alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Misteri Suara Tanpa Wujud
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7813b38012ae46cb460c4d/misteri-suara-tanpa-wujud

Misteri Suara Tanpa Wujud

Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 23
emoticon-Salaman
Quote:


emoticon-Salaman
Quote:


Quote:


Ok, follback dongemoticon-Shakehand2
Quote:


Sering2 dolan oindah2 gan


Belum puas, bagi cendol, bagi bintang 5 bagi sundul juga siapa tau dapat getahnyaemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
Quote:


emoticon-Big Grin ini nyontek pakdhe surobledenk ya...
Quote:


Ditunggu kisah berikutnya
wow horor bat dah
Quote:


Makasih, Bang emoticon-terimakasih
Quote:


Itu baru permulaan kok, Del.
jgn di quote semua ceritanya klo mau reply
anjir bgt dah emoticon-Blue Guy Bata (L)
Srry dopos emoticon-Malu
Diubah oleh Hernandez.
Quote:


Quote:


Yang bales pake kuot cerita itu orang yang belum tau, gan. emoticon-Sorry

Makasih ya, dah mampir. Jangan ngamuk di mari, ntar gantengnya ilang dah emoticon-Toast
emoticon-Cape deeehh segitu doang?
Quote:


Iya, ntar nambah update-nya, gan emoticon-welcome

Misteri Sekelebat Sosok Tanpa Bayangan

Kisah Misteri Bagian Kedua
Misteri Suara Tanpa Wujud
😱😱😱***😱😱😱***😱😱😱

Kala itu aku sedang berada di rumah Ifa, sepupuku. Dimintai datang oleh Om Abdul untuk menemani anaknya karena Om Abdul dan Tante Mia akan pergi ke acara kenduri teman kantor Om Abdul.

Rumah Om Abdul tidaklah terlalu besar, hanya berisi 4 kamar dengan 1 kamar sebagai gudang. Ifa, asyik bermain puzzle sementara aku hanya asyik menonton tv sambil makan cemilan yang tersedia di atas meja.

Pintu depan telah kukunci, begitupun pintu belakang. Mengantisipasi agar Ifa tidak terjadi apa-apa jika aku tertidur saat menonton.

Gadis remaja itu masih duduk di kelas 2 sekolah menengah pertama, dia paling malas mengikuti acara-acara orang tuanya, jadi bila Om Abdul dan Tante Mia keluar rumah maka akulah yang selalu dihubunginya agar datang menemani Ifa di rumah.

Quote:


Jarak rumahku dengan rumah Om Abdul agak jauhan, sekitar 2 kiloan. Jadi, kalo bermalam setelah sholat subuh aku sudah harus pamitan pulang.

Kembali ke awal lagi ya, saat keasyikan menonton tv tak terasa waktu Mahgrib telah tiba, kuajak Ifa untuk mengambil wudhu biar bisa bareng sholat Maghribnya.

Ifa masuk ke kamar mandi di ruang tengah, aku tanpa perasaan apapun langsung menuju kamar mandi belakang, tetapi … tiba-tiba ada sekelebat sosok melintas di depanku!

Quote:


***😱😱😱***

Kuikuti ke mana perginya, kalo tak salah sosok itu tadi berlari ke arah dapur! Akhirnya perasaanku menjadi tak tenang! Takut ada apa-apa dengan Ifa.

Kuraih vas bunga dekat lemari, lalu berjalan mengendap-endap menuju dapur. Hati-hati, aku harus waspada.
Sesampainya di dapur, kosong! Tak ada siapa pun di sana! Hei … apa aku sudah salah lihat tadi?

Vas bunga kuletakkan di atas meja makan, mungkin itu tadi hanyalah ilusi belaka. Segera menuju kamar mandi, aku harus segera mengambil wudhu. Waktu Maghrib sangat pendek, aku tak mau sholat di akhir waktu.

Begitu ingin berbelok ke arah kamar mandi, lagi-lagi perasaan menjadi merinding! Seperti ada yang sedang mengawasiku!

Aku berbalik menatap meja makan, tak ada siapa-siapa, tapi kenapa seperti ada seseorang yang sedang menatapku sekarang?

Astaghfirullah al adziim! Ada yang sedang mempermainkanku kayaknya. Tak peduli dengan itu, aku langsung masuk kamar mandi.

Gubraaaak!

Aduuuuh!”

Aku seperti terdorong, terpeleset dan terjatuh, aduuh bokongku sakit sekali!

Ifa berlari mendatangiku, “Kenapa Kak? Kok bisa terpeleset begitu? Lantai kamar mandi tidak licin, kok?” ujarnya sambil menolongku.

Entahlah, Ifa. Begitu mau masuk tadi, Kakak seperti di dorong, akhirnya terpeleset dan jatuh. Makasih, ya?”

Ifa mengangguk dan keluar, dengan menahan rasa sakit segera kuambil wudhu. Mungkin aku terjatuh karena lupa membaca doa masuk kamar mandi tadi.

😱😱😱***👿👿👿***😱😱😱

Setelah sholat Maghrib berjamaah dengan Ifa, gadis itu langsung membuka buku pelajarannya. Belajar. Sementara aku, kembali ke dapur untuk membuat makanan andalan, merebus mi kaldu, hehehe.

Eiitss! Apa pula itu?

Saat hendak masuk dapur, sekelebat sosok tanpa bayangan itu kembali melintas! Dan kini menuju kamar mandi!

Ya Allah, apa ini?

Aku bergegas ke arah kamar mandi, ingin menangkap basah sosok itu! Kuraih gagang sapu, bersiap hendak menggebuk kiranya sosok tadi itu adalah pencuri!

Pintu kamar mandi memang terbuka tadi, waktu selesai wudhu aku lupa menutupnya kembali. Jadi, bisa saja sosok itu berlari masuk ke sana untuk sembunyi.

Gagang sapu kumajukan ke depanku, bersiap memukul. Namun, apa yang terjadi? Di dalam kamar mandi tak ada siapa-siapa juga!

Celingak celinguk seperti orang kebingungan, akhirnya kuhentikan aksi memburu pencuriku. Kuletakkan sapu di sisi kamar mandi. Lalu menyalakan kompor dan merejang air. Tak lupa dua bungkus mie kaldu kuambil dari dalam lemari. Untuk Ifa juga dong.

Sambil menunggu air mendidih, kusiapkan piring dan mangkuk. Tengkukku merinding, seperti di tiup-tiup dari belakang. Aku segera menoleh! Tak ada siapa-siapa. Ifa masih di kamarnya, jadi siapa yang berbuat usil ini?

Kembali kuacuhkan. Air telah mendidih, aku kembali konsen merebus mi.

Grrrrh … ggrrrh … ggrrrh

Ada suara menggeram! Kumatikan kompor tiba-tiba, sosok itu benar adanya! Kini suaranya jelas terdengar di telingaku! Aku berbalik!

“Siapa di situ!” seruku.

Suara itu berhenti menggeram. Kutelisik setiap sudut di dapur Om Abdul, sayangnya mata biasaku ini tak mampu menangkap penampakan sosok itu.

“Ada apa, Kak?”
Aku tersentak tiba-tiba, Ifa menepuk bahuku, rupanya ia  sudah ada di belakangku.

Ah tidak apa-apa, Ifa. Kakak hanya mendengar suara tadi, mungkin suara tikus di belakang rumah.”

“Oh, mie-nya sudah jadi ya, Kak? Ifa udah laper nih.”

“Oh iya, udah jadi nih tinggal dimasukin ke dalam mangkuk, ini bumbunya, Ifa.”


Mie yang sudah masak kubagi ke dalam dua mangkuk, Ifa lalu mencampur bumbunya sendiri. Kalau aku sih harus tambah cabe lagi, karena tak lengkap makan mie tanpa cabe,

Kami pun makan dengan lahapnya, aku menemani Ifa yang sedang mencuci piring dan mangkuk yang tadi dipakai makan.

Tak terasa malam itu, Om Abdul dan Tante Mia pulang cepat. Jadi, aku masih bisa pulang ke rumah. Pengalaman malam itu tak bisa kulupa. Aku juga tidak memberitahu kejadian apa yang menimpaku pada Ifa, Om Abdul dan Tante Mia juga kepada orangtuaku.

Quote:


emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Spoiler for Pembaca dan Pemberi Komentar :


Home👻
profile-picture
profile-picture
mamaproduktif dan Indriaandrian memberi reputasi
Diubah oleh evywahyuni
Lihat 2 balasan
mengerikan. inilah yang selalu menggelincirkan
Quote:


Lagi edit Quote panjang td. Ada dua kali sdh tak delet
Quote:


Mengerikan apanya?
Quote:


Quote ku sama sekereta
Quote:


Tidak boleh reply pake quote isi trit ayah, kecuali quote komentar boleh.
Halaman 7 dari 23


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di