alexa-tracking
Kategori
Kategori
4.72 stars - based on 303 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aa348cb6208816d548b4569/girl-im-your-future

Girl, I'm Your Future

Tampilkan isi Thread
Halaman 221 dari 262
Quote:


Asal jgn terobsesi aja lu ze.. emoticon-Leh Uga
1 part dulu hari ini bre..






ashiaaaaaaap...
Quote:


Asiiiyappp
Quote:


Uh she upppp
Quote:


Okeh bre... hajar.
Quote:


Okeh ditunggu
Quote:


Mantappp betul bang, akhirnyaa emoticon-Jempol
PART 35 : Sentuhan Maut




Saat memasuki kawasan Gadog, lalu lintas mulai tampak padat. Mobil-mobil berjajar mengular dari tol sampai persimpangan Gadog. Wajar aja demikian karena memang besok adalah hari libur. Semua orang berduyun-duyun menyatroni kawasan Puncak yang menjadi salah satu tempat wisata berudara sejuk di Jawa bagian barat. Terasa berbeda memang saat mengendarai mobil bertransmisi matic, gw ga merasakan kelelahan yang berarti. Berbanding terbalik saat membawa mobil manual, dengkul pasti lemes saat macet begini. Tapi entah kenapa gw lebih berasa laki kalo bawa mobil transmisi manual.

Setelah 1 jam lebih terjebak kemacetan di sepanjang jalan menuju Cisarua, sesuai arahan dari Jessica, gw mengarahkan mobil memasuki sebuah jalan gang yang sempit di sebelah kanan jalan. Beberapa menit menyusuri jalan kecil nan sempit, tibalah kami di depan sebuah gerbang besi dengan ukiran berwarna putih setinggi hampir 3 meter. Jessica turun dari mobil dan berjalan menuju pagar tersebut. Gw pun ikut turun untuk membantu Jessica membuka pagar. Gw berdiri persis di samping Jessica, aroma tubuhnya tercium cukup jelas, entah parfum apa yang dia pake tapi gw suka sama wanginya. 

Sebuah bangunan villa bertingkat dua berdiri kokoh di kelilingi taman yang cukup luas. Semua materialnya terbuat dari kayu dan arsitekturnya sangat menawan. Apabila melirik sedikit ke belakang bangunan, terdapat kolam renang di sana dengan luas sekira 90 m2. Kira-kira Taman Safari hanya berjarak 1 km dari tempat ini.


Quote:



Berulangkali gw menelpon Veren tapi ga aktif, bbm pun ceklis. Gw berusaha positif thinking aja, mungkin ada sesuatu sama handphone dia, seperti habis batre mungkin. Suasana malam di kawasan Puncak tepatnya di restoran Rindu Alam cukup ramai. Kadang gw heran, kaya ga ada tempat lain lagi buat makan dimari selain restoran jadul ini. Tapi memang pemandangan dari tempat ini menjadi magnet, menarik pengunjung untuk datang bukan sekali tapi berkali-kali tanpa rasa bosan.

Setelah turun dari mobil, kami semua langsung berjalan menuju restoran. Tapi akhirnya gw memutuskan untuk berganti arah menuju trotoar di sisi tempat parkir. Gw berhenti untuk menyalakan rokok lalu menyandarkan tubuh pada pagar besi yang melintang memanjang. Di sini adalah spot favorit orang-orang yang ingin menikmati pemandangan. Saat malam hari yang gelap seperti ini, ga ada yang bisa diliat selain cahaya lampu-lampu kota.. dan merasakan udara dingin tentunya.

Dari kejauhan gw liat kepala Citra menoleh kesana kemari seperti mencari seseorang. Kedua tangannya dimasukan ke dalam saku sweater. Pasti dia nyari gw..

Gw berjalan sambil menenteng rokok di sela jari telunjuk dan tengah. Tangan kanan Citra langsung menyambut tangan kiri gw saat jarak kami berdekatan. Gw cukup kaget dan entah kenapa gw nurut aja tanpa bisa menolak. Kami berdua berjalan beriringan bergandeng tangan seperti layaknya sepasang kekasih. Gw merasakan genggaman tangannya terasa begitu erat dan hangat.. tiba-tiba jantung gw mulai berdetak ga beraturan. Kenapa gw jadi grogi gini pikir gw.


Quote:



Setelah semua hidangan yang dipesan datang, kami langsung menyantapnya. Semua makanan gw lahap kecuali.. udang. Yup, itu hewan ga bisa gw santap karena gw punya alergi.

Setelah selesai mengisi perut, rugi rasanya kalo langsung beranjak dari tempat ini. Alhasil kami menikmati sejenak suasana malam berudara sejuk di keramaian ini. Dengan sedikit keberanian gw ngajak Citra ngobrol. Kami berdua sengaja berpisah dari yang lain, tapi gw ga tau motif Citra kenapa pengen berdua bareng gw. Kalo gw jelas karna emang ada yang mau gw obrolin.

Cukup lama kami berdua berdiri di trotoar parkiran yang dipenuhi mobil dan motor.


Quote:



Pukul 21.30 malam.

Setelah Jessica membuka pintu, kami berlima berhamburan masuk ke dalam villa. Semua sibuk dengan urusan masing-masing. Citra dan Jessica membereskan belanjaan di dapur. Sebelum pulang tadi kami memang menyempatkan untuk belanja berbagai kebutuhan di mini market terdekat. Doni sibuk memasang peralatan game console nya sedangkan Rivaldi entah kemana. Gw sendiri lebih memilih selonjoran di sofa persis di belakang Doni.

Gw akui udara dingin memang membuat libido naik tapi gw cukup sadar diri. Brengseknya, gw mulai berimajinasi yang engga-engga tentang Citra. Masih hangat dalam ingatan tentang kejadian tadi. Tangan gw masih merasakan lekukan pinggulnya yang masih kencang khas anak perawan. Andai tadi tangan gw bergerak sedikit ke atas, mungkin beberapa senti.. pasti gw udah bisa menjelajah ke bukit kembarnya. Oh imron, gw mohon lu bantu gw, jangan sampe lu rusuh malam ini emoticon-Cape d... (S)

Malam semakin larut. Berhubung kamar yang tersedia hanya tiga, akhirnya kami saling berbagi. Citra dan Jessica satu kamar yaitu di lantai bawah. Di lantai atas ada dua kamar dan Doni bersikeras ingin sendirian di lantai atas. Itu tandanya gw satu kamar sama... b*ngsyat. Dengan berbagai dalih, gw memutuskan untuk tidur di sofa depan televisi. Gw ga mau terjadi hal-hal yang dapat meruntuhkan kejantanan gw sebagai lelaki.

Di ruangan tengah hanya ada gw dan Doni. Kami berdua menghabiskan malam dengan bermain PS. Daripada ga ada yang gw kerjain pikir gw. Tapi Doni mulai lunglai saking ngantuknya. Berhubung gw juga agak ngantuk, kita sepakat lanjutin main besok. Akhirnya dia pasrah dan pergi ke kamar meninggalkan gw sendirian dalam kesunyian. Gw merebahkan diri dan menarik selimut sampai leher. Tubuh gw menggigil kedinginan sesaat tapi berangsur hangat.

Hampir 1 jam lamanya gw mainin handphone tapi mata ini belum juga ngantuk. Padahal sofanya empuk banget, tapi bukan itu masalahnya. Ada hal yang cukup mengganggu pikiran gw. Suasana sangat hening sampai suara dengungan di telinga gw terdengar jelas.

"Ceklekk.."

Tiba-tiba suara pintu kamar terbuka. Gw mengabaikan suara tersebut dan tetap fokus pada layar handphone. Suara derap langkah kaki terdengar jelas lewat di belakang sofa merah yang gw tiduri.


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
50kubisbusuk dan 35 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh inginmenghilang
Lihat 3 balasan
nggak mencari kehangatan sama rivaldi bang prim? emoticon-Bettyemoticon-Bettyemoticon-Betty
Quote:


spertinya citra "kena" nih sm bang prima emoticon-nyantai
Quote:


Terlalu bahaya bre, bisa brodol lubang pembuangan emoticon-shakehand

Quote:


Kena apa bre? emoticon-Big Grin
pas banget kentangnya
ngengggg hajarrr
palingan lagi mimpi. tapi lagi digerayangin mahluk kejadian

emoticon-Betty
Diubah oleh ucln
Lihat 1 balasan
Udin petot pun beraksi emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Quote:


Wkwkwk seperti nya sih gitu ya bro ..

Hadeehh kebiasaan bgt dah ahh kang prima selalu bikin kentang suasana indehoy kaya ginih ..
Jgn lama2 ya kang kentang nya ..keburu busuk ntar deh ..
Quote:


Bor nyari pilus yg enak dimana?
wih ada adegan nakal nya emoticon-Leh Uga
Quote:


gue ikut lah.. pilus gue basi bulan kemaren..
Quote:


Ga ada yg enak mah sekarang nyari pilus gratisan. Lagian pilus buat apa coba
Halaman 221 dari 262


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di