alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jumlah Penganut Penghayat Kepercayaan di Gunungkidul Terus Meningkat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7710c7337f9373ac63cf5e/jumlah-penganut-penghayat-kepercayaan-di-gunungkidul-terus-meningkat

Jumlah Penganut Penghayat Kepercayaan di Gunungkidul Terus Meningkat



Jumlah Penganut Penghayat Kepercayaan di Gunungkidul Terus Meningkat

Jumlah Penganut Penghayat Kepercayaan di Gunungkidul Terus Meningkat

Diterbitkan

 1 hari yang lalu

pada

 26 Februari, 2019

Oleh

 Kelvian Adhi



Wonosari,(pidjar.com)–Jumlah penghayat di Kabupaten Gunungkidul saat ini terus meningkat. Namun demikian, meski sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 97/PUU-ⅩⅠⅤ/2016 tanggal 18 Oktober tahun 2017 yang memperbolehkan pencantuman aliran penghayat pada kolom KTP, masih sedikit penghayat di Gunungkidul yang mengurus pergantian kolom agama pada KTP. Saat ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus melakukan sosialisasi terkait hal tersebut.

Sekretaris Disdukcapil Gunungkidul, Virgilio Soriano mengatakan, jumlah penghayat kepercayaan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat penghayat kepercayaan untuk segera melakukan perubahan data kependudukan. Sebab hal tersebut telah menjadi hak penduduk. Pihaknya pun mengaku siap melakukan pelayanan kepada para penganut kepercayaan tersebut.

“Bulan lalu dinas juga kedatangan Ombudsman RI yang memantau sejauh mana layanan terhadap warga yang melakukan perubahan terhadap kepercayaan. Pada kesempatan itu juga hadir pengurus penghayat kepercayaan pak Suroso dan beliau akan mensosialisasi kepada para pengikutnya di Gunungkidul,” kata Virgilio ketika dihubungi pidjar.com, Selasa (26/02/2019).

Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Gunungkidul, Anton Wibowo menambahkan, jumlah penghayat yang tercatat di database Disdukcapil Gunungkidul sejumlah 310 orang. Jumlah tersebut berasal dari 18 Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

“Dari data kami ada 310 orang (penghayat) itu yang tercatat di database masih aktif, dan sejak putusan MK itu yang mengurus (pencetakan KTP dengan kolom agama berisi kepercayaan terhadap Tuhan YME) baru 13 orang,” ujarnya.

Anton mengakui, jumlah tersebut terbilang sangat sedikit dibanding dengan jumlah penghayat yang tercatat di data base Disdukcapil Gunungkidul. Menurutnya, hal itu karena disesuaikan dengan stok blanko KTP-el.

Berita Lainnya  Ini Tiga Pasang Dimas-Diajeng Yang Wakili Gunungkidul

“Memang masih sedikit. Sebenarnya kalau dari Dinas (Dukcapil Gunungkidul), misal stok blangko lebih maunya ya langsung diganti semua yang (penganut) kepercayaan (khusus),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan, Pendaftaran dan Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Gunungkidul, Arisandy Purba menyebut, ada 3 hal penting dalam putusan MK yang harus diperhatikan oleh para penghayat. Khususnya, bagi mereka yang hendak melakukan pencetakan KTP baru agar kolom agamanya berisi Kepercayaan Terhadap Tuhan YME.

Menurutnya, Disdukcapil telah gencar mensosialisasikan langkah-langkah terkait mengurus pencetakan KTP baru bagi para penghayat. Pertama, bagi para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME yang datanya sudah ada dalam database kependudukan, petugas Disdukcapil akan mencetakkan Kartu Keluarga (KK) berdasarkan data yang sudah ada.

“Tapi setelah penduduk mengisi formulir F-1.68, yaitu surat pemohon pencetakan KK,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Disdukcapil Kabupaten Gunungkidul.

Lanjutnya, dalam hal penduduk yang akan merubah data dari agama menjadi kepercayaan terhadap Tuhan YME, para penduduk yang merupakan penghayat terlebih dahulu mengisi formulir F-1.69. Adapun formulir itu adalah surat pernyataan perubahan agama menjadi kepercayaan tersebut.

Berita Lainnya  Tak Hanya Dapat Buku Nikah, Tahun Depan Pasangan Mempelai Juga Akan Dapat Kartu Nikah

“Selain itu melampirkan formulir F-1.71 yaitu surat pernyataan mutlak sebagai penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Ketiga, dalam hal penduduk yang akan merubah data dari kepercayaan terhadap Tuhan YME menjadi agama, penduduk tersebut terlebih dahulu mengisi formulir F-1.70 yaitu surat pernyataan perubahan kepercayaan terhadap Tuhan YME menjadi agama pada kolom agama di KTP.

“Nantinya formulir itu dilampirkan bersama fotokopi salinan surat keterangan dari pemuka agama masing-masing sebagai persyaratan perubahan elemen data agama. Sebagaimana tercantum dalam pasal 8 Permendagri nomor 74 tahun 2015,” ujarnya.

Adapun data tersebut sebagai berikut :

1. Kecamatan Wonosari 17 orang
2. Kecamatan Nglipar 0
3. Kecamatan Playen 3
4. Kecamatan Patuk 0
5. Kecamatan Paliyan 0
6. Kecamatan Panggang 12
7. Kecamatan Tepus 0
8. Kecamatan Semanu 27
9. Kecamatan Karangmojo 5
10. Kecamatan Ponjong 0
11. Kecamatan Ngawen 0
12. Kecamatan Gedangsari 1
13. Kecamatan Saptosari 16
14. Kecamatan Girisubo 151
15. Kecamatan Tanjungsari 0
16. Kecamatan Purwosari 0
17. Kecamatan Rongkop 78
18. Kecamatan Semin 0

https://pidjar.com/jumlah-penganut-p...eningkat/9999/

Bagus, akhirnya sudah banyak yang mulai sadar , semoga di kota lain bisa terjadi hal seperti itu
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Widih mantab ini bray \emoticon-Big Grin/
gerus trussss member sebelah... lanjootttt
Kek gininih klo org dipaksa beragama dg dakwah monaslimin ala gold glory dan gospel. Awalnya memanglah mrk masuk islam tapi dg hati yg berat krn tdk ikhlas akhirnya jatuhnya klo tdk munafik, radikal ya murtad, spt yg terjadi di negara2 timteng. Lihat aja pada lari ke negara kafeer jadi murtad.Sesungguhnya tidak ada paksaan utk masuk islam, tapi mengkhabarkan/dakwah mengajak adanya agama itu keharusan tanpa harus memaksa. Klo mau maksa cari member silahkan gabung mlm😁
Diubah oleh i71lm4c4n
Kalo liat kelakuan umat yang bebal di indon, terutama pemuka2nya, ngebom dan membunuh orang tanpa merasa bersalah, jgn heran banyak yg murtad.

emoticon-Ngakak
Bolehkah Non Muslim Masuk Surga?

Orang Liberal: “Pak Kyai, ada orang baek banget, anti korupsi, bangun mesjid, rajin sedekah sampe hidupnya sendiri dikorbanin buat nolongin orang banyak, terus meninggal tapi dia bukan Muslim, masuk mana?”

Kyai: “Maaf… Neraka…”

Orang Liberal: “Lahh? Kan dia orang baek. Kenapa masuk neraka?”

Kyai: “Karena dia bukan Muslim.”

Orang Liberal: “Tapi dia orang baek Ki. Banyak orang yang kebantu karena dia, bahkan umat Islam juga. Malah Bangun Masjid Raya segala. Jahat bener dah Tuhan kalau orang sebaek itu dimasukin neraka juga.”

Kyai: “Allah tidak jahat, hanya adil.”

Orang Liberal: “Adil dari mane?”

Kyai: “Kamu sekolahnya apa?”

Orang Liberal: “Ane mah Master Sains lulusan Amerika, Kyai. Kenape?”

Kyai: “Kenapa bisa kamu dapat titel Master Sains dari Amerika?”

Orang Liberal: “Karena kemaren ane kuliah di sana, diwisuda di sana.”

Kyai: “Namamu terdaftar di sana? Kamu mendaftar?”

Orang Liberal: “Ya jelas dong Kyai, ini ijazah juga masih basah tintanya.”

Kyai: “Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar, tapi kamu tetap datang kesana, hadir di perkuliahan, diam-diam ikut ujian, bahkan kamu dapat nilai sempurna, apakah kamu tetap akan dapat ijazah?”

Orang Liberal: “Jelas enggak Kyai, itu namanya mahasiswa ilegal. Sekalipun dia pintar, dia nggak terdaftar sebagai mahasiswa, kampus ane mah ketat soal aturan gituan.”

Kyai: “Berarti kampusmu jahat dong, ada orang sepintar itu tak dikasih ijazah hanya karena tidak mendaftar?”

Orang Liberal: *terdiam*

Kyai: “Gimana?”

Liberal: “Ya nggak jahat sih, itu kan aturan, salah si mahasiswa kenapa nggak mendaftar, konsekuensinya ya nggak dapat ijazah dan titel resmi dari kampus.”

Kyai: “Nah, kalau kampusmu saja ada aturan, apalagi dunia dan akhirat. Kalau surga diibaratkan ijazah, dunia adalah bangku kuliah, maka syahadat (mengakui tidak ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah) adalah pendaftaran awalnya. Tanpa pendaftaran awal, mustahil kita diakui dan dapat ijazah, sekalipun kita ikut kuliah dan mampu melaluinya dengan gemilang. Itu adalah aturan, menerapkannya bukanlah kejahatan, melainkan keadilan.”

Lihat 1 balasan
Oo berarti syurga dan neraka itu milik satu agama doang? Lah agama lain punya surga dan neraka sendiri2 kok emoticon-Ngakak

Lah wong semuanya cuman karangan doang emoticon-Ngakak
Jumlah Penganut Penghayat Kepercayaan di Gunungkidul Terus Meningkat
Kalo pengakuan terhadap Penghayat Kepercayaan sudah diakui oleh pemerintah, sudah saatnya ada lembaga eksekutif yang menangani bidang Kepercayaan ini... bisa dibawah Kementrian Agama dengan dibentuk Dirjen... lebih bagus lagi kalo nama kementeriannya dirubah jadi Kementrian Agama Dan Kepercayaan
Diubah oleh balado.jengkol
Quote:

Seseorang memilih suatu agama itu bukan dia percaya surga dan neraka yg dijustifikasikan dlm salah satu agama tsb. Dia memilih suatu agama ya karena reason, pilihan hati, bukan ancaman rasa takut
Quote:

Mending pake prinsip lakum dinukum waliyadin, tuhan menciptakan banyak golongan bukan untuk saling benar sendiri dan bunuh"an, dan surga neraka tidak hanya milik 1 golongan.
Miningkat itu yg tercatat kali..., udah dari jaman dulu Gunung Kidul itu banyak sekali penganut kepercayaan.
Quote:


emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2

kejawen

emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
soal kepercayaan mah urusan pribadi masing masing, mau nyembah batu ya monggo gak masalah

yang masalah itu kalo batunya dipakai buat nimpuk orang lain
Diubah oleh bravo73
Yah apapun aliran kepercayaannya, yang penting sih membawa dampak positip bagi kelakuan dan pola pikiran penganutnya aja sih
Balasan post buhujuhaso.1
Simple aja,

Surga yang LU mw, bukan Surga yang GW inginkan

Neraka yang LU takutin, bukan Neraka yang GW percaya.

Ngapain gw mesti daftar di Kampus lu, kalau gw bisa dapet pendidikan dan gelar yang sama di Kampus lain yang (menurut GW) lebih bonafid. emoticon-Ngakak
Quote:


Simpel

Kampus ga cm satu. Banyak kampus laen

Kalo kampus abal2. Jelas mahasiswanya cm bs tawuran, ngebom, gorok leher, memperbudak wanita

Kampus yg bagus. Lulusannya jd ilmuwan, menteri, presiden, dan orang2 hebat


Diubah oleh rachmacool
saya yakin masih di Indonesia emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
itu yg ngetik pake font merah2, logikanya pake logika kacamata kuda apa gmn? sampe cuman bisa ngeliat sudut pandang atau pola pikir satu arah??emoticon-linux2
Diubah oleh AirezZ
Quote:


Betul kata sembah waktu dulu, "surga dan neraka cuma buat nakut - nakuti. Lha wong surga dan neraka itu hasil dari perbuatan kita sendiri" emoticon-2 Jempol
haduh ada2 aja ya
kalo kepercayaan itu ada ibadah gak sih?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di