alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Logika, nalar dan rasionalitas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c6e9543136970072928d6ff/logika-nalar-dan-rasionalitas

Logika, nalar dan rasionalitas ((Metafisika))

Ini adalah tulisan pertamaku dan hanya akan menjadi 7 part dengan tambahan side story, maklumi saja kalau aku terlihat kaku seperti kutu buku. Aku rasa ini lebih sulit dibanding menulis thesis ilmiah berbasis eksperimental. Aku menulis ini dari sebuah ponsel, rasanya lebih praktis ketika aku ingin bercerita dimana pun sambil menghisap uap beraroma dan menyeruput secangkir kopi. Ini adalah cerita tentang 'kekurangan' yang aku miliki, dimana logika, nalar rasanya tidak mampu merasionalkan pemikiranku setiap 'itu' terjadi. Aku akan bercerita dengan bahasa yang tidak biasa, aku ingin kalian paham bahwa sebenarnya bahasa yang manusia gunakan pun butuh pemahaman bukan hanya sekedar membaca. Aku tidak ingin kalian menerima ini mentah, anggap saja aku hanya sedang berkhayal lalu aku tulis dan kalian baca, perkara kalian mengkhayal hal yang sama atau tidak, apa peduliku ? Aku hanya menulis.
Apakah ini fiksi atau nonfiksi ? Terserahlah, aku hanya ingin bercerita.
.
Spoiler for Update Time:

.
Kalau kalian ingin tau cerita perjalananku, termasuk cinta, aku tidak akan banyak bercerita mereka disana, hanya selingan. Itu pun kalau tertarik, silahkan saja baca Cerita Perjalananku. Kalau tidak, berpura-pura saja tidak membacanya.
.
.
.
Logika, nalar dan rasionalitas
.
.
.
Hi!....
Aku Albiru Kahfi Diandra, terlahir sangat normal. Aku generasi 90'an, lebih banyak bermain diluar dibanding menunduk sambil terduduk. Aku dari keluarga sederhana, yang jauh dari kata 'mewah', tapi bukan itu kekuranganku. Masa kecilku pun 'terlihat' normal, sampai aku memasuki usia tertentu aku pun menyadari sesuatu...

Spoiler for Index:


Side Story


Spoiler for Hot Thread:
Diubah oleh alasankupergi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2

....

Deleted
Diubah oleh alasankupergi

.....

Deleted
Diubah oleh alasankupergi

....

Deleted
Diubah oleh alasankupergi

...

Deleted
Diubah oleh alasankupergi

5. Masa SMA

Spoiler for Celoteh:



Spoiler for disclaimer:


"Ayah, ibu! Aku berangkat ya!" Kataku lalu membuka pagar rumah

Aku berangkat menggunakan motor matic kesayangan, karena ini adalah motor pertama dari orang tuaku. Ini sebagai kado ulang tahunku yang ke 16 kata mereka, dan aku memang membutuhkan motor saat itu. Kamu tau rasanya bangun tidur lalu melihat hadiah ulang tahun yang tidak kamu duga ? Kalau tau, begitulah rasanya. Kalau tidak ? Pura-pura saja kamu tau rasanya.

Aku sudah kelas 2 sekarang. saat kelas 1, aku tidak merasakan hal hal aneh atau apapun yang berhubungan dengan mereka.

Spoiler for bangunan sekolah:


Di parkiran sekolah . . .

"Tumben lu dateng pagi cuy ?" Tanya beni, anak 2 ips yang selalu nongkrong di kantin kalau pagi

"Eh elu ben, biasalah gw mau ngerjain PR. Baru inget tadi pagi" ucapku yang lalu menghampiri dia

"Eh curut! PR itu Pekerjaan Rumah! Napa lu kerjain di sekolah ? Hahaha" ucapnya seraya mendekatiku

"Namanya juga lupa cuy haha. Yaa elu mah enak IPS, Ikatan Pelajar Santai hahaha" kataku

"Hahaha sial, kantin lah!" Sambil menarik tanganku

"Gw ngerjain PR dulu dah, skip ye!" Kataku langsung berlari ke kelas

Pagi itu jam belajarku bertambah, karena jam setengah tujuh pun aku sudah mulai belajar, iya karena PR ku itu. Setelah 15 menit akhirnya PR ku pun selesai lalu ku lihat sekitar ternyata banyak juga yang mengerjakan PR di sekolah. Jam tujuh Teng!, pelajaran dimulai . . .

Pelajaran berlangsung dengan cukup hikmat sampai aku pun merasa energiku terkuras banyak, karena aku belajar matematika dan bahasa asing hari ini, aku tidak mengerti apa aku yang terlalu pintar atau para penyusun jadwal ini yang bodoh, harusnya para guru itu paham soal manajemen pengelolaan jadwal agar bisa diserap maksimal oleh murid. Jam menunjukkan setengah sepuluh dan benar saja, bel istirahat berbunyi . . .
Aku mengajak temanku Andi untuk ke kantin

"Ndi, kantin yuk! Laper gw" kataku mencolek andi yang duduk di depanku

"Sabar boy, gw masukin buku dulu. Gw sih bawa makanan, tapi gw temenin deh sekalian beli minum" sambil memasukkan buku ke dalam tas

"Yaudah, ntar gw temenin lu makan dah, gw beli nasi kuning aja di kantin. Mau makan dimana ?" Lalu aku berdiri dan bersiap keluar

"Lantai 3 aja gimana ? Kan yang sebelah kosong tuh. Nggak ada bocah rusuh juga" katanya sambil menutup tas

Lantai 3 bagian barat selalu jadi tempat favorit kelas 2, selain karena kalau teriak meledek guru tidak akan ada yang dengar, tempat itu juga ada ac yang bisa bebas digunakan. Walaupun kami tau tempat itu jauh dari kata 'aman', peduli apa kami hanya ingin istirahat.

"Yuk lah!" Kataku berjalan duluan

Aku pergi ke kantin untuk membeli nasi kuning dengan es teh, kemudian menjadikannya satu paket di kantong plastik hitam. Setelah dari kantin, aku pun menuju lantai 3 dan berhenti sejenak di depan tangga karena andi mau mengambil bekal di mejanya. Saat sedang menunggu depan tangga, aku yang sedang membelakangi tangga merasa dilewati seseorang di bagian belakangku, sontak aku langsung membalikkan badan. Karena aku tidak mau ada yang mendahului kami dan mengambil spot kami saat makan nanti, jadi aku mengejar orang itu.

"Wey !" Aku teriak dan berharap dia berhenti

Tak ada jawaban, pas aku naik sampai cabang tangga, aku melihat ujung baju warna putih seperti seragam ke arah toilet. Aku mempercepat langkah untuk memastikan sesuatu, saat sudah sampai di ujung tangga, aku mendengar suara "ceklek", kalian tau batang besi yang digunakan di pintu untuk disangkutkan ke gembok, suara dari besi itulah yang aku dengar beradu dengan pintu kayu, aku ngotot untuk masuk ke dalam toilet, dan posisinya pintu toilet semua terbuka, aku bersiap untuk kemungkinan temanku mengerjaiku, jadi aku tendang pintunya "BRAKKKK", aku tidak menemukan seorang pun dalam toilet. Aku pun keluar dengan santai, dan berucap sedikit kesal "kampret lu mau ngerjain gw, awas lu ya". Aku hendak kembali turun, tapi ternyata andi sudah di cabang tangga

"Lu kenapa coy ?" Tanyanya heran

"Dikerjain gw, kampret emang" jelasku sedikit kesal

"Siapa sih ? Si manis ?" Katanya lalu tertawa, dan terus menaiki tangga

"Nggak ngeliat gw, cuma gw kejar tadi" sambil melihat ke arah toilet

"Yaudah, kita makan disitu aja tuh, mumpung ada meja, ntar kalo di dalem kelas kekunci sendiri kan ga lucu" ucapnya lalu kami tertawa bersama, lalu mengambil posisi untuk makan

Tempat kami duduk saat ini seperti huruf L dan kami berada di sudut, jadi kami bisa melihat ke semua arah, kami duduk di bangku koridor yang ada mejanya, di ujung dekat kami ada kelas, dan depan kami pun ada ruang kelas yang tentu saja semuanya kosong. Aku sudah selesai makan dan berniat membuang sampah

"Tadi lu diapain dah ?" Tanya andi penasaran

Terus ku ceritakan yang tadi terjadi, saat sedang menceritakan aku menahan diri untuk sabar dan tidak meladeni beberapa gangguan.
Aku melihat dari pintu kelas yang dekat, seperti ada yang mengintip, dan mulai ada gerakan di pintu kelas yang berada di ujung.

krek. . . krekk

"Coy, balik nih ?" Kata andi menunjuk dengan pandangannya ke pintu

"Bentar, bentar! Songong sih ini" aku kemudian berdiri untuk memastikan apakah ada aliran angin yang bisa membuat pintu itu bergerak

"Gimana ?" Tanya andi

"Enggak ada angin" kataku sambil berpikir

"Terus gimana ? Ac dalem ? Jendela dalem ? Ini kan nggak ada aliran angin selain itu" tanya andi masih penasaran

"Gw cek dulu!" Kataku berjalan ke arah pintu itu

"Gw temenin nggak ?" Ucapnya sambil menghabiskan minumannya

"Enggak usah, lo situ aja. Biar kalo lari nggak tabrakan hahaha" ucapku asal

Pintu kelasnya memiliki kaca di bagian tengah, seperti kaca untuk mengintip, saat ku lihat, aku tidak mendapatkan AC nyala atau jendela terbuka. Aku berpikir takutnya ada murid lain yang iseng, aku buka pintunya dan ternyata tidak ada, aku pun menutup pintu itu rapat rapat dan kembali ke tempat andi

"Gimana ?" Dia masih sibuk merapikan tempat bekalnya

"Enggak ada apa apa disana, ketutup semua" aku merasa heran

krekk . . . . krekkk . . . krekk

"Ah tai! Diem dah, gw lagi makan ini, gw cuma makan disni!" Ucapku keras ke arah pintu itu

krekk . . . . . . krekk

Aku menghampiri pintu itu dan berkata agak keras "baik lu ye! Udah gw biarin malah ngelunjak"

BRAKKK pintu itu terbanting persis di depanku

"Fakkk! Makin songong" aku mundur sedikit dan . . .

BRAKKK, kali ini aku yang menendang pintu itu. "Gw juga bisa!" Ucapku kesal dan menutup pintu itu rapat

"Udeh cabut aja ndi!, Males gw urusan sama yang beginian" kataku sambil mengajak andi turun

"Jangan bilang bilang soal ini ya, ntar makin sombong itu makhluk jadi bahan omongan" ucapku pada andi

"Beres boss! Lo berani banget dah ?" Tanyanya agak sedikit heran dengan sikap ku tadi

Kami berjalan menuruni tangga dan menuju kelas kami.

"Gw juga takut, tapi pas tadi gw ngecek akhirnya takut gw ilang, kan disitu kita nggak ganggu. Tapi dia duluan yang ganggu, kalo kata mereka kan mereka gamau diganggu, ya gw juga lah, gw lagi makan diganggu" kataku kesal

"Bener juga lu! Tapi emang lu nggak takut ? Kalo itu yang disitu ngikutin elu gimana ?" Kata andi tertawa licik

"Haha biar gw kenalin sama temen rumah gw, belom tau aja dia lingkungan gw keras" kataku memecah ketegangan

Hari itu pelajaran sangat melelahkan, otak dikuras oleh berbagai hafalan rumus dan kosakata bahasa asing, ditambah lagi kejadian tadi, penat sekali rasanya. KRINGGG . . . KRIINGGG . . . KRIINGGG, bel pulang sudah dibunyikan, aku pun segera memasukkan buku dan lainnya ke tas, aku tidak mau terlambat pulang, karena perut ini sudah seperti Istora Senayan kalau sedang ada konser, ramai sekali.
Saat berjalan keluar kelas aku berpapasan dengan guru sejarah, pak Herdi namanya . . .

"Hey kamu, anak ipa ya ?" Katanya memanggilku

"Iya pak, saya dulu yang bapak ajar di 10.2 pak" sontak aku mendekat dan salim padanya

Dia menyambut tanganku, lalu berkata "jangan keseringan ya, biasa aja" dia menekan sela jari antara ibu jari dan telunjuk

"Maksudnya gimana pak ?" Aku tidak mengerti, tapi tekanan tangannya semakin kuat

Dia tidak menjawab pertanyaanku tapi menekan lebih keras tanganku, aku tidak merasa sakit sedikit pun tapi agak risih

"Udah pak udah, nanti sakit pak!" Kataku yang mulai menarik tanganku

"Ini ada isinya ini nih!" Katanya yakin

"Isi apaan pak ?haha duit saya udah abis beli nasi kuning pak" ucapku bercanda

"Saya duluan pak, laper! Assalamualaikum pak!" Kataku berlalu pergi, aku tidak peduli yang bapak itu katakan.

Aku berjalan menuju parkiran, sambil sedikit memikirkan apa yang dikatakan guru tadi, aku tidak pernah merasa punya amalan atau apapun yang berhubungan dengan hal klenik, aku jadi ingat waktu aku kesal dengan salah satu guruku, saat kami sedang menaiki tangga dia coba mengajakku bicara santai tapi karena aku kesal aku cuma diam dan guruku terpeleset di tangga, tidak jatuh sayangnya, dan aku tidak menolongnya, jahat ? Iya, apa peduliku terhadap orang yang merendahkanku. Aku menertawainya, di depan mukanya, lalu aku lanjut berjalan.

Aku berjalan menuju parkiran, hari ini tampak melelahkan . . . dan sangat unik . . .

"dirumahku rasanya yang seperti tadi tak ada apa apanya, gimana ya kalo si igun aku ajak kesini, pasti dia berantem nih. Nanti malem nongkrong asik sih, sekalian tanya igun soal ginian ah" kataku pelan sambil menaiki motorku, lalu berjalan pulang.

Spoiler for Lingkungan Rumah:




bersambung . . .



Spoiler for :
Diubah oleh alasankupergi

6. Terimakasih

Maret, 2019. Di Pusat Jakarta

Ini adalah hari yang tidak biasa, dimana aku mencoba menulis setiap rangkaian cerita seperti blog pribadiku, seperti mengenang masa kelamku. Kekurangan yang aku miliki ini tak bisa lagi di tolerir sebagai satu kelebihan, aku hanya bisa berkata untuk kalian yang spesial, kalian beruntung, dan untuk kalian yang normal, hidup kalian jauh beruntung dariku, syukuri saja.

Di restoran cepat saji inilah aku selalu menuliskan ceritaku ini, disimpan dalam draft lalu siap untuk aku posting. Alasannya sederhana, tempat ini ramai, ada musik dan ada kendaraan lewat, resonansi itu setidaknya bisa meminimalisir kehadiran mereka yang ada dalam ceritaku. Bayangkan saja setiap aku bercerita satu rangkaian cerita, mereka yang ada dalam cerita bisa hadir, atau siapapun yang merasa seperti yang aku sebutkan datang, ditambah dengan yang ada di sekitar ku. Part 4 kemarin adalah terakhir aku bersemangat untuk bercerita, karena setelah itu, aku sakit, logikanya adalah badan kurang fit, tapi ini sudah lebih dari 3 minggu aku tidak kunjung membaik, ditambah kemarin aku mendapat kabar yang sangat menyiksaku selama 1 minggu, rasanya seperti aku diteror. Ini adalah part terakhir

Aku akan ceritakan apa saja yang aku alami, jujur aku adalah seorang yang sangat penakut dan karena aku takut maka aku mencoba merasionalkan apa yang terjadi untuk kemudian dinalar oleh logikaku. Itu yang sebenarnya terjadi, bukan aku sok pemberani lalu seakan bersikap biasa saja. Akan ku urut dari yang pertama hingga yang baru baru ini.


*****


Spoiler for Penglihatan:



*****



Spoiler for firasat:



*****


Aku masih asyik menulis ini dalam draftku, melihat sekitar apakah ada yang terganggu dengan aktivitasku menghisap uap cairan ini. Aku terhenti saat melihat sekitarku, ini karena dahiku terasa berdenyut, lumayan menekan kali ini denyutannya. Lalu aku letakkan ponselku, fokus pada makanan dan minuman ini.

"pergi, aku tidak bisa melihat dan mendengarmu. Percuma!" kataku dalam hati

Lalu perlahan denyutnya melambat dan menghilang.

Kalau di part sebelumnya itu aku sering menceritakan denyut di dahi ini, mungkin mereka yang punya kelebihan tau arti dari denyut ini, tepat ditengah dahi. Karena yang aku tau sampai saat ini adalah mereka ingin berkomunikasi atau ada interaksi. Termasuk ketika aku mengalami penyerangan non-fisik, rasanya seperti mabuk kendaraan.

Lalu siapa yang biasa bicara denganku ?

Aku pun tidak tau dengan pasti, tapi cara berkomunikasi dengan mereka adalah dengan bicara dalam hati, tapi ketika hatiku mendengar bahasa lain yang tidak sempat aku pikirkan, maka itulah temanku.
Kadang kita berbicara bukan hanya hal yang metafisik tapi tentang kehidupan, beliau pun memberi informasi tentang apapun yang sedang aku lihat. Lalu apa timbal balik untuknya ? Tidak ada, aku tidak memberi apapun, yang perlu di lakukan hanya rajin ibadah katanya agar energinya selaras.

Kenapa hal seperti ini selalu aku bilang kekurangan ? Alasannya sederhana, aku tidak memiliki kelebihan untuk melihat, tak seperti orang normal yang bisa acuh soal metafisika. Makanya aku selalu bilang seperti itu. Masa kuliahku di tanah jawa memberikanku kepekaan yang lebih, percaya atau tidak tapi orang sepertiku tidak hanya aku. Aku bukan indigo, atau sengaja mempelajari hal seperti ini, aku pun juga tidak dengan sengaja mencari hal semacam ini.

Logika macam apa yang mampu merasionalkan hal diluar nalar seperti ini ?

Beberapa orang yang paham berusaha menerjemahkan apa yang terjadi dengan sains, tapi faktanya para scientist pun tidak bisa menjabarkan dimensi n, karena sampai saat ini baru hanya ditemukan 4 dimensi untuk sebuah grafis.
Pun ketika aku berusaha menerima kekurangan ini, sulit dipahami tapi berdamai dengan diri sendiri itu lebih baik.

Spoiler for percayalah!:



Lucid Dream ? Astral Projection ? Sleep Paralyze (in medical) ?aku tidak akan membicarakan hal yang sering terjadi padaku. Terlalu mainstream.





Terimakasih untuk membaca ceritaku tentang mereka. Aku tidak memaksa untuk percaya, tapi yang kalian perlu tau adalah mereka ada ketika kita membicarakannya!
Diubah oleh alasankupergi
Quote
Nangkring di pejwan dulu ya gan emoticon-Cool

Semoga aja seru ceritanya emoticon-Blue Guy Peace
lanjutttt gan..bakalan asyikkk neh..ditunggu updatenya...seruputtt kopi dl achhh...masuukkk pak eko...
Menurut saya, angka 90 lebih enak dibaca jika ditulis dengan huruf .
Santun siang ....

....

Deleted
Diubah oleh alasankupergi

.....

Deleted
Diubah oleh alasankupergi
Quote:


Quote:


Quote:


Terima kasih gan emoticon-Malu
Lihat 1 balasan

....

Deleted
Diubah oleh alasankupergi
Balasan post alasankupergi
Sama-sama, yaa. Saya sista, bukan agan, hehe







Quote:


emoticon-Jempol baiklah sista
amankan pejwan dulu,
semoga saja menarik ceritanya. semangat gan.
Lihat 1 balasan
Quote:


Siapp!!
emoticon-Jempol tengkyu gan
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di