alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dokter Senior Medan Curigai Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ccb9749facb955b475dae33/dokter-senior-medan-curigai-penyebab-meninggalnya-ratusan-petugas-kpps

Dokter Senior Medan Curigai Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS


Dr Umar Zein : Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas Pemilu Bukan karena Kelelahan

 Rabu, 24 April 2019 pukul 16.55  Nina R

Dokter Senior Medan Curigai Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

dr Umar Zein

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyebutkan ada 119 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia selama Pemilu. Sebagian besar menghembuskan nafas terakhirnya diduga karena kelelahan.

Pun, demikian tak semua sepakat faktor kelelahan yang menjadi penyebabnya. Seperti yang diungkapkan dr Umar Zein, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

Dalam akun Facebooknya, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan ini mengatakan perlu penelitian untuk mengungkapkan penyebabnya, namun dia memastikan bukan karena faktor kelelahan, sebab tidak dalam kerja paksa.

Dia menuliskan pandangannya dengan judul “Benarkah “Kelelahan” Penyebab Kematian?

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) dr Pirngadi Medan ini mengurai pada zaman penjajahan Belanda, banyak pekerja paksa yang ditugaskan Deandels membuat jalan lintas Anyer-Panurakan. Mereka dipaksa bekerja membuat parit, memecah batu gunung dan mengangkat bahan-bahan yang diperlukan.

“Mereka bekerja siang malam tak tentu waktu istirahat dan makan. Namanya juga kerja paksa. Mereka pasti kelelahan dan kekurangan gizi, kehausan, kelaparan sehingga daya tahan tubuhnya melemah, akhirnya jatuh sakit. Banyak yang terkena Malaria tropika, kejang-kejang, koma, kemudian meninggal,” ujarnya, Rabu (24/4/2019).

Sedangkan, kondisi berbeda menurut Umar Zein dialami Petugas Pemilu yang bekerja di TPS atau di tempat lain. “Mereka cukup mendapatkan minuman dan makanan, bukan kerja paksa, ada waktu istirahat meski bergantian, boleh permisi bila kondisi darurat,” lanjutnya.

“Diberitakan lebih dari seratus orang petugas Pemilu 2019 meninggal dunia akibat kelelahan (Berapa % Angka Kematian?). Kelelahan tidak bisa langsung menyebabkan kematian. Ada tiga “pintu” kematian, yaitu otak, jantung dan paru. Bila otak tidak cukup mendapat oksigen oleh berbagai sebab, misalnya penyumbatan pembuluh darah, maka terjadi kematian sel-sel otak. Tetapi pasien tidak langsung mati. Ada mekanisme kompensasi untuk mempertahankan kehidupan sel-sel yang lain. Bahkan kematian Batang Otak disebut kematian secara medis, butuh waktu beberapa jam untuk kemudian terjadi kematian biologis, setelah jantung dan paru berhenti berfungsi,” tuturnya.

Dia menegaskan gagal Jantung, gagal ginjal, gagal hati, tidak langsung mati, mungkin koma dulu beberapa hari bahkan lebih.

Dia mengurai kelelahan petugas Pemilu pastilah tidak sampai 1/1000 dari kelelahan pada pekerja paksa zaman Belanda. Kelelahan mungkin bisa sebagai pemicu gangguan akut atau eksaserbasi dari Penyakit kronik yang diidap.

“Ini butuh pembuktian pemeriksan medis yang cermat. Lalu, mengapa diberitakan di media, banyak petugas Pemilu meninggal dunia akibat kelelahan? Ini pembodohan pada rakyat awam atau orang yang tidak faham ilmu medis, atau sedikit tahu ilmu medis,” ungkapnya.

“Penyebab kematian tidak sesederhana itu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia! Kematian mendadak (sudden death) secara medis, akibat proses di jantung, paru atau otak atau gabungannya,” tukasnya.

“Apa penyebab kematian ratusan Petugas Pemilu Indonesia Tahun 2019? Perlu penelitian. Yang pasti bukan kelelahan,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)

https://sumut.pojoksatu.id/baca/dr-u...rena-kelelahan

Dokter Senior Medan Curigai Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

WHO IS THIS DOCTOR ?

Mantan Kadis Kesehatan Medan Ditahan Dugaan Korupsi

Kamis, 4 Juni 2009 18:56 WIB

Medan (ANTARA News) - Mantan Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Umar Zein, Kamis sore sekitar pukul 18:20 WIB ditahan pihak Kejaksaan Negeri Medan dalam kasus dugaan korupsi miliaran rupiah. 

Dr Umar Zein baru dilantik menjadi Direktur RSU Pirngadi Medan.(*)
Pewarta: rusla
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT
© ANTARA 2009
https://ww
w.antaranews.com/berita/143054/dr Umar Zein mantan-kadis-kesehatan-medan-ditahan-dugaan-korupsi

JEJAK DIGITAL MEMANG KEJAM

profile-picture
profile-picture
widyadewa dan InRealLife memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
dokter bego

jaman penjajahan mana ada minuman suplemen ?

coba cek pasti petugas kpps minum minuman suplemen sebelumnya dan pasti overdosis karena dikejar waktu antara pembagian alat dan pengumpulan hasil.

apalagi dalam satu kelompok kpps ada yg ogah kerja cuman maen tunjuk aja
Bakal jd Dokter pavorit bahan coli kampret nih selain dokter bernard mafoudz..


Jd itu petugas meninggal kenapa pak? Di sniper? Apa ke kepret thanos?
Klo pernah korupsi, ilmu kedokteran/pernyataannya mengenai medis jadi gak berlaku ya?
tenang masih punya anthony leong, cinak medan konsultan buzzer dimedsos, pakar hoax dan komandan bot kampret di twiter emoticon-Embarrassment



suara haikal hasan n Anthony Leong CMIW emoticon-Embarrassment

{thread_title}



#NO2ISIS (@TolakBigotRI) tweeted at 10:45 PM on Wed, May 01, 2019:
CARA KERJA KPU KECIL PRABOHONG. TERBONGKAR SUDAH! CARA MEREKA MEMAINKANNYA SUNGGUH MENGERIKAN!!…


https://t.co/CmajXfA6Uh
(
?s=03)
profile-picture
unicorn.destroy memberi reputasi
Dokter apaan nih, belum meriksa pasien udah bikin diagnosis emoticon-Nohope
hmmmmm....
kagag usah koar2 di media dulu
mending pak dokter periksa rekam medis para almarhum
monggo koordinasi dg yg berwenang
profile-picture
prayformysky memberi reputasi
mati diracun kali sama cebong antek2 pki
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sikunkun dan 6 lainnya memberi reputasi
berarti orang yg kerja rodi dolo 1000 x lebih kuat dari orang sekarang? goblok
Quote:


masih berlaku cuma integritas aja yang bakal dipertaruhkan. kalau misalnya ada 2 dokter, yang satu melakukan malapraktrik dan satunya kaga terus dua2-nya membahas hal yang sama lu bakal percaya ama yang mana?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nanase.yaeger dan 2 lainnya memberi reputasi
secara teori memang betul... kelelahan bukan penyebab utama kayak lelah = mati. tapi kelelahan + tingkat stress yg tinggi sebagai pemicu timbulnya penyakit2 lain apalagi jika ada riwayat penyakit kronis.

Sama kayak ente kena hujan terus flu.. apakah hujan penyebab flu? Tidak, tapi hujan/kedinginan itu sebagai pemicu flu jika di diri ente udah terjangkit virus flu.

Lalu, korupsi ga akan menghapus keilmuan di bidang yg ditekuninya.
Ilmu baiknya ambil, prilaku jeleknya silahkan hujat.

Salam waras.

Quote:


Kok contohnya malpraktek
emoticon-Cape d...

Malpraktek itu jelas2 krn kurangnya ilmu atau keteledoran di bidang dia.. ada hubungan langsung dgn basic keilmuan dia.
Lah ini korupsi yg ga ada hubungannya dengan basic keilmuan dia.
Sorry, analoginya sangat jauh.
Kayak ane sekarang, seorang guru b.ing , misalkan ane korupsi, apakah ilmu b.ing yg ane ajarin otomatis salah?
profile-picture
profile-picture
akubebe dan Noobster memberi reputasi
Diubah oleh samudra6969
Viralin terus nih sekalian laporin juga ke bareskrim
Quote:


Ya.
Kmrin kbtulan jd kpps, setau ane ada beberapa org di tps lain yg istilah.a gak mau makan sebelum kerjaan semua selesai gitu. Jd pstilah capek. Rata rata tps disini selesai jam 2-3 pagi.

Kalo tps ane kmrin sewa catering jd makan.a rutin. Pagi snack, siang makan, sore makan, malam makan.
Dan emang ada uang konsumsi 35rb (lupa utk skli makan ato seharian)
Dan dgn uang tps utk keseluruan itu masih sisa 100 rbuan perkepala.
Jd saya rasa yg meninggal itu bnyak faktor penyebabnya, tak terbiasa kerja ampe pagi, udah gak enak badan dulu, ato konsumsi makan.a gak jelas. Terlepas dr takdir tentunya
profile-picture
balineseryuu memberi reputasi
dokter yang memeriksa para korban juga ga cuma satu orang, mungkin ada ratusan dokter. di tempat yang berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke penyakit yang Diagnosis dokter juga beda-beda.

so si dokter senior ini apakah ada memeriksa salah satu korban? emoticon-Bingung (S)

kalau ga pernah meriksa jangan buat asumsi yang memperkeruh suasana.

Diubah oleh corsair.hs1
Quote:


wow ente fasih banget
sesuai briefing si Antony Leong ya emoticon-Betty
profile-picture
unicorn.destroy memberi reputasi
Yg meninggal kebanyakan sudah tua sekali... Kelelahan gak tidur ya langsung gagal jantung.

Lagian knp orang tua jd kpps? mungkin gara2 yg muda² masih ada tanggungan kerjaan lain, shingga para pensiunan yg direkrut.
Kecapean lah udh pasti ditambah mungkin faktor umur ama penyakit bawaan.tetangga gw aja pulang jam lima pagi langsung jam 6 berangkat kerja.untungny die masih muda masih fit.lagian petugas kpps kan pasti org2 pilihan.minimal yg terpelajar kan.jadi pilihannya terbatas.ditempat gw banyak anak muda tapi yg dipilih malah bapak2 umur 50an 60an yg dianggap mampu.
profile-picture
balineseryuu memberi reputasi
kena angin malam bisa, karena beda sama TPS diluar negeri, rata2 TPS di indo semi terbuka, bisa dibayangin ngitung suara sampe tengah malam di tempat terbuka

yang kedua faktor usia, entah di tempat lain, tapi di TPS ane rata2 petugasnya udah tuwir2
mungkin kedepannya harus diganti ama yang muda2 emoticon-Big Grin
Diubah oleh dwiatmaja
sabun mana sabun?..

emoticon-Wakaka

emoticon-Leh Uga
Berita bagus, berarti cebong bangcat langsung mati kalau kelelahan

emoticon-Ultah
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di