alexa-tracking
Kategori
Kategori
4.85 stars - based on 26 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55d3e187a2c06eca118b4567/kisah-tak-sempurna

Kisah Tak Sempurna

Tampilkan isi Thread
Halaman 40 dari 42
Wah keren Kak 😁
Ceritanya bagus banget gan, alurnya jelas, bahasa simple banget. Ane baca marathon semaleman sambil nemenin perjalanan jakarta - malang naik kereta.
Sekarang apa masih sama dean gan?
Diubah oleh casper777
ga dilanjut nih om?
emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul
Baru baca beberapa chapter sih, tapi kayaknya keren gann, ikut bookmark ya sekalian ikut emoticon-Sundul
Bagus banget
boking dulu gan.. nanti ane baca ceritanya emoticon-Blue Guy Peace
Apa ceritanya sampe disini gan.... Enak bahasanya ...dilanjutin gan gantung ceritanya...hehehe
lanjut gan, dari dulu nih cerita ga di terus2in.
Quote:


Quote:


Wait ya drafnya hilang wkwk
Quote:


Quote:


Dilanjut, draftnya hilang maaf ya. Aduh.
Quote:


Di tunggu kelanjutannya gan. Keep update gan. emoticon-Cendol Gan
yg semangat upadet nya gan..ane pantengin terus cerita agan..
ayo mas Aldi, semangat buat lanjutin ceritanya. emoticon-Sundul
Thanks mas Aldi, selamat menulis lagi..

Suara Dean - Part 1

Terik panas matahari di langit Yogyakarta membakar kulit. Ku pakaikan topi untuk menahan sinar mentari. Aku berjalan menuju perpustakaan. Tidak untuk mencari buku, hanya memanfaatkan internet gratis sembari menunggu matahari tergelincir ke arah barat.

Perpustakaan hari ini tidak ramai. Mungkin masih banyak mahasiswa yang sedang melaksanakan perkuliahan. Ku pilih meja kosong paling ujung. Setelah memasukan username dan password barulah aku terhubung dengan dunia maya. Youtube adalah situs yang pertama dibuka setelah kemarin youtuber favoritku telah meng-upload vidio cover. Lagu lama yang di-cover, setia dari Jikustik. Mendengarkan lagu ini membawaku pada masa-masa SMP. Waktu memang cepat berlalu.

‘Halo aku baru beres kuliah’
‘Kamu gimana hari ini kuliahnya?’ tanya Angga.
‘Hai, Angga. Nggak ada perkuliahan’
‘Dosennya nggak masuk. Mau pulang ke kos cuman panas, ini lagi di perpus. Wifi-an’ balasku.

Antara aku dengan Angga, Angga lebih dahulu mengirimi pesan lebih dulu. Sedangkan aku lebih dahulu menelpon dia, entah voice call atau video call. Di setiap perbincangan aku sering menjadi pendengar dari pada pembicara. Kebanyakan Angga yang memulai pembicaran. Aku mengakui tidak pandai membuka obrolan. Sebisa mungkin aku memberi saran jika ia perlukan. Aku sering sedih saat ia bercerita tentang masalahnya kepalaku tidak mampu memberi solusi, meski dia memang tidak meminta. Ia hanya ingin didengar saja.

Matahari mulai tergelincir ke arah barat. Aku mengemas barang-barang milikku. Mahasiswa sudah banyak yang keluar dari kelas. Mayoritas diantara mereka menuju kantin. Mungkin lapar atau hanya sekedar nongkrong. Tergoda memang dengan ajakan beberapa teman untuk bercengkrama dengan mereka. Namun harus ku tolak karena banyaknya pekerjaan yang harus aku selesaikan. Maklum saja, hidup sendiri di kota orang perlu uang tambahan. Jika mengandalkan uang dari orang tua memang cukup tapi pas-pasan. Banyaknya pengeluaran yang tidak terduga memaksa aku untuk serabutan mencari pekerjaan yang bisa mahasiswa kerjakan. Aku kadang menggambar wajah orang untuk bingkisan hadiah, menulis artikel untuk di-post di media online, serta setiap weekend mengajar di tempat les.

Pepohonan tinggi menahan panasnya sinar mentari selama perjalananku pulang menuju kos. Yogyakarta memang teramat ramah untuk siapapun, termasuk bagi aku sang pendatang. Banyak senyum yang aku dapatkan saat memasuki gang kos ku. Padahal aku hanya kenal beberapa dari mereka.

Sinar surya berganti dengan lampu neon. Ku buka laptop langsung mengerjakan artikel yang harus selesai jam sepuluh malam nanti. Rasa malas menyelimuti hatiku, ingin rasanya berisitrihat merebah diri diatas kasur. Tapi tidak, kebutuhan untuk hari esok masih banyak. ‘Mau makan apa kalau besok masih malas-malasan?’ ujar diriku sendiri.

Dua jam berlalu, jam sudah menunjukan pukul 21.30. Ku cek kembali artikel yang sudah aku tulis, sudah mantap. Kalaupun ada sedikit kata yang kurang pas atau cocok tidak apa-apa.

Ku rebahkan diri di atas kasur, mataku mulai mengantuk, badanku sudah lelah. Beberapa saat sebelum mataku terlelap ponselku berdering.
Mbak, gimana gambar pesanan saya? Sudah selesai? Besok ditunggu ya’, kebiasaan buruk dariku adalah sering lupa. Apalagi besok aku harus masuk kuliah jam tujuh pagi. Dengan mata
yang berat ku kerjakan gambar pesanan customer-ku. Mengapa bisa selupa ini sih, padahal siang tadi waktuku kosong. Akibat lupa, waktu isitrahatku menjadi sedikit. Kalau bukan gara-gara butuh uang lebih aku tidak akan mencari uang. Lumayan menghabiskan waktu untuk membuat gambar, satu wajah menghabiskan waktu 30 menit hingga 1 jam.

Mbak gambarnya sudah selesai, ditunggu segera transfer ya’, balasku dengan memfotokan hasil gambarku
profile-picture
jimmi2008 memberi reputasi
mantapp lurr apdettt.. keep update lurr
profile-picture
profile-picture
mendoansaduran dan Berrymonster memberi reputasi
akhirnya update lagi..emoticon-Jempol
setelah sekian lama, akhirnya update juga mas Aldi. mantap deh. Semangat buat lanjutin ceritanya mas Aldi. emoticon-Cendol Gan
Halaman 40 dari 42


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di