alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Rembulan Di Ujung Senja
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7bbab9af7e93309a084c6e/rembulan-di-ujung-senja

Rembulan Di Ujung Senja (Saat Senja Tiba episode 3)

Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 53
Wihhhh bikin cerita baru lagi gan ..

Tak tandai dulu ah emoticon-Traveller
nenda dulu ntar klo udah banyakan balik lagi hehe
surat bermaterai dlm mimpi buruk tadi bukan surat cerai, itu surat gadai buat agunan bank kan ya?

Ikut nandain trit cerita legend
Diubah oleh liverd
bikin tenda dulu
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Pengen banget deh ...
Bisa langgeng ... Awet ....
Kaya batere hp nokia 3310 ...





emoticon-Traveller
Opening khas dari si Vino ....

Bikin dag dig duer daia !
emoticon-Blue Guy Bata (L)



Lanjut breeee emoticon-Leh Uga
Diubah oleh vestycide
Nyimeng vin 🍺
wadaww.. saya belum baca AMB-nya, baca dulu sambil subscribe ini deh.. maraton.. mwahahaha
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Maaf ane harus ninggalin jejak . Sering banget cerita yg ane baca lupa linknya jdi gk pernah tamat
masih ngos2an hbs marathon...
gelar tiker sambil istirahat dulu.
emoticon-Cendol Gan
judulnya mengingatkan saya dg pola judul di majalah anita cemerlang dulu
mantaPSSSSSS
ngikut gelar tiker
Bookmark dulu ah siapa tau dpt pencerahan emoticon-Big Grin

Part 3

Ah sial… !! Nggak..!! Ane nggak boleh terbawa perasaan, bagaimanapun ane harus menerima apa yang udah terjadi sekarang, batin ane lalu berjalan menyusul Wulan, yang untungnya nggak melihat tingkah ane karena sibuk ngobrol sama si Putri, soulmate-nya. Hanya saja…

“Tuh kan, apa kubilang ada yang gak bisa move on. “ celetuk seorang cewek dibelakang ane. Halah.. ??

“Apa sih La ?! Usil mulu dari tadi. “ jawab ane ketus.

“Jangan-jangan malah sebelah kamu tuh yang belum bisa move on, sejak tadi curi-curi pandang ke istriku. “ timpal ane sambil mata ane ngelirik ke kampretos Yovie yang sejak tadi senyam-senyum mulu.

“Eh apa ?! Kamu jangan ngomong sembarangan ya ?! “ jawab Nola langsung ngegas.

“Mana ada Yovie kayak gitu ?! Jangan kege’eran lah !! “ timpal Nola lagi.

“Kok kamunya malah marah ?! Kan kamu sendiri yang mulai ?! “ jawab ane gak mau kalah.

“Eh eh udah udah kok malah pada berantem. “ kata Yovie berusaha melerai.

“Lha ini nih nyonya kamu ini sejak tadi cari gara-gara mulu !! “ jawab ane sambil menuding Nola.

“Siapa yang cari gara-gara ?! Aku cuma bercanda kamunya malah jawabnya sungguhan, bawa-bawa Yovie lagi !! “ kata Nola dengan nada tinggi, dan gak ayal para tamu yang lewat mulai ngeliatin kami yang ribut.

“Aku tadi juga bercanda kok, justru kamunya yang marah duluan !! “ jawab ane ga mau kalah.

“Ya iya aku marah lah, kamunya sih nyebut-nyebut hal yang sensitif !! “ jawab Nola lebih gak mau kalah.

“Sensitif ?! Test kehamilan kaleee… “ kata ane dengan nada mencibir.

“Eeeh ini kenapa kok malah pada ribut ?! “ tiba-tiba Wulan eh… nyonya udah ada di samping ane bersama Putri yang keliatan bingung.

“Ini boss kamu ini lho ma dia… “

“Apa ?! “ potong Nola dengan nada membentak.

“Udah udah pa. “ kata Wulan lagi. Ane cuma diem dan nggak ngelanjutin mendebat Nola soalnya kalo Wulan tau penyebab kami berdua ribut bisa makin runyam.

“Mbak Nola, maaf ya maaf… “ timpal Wulan dengan nada memohon dan Nola juga diem tapi dari wajahnya keliatan banget kalo dia menahan kesal.

“Ga papa Lan, aku yang minta maaf. Tadi Vino sama Nola ada silang pendapat, aku juga kurang tau sebabnya apaan. “ jawab Yovie.

“Pa, kamu ini jangan malu-maluin !! Kayak anak kecil aja !! " kata Wulan dengan nada ketus ke ane.

"Iya iya ma, sorry. " jawab ane.

"Sorry ya La, aku salah. " kata ane dengan nada pelan, meski hati dongkol setengah idup. Mendengar permintaan maaf ane, Nola nggak bereaksi tapi dari raut wajahnya dia keliatan melunak.

"Iya Vin, aku juga minta maaf. " kata Nola meski rada cemberut.

Untung aja Nola nggak memperpanjang masalah tadi dan untungnya juga sang nyonya nggak peduli apa penyebab ane sama Nola ribut. Kami berenam lalu berjalan bersama tamu lainnya menyusuri red carpet menuju ke.. aahh f*ck, pelaminan. Ane kembali menghela nafas panjang dan jantung ane makin berdebar-debar saat menyalami sepasang bapak dan ibu berpakaian kebaya putih yang duduk disisi kiri panggung. Karena ada di sebelah kiri, bisa dipastikan itu adalah orang tua si mempelai pria dan saat ane melangkah lebih jauh.... and Beautiful In White playing again, damn...

"Ehhh halo mbaak !! " teriak sang mempelai wanita histeris saat nyonya ane menyalaminya.

"Selamat ya Shel. " jawab Wulan dengan riang, dan mereka berdua pun berpelukan dan cipika cipiki juga, begitu juga saat Putri menyalaminya, keduanya langsung berteriak kegirangan dan ah elah... cipika cipiki lagi. Bah dasar lebay, gerutu ane dalam hati.

"Makasih ya mas. " kata mempelai pria alias Fadli dengan ramah ke ane.

"Iya. " ane cuma mengangguk pelan dan balas tersenyum, meski perasaan ane makin gak karu-karuan.

Saat ane mau menyalami mempelai wanita, oh holyssss... meski ane udah sekuatnya menyiapkan mental, ane tetep termangu saat menatapnya. Dia begitu cantik, cantik sekali dengan pakaian kebaya putih yang seragam dengan pengantin pria dan para orang tua pendamping. Rambutnya disanggul dihiasi hiasan berwarna perak dan wajahnya sangat mempesona, seolah-olah memancarkan aura tersendiri yang nggak bisa ditandingi cewek manapun.

"Halo Vin. " sapa Shela sambil mengulurkan tangannya.

"Selamat ya. " jawab ane dengan nada pelan sambil balas menyalami Shela. Ane sekuatnya berusaha untuk tersenyum, meski tiba-tiba mulut ane terasa kaku dan dada ane seperti ditusuk-tusuk.

"Semoga kalian bahagia selalu. " timpal ane singkat.

"Makasih. " jawab Shela tersenyum senang.

"Buruan !! Lama amat. " celetuk seorang cewek yang ternyata.... yah elah...

"Sabar napa. " jawab ane ketus. Bah ini cewek ngajak ribut lagi rupanya, gerutu ane. Sedangkan Shela dan Fadli cuma tersenyum simpul.

"Mbak Nola. " sapa Shela sambil menyalami mantan musuh terkuatnya itu.

Ane pun berlalu sambil menggandeng Wulan, meninggalkan panggung pelaminan, tapi nggak lupa menyalami sepasang bapak ibu yang ada di sisi kanan panggung, yang bisa dipastikan adalah mantan camer... eh orang tua Shela.

"Dina nggak kamu ajak, Vin ? " tanya Putri tiba-tiba saat kami ada di dekat meja prasmanan.

"Ya nggak lah, Dina kan udah gede ntar dikira mau makan gratis lagi. " jawab ane ketawa, padahal nggak lucu.

"Bisa aja kamu. " jawab Putri tersenyum.

"Rencanannya sih kapan-kapan mau kita ajak maen ke rumahnya Shela, Put. Mungkin pas liburan besok. " kata Wulan, dan Putri cuma mengangguk.

"Gimana pa ? " tanya Wulan dengan nada berbisik, saat Putri dan Aldo lagi ngobrol.

"Ya gapapa, besok kita ajak Dina... "

"Bukan itu pa. " potong Wulan cepat.

"Apa sih ? " ane bertanya balik.

"Tadi barusan. " jawab Wulan tersenyum penuh arti sambil menunjuk ke arah panggung pelaminan.

"Halah, biasa aja tuh. " jawab ane cuek.

"Yang bener ? " tanya Wulan penuh selidik.

"Iya !! Udah lah ma, ngapain sih kamu sejak tadi mancing-mancing mulu ?! " jawab ane dengan nada sewot.

"Becanda pa, gitu aja marah. " kata Wulan ketawa. Bah !!

"Eh Lan Lan... " panggil Putri dan Wulan pun menoleh.

Saat Wulan dan Putri kembali ngobrol, ane sempatkan kembali menatap ke arah panggung pelaminan, melihat dengan nanar sang pengantin wanita menyalami satu demi satu tamu lainnya. Biasa aja ? Nggak ma, aku bohong lagi sama kamu. Perasaanku kali ini sangat jauh dari kata "biasa aja"...

... and the song still playing...


So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now till my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
profile-picture
vchiekun memberi reputasi
Diubah oleh gridseeker
Lihat 1 balasan
Quote:

Quote:
profile-picture
jenthek memberi reputasi
Diubah oleh gridseeker
ane tambahin biar tambah mellow emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Waktu ini gmn? Masih sama? emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh ariid
Balasan post gridseeker
Gw bingung ama lu Vin, elu nulis kayak gini Wulan tahu nggak?
Mosok iya dia diam aja kalo liat suaminya kaga bisa move on..?
profile-picture
bayu.priambudi memberi reputasi
Halaman 4 dari 53


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di