alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menurut Din, Muhammadiyah Mestinya Tidak Boleh Netral di Pemilu 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c90c2eb2525c357e307492d/menurut-din-muhammadiyah-mestinya-tidak-boleh-netral-di-pemilu-2019

Menurut Din, Muhammadiyah Mestinya Tidak Boleh Netral di Pemilu 2019

Menurut Din, Muhammadiyah Mestinya Tidak Boleh Netral di Pemilu 2019

Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan insan Muhammadiyah harus memilih dan karenanya tidak boleh netral pada Pemilu 2019.

Din dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa (19/3), menyatakan pilpres sebagai sarana memilih pemimpin adalah tanggung jawab kebangsaan dan keagamaan sekaligus.

“Warga Muhammadiyah tidak baik tidak memilih (golput) karena itu mencerminkan sikap tidak bertanggung jawab.” kata Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu Jakarta tersebut.

Karena harus memilih dan tentu ada pasangan calon yang dipilih, maka tidak ada sikap netral karena sikap netral mencerminkan keragu-raguan, ketidakpastian dan iliterasi politik yang akan membawa kerugian, ujarnya.

Organisasi Muhammadiyah tidak menentukan pilihan dan sudah seyogyanya demikian, tapi warga Muhammadiyah harus mempunyai pilihan. Pilihan tersebut boleh dinyatakan atau tidak dinyatakan.

Kelompok warga Muhammadiyah yang mendeklarasikan dukungan politik kepada pasangan calon tertentu sebaiknya tidak membawa nama, lambang, atau hal yang dapat dipahami sebagai ciri khas Muhammadiyah.

Sebaiknya mereka yang cenderung memilih kandidat tertentu pun tidak bersikap fanatik, ekstrem, dan euforia (menjadi fanatikus buta atau zealot), apalagi jika mereka hanyalah petugas partai atau pekerja politik belaka.

Terlalu mahal harga yang harus dibayar jika perilaku demikian membawa perpecahan dalam Muhammadiyah, ujarnya.

Din mengimbau untuk menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab, dengan pendekatan ruhiyah yaitu bertanya kepada hati nurani (istafti qalbak) dan pendekatan aqliyah yakni mengedepankan akal pikiran (afala tatafakkarun).

Dalam memilih camkan Hadits Nabi, “Man lam yahtamma bi umuril Muslimin falaisa minhum” yang artinya barang siapa yang tidak memperdulikan urusan kaum Muslimin adalah bukan dari mereka/kaum Muslimin, ujarnya.

“Maka pilihlah pasangan calon yang diyakini secara sejati, bukan basa basi, dan bukan karena motif politik sesaat, memperhatikan, peduli dan membela kepentingan serta aspirasi umat Islam, tanpa merugikan kepentingan umat agama lain,” ujar Din, dikutip Antara.



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
jangan kau rusak muhammadiyah din, dari zaman SBY din syamsyudin keliatan sekali syahwat politiknya.

kalau untuk ajakan gak golput boleh aja
Diubah oleh Thor.
JIHAD emoticon-Belgia
kendaraan politik nya muhamadiyah bukannya PAN ?
jadi apanya yang netral ?
kalo org muhamadiyah mau berpolitik, silahkan ke PAN, gitu kan logika nya? sedangkan yg murni agama gak mau di campuri politik, muhamadiyah wadah nya.
keinginan Din lebih ke arah pemaksaan, maksa org yg gak mau berpolitik disuruh berpolitik juga
Menurut Din, Muhammadiyah Mestinya Tidak Boleh Netral di Pemilu 2019

Jangan netral, tapi independen emoticon-No Sara Please
lumayan, maen kubu2an emoticon-Big Grin
seng penting diusahakan jangan golput
Quote:


Partai Amanat Amienrais Nasional
Intinya jgn golput, gt aja masa g ngerti kau bong...


#cebongidiot
yang dibilang dien bener aja kok.
coba dibaca seksama. jangan sekedar baca judul saja.

media baru bikin, suka clickbait.
Pengen jadi menteri gak din emoticon-Big Grin
Ayo tentukan sikap.
mgkn mereka netral dlm berpendapat di publik tp tetap ambil bagian di pemilu
gw rasa lebih bijak begitu
drpd udah menyatakan dukungan ke publik secara terang2an gk tau nya pilihan nya bermasalah
emoticon-Leh Uga
Quote:


ini contoh id pengangguran yg nyari duit dari ngebuzzeer
Quote:


Ngawur.
Justru ini ane baru nyampe rumah, pulang gawe. emoticon-Leh Uga
begitu rupanya.. emoticon-Cool
Emang pernah netral?

Jelas2 punggawanya menclok disana
Quote:


emoticon-Hammer2
Terus terang dalam hal ini gw lebih salut ma Muhammadiyah dari NU, lebih tegas memposisikan netral, dan memang seharusnya netral secara organisatoris.
Jangan bawa nama dan bendera organisasi dalam kancah politik.
Dan terang terus juga, klo dari sisi syahwat politik sih gw pengennya Muhammadiyah klo gak bisa satu barisan dengan NU, ya minimal jangan seperti sikap NU mendukung 01 tapi dalam kubu yg berseberangan.
Lihat 3 balasan
Quote:


si Jkw gak sadar dipermainkan "elite" NU emoticon-Big Grin

Lihat 1 balasan
Balasan post theJizyah
Quote:


Siapapun presidennya, JKW atau PS atau siapa saja nantinya di pemilu akhir kiamat, dari dulu NU dan MMD ya gitu. Formal organisasi netral, petinggi2nya nyebar ke sejumlah kubu capres yg ada. Siapapun yg menang, ujungnya ya NU dan MMD gak bakal tersisih secara organisatoris.
Lain halnya ma FPI ma HTI atau sebangsanya, klo PS menang dapat angin dia. Klo PS kalah, gak tau jadi apa dia. Klo dalam kacamata idealisme, bagus. Tp dalam kacamata politik ya goblog. Sementara membangun idealisme dalam politik itu namanya pekok.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di