alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Inilah Jalan Spiritualku...
5 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bb22792c1d770f74c8b4578/inilah-jalan-spiritualku

Inilah Jalan Spiritualku...

Tampilkan isi Thread
Halaman 9 dari 10

Date With Mitha

Hari itu kembali ke kampus karena liburan sudah berakhir,

“Gun….” sapa seorang wanita,

“Eh sri, kamu udah sampe? Pagi aja ya” kataku,

“Kebelakang dulu yuk” kata sri,

“Kontrakan belakang, ayo lah, aku juga mao kesono” kataku,

Kami pun pergi kekontrakan belakang tempat rachman dan yat tinggal, tangan sri tanpa diperintah langsung menggandeng lenganku bagaikan sepasang kekasih yang masuk menghadiri suatu pesta tapi sayangnya tidak, hehehe, kami semua hanya teman tapi kalo butuh pasangan buat kondangan ya kami koordinasi pasti hahha.

Hanya sebentar saja sudah sampai dikontrakan yat, dan disana ternyata sudah ada panji,

“Lah lu ud dateng aja ji?” kataku,

“Iya donk” jawabnya,

“Panji ma nginep gun smalem” kata rachman,

“Oooo” jawabku singkat.

Tring… suara pesan masuk dari handphone ku, kulihat tertera nama mitha,

“Gun.. Ntar mlm krmh ya” itu yg tertulis disms,

“Oke” jawabku singkat,

Dan kuliah pun berjalan seperti biasanya hari itu, setelah selesai seperti biasa kami kumpul di kosan berbentuk kontrakan sebelum akhirnya kami pulang kehabitat masing-masing.

Pukul 7 (jangan Pukul ane 7x ya gan) aku meluncur kerumah mitha, mitha ini seorang gadis (secara umur,entah secara yg lain hehe) yang sebenernya adalah teman SMA ku, last corner telah ku lewati dan sampai juga dirumahnya dibilangan jaktim,

“Assalammualaikuum…” kataku didepan rumahnya,

“Waalaikumsalaam…” jawabnya yang muncul dari balik pintu,

“Yuk jalan langsung ada yang mau aku omongin” kata mitha,

“Okelah…” jawabku singkat,

Akhirnya kami jalan dan menuju satu kawasan taman hiburan di wilayah tersebut,

Aku cari tempat yang pencahayaannya kurang, kebetulan disitu ada bangku taman, kami duduk berdua menikmati udara malam yang mungkin bagi orang damai, tapi bagiku penuh dengan aura dan energi negatif yang lalu lalang,

“Gun, aku dah denger dari temen kamu subur (samaran), kalo kamu suka ma aku dari SMA kan?” katanya membuat aku kaget dan terdiam,

“Bener ga? Dari kapan?” tanya mitha seperti menginterogasi,

“Hmm perlu tau kah? Apa gunanya saat ini? Dulu aku memang suka tapi begitu aku liat kamu lebih deket dan sangat deket sama ken (samaran) aku putuskan mundur teratur dan membuka untuk yang lain, dan pada akhirnya aku berhasil dan jadian dengan dwi” jelasku,

“Maafin aku ya, aku ga tau ternyata kamu punya perasaan beda untukku, mau ga kamu hadirkan lagi perasaan itu dan berikan padaku sekarang? Karena aku juga sebenernya suka sama kamu tapi aku dulu terlalu bodoh dan hanya fokus pada belajar dan belajar sehingga aku menganggap kamu sama seperti yang lain hanya teman dekat” katanya,

“Aku ga tau mit, masih bisa kah aku hadirkan rasa itu lagi” kataku sambil menengadahkan kepala keatas melihat lukisan langit malam itu,

“Gun…. Trust me… i I love you…” kata mita sambil menarik wajahku berhadapan sangat dekat dan dia mendaratkan bibir merah nan hangat itu kebibirku, (so sweet banget ga si.. Kalo kurang sweet minum mpo nyari sweet)

Aku tertegun karena itu, tak disangka mita yang terkenal dengan identitasnya yang fanatik agama ternyata dia dengan inisiatif nya malah menciumku, yah luar dan dalam memang berbeda,

“Gimana gun, mau ya memberikan perasaan itu lagi padaku?” tanya mitha,

“Perlu aku jawab dengan kata atau…..” kataku langsung ku kecup bibir merahnya lagi sebagai jawaban iya dari ku, tapi tak terduga iblis masih bisa mempengaruhiku, ciuman itu membuat instingku bekerja sehingga tangan ini mulai bergerak, namun tiba tiba, handphone ku berbunyi, kulihat nama guruku yang tertera, namun saat aku angkat telpn itu mati, aku pun tersadar dan tidak meneruskan lagi, akhirnya kami hanya ngobrol saja malam itu.


Pukul 10 malem aku sudah sampai dirumah mitha, tak lama aku disana lalu aku pamit, saat dalam perjalanan pulang, aku merasa ada yang mengikutiku, kulihat dari spion motor sport 2 tak pabrikan ymh ku ada motor bebek yang coba mengejar, sejak aku berlatih kepekaan kini instingku juga makin peka, dan aku dapat merasa mana hawa orang yang berniat buruk mana yang tidak, aku pacu motor sport ku dengan kecepatan tinggi karena memang jalan disitu sepi dan rawan tapi aku tau ada sebuah gang tepat dibelokan jalan yang kalo tidak pelan pelan tidak akan keliatan karena gangnya juga disisinya ada pohon besar yang sampai ke jalan cabang dan daunnya, disaat belokan aku matikan mesin motorku seketika dan sambil tetap menekan kopling lalu aku belok patah ke gang dan bersembunyi dibalik pohon besar disisi gang, dan benar aku melihaf pengejarku melewati gang itu dengab cepat, setelah itu aku langsung nyalakan mesin motor lagi, dan aku jalan masuk kegang itu yang setelah kutelusuri tembus ke deket rumah temanku, aku putuskan mampir kerumahnya, setelah sebelumnya aku telpn dia saat sudah deket.

“Gun… lu gapapa kan?” kata rani (samaran).

Yup temanku itu wanita yang lumayan manis berkacamata, yang setelah ku amat amati ternyata ada keunikan sendiri dengan wanita berkacamata dengan wajah manis nan ayu itu, kalo istilahnya tampak lebih hot gitu,

“Iye gua gapapa, untung lu masih belom tidur, ran” kataku,

“Gua baru sampe tadi abis jalan ma cowo gua, dah ayo masuk kebetulan gua lagi sendirian nih jadi ada temen” jawabnya,

“Hmmm, ntar dulu, lu sendirian ini malem minggu cowo lu tadi kesini, dan gua liat rambut lu masih aga kusut seperti baju lu, hmmm, jangan jangan jangan nih” selidikku,

“Hahaha, iya deh pak detektif saya ga bisa memang beralibi didepan anda, trus kalo mang seperti analisis anda bagaimana? Pengen ya pak detektif ini hahaha..” katanya,

“Dosa dosa itu sungguh berdosa” kataku sambil menirukan karakter biksu tong dalam serial kera sakti di era akhir 90an.

“Udah lu pulang besok aja ye, mang daerah sini lagi rawan ya itung itung nemenin gua lah ya ya ya…” kata rani,

“Tapi gua ngeri kesucian gua nanti lu renggut lagi, ngeri ah” jawabku asal,

“Ye… itu mah mao lu, udah lu disini aja besok pagi pulang” tegasnya,

Akhirnya malam itu aku benar benar tidur dirumah rani,...



Stop segini dulu ya…

See you next part….

Spoiler for Home:
profile-picture
bucuhilma02139 memberi reputasi
Diubah oleh jengkolcabe
wuih dapet banyak nih agan 😁😁

Semalam Dirumah Rani

Akhirnya malam itu aku harus tidur dirumah Rani, namun malam itu aku tidak bisa tidur dan aku coba buka jendela untuk dapat udara segar, udara malam yang sejuk kurasakan, angin semilir membelai kepala wajah dan leherku, saat aku memandang keluar aku melihat sekelebatan lewat diujung sana,


“Hmmm,,, orang apa medi ya itu?” batinku,

“Itu demit bos…” kata suara yang aku kenal yaitu zang yang muncul tiba tiba,

“Oo… bodo ah yang penting menikmati malam” bathinku lagi,


Entah sejak kapan aku sudah lancar komunukasi dua arah dengan zang selayaknya dengan orang orang lainnya, aku kembali larut menikmati malam dan memandang kelangit,


“Ampuuuuuuuunn….” terdengar teriakan yang tidak lain suara Rani,


Aku langsung bergegas kekamarnya untuk ngeliat keadaannya,


“Ran… kenapa lu ran…” teriakku sambil mengetuk pintu kamarnya, beruntung aku coba putar handlenya ternyara tidak dikunci kamarnya, aku lihat Rani sudah terduduk bersandar sambil ketakutan melipat kakinya kedepan dada lalu menunduk, aku dekati dia,


“Ran… lu kenapa?” tanyaku sambil mendekat,


Rani melihat kearahku langsung memelukku,


“Gun, gua takut… itu ada setan item gede tadi.” katanya sambil memeluk penuh ketakutan,


“Ga ada Ran, udah ga ada,” kataku menenangkan sambil mataku melirik kearah zang yang ada dikanan deket tembok, seakan mengetahui apa yang aku pikirkan yaitu menyelidiki keadaan,


“Siap bos, laksanakan…” jawab zang sambil berlalu pergi,


“Lu temenin gua disini dulu ya gun, gua takut” kata Rani,

“Oke…” jawabku singkat,


Lalu Rani kembali rebah dan aku berdiri didekat jendela kamarnya sambil melihat keluar,


“Perlu dibereskan kah tuan?” kata suara yang terdengar dari sebelah kiri, aku melirik kekiri,

“Aku rang siap menerima perintah” lanjutnya,

“Bantu zang mencari makhluk itu dan bereskan dia, biar tidak mengganggu lagi,” kataku dalam hati, dan rang pun berlalu pergi.


Tapi aku yang sebenernya penasaran juga tidak bisa menunggu, aku lihat Rani sepertinya sudah terlelap, aku ambil tempat untuk duduk santai dengan bersandar didekat pintu kamar Rani untuk kemungkinan Rani terjaga jadi bisa langsung melihat kearah aku supaya dia tenang, aku duduk dan bersandar lalu Aku membaca Amalan agar bisa astral projection(AP), untuk kali ini sangat cepat sekali aku sudah melakukan AP.


Badan Astral(BA)ku langsung keluar mencari keberadaan zang dan rang, ternyata mereka ada di belakang rumah, aku lihat seperti sedang berkelahi, aku langsung mendekat secepat mungkin,


“Bagaimana zang… rang…” kataku,

“Bos, tenang aja serahkan pada rang aja dia juga mampu kita nonton aja hehe” kata zang,

“Betul tuan serahkan padaku saja kalo cuma makhluk seperti dia aku pun juga seharusnya tidak turun tangan langsung” kata rang,

“Hahaha ooo jadi ini majikan kalian, dasar makhluk rendah mau maunya diperbudak manusia ini hahaha” kata makhluk itu,

“Ini yang namanya maling teriak maling nih bos” kata zang,

“Hehe, mari kita buktikan siapa yang rendahan, majulah kau makhluk laknat” seru rang,

“Mampuslah kalian…” kata makhluk tinggi besar itu yang biasa disebut generuwo, dan menyerang dengan ilmunya yang seperti api, tapi rang bisa mengatasinya.


Aku dan zang melihat pertarungan itu bagaikan saat aku melihat film action fiksi seperti animasi DRAGON BALL atau sejenisnya, pertarungan yang seru tapi sayang cepat berlalu karena sekali rang mengeluarkan jurusnya makhluk itu langsung dimusnahkan tanpa ampun, setelah itu aku kembali ke badan fisikku, aku tersadar dan melihat ke arah Rani yang masih tertidur dengan lelap, tapi aku merasa keningku seperti lembab pada satu titik, entah kenapa, aku langsung rebahan didekar kasur Rani dan tidur.


Paginya aku sudah siap untuk pulang, aku lihat diruang tengah Rani sudah menunggu untuk mengajak aku sarapan,


“Makasih ya gun, udah nemenin tadi malem” katanya,

“Iya sama sama Ran, toh kamu juga udah ngijinin aku nginep juga, so gapapa lah ya” kataku,


Setelah selesai sarapan aku pun pulang kerumah.


Santai sejenak menikmati kopi diteras adalah sesuatu yang nyaman dan nikmat, sambil mendengarkan ocehan burung burung yang bersahutan, anginpun mendukung kenyamanan itu dengan hembusan yang sejuk.


Terdengar suara musik soundtrack Digimon Adventure dihandphone ku, kulihat nama Ryo,


“Oit, ngapa cuy?” kataku saat mengangkat telpn,

“Ngadem sini disawah, mumpung udah ditanemin padi lagi jadi enak dah” kata Ryo,

“Ntar dah lagi nanggung gua ngupinya” jawabku,

“O iya ya ya, ya udah ditunggu” Kata Ryo dan menutup telpn,


Aku kembali menikmati kopi ku dan mendengarkan nyanyian burung burung yang merdu, sebelum aku pergi kerumah Ryo,


“Bu, maen kedepan dulu ya, salamualaikuum” kataku dan langsung pergi tanpa menunggu ibuku keteras dulu,


“Bismillaahirrohmaanirrohiim………  dan seterusnya” aku membaca sebuah amalan, dan berjalan seperti biasa namun didepanku semua bergerak slow motion, dan aku hanya melihat kedepan saja yang sudah terlewati tidak aku lihat lagi karena pantangan liat kebelakang, sampe pinggir kali aku melompat dan berhasil tanpa lewat jembatan pohon kelapa, lalu sesaat kemudian sampai digubuk tempat Ryo menunggu, aku berhenti dan terjadi angin yang aga kencang.


“Tuh minum dulu, minuman extra(dilarang sebut merk) tuh” kata Ryo,

“Mantaf lah…” jawabku,


Dan kami pun ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati sawah yang hijau dan angin sejuk dan semilir, hingga sore hari lalu aku pulang dengan menggunakan hal yang sama.



Bersambung….

Spoiler for Home:


________________________________
Part selanjutnya adalah sisipan dari cerita temen dan sahabat, ditunggu ya….
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cindurmato dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jengkolcabe
seru bro.. lanjutkan lg
udah di lanjut lagi ternyata. sah ketinggalan aja nih. emoticon-Big Grin
Untuk cerita sisipan hanya sedikit2 aja ya, dan cuma beberapa orang dan beberapa momen aja, sebab kalo kebanyakan nanti malah bakal menggilas cerita dari Gun lagi hehehe... okay
Diubah oleh jengkolcabe

Mereka Bercerita 1 (Eci)

Namaku Eci teman SMP Gun.


Pagi itu aku melihat gun seperti tidak bersemangat, selama jam pelajaran aku melihat dia tidak semangat seperti biasa,

“Gun kenapa ya ko aneh” kataku,
“Cieee… ada yang perhatian kayanya” kata Ria temen sekelas sekaligus sobat ku sejak SD,

“Apaan si lo, ga kali cuma aneh aja, masa lo ga ngeliat noh..” kataku,

“Iya juga si, biasanya doi selalu semangat ye.. Yah entahlah coba aja ntar lo tanya ma sohibnya pas istirahat,” kata Ria,

Suara bel istirahat pun terdengar, aku melihat sepertinya Ryo mau keluar, aku pun mendekati Ryo,

“Yo, tunggu…” panggilku,
“Eh ngapa ci? Mo nemenin gua kekantin ya?” kata Ryo,
“Yee.. Pede banget lo, kaga gue mo tanya sohib lo ngapa tuh ko hari ini beda banget” kataku,
“Ooo kaga sempet nyarap ma lupa bawa uang dia, jadi gitu dah..” jelas Ryo,
“Oo gitu” jawabku singkat,
“Weit ntar dulu, lu ngapa perhatian gitu, wah lu demen ma Gun ya, hati hati lho bisa dimakan lu ma dia hiiii hahahha, gua duluan ya…” kata Ryo sambil berlalu dari hadapanku,

Aku kembali ketempat dudukku karena aku ingat tadi dibawakan bekal roti sama mamaku tapi belum dimakan, karena aku lagi pengen bakso dikantin,

“Woi… tidur lagi… makan tuh kayanya lo kelaperan…” kataku,
"Ah elu ci... ganggu aja.." jawab Ryo
"Tuh makan bekel gue, cuma roti si, gue mau makan dikantin soalnya." kotaku
"iye.... makasih.." jawabnya dengan malas.

Setelah itu aku langsung kekantin menyusul Ria untuk makan bakso,

“Gimana ci…” kata Ria,
“Gapapa kelaparan doi ga bawa duit juga” jawabku,
“Ooo gitu, ya udah makan sono lo..” kata Ria,

Kami pun makan bersama, setelah itu kami kembali masuk kelas, aku lihat Gun masih ditempat duduknya, lalu dia melihat kearahku,

“Nih tempat makannya, makasih ya” katanya,
“Iye, makanya bangun pagian biar bisa nyarap” kataku,
“Hehehe iya bos…” jawabnya singkat lalu kembali ketempat duduknya.

Pulang sekolah aku menemui Gun, untuk membicarakan tugas kelompok, kebetulan kami satu kelompok bersama Ryo dan Ria juga,

“Gun, lo lupa apa pura pura lupa ya, kan sekarang jadwalnya kita tugas kelompok” kataku,
“Eh iya ya, hehee lupa gua, ya udah ayo dimana?” katanya,
“Dirumah gue aja yuk,” kataku,
“Okelah berangkat” kata Ryo,

Akhirnya kami pergi kerumahku untuk mengerjakan tugas kelompok, kebetulan aku dijemput papaku dengan mobil.


Time Skip>>>>>>>>>


Aku dan Gun selalu satu kelas hingga kami SMA juga, dan hari itu kamis aku ketemu dengan Gun dikantin, kami makan bersama disatu meja, kami ngobrol sambil makan lalu kembali kekelas dan mengikuti pelajaran yang membosankan.

"Gun.. nanti malem lo dateng ga?" tanyaku saat pulang sekolah,

Malam ini ada acara anak anak rohis yang rutin dilakukan tiap malam jumat disekolah,

"Oh insaALLAH dateng ci.." katanya
"Jemput gue donk.. " kataku,
"Lah lu kan biasa dianter bokap lu pake mobil." jawabnya,
"Bokap pulang malem katanya ada rapat" sambungku,
"Ooo... ya udah.. gua jemput, tapi beliin bensin ya.." katanya,
"Beres bensin ma, gue beliin dua duanya buat motor ma yang bawa." jawabku,
"Okelah deal.. eh tapi rumah lu sbelah mana ya gua lupa.." lanjutnya,
"Yeee elo ma masa lupa rumah gue sebelah mana.." jawabku,
"Sumpah ci gua lupa.." jawabnya,
"Ya udah entar gue smsin patokannya" jawabku,

Setelah matahari tenggelam aku sudah siap tinggal sms dan menunggu jemputan datang, aku keluar dan duduk diteras, belum lama aku duduk Gun datang menjemput, aku melihatnya langsung bergegas pamit sama mamaku dengan berteriak dan lalu berjalan ke luar ke arah Gun,

“Ayo berangkat.. “ kataku,
“Nyo ah…” jawabnya singkat,

Acara mulai dengan pengajian lalu ngobrol ngobrol dan menjelang tengah malam saatnya acara uji nyali dan muhasabah dengan cara tidur ditempat yang disediakan yaitu sebuah lubang yang tidak terlalu dalam hanya beberapa puluh senti aja namun ditempat yang gelap dan nanti ada rekan yang akan bertanya sebagaimana pertanyaan malaikat dialam kubur.

Aku yang sejak tadi ingin ke toilet masih menahan diri karena jujur aku takut ketoilet sekolah malam malam sendirian, beruntungnya aku, aku melihat Gun beranjak menuju kearah koridor sekolah,

“Gun.. Tunggu… gue ikut donk, sekalian temenin gue ketoilet ya..” kataku,
“Ayo sini…” jawabnya singkat,

Aku pun jalan berdampingan dengan Gun diantara lorong remang sekolah yang sangat membuat bulu kuduk merinding, dan jujur sejak kecil aku terkadang suka melihat makhluk makhluk aneh dan menyeramkan,

“Serem Gun… iseng…” kataku pelan,

Tapi Gun seperti tak menanggapi dan cuek saja, namun tiba tiba Gun berhenti dan terdiam sesaat, seperti yang kutakuti aku melihat ada makhluk hitam terduduk disana, aku lihat kearah Gun sepertinya dia juga melihatnya jadi aku coba menanyakan padanya,

"kenapa gun..?" tanyaku
"Engga ci itu ada memedi tadi.." jawabnya, yang membuat aku merinding makin jadi,
"Haah jadi tadi itu beneran gun,, lo liat juga..?" kataku
"Ooo iya ci.. udah gua duga lu bisa ngliat ci.." jawabnya,

Mendengar kata kata Gun itu aku jadi tertunduk diam, lalu kami lanjutkan perjalanan ke toilet, lagi lagi Gun berhenti,

“Ada lagi gun?” tanyaku, dan Gun menunjuk kearah atas yaitu lantai 2 gedung lama, aku pun melihat keatas dan ada sosok yang melihat kearah kami dan aku merasa ada sesuatu yang aneh, dunia seperti berputar, dan aku melihat gambaran gambaran mengerikan seperti ada 6 atau 7 orang mengalami musibah, tapi aku tidak berani melihatnya lagi setelah kejadian jenazah dimandikan dan dikafani, aku tidaj kuat dan menangis sejadinya,

“Ci, udah ci, sekarang kita doain mereka aja ya biar kematiannya sempurna” kata Ryo menenangkanku,

Aku hanya bisa mengangguk saja sambil tetap menangis.

Sungguh kejadian yang sangat memilukan, dan membuat siapapun pasti akan sangat merinding dan pasti merasa sangat sedih dan pilu.

Spoiler for Home:
profile-picture
bucuhilma02139 memberi reputasi
Diubah oleh jengkolcabe
ada sudut pandang dari tokoh lain juga. emoticon-Sundul
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Menarik banget ceritanya..boleh dong bang ikut latihan..
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Jejak
nitip sendal dulu. mau lanjutin thread sebelah emoticon-Malu
Nyimak... emoticon-Salaman
Diubah oleh nyonyo2
tipdal
Titip sendal dulu gan, mau baca dari awal. emoticon-army:
aye gelar tenda darurat dolo gan
camping dolo gann
mantaaaapppp... semua ada waktunya
Halaman 9 dari 10


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di