oleh pelayan yang sedari tadi diam dibelakangku. Aku pun membuka amplop tersebut dan membacanya.

Tidak ada yang spesial, hanya pemberitahuan bagiku untuk datang lebih cepat di upacara pembukaan untuk menyampaikan pidato perwakilan murid baru.ngomong ngomong pada akhirnya aku juga lupa menanyakan nama wanita tadi.

“selamat atas penerimaannya nona”
Terdengar suara dari belakangku, ternyata pelayan tadi sudah kembali.

“setelah ini anda harus menemui tuan di ruangannya. Guru piano anda akan datang dalam setengah jam jadi pastikan anda siap pada waktunya”

Pelayan itu menyampaikan daftar rencanaku untuk satu jam kedepan. Wajahnya yang tanpa ekspresi membuatnya terlihat dewasa meskipun kami seumuran.

“bagaimana denganmu Ai, kau juga lulus ujiannya kan?”

“saya sudah menerima pemberitahuan sebelumnya, dan saya lulus”

Sungguh jawaban yang datar, kendati dia adalah pelayan pribadiku namun aku tidak tahu banyak tentangnya.

“apa ayah yang menyuruhmu mendaftar kesana juga?”
“benar”

Hmm sudah kuduga. Aku mendorong cangkir teh ku yang sama sekali tidak kusentuh dan bangkit untuk menemui ayahku

***


Dari 5 lantai rumah ini, ruangan ayah berada di lantai teratas. Mungkin kurang cocok disebut ‘rumah’, lebih cocok disebut sebagai istana atau kastil jika melihat ukurannya. Kediaman bergaya barat yang berdiri kokoh diatas lahan seluas 5 hektar menjadi saksi bisu akan sejarah keluargaku yang sudah bertahan berabad abad.

Kuberjalan menaiki tangga untuk menemui ayahku. Jika tak ada urusan aku tak akan pernah bertemu ayahku, selain karna aku yang tidak suka menaiki tangga sampai ke lantai 5(tempat ini benar benar butuh lift) namun juga karna ayahku yang sangat jarang berada dirumah.

‘tok’ ‘tok’ ‘tok’

Kuketuk pintu didepanku, dibalik pintu ini terdapat seorang pengusaha terkenal yang merupakan orang terkaya kedua di dunia sekaligus ayahku

“masuk”

Itulah suara yang terdengar. Suara yang tegas, berat, dan menakutkan

***


Sudah 2 bulan sejak terakhir aku melihatnya, raut wajahnya yang serius dan aura yang dia pancarkan tak pernah gagal membuatku gemetar.

“sekarang kau sudah menjadi murid sma VON, sera”

Tak ada satupun kata selamat.

“kau harus mendapat surat rekomendasi untuk melanjutkan pendidikanmu ke MIT”

Universitas yang sudah ayah tentukan.

“ setelah itu kau akan melanjutkan s2 mu di oxford”

Kebanyakan perempuan akan berpikiran untuk bekerja atau menikah setelah lulus sarjana.

“dalam sepuluh tahun kau akan siap untuk mewarisi bisnis keluarga”

Sepuluh tahun itu akan lewat begitu saja.

“ayah harap kau belajar dengan baik disana, kau mengerti?”

Aku selalu tahu itu

“boleh aku tanya satu hal ayah?”

Tapi ada satu hal yang menggangguku.

“hmm apa itu?”

“kenapa ayah menyuruhku mendaftar ke sma VON?, meskipun ada banyak sma yang lebih baik di luar negeri”

Itu pertama kalinya aku melihat ayahku terdiam, matanya fokus memandangku seolah melihat kedalam jiwaku sampai membuatku tak mampu membalas pandangannya.

“kau akan tahu setelah bersekolah disana, jika tak ada lagi yang ingin kau tanyakan pergilah”

Hanya itu jawaban yang kudapat. Itu bahkan sama sekali bukan jawaban.

“kalau begitu aku permisi”

Dengan tidak puas aku meninggalkan ruangan

***


Alunan melodi lembut terdengar memenuhi ruangan. Jari jariku dengan lincah menari diatas tuts hitam putih layaknya sedang berdansa, chopin balade.

“anda sudah dapat memainkannya dengan sempurna, nona sera”

Itulah yang dikatakan pelatih wanita paruh baya yang berdiri disebelahku setelah aku selesai memainkan seluruh partitur lagu tersebut.

“sudah tak ada lagi yang dapat saya ajarkan pada anda. Ohhh bisa mengajar seorang jenius berbakat seperti anda merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya”

Jenius berbakat. Sejak kecil aku sudah di didik banyak hal dan dibentuk menjadi ‘sempurna’. pelajaran, olahraga, seni hingga kemampuan sosial sudah ada dalam setiap sel selku. Aku selalu berusaha dalam segala hal yang diajarkan padaku namun ayahku tak pernah sekalipun memujiku.

“nona, anda sudah berhasil menyelesaikan privat piano tepat waktu. Mulai besok anda akan belajar bermain biola dan berdansa sekaligus. Mohon untuk tidak terganggu akan persiapan masuk SMA. Saya akan mengurus semuanya untuk anda”

Itulah yang dikatakan Ai,pelayan pribadiku, katakan setelah tutor pianoku pulang. Datar dan tanpa emosi seperti biasa.

“aku mengerti”

Itulah yang selalu aku katakan, sejak lahir hingga mati nanti segala hal dalam hidupku sudah diatur. Apa yang aku makan, apa yang aku kenakan, dengan siapa aku bertemu, kemana aku pergi, akan jadi apa aku nanti, semuanya. Mungkin satu satunya yang belum diatur adalah dengan siapa aku menikah, namun itu pasti akan diputuskan cepat atau lambat.

“saya sudah menyiapkan air panas untuk anda mandi. Silahkan nona beristirahat sekarang”

Itu adalah kalimat penutup yang selalu kudengar setiap malam sebagai tanda penutup hari. Saat terbangun aku akan mendengar suaranya dan saat hendak tidur pun dia selalu ada. Eksistensi yang selalu ada kurang dari tiga meter disekitarku, pengawas sempurna yang ditugaskan ayahku sebagai matanya.

***


Di kamarku ada sebuah foto, sebuah foto yang akan menjadi gambaranku sepuluh tahun mendatang. Foto seorang wanita yang duduk di ruangan seluas 2x2,5 meter yang merupakan wujud dari kecantikan sempurna, wajah indah seolah dipahat oleh dewa itu sendiri, kulit halus selembut sutra, rambut pirang keemasan yang tersisir rapi serta sinar mata yang dapat membuat berlian terlihat redup. wanita tersebut sedang menidurkan seorang bayi yang akan menjadi diriku kini.

Itulah ibuku, manusia yang paling aku cintai di dunia ini. Satu satunya yang selalu ada untukku ditengah kehidupanku yang penuh kekangan, orang yang berjanji akan menemaniku bermain selamanya.

Namun dia mati. Meninggalkanku dalam kesepian selama dua tahun ini.

Aku berbaring di kasur dan Kupeluk erat foto itu seolah aku bisa merasakan kehangatan ibu meski nyatanya foto tersebut dingin. Beginilah hidupku, aku hanya perlu menjalani hidup yang diatur oleh ayahku dan segalanya akan baik baik saja, tak perlu ada yang kukhawatirkan.

Aku memiliki segala hal yang diinginkan banyak orang. Namun aku tak memiliki kebebasan seperti banyak orang. Terkurung dalam dunia yang tak mampu aku hancurkan.

Kupandangi foto itu sekali lagi. Tanpa sadar air mataku mengalir, memberitahukan hal yang sebenarnya kuinginkan.

Aku menginginkan duniaku sendiri, kebebasanku sendiri. Benar, sebuah dunia dimana aku bisa bahagia. Meskipun dunia itu hanya seluas 5 meter persegi.

go to main story
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
untuk yang nggak tau,MIT itu salah satu univ terbaik di dunia yang lebih fokus ke bidang industri dan wirausaha
prolog ke 3, menjadi penulis amatiran benar benar sulit. saat saya kebetulan punya sebuah ide saya pasti kesulitan menuliskannya ke dalam cerita dan saat sudah menjadi cerita pun saya selalu tidak yakin apakah ceritanya tersampaikan dengan baik.
disini saya memperkenalkan sera yang akan menjadi tokoh utama ketiga. sera adalah seorang putri mahkota yang dirantai oleh ayahnya sendiri.
dengan adanya 3 tokoh utama saya sendiri bingung akan menggunakan sudut pandang siapa.
dan diakhir, saya mencoba untuk terus memasukkan kalimat 5 meter persegi, cerita yang awalnya direncanakan sebagai cerpen malah berakhir begini. tapi ya sudahlah toh banyak film yang judul dan isi nya tidak berhubungan.
saya juga mengharapkan masukan kritik dan saran agan sekalian untuk diri saya sendiri karna saya sadar tulisan saya masih belum bagus.terbukti dari view dan reply yang minim🙁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
keep going gan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
nama guru tersebut masih dirahasiakan,hmm sudah kuduga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Masih mencari nama. Haduhh mikiran nama aja dibawa repotemoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enryuu1 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 23


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di