alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Para Pembunuh Tuhan (Tokoh Ateisme Era Modern)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c77829d9a972e2ad35cf257/para-pembunuh-tuhan-tokoh-ateisme-era-modern

Para Pembunuh Tuhan (Tokoh Ateisme Era Modern)

Tampilkan isi Thread
Halaman 13 dari 123
Balasan post rafkhov
Pahami baik-baik...tidak ada yang halal darahnya seluruh manusia kecuali melanggar (hukum sebab akibat)...apakah ada di Indonesia ini dibunuh karena dia beda agama?ataupun karena dia atheis?...





Pasti mau naymbungin dengan kejadian di Timur Tengah ya?banyak yang dibunuh karena dianggap beda pandangan..mereka itu khawarij..dan khawarij sudah jelas diluar Islam..
Quote:


Mau tanya, bedanya ateis sama agnostik apa ya??
emoticon-Malu (S)
Lihat 1 balasan
wow pembahasa berat brooo...
disini kita tidak bisa mengetahui apa yang akan datang hanya saja kita bisa beropini mau dibawa kemana dunia ini ya kita kita semua yang bisa mengarahkan, ingat apapun yang terjadi dimasa depan kita juga ikut andil dalam terbentuknya masa depan


Quote:


Lu ngapa sih?
Lu yg punya klaim, ya lu yg harus buktiin lah.
Lu tau prinsip burden of proof ga.???
Balasan post eggnostick
Secara terminologi agnostik adalah orang yang memiliki pandangan bahwa ada atau tidaknya Tuhan tidak dapat diketahui. Agnostik lawan kata dari gnostik yang artinya berpendapat bahwa Tuhan dapat diketahui sebagai ada atau tidak. Ateis dan teis lebih berimplikasi pada sikap dan tindakan. Anda seorang teis jika Anda percaya Tuhan ada dan segala tindakan Anda dilakukan dengan berpedoman atas perintahnya, ateis jika Anda tidak menganggap Tuhan ada dan tidak mendasarkan tingkah laku atas perintahnya. Maka dari itu dapat muncul empat jenis kombinasi: teis agnostik, mereka yang menyembah Tuhan namun mengakui Tuhan tidak dapat diketahui; teis gnostik, mereka yang menyembah Tuhan yang percaya keberadaan Tuhan bisa diketahui; ateis agnostik, mereka yang tidak percaya Tuhan dan berpendapat ada/tidaknya Tuhan tidak diketahui; yang terakhir, ateis gnostik, yakni mereka yang tidak menyembah Tuhan dan berpendapat bahwa Tuhan memang jelas-jelas tidak ada.

Beranjak dari definisi-definisi tersebut kita bisa melihat bahwa di luar sana sebenarnya banyak didominasi oleh teis agnostik, yakni mereka yang tidak yakin bahwa Tuhan ada atau tidak namun melakukan peribadatan untuk sekedar jaga-jaga (ini bisa juga merupakan residu ketakutan yang tertanam sejak kecil akan neraka dan dosa akibat tidak menyembah Tuhan yang benar) atau alasan lainnya.
Quote:


Saya menyembah kemanusian, kesetaraan, keadilan.
Maka saya disebut.?
Lihat 1 balasan
lah kenapa jadi DET begini
emoticon-Ngakak


Quote:


kasian sih ini, tapi ya kenyataannya begitu
Diubah oleh raysat3d
Quote:


Yaelah
Kan mau gw kasi tau lewat cara dikubur hidup2. Ga berani nih?
Kalo gitu buktikan juga kalo Tuhan ga ada.

Jadi yg pengen tau tuhan itu ada siapa? Theis apa atheis?
Quote:


Yang punya klaim yg harus buktiin.
Hal dasar begini aja lu ga paham.
Argumen yang paling sering diutarakan oleh teis untuk membuktikan keberadaan tuhan adalah argumen prima causa atau sebab utama, yang biasanya dituangkan dalam bentuk sebagai berikut:

(1) Segala sesuatu yang berawal (seperti materi) punya sebab

(2) Alam semesta itu berawal

Simpulan: maka alam semesta punya sebab dan sebab itu Tuhan.

Argumen ini jelas bermasalah. Masalah pertama yang menerpa adalah non sequitur atau “it does not follow.” Premis di atas sebenarnya jika diurai secara logis berusaha membuktikan bahwa alam semesta ini punya sebab. Simpulan “sebab itu Tuhan” tidak terkandung dalam premis-premisnya, dan maka argumen prima causa ini melakukan lompatan logika dengan mengasumsikan secara a priori bahwa sebab itu Tuhan. Kalaupun Tuhan mau dimasukkan ke dalam premisnya dengan cara menyatakan bahwa sebab sama dengan Tuhan, maka akan terjadi kesesatan petition principii atau “assuming the initial point”, karena argumennya akan menjadi seperti ini:

(1) Segala sesuatu yang berawal (seperti materi) punya sebab yaitu Tuhan

(2) Alam semesta itu berawal

Simpulan: maka alam semesta punya sebab dan sebab itu Tuhan.

Premis (1) telah mengasumsikan dari awal bahwa sebab itu sinonim dengan Tuhan, sementara yang ingin dibuktikan di sini adalah keberadaan Tuhan. Akibatnya, premisnya membuktikan dirinya sendiri, dan ini adalah kesesatan pikir yang dihadapi oleh argumen prima causa. Kurang lebih mirip dengan diktator yang mencoba memenangkan dirinya dalam pemilu dengan menjadikan dirinya sebagai satu-satunya calon. Maka dari itu, argumen ini gagal membuktikan keberadaan Tuhan, dan karena mengandung kesesatan pikir patut ditolak.
Balasan post eggnostick
Dalam bentuk seperti apa anda menyembahnya?
Quote:


Mengedukasi orang2 yg belum paham apa arti kemanusiaan sesungguhnya.
Lihat 1 balasan
Balasan post eggnostick
Apa arti menyembah menurut anda?
"sorry seharusnya pertanyaan ni bersamaan dengan pertanyaan sebellumnya
Quote:


Berusaha untuk melakukan hal yg terbaik.
Lihat 1 balasan
Quote:


Lohh yg mau tau siapa? Yg mau tau ya harus mau dikasi tau dengan cara apapun.
Quote:


Yaudah lu buktiin aja sendiri.
Kenapa nyuruh org lain buktiin.?

"Gua punya harta karun 100kg emas gua tanem di bumi.
Lu ga percaya? Lu coba gali semua tanahnya."
emoticon-Ngakak
Balasan post eggnostick
That's not the point brader.... kata "menyembah" menunjukkan ada obyek....sedangkan "kemanuasian,keadilan dan lain-lain" itu bukanlah sebuah obyek..come on do it better....
Quote:


apa ini bisa disebut sebagai aliran kepercayaan ?
mempercayai humanisme, kebajikan, keteraturan dalam hidup
tapi ga punya ritual dan panduan, melainkan berdasarkan logika sendiri sahaja
Quote:


Loh ente cuma mengunci arti kata menyembah untuk objek
Seniman menyembah keindahan.

Apakah itu objek?
Diubah oleh eggnostick
Quote:


Saya cetuskn Ini disebut telorisme.
Aliran baru.
Lihat 1 balasan
Halaman 13 dari 123


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di