alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Usai Meraih Suara Tertinggi Pileg 2019, Politisi PDIP ini Malah Jadi Tersangka KPK
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ce1ca2eeaab251a4159affe/usai-meraih-suara-tertinggi-pileg-2019-politisi-pdip-ini-malah-jadi-tersangka-kpk

Usai Meraih Suara Tertinggi Pileg 2019, Politisi PDIP ini Malah Jadi Tersangka KPK

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Penetapan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga saat ini masih viral dan menjadi pembahasan di kalangan masyarakat Tulungagung.

Supriyono ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengesahan anggaran dan sejumlah proyek di Kabupaten Tulungagung, oleh KPK pada Senin (13/5/2019) malam.

Ketua DPC PDIP Tulungagung tersebut diduga menerima uang dari hasil tindak pidana korupsi sebesar Rp 4,88 miliar.

Menariknya, sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Supriyono maju lagi sebagai Caleg DPRD Tulungagung periode 2019-2024, pada Pemilu 2019.

Hasil Pileg 2019 berdasarkan rekapitulasi suara tingkat kabupaten yang dilakukan KPU Tulungagung menunjukkan, bahwa Supriyono berhasil mendapatkan suara terbanyak dibandingkan caleg lainnya.

"Di maju dari Dapil 1 (Kota, Ngantru, Kedungwaru) dan mendapatkan suara paling banyak," terang Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Bondan Djumani, Selasa (14/5/2019).

Berdasarkan data dalam SK Penetapan Rekapitulasi KPU Tulungagung, Supriyono, si Ketua DPRD Tulungagung yang juga Ketua DPC PDIP Tulungagung ini mendapatkan sebanyak 10.192 suara.

Sementara suara di bawahnya, Binti Luklukah sesama Caleg PDI Perjungan mendapatkan 7.527 suara.

Perolehan suara pribadi Supriyono bahkan mengalahkan perolehan suara sejumlah partai di Dapil 1 yang juga mendapatkan kursi.

http://m.tribunnews.com/regional/201...-tersangka-kpk

Yg milih gimana ya
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Alhamdulillah, sikat terus KPK jangan tebang pilih
Masih sempat nyaleg emoticon-Hammer2
karungin dah sampah-sampah politik macem ini
profile-picture
manbrotheking memberi reputasi
Wkwkkw mampus, modal keluar banyak buat nyaleg, dibahagiain dulu pake iming iming dapet suara terbanyak, langsung dijatuhin pake rompi kuning, mampuuss.
Lahaha kocak
Partai juara emoticon-Hansip
sokor mampus

makan tuh duit haram
Alhamdulillah kena tangkap KPK.
jarene kpk dilemahkan, orang kitak kitak? emoticon-Big Grin

Iki wis bar pileg jik butuh pencitraan?? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin





Kosek kabeh emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
pastinya dia uda ngucuran dana ke bawah, makanya dapet banyak
Quote:




Nunggu ada ngeles ala kampret emoticon-Hammer2
Quote:


Usai Meraih Suara Tertinggi Pileg 2019, Politisi PDIP ini Malah Jadi Tersangka KPK
hahahahaahahhaha

mau lu pada ngomong apapun.

PDIP di jateng ga tergoyahkan. Dan PDIP adalah pilihan partai paling masuk akal bagi kaum non-muslim sebagai akibat politik agamis pilkada DKI dulu. Jadi, ya ini namanya siklus.

Tunggu belasan tahun lagi sampai efek Megawati luntur dengan golongan tua mulai habis. Kalau Mbak Puan, saya ragu tapi bilamana Jokowi naik saya optimis.
Diubah oleh floriantito
Quote:


Ente yang mana yus? emoticon-Big Grin
siap masuk bui ferguso....emoticon-Najis
Balasan post ntapzzz
banteng nya emoticon-Leh Uga
Quote:


Jangan malu-malu emoticon-Mad

Ngaku aja ente yang baju kuning emoticon-Big Grin
Bagus, drpd ketahuan setelah dilantik
Gak urus mo 01 maupun 02, maling lgs kandangin, no mercy


emoticon-Ngacir emoticon-Traveller
Balasan post ntapzzz
bancyat emoticon-Big Grin
padahal tadi gw udah kepikiran mau ngepost kayak gitu utk ente emoticon-Ngakak
Quote:


Wogh bener yakemoticon-Kagets

Sedih sekali ente yus emoticon-Frown

Padahal ane kira ente yang pake keranjang sampah di kepala emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di