alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c659d2ef4ae2f157e77e29b/you

You

Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 21
Walikers semoga ndang apdet hahaha di tunggu ++ nya
apakah terjadi hal yg enak enak ? mari tunggu saja kwkwkkw
mana ni apdetan? kentang nya keburu busuk oii.... hahahahahaha
hahaha sory coy. Update
Diubah oleh biadabcuk

Aye Aye

Perkelahian gue sama Danu membuat kak Syifa marah marah sama gue, gue yakin danu ngadu sama kak Syifa, 

"HEY PREMAN, LU APAIN PACAR GUE SAMAPAI BIBIRNYA  BERDARAH"

Itulah kata kata yang keluar dari bibir manis kak Syifa sehari sehabis gue berantem sama danu.

"Pacar kakak bikin saya malu di kelas"
"LU MALU, KENAPA MALU, LU KAYAK ANAK KECIL YA, DI EJEK GITU DOANG MAIN HAJAR"

Gue nggak menjawab lagi,gue lebih milih diem, jujur kalau dia cowok, gue bakal ngandalin harta ayah gue, sewaktu waktu gue bikin ganteng tuh muka, gue siap dikeluarkan, tapi, dia cewek.. gue tahan amarah gue, kak Syifa masih marah. ketika bel tanda masuk di bunyikan kak Syifa pergi, dan itu sukses membuat gue di tanya sama temen temen gue,

Mulai hari itu juga, rasa kagum gue sama kak Syifa berubah, gue pengen banget menghajar Danu, pengen gue sikat tuh mulutnya, tapi dua sahabat gue melarang

"Kasian cuk, kelas 3 tuh" ucap panjol
"Bener cuk, ajak tanding futsal aja Danu cs" ucap Arif
"Mangkat"

Gue, panjol, Arif menantang kelasnya Danu untuk Maen futsal, kita bertiga dengan gagahnya menghampiri tongkrongan nya Danu.

"Bro"
"Gimana bos, mau lanjut"
"Nggak usah, ntar lu nangis, trus lapor Syifa"
"Bang~tut loe"
"Tenang, gue cuman mau ngajak tanding futsal aja"
"Kalau nggak ada taruhan nya percuma bro, buang buang tenaga"
"Oke, lu minta berapa"
"Sekian"
"Deal, lari habis lu"
"Lu yang habis sama temen temen gue"

Gue ngakak jahat.

Dua hari berselang, sehabis pulang sekolah kita berangkat ke lapangan futsal yang telah di sepakati. Pertandingan 1 jam, waktu habis, taruhan ambil.

Gue jahat? Iya, gue bawa temen gue waktu SMP, mereka semua gue kenal jago Maen futsal, kalau kita bertiga cuman jago pukul doang haha, pokok kalau ada bola di depan lawan, sikaaat Haha. Danu nggak kenal sama temen temen gue di kelas, yang dia tau cuma kita bertiga. 

Di tempat futsal sudah ada danu dan kawan kawannya yang menunggu, gue kaget, kak Syifa ikut dan beberapa cewek lainnya ikut, gaya banget tuh kunyuk bawa bawa cewek, cakep cakep lagi. Kalau kita mah, bawanya batangan doang hahaha. Untuung tadi Anis nggak ikut, coba kalau dia ikut reppotnya duhhh.

"Dateng juga lu" ucap Danu dengan nada nggak enak
"Yo" ucap gue singkat karena ada kak Syifa

Gue lihat raut muka kak Syifa beda banget, nggak kayak biasanya

Bodo amat lah, yang penting nanti gue puas. Batin gue dengan. Pedenya

Pertandingan dimulai

Futsal
Quote:


Gue hampiri Danu cs.
"Yo mas, Maen nya keren, maaf lho temen temen gue agak kasar"
"Nggak papa bro, yang penting kelar kan" ucap salah satu temen danu
"Iyo mas, ambil Yo"
"Sipt"
"Nu, maaf lho"
"Hahahaha, lagak lu nantang, minta maaf juga kan lu" ejek danu
"Dari pada lapor sama pacarnya nggak gentel"

Danu berdiri, dia mendorong gue, gue pun terjatuh, sontak temen temen gue menghampiri gue.

"UDAH YAANK, DIA UDAH MINTA MAAF JUGA"
"NUDUH GUE LU YA" ucap Danu sambil nunjuk gue
"Tenang bos, Andi udah minta maaf, lu nggak enak banget ngomongnya, wajar lah" ucap Arif,

Gue pun berdiri

"Mau lu apa" ucap gue nggak betah karena jengkel.
"Duel lagi"
"Deal, Lu SMS gue kapan mau lu"

"Tenang nu, lu yang salah, dia udah Baek ngajak lu minta maaf, emosi mu nu" ucap temen Danu.

Semua diam, kayaknya temen Danu yang satu ini dihargai banget, emang dari tadi dia yang sikapnya dewasa banget.

"Udah bro, nggak usah berantem lagi, clear aja udah, kalau perlu kita Sparing aja besok besok, lumayan juga Maen nya"
"Yo mas, kita cabut"
"Yo ati ati bro"
Trenteng teng...

"Cabut bro" ucap gue sama temen temen gue
"Yok ati ati" ucap mereka.
Kita pun bubar jalan.

Sesampainya di rumah ada mbak Ratna yang masih asik nonton tv.

Gue membatin
"Ni anak katanya mau kerja, tapi kok di rumah Mulu, mau tanya takut ketawa , bodo ah, coba dulu"

Quote:


Belum juga gue mandi, hanfone gue berdering, gue liat namanya di hanfone gue, gue pun menjauh, Tante intan Meeen, kalau ngajak yang iya iya, trus kedengaran tuh singa, bisa reppot.

*Ngarep lu bos*
*Kalau iya lu juga seneng dal*
*Iya lah bos, bimbiiing aku tante*
*Cengelmu daal daal*

Kring... Tante intan
Telfon
Quote:


Alamaaak, empuk empuuuk...

Dengan dandanan super klimis dompet super tipis, sang manusia yang mengaku dirinya paling ngganteng ketika sendiri, beranjak dari rumah, menjemput tuan putri Tante intan yang bodynya bikin semua wanita iri dibuatnya.

"Yok Tan"

Tante intan pun naek ke kursi belakang motor pis er merah putih ini.
"Mau jalan jalan kemana Tan"
"Ke hotel sensor yuk ndi, Tante pengen di manja"
"Jangan ah Tan, andi belum cukup umur"
"Hahaha, kan disana cuman makan, hayooo kamu mikir apa hayoo"
"Emmmbb kira'in"
"Hahahaha, kalau kamu mau ya ayok, Tante juga udah lama nggak di belai"
Ucap Tante intan sambil mengencangkan pelukan nya.
"Enggak Tante" duhhh gerogi gue sumpah.

Sesampainya di hotel sensor kita pun duduk di kursi empuk, Tante intan yang tadinya duduk di depan gue, mengubah posisi duduknya di samping gue, dua menit kemudian pelayan datang memberikan daftar menu.

Lima belas menit kemudian makanan dan minuman yang kita pesen datang.

"Andi suapin" 
Bunciiiis, nih Tante Tante nggak ingat umur apa ya.

"Malu ah tan"
"Kenapa malu, Tante kurang cantik ya"
"Tante cantik banget kok" ucap gue spontan

*Emang bener, nih makhluk cantiknya kebangetan, meskipun janda, tapi sangat menggoda aye aye*

"Makasih Andi, mana suapan nya" ucap Tante intan, kepalanya mendongak keatas, kedua bola matanya menatap wajah gue, tangan nya menempel di lengan kiri gue, dengan sangat nikmat gue merasakan kedua aset milik Tante intan. sumpah gue gerogi banget banyak mata melihat kearah kita, Tante intan cuek banget kayaknya. Gue nggak tau apa yang di pikirkan Tante intan, yang jelas rasanya.

    Ni'mat. 

Cupp,

Pipi gue dicium Tante intan setelah makanan yang gue suapin ke dia habis, gue nyengir.

Moncong,aset,gratis

Mukegileee, gue kira hari ini gue bakalan apes, ternyata ada kenikmatan dibalik keapesan.

Jam menunjukkan pukul 5 sore,  Tante intan beranjak dari kursi
"Yuk ndi" ucap Tante intan mengulurkan tangan
"Kemana Tan"
"Resepsionis, katanya mau belai Tante" ucap Tante intan bisik bisik di telinga.
"😱"










Akankah rudal Korut meluncur dari sarangnya, ataukah Andi bisa menahan godaan dari Tante intan yang bikin setiap orang ingin dia hadir dalam mimpi basahnya. Pastikan anda membaca kisah selanjutnya di tempat yang basah.

Sugeng ndalu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh biadabcuk
Lihat 1 balasan
yah kentang goreng deh, cuk jancuk kurang cuk
lanjut cuyy, msih kurang ni
woooo Andi menang banyak kalo sama Tante Intan. emoticon-Betty
Berondongnya dimakan tante intan emoticon-Turut Berduka
Quote:


Laki mah brondong nggak brondong sama aja emoticon-Ngakak
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
jenis cerita yang paling saya tunggu, semoga sampe kelar yah gan

alon alon asal selalu di kelon
boleh lah apdet lagi ni
yahh kentang
ndi update lah. dah lama nih nunggunnya
hahaha oke bray, maap yak, update nih. ngumpet ngumpet nulisnya nih, takut ketauan ehem. hahaha

16+

Genggaman tangan wanita berusia 27 tahun membimbing ku kearah kenikmatan, kenikmatan yang seharusnya belum bisa gue rasakan di usia gue yang masih 16 tahun 8 bulan ini,

Nafsu yang bergejolak membuat gue lupa akan mereka, mereka yang ada di kehidupan gue, mereka yang selalu mendidik gue dijalan yang benar. ketika nafsu sudah menjalankan skenarionya, gue nggak bisa menolak.

Indra mata gue menatap lurus dua bola mata wanita 27 tahun ini, menggenggam erat kedua tangannya, tangan halus saling beradu gesekan, mulut diam namun saling beradu,

Hawa dingin dari pendingin ruangan seakan menambah kenikmatan sore ini,

Gue nggak bisa menahan lagi..

Cupp cupp cupp...
Suara bibir dan lidah yang saling beradu,

Hilang akal sehat gue, lima belas menit kita saling membagi kenikmatan, tangan ini seakan tau kemana akan bergerak,

Mencengkram rambutnya dengan kedua tangan, terus berpacu kenikmatan dalam kesunyian.

Cupp cupp cupp..
Bibir ini seakan tak mau lepas..

Tangan pun kembali bergerak, bergerak ke arah yang berbeda,
Membuka satu persatu pintu kenikmatan dunia, 

Terlihat jelas keindahan setengah tubuh wanita, nafsu kembali menjalankan skenarionya, tanpa ada jeda, setan seakan berkuasa.

Gumpalan daging yang begitu indah membuat mata ini tak mau berkedip, hiasan indah merah muda membuat tangan ini bergerak tanpa aba aba, sentuhan lembut dariku membuat dia memejamkan mata,

Kurasakan tubuhku semakin terpacu untuk mendekapnya, merasakan keindahan dosa yang tak terpikirkan ketika nafsu tak bisa dikendalikan.

Suara halus wanita 27 tahun yang begitu keras menggema diruangan yang sepi ini,

Harum tubuhnya memanjakan hidungku.

Sensasi kenikmatan dua insan manusia beradu.

Bentuk tubuhnya memanjakan mataku.

Suara Desahan yang begitu indah.

Permainannya menghilangkan akal sehatku.

Terkulai lemas diatas singgahsana berdua,

kenikmatan yang luar biasa

    Itulah yang kurasakan.

"Andi makasih" ucap Tante intan pelan,
"Maaf" ucap gue, mengelus kepalanya.
"Nggak papa, Tante seneng kok"
"Nanti kal..."
"Nggak, Tante udah minum obat pilkadot kok, kamu tenang ya"
"Iya Tan besok lagi ya"

*Huahahaha, cengelmu boss, coba kalau Tante intan belum minum tuh pilkadot*
*Pikeer kerriiiii*

Cekkkiiit
"Addoohh"
"Kamu seneng ya"
"Andi nggak munafik Tan, enak"
"Hahaha, kamu kuat banget ya, Tante sampai lemes"

Bermain air adalah kegiatan selanjutnya yang kita lakukan, seakan udah hafal gerakan nya, gue pun memulai peperangan lagi, rudal Korut tanpa di pandu pun berdiri tegak,

*Dal, lu tau aja yang enak enak*
*Ane juga punya mata kali bos, emang kaki doang yang punya mata*
*Mantap kali kau dal, yok lanjut, hotel sensor mahal dal, mubadzir*
*Let's go kemon dah bos, aye aye aneh mah*

Pukul 07.00 kita pun pulang, berjalan layaknya kekasih, tangan Tante intan terus menggenggam tangan gue, terukir senyum kita berdua saling memandang.

Menuju tempat parkir hotel sensor, menyalakan motor 2 tak kesayangan gue, cekkrererek Treng teng teng...

Sebelum kita kerumah, Tante intan ngajak gue beli kue Bandung dulu, setelah membeli kue Bandung kita pun let's go lagi.

"Assalamualaikum" ucap gue sama Tante intan bareng.
"Waalaikum salam" ucap salsa langsung lari meluk mamahnya

Gue kaget, mbak Ratna udah ada di rumah Tante intan, tapi tadi kok nggak ada mobil gue ya,

"Mbak kok.."
"Gue naik taksi"
"Tau jal..."
"Gue hafal" ucap mbak Ratna dengan tampang super judess

Skakk... Ucapan gue selalu di potong

Moddar kwe.. tadi udah lembut, ya meskipun nggak lembut banget, setidaknya ada senyumnya dikit dikit lah, hla ini, tampangnya cantik serem Oey..

"Ini dimakan na" ucap Tante intan halus
"Iya mbak, makasih" mbak Ratna memakan kue Bandung

Ketika gue mau ambil tuh kue..

Plakkk
"Addoohh"
"Cuci tangan dulu, habis pegang stang motor"
"Oke ladies" ucap gue sambil ngedipin mata

Mbak Ratna kembali ke tampang judesnya.

Suasana pun kembali cair, kita berempat bercanda bersama berempat.

Aneh, wanita aneh, mbak Ratna selalu ceria banget ketika ketemu salsa, tampang judesnya berubah wahh, cantik banget nget.. edyan. Kalau sama gue, cantik siihhh tapi nyeremmin hahaha.

Pukul 09.15 kita pun pamit pulang, semenjak ada mbak Ratna, salsa nggak perlu gue Ninabobokkin dulu kalau mau tidur,
Lelah sehabis belajar dan bercanda sama mbak Ratna membuat gadis kecil salsa nggak perlu gue Nina bobokkin, sebenarnya ada yang mengganjal juga sih, karena gue seneng aja meninabobokkan salsa, liat wajah dia pas tidur, adeem banget rasanya, damai banget. Tapi ya mau gimana lagi. Sekarang ada wanita cantik yang mengusik hidup gue.

"Mbak mau naik taksi apa bonceng saya"
"Bonceng lu aja"
"Kan mbak nggak bawa helm"
"Ngapain lu nawarin gue"

Gue diem, diem diem pengen nyipok tuh makhluk saking gemesnya.

"Yaudah, saya telfon taksi dulu aja, kebetulan saya punya no taksi langganannya bunda"
"Nggak usah, gue bonceng lu aja"

Gue tepok pantat.. hiiiiiiiihhhh.. gemes aku gemeeesss.

"Nanti kalau ketangkap pak pol. gimana mbak"
"Naik taksi beres"

Jinguk..

"Yaudah deh mbak, yuk jalan"

Gue pasrah malam ini ngadepin mbak Ratna, ketangkep yaudah lah..

     Nasib

"Badan lu bau mbak intan"
"Ya, namanya juga boncengan, nanti juga baunya berubah bau mbak Ratna"
"Bodo"

Sesampainya di rumah
"Besok gue kerja jam 8. Nih rumah gimana"
"Kuncinya titipin satpam komplek" ucap gue singkat, gue capek ngantuk, gue pun menuju kamar untuk tidur.

Sendiri...



Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh biadabcuk
Akhirnya kesampean juga daal* daal* emoticon-Ngacir2
wah serem juga ya ndi. hahaha
Lanjutkan anak muda..! emoticon-Big Grin
Diubah oleh kang.kliping212
Quote:


Hahaha basahh oeyyemoticon-Betty
Halaman 6 dari 21


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di