alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
Jangan Biarkan Anak Kita Menjadi Pelaku atau Korban Bullying!
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caf15cf88b3cb107a1de060/jangan-biarkan-anak-kita-menjadi-pelaku-atau-korban-bullying

Jangan Biarkan Anak Kita Menjadi Pelaku atau Korban Bullying!

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 3
Ambil jalan aman aja. Jauhi dan Hindari.
jgn biarkan jd penebar hoax macem audrey
Wah jadi inget jaman sekolah dulu pembullyan selalu ada emoticon-Hammer (S)
anak ane nanti, klo ada yang menghina, tinggalkan saja, gak perlu d ladenin.. emoticon-cih
Amit2 dah, btw pendidikan sosial anak jaman sekarang koq sepertinya mulai berkurang...
Balasan post ushirota
Quote:


Iya juga ya gan. Biar bisa membela diri tapi juga harus diajari sikap rendah hati agar tidak sombong dan mempunyai sifat empati pada orang lain sehingga jadi orang yang suka membantu/menolong orang lain sehingga bisa terhindar dari korban bully dan menjadi pembully.
Balasan post penyukabiru
Salken dulu semuanya gan, sebelumnya saya moon maap, bukannya mau sotoy-sotoyan, pengalaman ane jadi orang tua jg masih sangat minim, dan anak2 ane jg lg dalam masa tumbuh kembang mau masuk sekolah. Jadi topik ini memang menarik perhatian ane. Dan ini merupakan pendapat pribadi ane berdasarkan pengalaman. Ane Muslim, jadi segala ilmu adab dan akhlak ane ajarkan sesuai dengan tuntunan ALLAH Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Lingkungan udah pasti salah satu faktor yang berpengaruh dalam tumbuh kembang dan pembentukan karakter seorang anak. Kalau ane jadi orang tua, ane akan coba carikan lingkunan yang juga mendukung, dari sekolah, rumah, membatasi informasi2 internet sampai memang dia sudah bisa mengerti hal tsb.

Lingkungan juga merupakan faktor yg gk bisa dihindari, maka dari itu, kita harus ajarkan juga ke anak hal-hal yang negatif, seperti bullying dan kekerasan, juga bagaimana bersikap jika hal itu terjadi. Bukan malah menutup-nutupi hal tsb. Hal ini adalah agar mereka punya bayangan dan bisa menerapkan sikapnya ketika terjadi beneran.

Anak-anak yang seharusnya polos, bisa melakukan buliying kl menurut ane ada beberapa pemicunya, yakni :

- Mereka pernah melihat contoh orang lain melakukan bullying ke temennya, atau bahkan mengalami sendiri tindakan buliying dari anak lain.

- Ditambah lagi kita sebagai orang tua menganggap itu adalah sesuatu hal yang biasa, atau meremehkan hal tersebut. Atau bahkan tidak peka itu adalah tindakan buliying. Hingga sebagian anak "mungkin" mengartikan hal tersebut adalah sesuatu yang "normal" dilakukan oleh anak yang lebih tua/lebih dominan ke anak yang lebih muda/lebih passif.

Menghindar dari pengaruh lingkungan, terutama yang negatif, bisa dibilang sangat mustahil, jadi tantangan sebagai orang tua, kami harus mampu sesering mungkin ada ketika anak ingin mengadukan apa yang dialaminya.
Diubah oleh mayo1210
Balasan post mayo1210
Mohon ane jangan dibuli karena ngepost ya gan... emoticon-Embarrassment emoticon-Malu
Balasan post djr.monyek
Setujuh ane gan
setuju ane
hukum thp pelaku bullying hrs di perberat
justru pelaku dan korban bullying itu biasanya/kebanyakan ga beres punya keluarganya, antara ortunya terlalu manjain, cuek, terlalu lemah atau emang bukan orangtua tapi setan menyaru jadi keluarga emoticon-DP emoticon-Najis atau yang ortunya kagak ada, kagak lengkap, ada masalah keluarga, cerai...dll.

ribet mau cari dan urusin akar masalah bullying mah...walaupun ada juga sih korban bullying dan pembully dari keluarga normal...emoticon-Thinking

so klo ga mau pusing hukum berat si pembully...soal si korban...ya tolong sebisanya aja..mau diapain..ga mau pusing kan? emoticon-Traveller

Diubah oleh hhendryz
Ane pernah jadi korban bully...
Waktu smp...parah tu temen ngeledekin mulu....
Pernah ketemu waktu sudah kerja biasa aja...
Andaikata mulutnya masih loncer...
Sikat udah...
lingkaran setan yg gk pernah putus.
Halaman 3 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di