alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cf0db67a727684fd44d535e/fisiologi-dasar-hati

Fisiologi Dasar Hati

Fisiologi Dasar Hati

Part I


Hari ini hari pertama kuliah, gugup rasanya, kota baru, teman baru, suasana baru, tapi aku harus tetap semangat, terlebih lagi ini merupakan jurusan pilihan utamaku. Aku diterima masuk di jurusan kedokteran umum. Sejak SMA aku sudah bercita cita menjadi dokter, jika sudah melihat angka atau rumus rumus fisika entah kenapa otak ini mentok, alias gak bisa mikir. Ditambah menolong orang rasanya terlihat keren bagiku.

Setelah gagal mencoba berbagai ujian masuk universitas, akhirnya aku keterima di salah satu universitas negri di sumatra utara. lewat jalur ujian nasional tentunya. agak bangga sih ..

sedikit ..

dan pada akhirnya aku disini 
duduk
di depan
depan
kelas
terlambat 
dan tidak boleh masuk 

"Haaaaaahhh!!!" bisa bisanya aku telat di hari pertama
mana di tertawakan satu kelas lagi
mau disimpan dimana muka ini nanti

Aku terduduk terdiam di depan kelas menatap pohon beringin yang terletak di tengah kampusku, termenung, menggerutu, dalam hati

"HAHAHAHAHAHA"
kaget, tiba tiba aku mendengar suara tertawa keras dari dalam kelas
di depan pintu aku melihat wanita sedang tersenyum, nyengir, tangannya ke atas sambil menggaruk garuk kepala belakangnya

"Ini lagi tadi sudah ada yang telat saya suruh keluar, apa lagi kamu jam segini baru datang !?!?!" teriak pak Bayu dosen anatomi kami

"Maap pak, saya bingung naik kendaraan apa tadi ke sini" jawab wanita itu

"Bingang, bingung, makanya belajar yang betul, keluar kamu sana !!" teriak keras pak Bayu

"Iya pak, maap pak" jawab wanita itu

wanita itu langsung lari terbirit birit keluar kelas, berdiri sebentar di depan kelas, berjalan pelan ke arahku, dan duduk di samping ku, duduk tegak, menatap ke depan dengan tatapan kosong

aku pun menoleh kearahnyta dengan kebingungan. Rambutnya panjang jatuh hingga ke bahu, kulitnya putih, hidungnya mancung, kacamata hitam, dengan setelan kemeja putih dan rok hitam agak ketat selutut. 

Ngapain duduk dia di sini sih, pikirku, aku pun kembali memalingkan pandangan ku kembali ke pohon beringin kampus kami

kami sama sama menatap pohon itu dengan tatapan kosong

"ka, kamu yang telat juga yah ....?

tiba tiba ada suara memecah keheningan ini

"iya.." jawabku

kemudian kami kembali duduk terdiam, kembali menatap pohon yang sama

"gimana yah .. ?"

wanita itu kembali bersuara

"gimana apanya ?" jawab aku

"aku telat gimana ini... ??" seru wanita itu, suaranya agak lemah

Aku menoleh ke arahmya, matanya mulai berair, mulutnya cemberut, nampaknya bakal ada hujan lokal nih

"ya udah lahh, udah telat mau gimana lagi, abis ini kan kita juga masuk" jawab ku

"iya juga yah... bener bener bener." jawab dia sambil mengusap matanya
"Oh iya kenalin aku Sella" 

dia menoleh ke arahku, kali ini dia mulai tersenyum

"Nah gitu dong !" jawab ku

"Gitu gimana ?" jawab Sella bingung

"Enggakk, gapapa kok, hahaha, oh iya kenalin gue Ramos"
"Kamu asli Medan, Sel ?" tanyaku

"Enggak, aku asli dari Bekasi, nyampe sini jadi kebingungan mau naik apa ke kampus, jadi telat deh..." gumam Sella

"Hah, dari Bekasi ?!?!, sama dong kita, aku juga dari Bekasi loh, tinggal dimana sel ?" tanya ku terkejut

"Wah sama, hahahaha, Aku di Setiamukti Mos, kamu dimana emang ?"

"Aku di Mediteran, deket dong kita yah"

"Gak nyangka yah dunia ini sempit haha" canda Sella kepadaku

Klek tiba tiba pintu depan kelas terbuka, kami pun kaget, secara reflek segera duduk dan menatap ke depan.
Ternyata pak Bayu sudah selesai dengan jam pelajarannya, beliau keluar tanpa menoleh sedikit pun ke arah kami, ah mungkin buru buru saja, pikirku

"ah udah selesai ternyata, yok masuk sel"

"yok mos"

Kami pun masuk kedalam kelas, jujur aku agak malu karena hari pertama saja aku sudah telat, tapi nampaknya tidak ada yang peduli terhadapku sih

"Selaa sellaaa, duduk sinii !!" teriak cewe cewe yang duduk di bangku baris ke dua sambil menunjuk kursi kosong di ujung barusan tersebut, nampaknya mereka sudah saling mengenal

"ohhh iyaa, aku duduk di sana yah Mos, nanti kita ngobrol ngobrol lagi, sesama planet bekasi haha" canda sella sambil beranjak ke bangku tersebut

"ok Sel .." jawabku dengan sadar bahwa hal tersebut gak akan terjadi. Apalagi setelah melihat mereka sangat jauh dengan gaya ku. Gaulll abis, handphone blackberry, full make up, buku setumpuk, lengkap dengan segelas cappucino starbucks. Sudahlah pikirku

Aku pun berjalan dengan pelan ke belakang, berharap ada bangku kosong di belakang, pastinya sih ada, karena nampaknya orang orang di sini sangat antusias menempati bangku bangku di depan.

akhirnya ada yang kosong, lima belas baris dari belakang
pas tepat di pojok

"maap, permisi" aku masuk ke pojokan
"disini gak ada orang kan yah" tanya ku kepada orang yang duduk di samping bangku kosong itu

"gak ada, duduk aja" jawabnya

"oke makasih"

aku pun duduk, bersiap siap mengambil catatan dan alat tulis, maklum hari pertama biasanya masih lengkap alat tulis, besok juga minjem

Aku kembali menatap Sella yang duduk di depan
Berharap dia menatap balik


profile-picture
profile-picture
profile-picture
alviandromeda dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Happy reading gan, sekedar pengalaman sewaktu kuliah, semoga menghibur emoticon-Smilie
numpang baca disini gan..yg semangat update nya..biar ane ada bacaan..hehehe
Part 2

Friends for Life


"Teet .... Teeett ... Tettt !!"

Suara alarm handphone membangunkanku pagi hari ini. ku lihat jam, masih jam 06.00. Sisa sisa alarm jam 06.10, 06.20, 06.30, 06.40 langsung aku nonaktifkan, karena kebiassan sejak dahulu ada perasaan insecure jika hanya menyetel satu alarm saja.

Mata terbuka, badan membeku, sulit bergerak, rematik dadakan, kambuh setiap pagi hari, hilang saat hari libur. Termenung menatap langit langit kamar, mengambil hape dan mengecek media sosial, facebook dan SMS. Tidak ada update berarti, hanya upload foto makanan untuk sarapan buatan mama. Facebook sedang sepi, mungkin karena semua orang menggunakan BBM, hanya aku saja nampaknya yang menggunakan android.

Ku lihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.30

"waduh !! waduh !! waduh !! telat lagi nih"

Langsung ngibrit ke kamar mandi. Sabun, Shampo, Cuci muka satu putaran, langsung bilas tiga gayung. Celana kain, baju kotak kotak, sepatu nike putih langsung di pakai

"Bang Iwan, aku pergi dulu yah, kamar gak aku kunci" teriak aku mengingatkan penjaga sekaligus tukang bersih bersih rumah

"Iya mos, nanti aku taro bawah keset kalau sudah selesai bersihin kamar" jawab bang Iwan.

Tanpa sempat menjawab aku sudah pergi meninggalkan rumah.
Sampai di kampus pukul 07.55, Kelas anatomi pertama dimulai pukul 08.00

"duh, mampus hampir telat, udah masuk belum dosennya yah" gumamku dalam hati

Ku intip dari kaca pintu teranya dosennya belum ada, langsung ngibrit masuk. Seperti kemarin kelas sudah penuh, dan tersisa kursi di belakang, persisi di posisi kemarin.

"Oi bro, tumben gak telat" tiba tiba orang di samping bangku kosong tersebut menyapaku

"haha, iya nih, alaramnya lupa ku silent" jawabku ramah

"sini, duduk sini aja" orang itu menunjuk ke kursi kosong di sampingnya

Aku pun beranjak ke kursi tersebut, ternyata formasinya masih sama, kami bertiga dibelakang. Aku di pojok di samping orang tersebut. Gendut, agak hitam, kacamata. Kelihatannya sih asik orangnya.

"Kenalin aku Andrio" sambil menjulurkan tangannya ke arahku

"Oh iya, aku Ramos" sambil menjabat tangan dio

"Kalau kawan ini namanya Andre" sambil menepuk punggung tangan orang di sebelahnya

"Tengok dulu sini kau Dre, asik baca buku aja bah" canda Dio ke Andre

"iya iya, halo, aku Andre" sapa Andre ke arahku sambil melambaikan tangannya

"salam kenal Dre, gw Ramos" aku membalas sambil tersenyum

"Slamat pagi semua, kenalkan saya dokter Rudi Harahap yang akan mengajarkan anatomi pada pagi hari ini, pertama tama saya ucapkan selamat datang di fakultas kedokteran universitas ini, menjadi dokter bukan hal yang mudah, tapi akan menjadi perjalanan yang menyenangkan, tentunya semua dimulai dari dasarnya yah"

Tibat tiba suara dosen kami terdengar keras sampai ke belakang kelas. Selama 45 menit kuliah mengenai anatomi, 20 menit perkenalan, 10 menit mencari presentasinya di flash disk, 15 menit kuliah, yang aku juga tidak terlalu mengerti.

"Yok kantin Mos, sama si Andre ni" suara Dio memecah lamunanku saat melihat lihat buku anatomi

"Kan masih ada kuliah abis ini"

"Lah masih 2 jam lagi itu, dosennya telat katanya, udah daripada kau membatu disini"

"hah iya toh, okee yok yok" jawab ku sambil beranjak dari kursi, sambil tersenyum kecil melihat Dio menarik paksa Andre yang sedang asik membolak balik atlas anatominya

Kantin kami teletak di belakang bangunan kampus. Kampus kami berbentuk kotak di tengahnya terdapat pohon beringin rindang, dan kantin terletak di belakang gedung timur kampus kami. Tempatnya kecil, terbuka, dan sesak.

"Kak, soto ayam satu, mandi satu" seru Dio kepada kakak kantin serentak saat kami baru sampai.

"Duduk dulu yo, semangat kali kau, udah di sana aja di belakang, rame kali sini, malas aku" bisik Andre

"Akh, udah lapar aku hahaha, yok lah di sana aja"

Kami pun beranjak ke belakang

'mandi, apaan yah ?' pikir ku sambil berjalan

"Mandi tuh teh manis dingin Mos" tiba tiba Andre menepuk punggungku dari belakang

"Hah iya toh, baru tau aku, pantesan agak aneh haha"

"Iya, lagian bingung kali mukamu nampakku haha, apa lagi, pasti persoalan mandi" tawa Andre dari belakang

"Jadi mos kalok di Medan ini istilah agak beda memang, mandi tuh manis dingin, pansus fanta susu, pajak tu pasar, kereta tuh motor" sambung Dio sambil mempersiapkan duduk

"Pantes tadi ada orang bilang pergi naik kereta, bingung aku naik kereta api ke kampus ternyata naik motor, hahahaha" tawa aku menyambung Dio

"hahahaha" tawa kami bersamaan

"meja 3 makanan bisa diambil"
"Mos makanan kau bisa diambil tuh"

"oh iya" jawabku

Saat sedang mengambil makanan tiba tiba orang dari sambil mengenggol bahuku, hampir saja soto dan mandi terjatuh. Langsung ku tatap orang yang menyenggolku. Tinggi, berjanggut, rambutnya cepak. Dia hanya diam, tidak ada respon dan menatap balik dengan melotot.

"ehh Ramoss, duh sorii, kesenggol yah, duh gak jatoh kan" tiba tiba Sella muncul dari belakang orang itu

"oh iya Sel, gapapa, gak jatoh kok"

"iyaa maap yah, kenalin ini Tomas, senior kita angkatan 2009" jawab sella

"iya bang, maap, permisi dulu" jawab aku yang sudah mulai panas

"iyaa.. lain kali kalau jalan lihat lihat" jawab Tomas membuang muka dari ku

Aku pun kembali ke meja makan dan lansung membanting nampan ke meja.

"Kenapa Mos, kok agak lama ku tengok tadi" tanya Dio heran

"Tauk, senior, nyenggol gak tau diri, bilang gw yang salah lagi, untung ada Sella, reda emosi jadinya hahahaha"

"hooo dasar kau, liat bening langsung buyar yah" balas Dio

"eh eh, coba kalian lihat itu, akrab kali memang si Sella sama senior mu itu mos, makan beduaan, cekikikan gak jelas lagi" timpal Andre

"haah memang, sudah aku data cewe cewe angkatan kita top list nomor satu emang si Sella, udah pasti diincer senior deh" Dio menambahkan

"duh, otak otak sama aja kita kita ini yah hahahaha, emang nomor dua sama tiganya siapa yo" tanya aku penasaran

"udaaah nanti aku kenalin sama nomor tiga nya, nomor duanya beda kelas sama kita mos"

"eh eh eh lihat nih jadwal kelas kecil dan lab udah keluar, manatu kau bareng sama top three mos hahaha" canda Andre

"mana mana coba liat bb mu dre"

dengan penasaran aku melihat daftar kelas kecil :

Kelas A3

Ramos
Taufik
Dede
Sella
Tia
Fitri
Dina
Thiagu
Hamdi


profile-picture
masbroo15 memberi reputasi
lanjut Dong bagus nih
First Encounter - 1


Hari ini hari pertama kelas kecil. Kegiatan ini disebut tutorial, dimana kami dibagi dalam beberapa kelompok untuk membahas suatu topik penyakit dengan didampingi satu tutor yaitu dokter spesialis. Topiknya berkaitan dengan blok yang sedang kami pelajari semester ini yaitu cardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah. Kami akan dibagikan clue atau kertas yang berisi cerita keluhan pasien dan berusaha menggali lebih dalam dari keluhan tersebut. Dalam satu sesi kelas kecil akan dibagikan tiga sampai empat clue sampai kepada kesimpulan penyakit.

Entah kenapa rasanya serem campur excited hari ini. Serem karena belum ada persiapan sama sekali hari ini. Kemarin malam keasikan main DotA dari jam enam sore hingga dua pagi. Lupa atau sengaja lupa hari ini ada kelas kecil. Excited karena hari ini bisa berkempatan belajar bareng seseorang.

Aku duduk di bangku dekat ruang kelas tutorial sambil membaca baca wikipedia tentang serangan jantung atau penyakit jantung koroner dan gagal jantung atau chronic heart failure, karena dua topik itu menurut ku kemungkinan terbesar untuk keluar ditambah biar gak malu maluin banget nanti di dalam kelas.

'Plak"

"Aduh !!" kepalaku tiba tiba terasa sakit

"Hahaaha, ngapain kau Mos, gaya gayaan baca, udah modal nekad aja masuk" tiba tiba Dio masuk dari pintu samping dan duduk di samping ku

"Biar gak bego bego amet nanti di dalem malu akh" jawab ku sambil mengusap usap kepala

"Alaahh bilang aja biar keliatan keren di depan Sella kan, hahahaha" tawa Dio keras

"Stttt.. adohhh, ributtt, didenger orang orang nanti" jawabku sambil jariku di depan mulu mengisyaratkan untuk diam

"ngomong ngomong si Andre mana Yo ?"

"Ahhh dia udah di dalam kelas itu pasti baca baca textbooknya itu" jawab Dio dengan nada mengejek

"emang kau di kelas mana sih"

"aku di A5 lekku, udah akh aku ke kelas dulu dah mau mulai ini" jawab Dio sambil menepuk bahuku dan beranjak ke kelasnya

Setelah itu aku juga beranjak ke dalam kelas. Di dalam terdapat meja bundar dengan sepuluh kursi dan meja kecil dengan kursi di pojok belakang. Di depan terdapat papan tulis dengan spidol dan penghapus. Sudah ada lima orang, Sella belum datang rupanya, aku pun duduk di ujung agak jauh dari papan tulis.

'klek' suara pintu dibuka

"Wah Ramos, kita bareng yaah, aku duduk di sana yaah" tiba tiba suara Sella memecah keheningan

"Iyaa Sell kebetulan banget yah hahaha" jawabku agak gugup

"Duh aku belum siap lah kayaknya nih, baru baca baca dikit" kata Sella sambil duduk di samping ku

"sama Sel, ya sudalah baru hari pertama juga, anggap aja uji coba" jawab ku sambil tersenyum kecung mengingat aku cuma bermodal bacaan wikipedia

"Nih nih nih, ini kali yang keluar kayanya Mos serangan jantung" kata Sella sambil menunjuk bab di buku yang dia tenteng masuk

Sambil membahas bab tersebut masuk sisa orang dalam kelompok kami yang tentunya belum aku kenal.

"bro aku duduk sini yah" suara salah satu orang tersebut kepadaku

"boleh, monggo, kenalin aku Ramos" jawabku

"akuu Sella" sella nimbrung sambil tersenyum

"aku Taufik, ini Dede, yang item tuh Thiagu sama Hamdi, mereka dari Malaysia haha" jawab Taufik kepadaku

"TEEETTT" bel berbunyi tanda kelas kecil akan dimulai
profile-picture
masbroo15 memberi reputasi
First Encounter - 2


"Selamat siang, saya dokter Tony yang akan memfasilitasi tutorial pada hari ini. Tentunya kalian sudah membaca tentang hal hal apa yang akan kita kerjakan pada hari ini. Untuk memperjelas, nanti saya akan membagikan kasus atau clue dan nanti kita akan bahas bagian per bagian, ini bagi kan ke sebelahnya yah"

Dokter Tony membagikan kertas kepada kami, setelah mendapat kertas tersebut aku langsung membacanya

"ayo kamu coba baca kertasnya" seru dr Tony kepadaku

"Laki laki usia 58 tahun datang dengan keluhan sesak nafas, dialami 2 jam yang lalu saat pasien sedang membersihkan kandang burung di rumahnya, pasien diantar ke rumah sakit oleh keluarganya dalam keadaan sadar. Pasien memiliki riwayat darah tinggi selama 10 tahun rutin meminum amlodipine 5 mg setiap hari"

"Apa yang paling penting menurut kamu pada pasien ini ? Ramos kan yah ?" tanya dokter Tony kepadaku

'mampus'

".. sesak nafas dok ?" jawab ku terbata bata

"Iyaa, kenapa sesak nafas itu ? apa yang bisa menyebabkan ?" balas dokter Tony

"Bisa dari paru paru, bisa dari jantung dok"

"Betul, bagaimana cara membedakannya Ramos ?"

'waduh belum baca'

"hmmm....." jawabku sambil pura pura berfikir membaca kertas

"aahhh.. yang lain ada yang bisa jawab"

Orang di sebelahku langsung mengangkat tangannya, ya tidak lain tidak bukan si Taufik

"Perbedaannya pada paru paru dan jantung secara pemeriksaan fisik pada paru melalui stetoskop kita dapat mendengar perubahan suara nafas dok sedangkan pada jantung kita jarang mendengarkan suara nafas tersebut" jawab Hamdi dengan percaya diri

"iya boleh boleh, ada lagi yang mau menambahkan ?" jawab dokter Tony

Orang di sebelahku yang satu lagi langsung mengangkat tangannya, ya, si Sella

"Kita dapat membedakan dari pemeriksaan penunjangnya juga dok, melalui rekam jantung dan ronsen paru, pada penyakit jantung tentunya akan ada perubahan irama jantung, sedangkan pada ronsen paru kita dapat melihat infeksi atau gagal jantung dok" Sella langsung menyambar pertanyaan dokter Tony

"Betul bagus sekali, tapi kita sebagai dokter tentunya tidak bisa 100% mengandalkan pemeriksaan penunjang, tentunya melalui tanya jawab kita sudah 80% dapat menduga kemana arah penyakit pasien ini, apakah ada yang tahu apa yang dapat kita tanya lebih dalam terhadap pasien ini untuk dapat menegakkan arah diagnosis kita ?" tanya dokter Tony

Lagi lagi, si Taufik, cowo tinggi sebelah ku ini langsung mengangkat tangannya

"Saya setuju dok, untuk membedakan penyakit jantung atau paru terhadap pasien ini kita dapat menanyakan lebih dalam tentang sesak nafasnya dok" jawab Taufik

"maksud kamu tuh opo ? apa yang harus ditanya Taufik ?" balas dokter Tony

"Maksud saya dok, jika penyebabnya dari jantung, ada tanda tanda khas, sesak nafas dapat disertai nyeri dada, biasanya dipicu oleh aktivitas fisik seperti olahraga, terasa di dada sebelah kiri seperti ditimpa dan hilang jika beristirahat" jawab Taufik

"okey, kalau paru bagaimana ?" tanya dokter Tony kembali

"saya dok" tiba tiba Sella memotong pembicaraan dokter Tony

"Jika dari paru kemungkinan terbesar adalah infeksi atau alergi. Kita dapat menanyakan riwayat batuk, demam, dan asthma sebelumnya. Jika memang ada batuk dapat kita gali untuk warna dahak, lama batuk, dan riwayat infeksi paru sebelumnya dok" jawab Sella sambil tersenyum

"Bagus bagus kalau begitu ini soal lanjutannya" lanjut dokter Tony sambil membagikan soal ke dua

"Coba tolong dibaca Thiagu"

"Oke doc, setelah di lakukan anamnesis ulang, sesak nafas disertai nyeri dada terasa seperti ditindih terutama di dada sebelah kiri, keluhan ini tidak pernah dia rasakan sebelumnya, disertai mual muntah dan keringat dingin. Dilakukan pemeriksaan rekam jantung dan foto dada dengan hasil terlampir"

"wah ini serangan jantung dok !" seru Taufik langsung menimpal pembicaraan Thiagu

"kenapa kamu bisa bilang seperti itu ?"

"dari rekam jantungnya sudah terlihat adanya serangan jantung curiga di daerah anterior dok" jawab Taufik dengan sigap

"iya dok saya setuju, dari foto dada juga tidak nampak gambaran infeksi" sambung Sella

Aku hanya bisa terdiam melihat dua orang ini berbicara. Dalam hati ada rasa malu dan menyesal mengapa kemarin malam aku sama sekali tidak membuka buku. Taufik yang ku kira kerjanya main main saja ternyata pintar juga.

"baik kalau begitu jika memang serangan Jantung apa yang harus kita lakukan ?" tanya dokter Tony

'duh ini kebetulan sudah aku baca nih, pas banget di wikipedia' gumamku dalam hati seraya masih ragu untuk mengangkat tangan

"ayoooo siapa yang tau ?" dokter Tony dengan nada mengejek

"sss.. saya dok" aku mengangkat tangan

"iyaa, bagaimana Ramos ?"

"Untuk serangan jantung kita harus memberikan bantuan oksigen dok.. disertai pengencer darah ... dan obat obatan darah tinggi dok, setelah itu dipertimbangkan untuk pemasangan ring dok" jawab ku dengan terbata bata

"nah iya betul itu, kita harus mempertimbangkan percutaneous coronary intervension atau pemasangan ring bagi pasien pasien serangan jantung, yang masang yah tentu dokter spesialis jantung" lanjut dokter Tony

'haah lega'

'kereen' tiba tiba Sella berbisik sambil siku nya menepuk nepuk kecil bahuku

'yah elah Sell gitu doang'

'hahaha' tawa kecil Sella

"Oke untuk hari ini kebetulan hanya dua clue yang ada, nanti saya akan bagikan Topik yang akan kalian cari di rumah, tolong kerjakan di log book kalian, minggu depan kita akan presentasi mengenaik topik ini, saya harap semuanya sudah siap yah" dokter Tony menyambung sambil membagikan kertas topik yang harus kami cari

'dih banyak bangeeeet nih mos' bisik Sella kepadaku

'iya nih, untuk masih minggu depan, masih sempet main haha'

'duhh dasar lu mos, gw ada ide nih'

'apaan Sell ?' tanya ku

'gimana kalau kita kerjain bareng Mos biar cepet selesai ?'

-haaaah ???
sip..
Mantabs gan... Jadi tau ternyata kayak gini kuliah kedokteran... Ane anak Teknik soalnya...
Quote:


Quote:


welcome gan emoticon-shakehand
Dasar Hati -1


ting ting
bunyi handphoneku
notifikasi line dari Sella, membalas pesanku pagi ini

'nanti jadi Sel ?'

"jadi dong"
'-stiker semangat-'

'okeee, di Jco mall Empo yah ?'

'jam 11 yah Mos, aku mau mandi dulu nih hehe emoticon-Stick Out Tongue'

'siap, kalo dah mau jalan kabarin yah sel'
'-stiker hormat-'

Aku langsung bergegas mandi, kali ini besih, tidak seperti biasanya tiga gayung sudah selesai. Sikat gigi bolak balik biar bersih, tidak lupa parfum, dan sisiran sambil berkaca. Rambut belah pinggir, janggut dan kumis dicukur sedikit, kacamata gagang hitam tidak lupa di bersihkan

'mayan ganteng juga gw akh'

Sambil tersenyum kecil mengingat kejadian kemarin. Aku meminta nomor handphone Sella di depan kelas tutorial. Baru kali itu aku berani minta nomor hape cewe, maklum jomblo kronis, pacaran sama game sejak bangku sekolah dasar.

"ting ting"

'mosss, aku dah mau jalan yah'

'wah, cepet sel, oke deh, sampe ketemu di sana yaah'

'jangan lupa bawa bukunya yah :0'

'iyaa selll'
'-stiker jempol-'

Aku segera bergegas, baju kemeja kotak kotak merah, celana jeans biru gelap, sepatu puma hitam, tas, catatan, alat tulis, dan buku fisiologi dan jantung pesanan Sella. Bisa bisanya buku dia hilang padahal baru beli.

"bang iwaaan, aku pergi yaah, kunci di tempat biasa" terak ku sambil keluar dari pintu rumah

Sampai di mall Emporium. Lokasinya lumayan jauh dari rumah, pertengahan antara rumah dan kampus. Aku amati tempat duduk depan Jco, belum ada Sella. Mungkin masih di jalan, aku memutuskan menunggu di dalam.

"Thai tea satu yah mba" sambil memesan minuman sebelum duduk

'aku dah sampe yah Sel, duduk di dalem agak pojok' aku mengirim pesan ke Sella sambil membuka buka buku fisiologi

15 menit berlalu belum ada balasan, es thai tea mulai mencair, hati mulai gundah, mata tertuju ke pada kata kata buku, namun tidak ada yang terbaca

"DARRRR !!!"

'wakkkk!!"

"hahahaha, serius amat bang" Sella tertawa dari belakang sambil mengejutkan ku

"duh, kaget aku Sell" jawab ku sambil merapikan kacamata

"maap yah mosse aku telat, maceet banget tadiiii"

"gapapa loh, aku juga baru sebentar di sini" jawab ku dengan perasaan lega karena datang juga anak ini

"aku pesen minum dulu yah moss"

Aku mengangguk. Sella datang dengan rambut panjang terurai dan dress biru tua selutut. Hobi banget anak ini pake dress terusan pikirku.

"oii moss, mau pesen lagi gaak ?" seru Sella dari depan kasir memecah lamunan ku

-duh ketauan

"enngaak sel udah kok" jawabku sambil pura pura memalingkan muka

Sella datang membawa cappucino dan donat. Dia meletakan tas nya dan duduk dihadapanku

"mmm, udah baca baca donng yah moss bukunya, jelasinn lah ke aku" kata Sella sambil memakan donatnya

"baru baca dikit dikit doang kali sel, buku mu kok bisa hilang sih padahal baru beli hahaha"

"gak tau mos padahal aku taro di meja padahal, apa ketinggalan di kelas yah"

Kami duduk. Berdua. Di tengah keramaian, namun tak ada kebisingan yang yang mengganggu. Pintar, seraya menjelaskan hal hal yang belum kubaca. Terkadang tanggannya merapikan rambutnya yang terurai. Ingin aku menatap matanya namun aku masih belum mampu. Apakah ini cinta atau hanya sekedar kagum ?

"kamu tau gak mos ?"

"apa tuh Sel ?"

"jantung kita ukurannya sebesar kepalan tangan"

Tiba tiba Sella menggenggam tanganku, melipatnya, dan meletakkannya di atas dadaku kemudian tersenyum

"nah, kira kira segitu deh" kata Sella sambil tersenyum
Diubah oleh NiceMilk
Masih anget nih hahaha emoticon-Ngakak
Semangat gan
Quote:


anget anget kuku emoticon-Wink

Quote:


siap ganemoticon-thumbsup
Dasar Hati -2


Aku hanya bisa terdiam terpaku menatap wajahnya. tangannya menggenggam tanganku. Mimpi ? ingin aku menampar wajah ini untuk terbangun, tapi aku sadar ini bukan !

"kring kring"

Tiba tiba hp Sella berbunyi.

'hah mengganggu aja ini'

"bentar yah mos, aku angkat dulu"

"iya sel.."

"iyaa bang, aku udah sampe kok, bener deket dari jalan sana. Baru mau buka buka buku ini, sama temen, palingan 2 jam di sini... Iya, nanti kamu mau jemput ?, gak usah kali kan jauh dari sana ke sini... Bener gapapa nih ? Iya, nanti aku kabarin yah kalau udah mau selesai, byee"

"sori yah mos hehe"

"siapa emang sel ?"

"hee, kepooo, si Tomas hahaha, kayaknya mau jemput aku abis lab ke sini" jawab Sella sambil mematikan handphonenya

"ohh senior kemarin itu yah" jawab ku dengan ogah ogahan

"iyaa yang kau tabrak itu di kantin hahahaha" Sella tertawa terbahak bahak

"padahal aku gak sengaja, melototnya udah sampe mau keluar tu mata" jawabku mengeluh lemas

"hahaha, emang kelihatannya jahat tapi baik kok orangnya"

"yah terserah kamu lah Sel" jawabku sambil membuka buka halaman buku dengan malas

"udahh kita bahas ini aja dari pada bahas si tomas hahaha" Sella masih asik tertawa

"iyaa, kita bahas dari awal aja kali yah, anatomi fisiologinya"

"boleeh, jantung jantung"

"pelajaran SMP nih, ruang jantung ada empat kan yah.." aku memulai membahas topik kami

"dua atrium dua bilikk ngalir ke paru sama seluruh tubuh" Sella memotong perkataanku

"nah bener tuh, lihat nih"
"The heart is located in the chest between the lungs behind the sternum and above the diaphragm. It is surrounded by the pericardium. Its size is about that of a fist, and its weight is about 250-300 g. Its center is located about 1.5 cm to the left of the midsagittal plane" sambil aku menunjuk buku jantung yang ku bawa

"iyaa letaknya di dasar rongga paru di atas diafragma yah"

"wih jago juga bahasa inggrisnya yah hahaha, kebanyakan orang bilang heart itu hati, padahal kan jantung" aku nimbrung tertawa

"iyaa laaah, belajar dari kecil hahaha" Sella ikut tertawa

"kalau ini kamu udah baca belum Sel ?" aku menunjuk ke bagian sistem konduksi jantung

"udah dikit dikit, masih belum paham banget sih, dimulai dari nodus SA kan yah ?"

"iya jadi dari atrium kanan ada nodus SA sebagai pencetus aktivitas listrik jantung kemudian akan ke ventrikel melalui AV node dan menyebar melalui berkas berkas purkinje, nanti bisa dilihat perjalanannya lewat EKG juga Sell"

"wahh gitu yaah"

Tak terasa sudah 2 jam kami membahas seluruh topik yang sudah diberikan kemarin. Semua topik kami tuliskan di dalam buku tebal yang disebut sebagai log book. Buku itu akan dikumpulkan nanti saat tutorial berikutnya setelah selesai membahas semua topik.

"haaah, selesai juga" kata Sella sambil tangannya ke atas meregangkan punggung.

"iya udah jam 6 nih gak kerasa" kataku sambil melihat jam di hanphone

"haah, udah jam 6, mampus mampus lupa ngabarin si Tomas" Sella panik sambil mengetik di handphonenya

"hayoo looh, nanti gak dijemput hahaha"

"ihh, bukan masalah dijemputnya, nanti dia marah lagi duh" kata Sella masih berkutat dengan handphonenya

Aku melihat Sella buru buru mengetik di handphonenya. Wajahnya kelihatan cemas. Tingkahnya berlawanan dengan ucapannya. Tomas baik. Tomas mau jemput. Lupa ngabarin aja sudah cemas. Sebenarnya siapa sih si Tomas itu?

"udah Sell ?" tanya ku

"huhh udah, langsung di bales, katanya ke sini 20 menit lagi, marah gak yah" jawab Sella sambil meletakkan handphone di meja

"gua boleh nannya gak Sel ?"

"apa mos ?"

"si Tomas tuh siapa sih?


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di