alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Senandung Black n Blue
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3106c00577a9581d06566e/senandung-black-n-blue

Senandung Black n Blue

Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 10
Quote:


widih main ml toh bang,,
udah mythic belom bang emoticon-Ngakak
profile-picture
nyunwie memberi reputasi

Part 3.1

Jakarta, 17 Mei 2009

Jam menunjukan pukul 20.09. Minggu malam yang menurut gue membosankan. Berkali-kali gue mengganti chanel televisi tapi tidak ada yang menarik menurut gue setelah sebelumnya gue menyaksikan Mario Teguh Golden Ways. Akhirnya gue mematikan televisi. Merebahkan badan dan menutupnya dengan selimut yang tebal.

Dalam hening gue kembali memikirkan tentang apa yang terjadi, tentang semua yang telah pergi yang akhirnya sering membuat diri ini merasa sepi sendiri.

Gue malas mengakuinya, tapi jujur gue rindu dengan Jono. Biasanya di saat-saat membosankan seperti ini Jono bisa menjadi alternatif pilihan membunuh bosan. Terbesit pikiran untuk menghubunginya. Meminta maaf untuk semua yang terjadi, dan mencoba memperbaiki hubungan persaudaraan kami. Namun ego gue terlalu tinggi untuk melakukan itu.

Sudah hampir satu semester gue dan Jono tidak berbicara. Walau terkadang kami berada di kelompok yang sama saat mata pelajaran tertentu. Tetap saja kami tidak bicara dan pada akhirnya membuat susah yang lainnya. Gue hanya bisa berharap semoga di kelas dua belas nanti gue tidak sekelas lagi dengan Jono.

Sudah hampir satu semester juga semenjak kepergian Nina dan gue masih belum mendapat kabar di mana dia berada. Segala cara sudah gue lakukan, bertanya pada guru, mendatangi rumahnya langsung, mencarinya di facebook, twitter, googling di yahoo, semua sudah gue lakukan. Namun gue tidak juga mendapat jawaban kemana Nina pindah. Dan GUE MENYERAH UNTUK MENCARINYA.

Gue lalu mengambil handphone gue untuk menghubungi Abdul. Gue benar-benar bosan malam ini sendirian.

"Dul di mane lo?" Tanya gue saat Abdul menjawab panggilan telpon gue.

"Di rumah ngai, ngape?"

"kemane kek yuk, bete anjir."

"Yah sorry brader, lu enak udah kelar ulangan, gue baru ulangan besok der." Jawab Abdul.

"Yaelah kek belajar ae onta!!" Celetuk gue.

"We iayalah gue belajar, emang elu!!"

"Onta sialan!!"

"Hahahaha."

"Yaudahlah ga asik lo sekarang."

"Dih ABG hahahah."

"Bodo, hahahah." Sahut gue langsung mengakhiri panggilan telpon. Lalu kembali menggeliat di atas kasur. Mungkin jika nyokap gue melihat apa yang gue lakukan beliau langsung menyebut gue ular kasur.

Gue lalu teringat sesuatu, kalau Nina besok ulang tahun. Gue lantas bangkit kemudian menyeduh segelas kopi. Semenjak akrab dengan Malik entah kenapa gue lebih memilih kopi dibanding bir. Mungkin karena gue terbawa oleh kebiasaan ngopi Malik.

Setelah menyeduh segelas kopi, gue langsung menyalakan laptop gue. Membuat draf ucapan ulang tahun pada Nina yang nanti akan gue kirim via facebook. Karena hanya lewat facebook gue bisa mengirim sesuatu pada Nina. Walau gue tau alamat email Nina tapi gue sangsi dia rajin mengecek emailnya.

Setelah hampir satu jam di depab laptop akhirnya draf yang gue buat selesai. Tinggal menunggu pukul 00.00 gue langsung akan mengirimnya.

Menunggu pukul 12 malam yang masih akan datang kurang dari 3 jam lagi pastinya akan membosankan. Terlebih mulut gue sudah beberapa kali menguap. Gue yakin kalau kepala gue bersenggama dengan bantal gue pasti akan langsung terlelap. Akhirnya gue memutuskan untuk keluar kamar, duduk di depan kamar menunggu jam jam pergantian hari datang.

...


Dalam kesunyian malam aku bernyanyi. Di bawah jutaan sinar berpendar di angkasa aku melantunkan nada yang tak megah, lirikku tentang rindu, yang terus menyengat seiring waktu dan terus membesar sering jauh langkahku.

Syahdan suara serangga mengiringi iramaku, membuat nada yang sebelumnya sederhana, menjadi semegah sebuah orkestra. Sang ratu malam pun mengintip dari balik cakrawala, sinarnya redup seolah tak ingin aku mengetahuinya.

Lantang aku bersuara "Tak perlu malu, keluarkan saja sinarmu, karena itu engkau ku panggil ratu. Kamu adalah sinar terang yang menerangi jalanku dalam gelap, kamu adalah keindahan dalam kelam dan kamu adalah udara sejuk ku di kala kedap. Tak perlu ragu tunjukan dirimu wahai ratu."

Seiring ucapanku, langit seolah terganggu, jutaan sinar seketika menghilang masuk kedalam sebuah pusaran hitam. Begitu juga sang ratu, cahanya menghilang. Membuat hanya ada hitam sejauh mata memandang.

Aku pun bergetar, tanah tempat ku berpijak juga bergerak hebat. Aku takut bukan kepalang, aku berlari mencari perlindungan namun terjatuh hingga terlentang. Lantas takut aku berteriak dan terpejam, tatkala semua getar menghilang aku kembali membuka mata dan melihat seorang yang tak asing ku kenal.


...


"Woi lo ngapain tidur di sini bego!"

"Haaah?"

"Ngiler lagi, hahahaha."

Butuh sekitar 20 setik untuk gue sadar dengan apa yang terjadi, tatkala tersadar gue langsung berlari masuk ke dalam kamar untuk melihat jam. Syukur ternyata masih 23.12. Gue lalu menghela nafas dan kembali ke depan kamar untuk menemui Malik yang tadi merusak mimpi gue.

"Anjing kek orang kesurupan lo!" Ucap Malik.

"lo bego! Gue lagi mimpi enak-enak lo bangunin."

"Ah lo paling mimpiin Nina, hahaha. Oh iya bentar lagi Nina ulang tahun nih." Sahut Malik.

"Lo tau dari mana nyet!"

"Facebook."

"Lah emang lo bertemen sama Nina? Kok gue ga tau, sejak kapan lo bertemen sama Nina di facebook?" Tanya gue.

"Penasaran banget? Hahahah." Ledek Malik.

"Kambing!! Bisa-bisanya lo bertemen di facebook sama Nina sama fb gue engga."

"Cie jeles ahahahaha." Ledek Malik lagi.

"Taheeeeekkkk!!"

"Gimana gue mau bertemen sama lo di facebook. Lo ajah ga pernah accept permintaan pertemenan gue belek!!"

"Haah? Lo nge add gue!? Facebook lo yang mana."

Malik lalu menyebutkan namanya.

"Anjrit bapak lo ga kreatip ngasih nama fotocopy!" Ucap gue terkejut karena Nama gue dan nama Malik memiliki nama yang hampir sama, hanya berbeda di nama belakang. "Entar gue konfirm lah gue males buka laptop sekarang." Lanjut gue

"ya boleh boleh, hahaha oh iya Nat. Ngomong-ngomong gue udah tau di mana Nina." Ucap Malik.

"DIMANA!????" Tanya gue.

"Wohihohohi, sabar bung, gue belom tau pastinya di mana, besok kite cari, besok cabut aje ga usah sekolah, udah ga belajar ini."

"Okehhh, tapi lo bener tau ga!!"

"Selow percaya sama gue, gue kan 1000kali lebih di depan dari lo, hahahaha." Ledek Malik lalu dia masuk ke dalam kamarnya.

"Kambing!!"

Setelah Malik masuk ke dalam kamarnya, gue menghabiskan satu batang rokok terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kamar. Saat masuk ke dalam kamar waktu menunjukan pukul 23.32 kurang dari setengah jam lagi Nina akan berulang dan gue bersiap mengirim sebuah gambar poster sebagai ucapan ulang tahun yang sudah gue buat sebelumnya.

Sekitar beberapa menit gue di dalam kamar, suara ketukan terdengar dari pintu kamar gue. Ketukan yang pelan yang mungkin jika gue menyetel televisi suara itu takan terdengar.

Penasaran, gue lalu membuka pintu itu perlahan. Ternyata Alodya yang dan 3 orang sahabatnya.

"Kenapa Lo?"

"Ssssttt Nata jangan berisik." Sahut Alodya dengan suara yang berbisik. Spontan gue langsung menutup mulut gue.

"Iiiiyaaaa kenapaaaaa?" Tanya gue lagi kini dengam suara yang juga berbisik.

"Gue numpang di kamar lo dong" Jawab Alodya.

"Haaah!? Numpang?"

"Ssttt Nata dibilang jangan berisik." Sahut Alodya sambil membekap mulut gue.

"Hhhhhyyaaa haaassssuuggg haassuuugg."

"Nah gitu dong, Nata ganteng deh."

"DARI DULU!!" Sahut gue sedikit berteriak yang membuat Alodya kembali membekap mulut gue.

Saat di dalam kamar gue Alodya menjelaskan kalau dia akan membuat kejutan untuk Malik yang akan berulang tahun. Mendengar itu gue benar-benar kaget, gue kaget mengetahui semua kebetulan ini. Sulit dipercaya tapi memang adanya.

"Bagaimana bisa sama Nina, Malik." Ucap gue dalam hati.

Sambil menunggu sahabat2 nya yang lain Alodya dan sahabat2nya sedikit menceritakan kepada gue tentang bagaimana mereka awalnya bisa menjadi 8 sahabat.

"Sebelum sinetron kepompong hits, dan banyak kepompong kepompong lain. Kita udah lebih dulu sahabatan." Ucap Aini saat dia menceritakan tentang persahabatan mereka. Terlihat sekali mereka sangat bangga pada persahabatan mereka.

Jujur gue sebenarnya iri, mereka bersahabat dari kecil. Mereka bisa menjaga persahabatan mereka tetap hangat. Walau katanya mereka sering bertengkar namun mereka selalu bisa membuat keadaan membaik seperti semula.

Gue iri, karena satu-satunya orang yang gue kenal sejak kecil dan masih akrab hingga kini hanya Abdul. Padahal kalau dihitung jumlah teman kecil gue akan melebihi kepompong dihadapan gue ini.

"Ahh Malik dia memang selalu membuat gue iri."

Satu persatu sahabat Malik yang lain pun datang, saat jam sudah menunjukan pukul 23.55 gue langsung menyalakan laptop gue. Bersiap mengirim gambar untuk Nina.

Happy birthday my ... Ah aku lupa kalau terakhir kali kita bersama status kita hanya sebatas teman. "Sahabat" Tepatnya yang kamu katakan. Tapi siapa peduli, apapun status itu nyatanya aku memiliki perasaan pada kamu, perasaan yang aku tau bukan sebatas perasaan antara seorang sahabat, perasaan yang mungkin ini disebut cinta. Mungkin, tapi entahlah cinta memang tidak pernah bisa aku mengerti, seperti aku yang tidak pernah bisa mengerti apa yang kamu rasakan. Tapi aku yakin apa yang kamu rasakan sama dengan apa yang aku rasakan. Semoga.

Aku tak ingin membahas alasan kenapa kamu pergi tanpa penjelasan. Setidaknya tidak di hari bahagia kamu, di hari bertambahnya usia kamu. Aku hanya ingin aku dan kamu sama-sama berdoa, semoga apapun keputusan kamu itu menjadi yang terbaik, semoga kelak kita bisa bertemu kembali dan mewujudkan semua perasaan ini. Sekali lagi happy birthday.

Izinkan aku sekali ini memanggil kamu cinta, karena aku CINTA KAMU.


"Ngetik apaan sih lo?" Tanya Alodya sambil melihat ke arah layar laptop gue.

"Ahh engga, eh udah kurang satu menit." Sahut gue sambil menutup layar laptop.

"Oh iya, yaudah yuk" Ucap Alodya lalu dia dan sahabat-sahabatnya bersiap-siap. Menyalakan lilin kecil berbentuk angka 17 yang diletakan diatas sebuah martabak manis yang dibiarkan utuh membundar. Sebelumnya gue bertanya kenapa tidak diberikan kue ulang tahun saja. Namun semua sahabat Malik tahu kalau Malik tidak suka dengan kue ulang tahun jadi lebih baik menggunakan martabak "Kalo kue ulang tahun ga kemakan, sayang. Mending martabak pasti langsung ludes entar." Ucap Aini saat gue tanyakan alasannya kenapa martabak.

"Nat ayo." Alodya mengajak gue.

"Duluan." Sahut gue lalu gue mengecek kembali gambar dan caption nya. Sebelum akhirnya gue mengklik opsi kirim ke dinding Nina.

"Happy birthday sayang." Ucap gue dalam hati.

Setelah terkirim gue lalu menuju kamar Malik. Sahabat-sahabatnya masih ada di depan kamarnya, Malik belum membukakan pintu. Baru sekitar 2 menit Malik membuka pintu dan suasana pun berubah menjadi riang.

Satu persatu sahabatnya mengucapkan selamat ulang tahun pada Malik. Gue sengaja berdiri di paling belakang, karena gue tidak ingin merusak moment ini. Bagaimana pun gue mengerti saat ulang tahun tentu kita mengharapkan seorang yang dicintai hadir di hari itu walau sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Rasanya ucapan itu bila keluar dari seseorang yang paling dicintai akan lebih indah dari 1000 ucapan seorang kolega semata.

Gue melihat ekspresi wajah yang sumringah dia terlihat sangat bahagia dan sekali lagi Malik membuat gue iri. Kehangatan persahabatan mereka membuat gue ingin menangis, mungkin bukan ingin. Nyatanya gue sudah meneteskan sedikit air mata. Buru-buru gue menyeka itu, dan menghapus bekasnya sebelum ada yang tahu dan menilai gue cengeng.

Malik lalu menghampiri gue, sambil tersenyum gue lalu merangkulnya. "Makasih Nat, makasih heheheh."

"Anjrit gue belom ngomong apa-apa, hahahaha. Happy birthday upil kuda, keknya besok gue ditraktir nih mangkanya ngajakin cabut."

"hahaha boleh boleh."

Gue lalu melepaskan rangkulan gue dan pamit pada Malik dan sahabat-sahabatnya untuk kembali ke kamar gue. Awalnya tidak diizinkan, mereka mengajak gue juga untuk bergabung dengan mereka karena setelah ini mereka akan lanjut makan sea food di muara baru. Tapi dengan sopan tentunya gue menolak gue berasan sdikit tidak enak badan.

"Bener ga mau ikut Nat?" Tanya Malik.

"Iyah sekip lah, gara-gara ketiduran diluar jadi rada ga enak nih badan gue."

"elu pelor sih."

"Hahahah, yaudah gue ke kamar gue yak. Sekali lagi happy birthday sob." Ucap gue lalu kembali ke kamar gue.

HAPPY BIRTHDAY NINA, HAPPY BIRTHDAY MALIK, AND HAPPY BIRTHDAY TO ME
profile-picture
profile-picture
ABDOEL.01 dan gimmefive memberi reputasi
Quote:


Boro-boro mithyc ane ajah main baru 3 hari emoticon-Ngakak
ehhhhh 3 orang ultahnya barengan emoticon-Leh Uga
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
Nina dan Malik bukan saudara kembar kan ya? wkwkwkwk emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
izin nenda dulu gan
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
wow...👍
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
Numpang jejak gan
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
lanjutkan gan
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
boleh nanya tidak gan

sampe sekarang ane kagak pernah ngerti yang di maksud Black to Blue atau Blue to Black emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
cipokan.yuk dan nyunwie memberi reputasi
Quote:


Blue is Warmest Color emoticon-Leh Uga
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
kita pantau
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
keren gan bahasanya
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
Ninggalin jejak duluu . . . . .
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
nih emoticon-Leh Uga
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
baca nye pegel gan...gak ada gambar nye gan
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
izin nenda gan
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
Izin mantau gan


Lagu favorit ane diatas sesuai dgn judul trit iniemoticon-Big Grin
profile-picture
nyunwie memberi reputasi
Halaman 7 dari 10


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di