alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cinta Ini Begitu Menyakitkan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd4f6a6af7e932e9d720963/cinta-ini-begitu-menyakitkan

Cinta Ini Begitu Menyakitkan

Cinta Ini Begitu Menyakitkan



#bbb_kenangan

Karya delia

Jumat termanis di trotoar jalan


Rintik hujan turun dari langit, kulihat ada banyak sekali orang-orang membatalkan keinginannya untuk menerobos koloni basah, yang sedang gemar bermain, menguasai keadaan tubuh bumi, bagian Timur. Tumpahan air semakin banyak dan melebar, hingga curahnya sampai menuju hatiku. Maka kubiarkan tenggelam untuk kali ini saja.

Sedangkan pada bahu jalan, nampak segerombolan anak-anak, berlarian ke sana kemari, mereka terlihat begitu bahagia. Sambil mencari receh dengan ojek payung kepada orang-orang di sekelilingnya. Tiba-tiba saja ada seorang ibu datang memanggil Nayla.

"Nayla, Nayla ... Nayla."

Yang di panggil hanya diam mematung dekat taman, samping rumah, sambil menitikkan air matanya.

"Nayla sedang tidak bisa disadarkan. Ada apa, Bu?" Sambil mengajak ibu Narsih masuk ke dalam rumah, agar terhindar dari hujan.

"Siti, anak Nayla sedang kritis di rumah sakit, bisakah kau ajak dia ke sana untuk melihat keadaannya?"

Menatap ke arah Nayla, kemudian dengan sedikit keraguan menyanggupinya.

Setelah Bu Narsih pamit pulang, kucoba mendekati Nayla dan berbicara secara perlahan-lahan. Dengan batas kemaksimalan selama kurang lebih dua jam, barulah pada akhirnya Nayla mengerti dan bisa kuajak serta.

Tubuh anak itu begitu lemah dan dingin. Nayla menyentuh kedua belah pipi anaknya yang begitu tirus. Semoga Nayla bisa tersadar untuk kali ini. Tiba-tiba air mata menetes dari pelupuk matanya, kemudian berkata, "ayah sudah pergi, ibu juga, hanya tinggal kita. Bangunlah! Aku tidak bisa menerima kehilangan lagi."

Ajaib sekali, perlahan-lahan napas anaknya kembali normal. Sejam kemudian siuman. Dan aku bahagia Nayla bisa menemukan dunia yang sebenarnya.

"Kak, ayo kita pulang! Aditya sudah membaik."

Aku hanya menghela napas. Kupikir Nayla sadar dalam dunia nyata. Tetapi dia ternyata masih dalam dunia hayalannya.

"Kapan dia akan sembuh? Anak itu butuh ibunya."

"Entahlah, Bu. Semoga selekasnya."

Saat hendak berjalan pulang, tiba-tiba Nayla berteriak histeris. Aku tidak sanggup menenangkan dia, sampai akhirnya seorang Dr segera menanggani.

Quote:


Selama seminggu Nayla di rawat dan semakin membaik. Begitu juga anaknya. Mereka pulang dari rumah sakit bersamaan. Sepanjang jalan menuju rumah, anak dan ibu menyanyi dan terus saja bersenandung sampai pada akhirnya Nayla melihat Ardi dari jendela mobil.

"Nak, itu ayahmu!"

Nayla keluar dari mobil dan menghampiri Ardi.

"Sayangggg ...."

Brakkk!

"Naylaaa ...."

Anaknya shok begitu juga Ardi.

"Mas, itu anak kita." Sambil menunjuk ke arah Siti yang sedang berlari ke arahnya.

"Bertahanlah, sayang!"

"Tidak, Mas! Mungkin ini hukuman dari Allah atas perbuatan kita."

"Jangan katakan itu!"

"Ibuuu." Memeluk Nayla.

"Jangan menangis, ini ayah kandungmu. Tinggalkan ayah angkat dan bahagialah bersama ayah."

"Nayla, aku tidak bisa!"

Nayla akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Quote:


Sejak hari itu baik Siti maupun Agra saling menjauhi. Tetapi rasa rindu dalam dada semakin bergejolak.

Quote:


Kenangan setahun lalu terlintas begitu saja.

"Siti, ini rindu yang sama. Tetapi tidak akan ada penyatuan. Bagaimana bisa aku melupakan kisah ini?"

Air mata Agra semakin banyak dan membuat pandangan mata mengabur dan ....

Brakkk!

Mobilnya menyentuh pepohonan.

Agra menjadi pemurung setelah itu. Sedangkan ayahnya hanya bisa menangis mengenang kisahnya dengan Nayla.

Quote:


"Oh ya ampun, kak Maya. Bagaimana kabarnya sekarang ya?" Ardi mencoba menghubungiku. Dan akhirnya kita bertemu. Membicarakan tentang anak-anak yang sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

Quote:

Kami kembali kepada kenangan suram di benak masing-masing. Di luar jendela hujan bertambah deras. Menatap trotoar jalan di mana nyawa Nayla terakhir menghembuskan napas terakhirnya di sana. Karena semua kecelakaan itu terjadi didepan mata mereka dan mereka hanya bisa diam saja tanpa melakukan tindakan apapun juga.

Siti mendapatkan beasiswa kuliah di Belanda. Sedangkan Agra bekerja di pelosok desa mengabdi kepada negara. Mereka berdua tidak pernah akan bertemu untuk waktu yang akan sangat lama. Ardi berharap cinta mereka akan menghilang kemudian.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
iissuwandi dan 17 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 10
Diubah oleh delia.adel
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan kelayan00 memberi reputasi
Diubah oleh delia.adel
Kehancuran Personaliti

Karya Delia

Hari ini baru pertama kalinya menginjakkan kaki di negara asing, yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk berada di sini bersama dengan empat musim yang berbeda-beda. Tidak hanya setahun, tetapi beberapa tahun ke depan.

Sepanjang jalan begitu menikmati indahnya kota di negeri ini dengan senyuman yang harus terpasang terpaksa.

Pesona alamnya sangat memikat hati, tetapi tetap saja ada kekosongan dari lubuk yang terdalam. Kumpulan burung yang terbang cantik dan bebas itupun tidak membuat kejenuhan sirna begitu saja. Namun masih dalam batas kewajaran beradaptasi.

Di sini, pada langit yang jauh dari sentuhan cinta dan sebuah kenikmatan kasih sayang keluarga, Siti memulai episode lain. Yang mana dalam dirinya sudah ditanamkan sebuah cita-cita yang begitu tinggi dan tidak ingin pulang dengan sia-sia. Minimal menjadi kebanggaan, sebagai pengembara ilmu pengetahuan.

Hidup di negara lain tidak semudah di negeri sendiri. Banyak hal yang harus di pelajari, apalagi budaya dan cara hidup begitu berbeda seratus derajat.

Quote:


Petuah dari nenek selalu terngiang-ngiang di telinganya. Setiap jam berbunyi untuk memperingatkan waktu salat. Siti jarang sekali terlihat berbaur dengan teman-temannya. Waktunya dihabiskan dengan membaca dan membaca.

Karena kesendiriannya inilah membuat Benz tertarik dan datang menghampirinya.

Quote:


Benz duduk di sebelah kanan Siti. Sedangkan Siti kembali tenggelam bersama buku dan dunianya sendiri. Benz teracuhkan, tetapi dia menikmati pemandangan khusu Siti dengan bukunya. Namun pandangan Benz tidak membuat Siti terganggu sama sekali hingga waktu untuk masuk kelas segera tiba dan Siti bergegas masuk ruangan, Benz hanya melongo ketika Siti berlalu dari hadapannya begitu saja. Bahkan tanpa sepatah kata.

Benz semakin tertarik untuk mengenal Siti. Pribadi Siti membuat Benz ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kepribadian yang menurutnya misterius.



profile-picture
darmawati040 memberi reputasi
Diubah oleh delia.adel
pejwan
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan aniesday memberi reputasi
Lihat 1 balasan
pejwan
pejwan
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan alizazet memberi reputasi
kedua
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan delia.adel memberi reputasi
Quote:


Hai om hai
profile-picture
TissueM4gic memberi reputasi
jadi ingat temanku manggil tikus: siti
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan delia.adel memberi reputasi
Quote:


Oh ya ampun
profile-picture
TissueM4gic memberi reputasi
wew, udah jadi aje. ane gak bisa bikin. duh, gimana ni 😭😭😭
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
Quote:


Ah bunda mah tinggal klik aja dah
profile-picture
YenieSue0101 memberi reputasi
Quote:


Ane belum bikin 😥😥

Eh, btw, yang event kenangan bukannya ditaroh di BBB FB ya? kok ditaroh sini?
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
Quote:


FB-nya kaga bisa banyak.bun jadi di sini aja
profile-picture
YenieSue0101 memberi reputasi
Quote:


Owalah. Ok.

Kirain harus diseret ksni semua.
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
Quote:


Tidak Bun sebagian di fb
profile-picture
YenieSue0101 memberi reputasi
Quote:


Ok. Sip. Otw bikin emoticon-Ngacir
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
Aku dan Cintaku

Pertama kali aku tertarik dengan lawan jenis adalah di cafe ini, dia pemuda sederhana yang memiliki cara pandang begitu luas. Aku memang belum mengenalnya lebih jauh, hanya memperhatikan dirinya berkumpul setiap sehabis pulang kuliah di cafe ini.

Yang paling kusukai adalah pandangan matanya, begitu penuh cahaya harapan. Dan aku suka saat melihatnya bicara penuh bara api dalam dadanya. Sehingga membuat teman-temannya terinspirasi dengan semangat yang dia berikan untuk kawan-kawannya.

Pertemuan demi pertemuan tidak juga membuat kami menjadi sesuatu, bahkan berteman saja tidak. Aku hanya memperhatikan dia sedari jauh dan sangat mengagumi dirinya secara diam-diam.

Suatu hari kami ada dalam sebuah ruang debat, pada gedung terdingin yang akhirnya membuat aku dan dia, menjadi kawan. Seminar tentang narkoba membuat aku mengenalnya lebih jauh lagi.

Debat kami tentang remaja dan narkoba menjadi trending topik di kalangan anak kampus. Bahkan ada sebagian yang berteriak "kalian luar biasa, serupa sepasang kekasih yang sedang menikmati musim pancaroba" kalimat itu membuatku tersipu-sipu. Antara malu dan ingin berlomba-lomba mencari penyelesaian dari pertikaian dalam benak.

Usai seminar aku duduk di halte untuk menantikan kendaraan yang akan membawaku pulang. Tetapi tiba-tiba dia datang dan menawarkan diri untuk mengantarkan pulang. Gelombang elektromagnetik dalam jiwa mulai tidak beraturan dan membuat aku salah tingkah. Ini adalah debat pertama yang begitu terasa kenikmatannya.

Quote:


Cerita kehidupan yang di kisahkan tadi membuatku semakin gila merindukan sebuah pertemuan dan pertemuan kembali. Hingga sering sekali aku berlama-lama di cafe itu hanya untuk melihatnya kembali. Tetapi sejak dua mingguan ini dia tak pernah datang ke cafe, membuat aku bertanya-tanya tentang dirinya.

Quote:


Sesampainya di sana hanya ada kesunyian, tubuhnya yang lemah itu sedang berbaring sakit tanpa daya. Sedangkan orang-orang rumah sibuk dengan dunianya masing-masing. Dia sendirian.

Quote:


Sejak itu kaulah kehidupanku. Bersamamu adalah hal terindah yang diturunkan Allah, hingga urat nadi ini memenuhi ruangan kosong yang tak pernah berhenti untuk berjudi dengan impian.

Tetapi hanya sekitar tiga bulan saja indahnya cinta kurasakan. Entahlah, hati ini mengatakan bahwa matamu sudah memiliki sesuatu yang lebih indah dan penuh pesona.

Quote:


Terkadang aku cemburu ketika kau membahas wanita lain. Tetapi tertutupi dengan baik perasaan ini. Sebab mencoba mempercayai ialah hal yang terbaik, lagipula hati itu sudah kumiliki seutuhnya, bukan?

Quote:


Sejak itu di antara kita serupa ada satu jarak ketikan nada. Kau tidak pernah alpha menanyakan tentang keadaan Nayla. Ini sedikit membuat hati semakin sakit saja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh delia.adel
Lihat 1 balasan
Jangan pernah mencintai orangemoticon-Ngakak (S)
Cintai orang yg mencintaimu saja biar ga bertepuk sebelah tanganemoticon-shakehand
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
Keren ihemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan delia.adel memberi reputasi
Halaman 1 dari 10


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di