alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pejabat Istana Saling Lempar soal Grasi Jokowi untuk Pembunuh Wartawan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c4840bb68cc951cb548010a/pejabat-istana-saling-lempar-soal-grasi-jokowi-untuk-pembunuh-wartawan

Pejabat Istana Saling Lempar soal Grasi Jokowi untuk Pembunuh Wartawan

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pejabat di Istana Kepresidenan saling lempar saat ditanya soal grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada I Nyoman Susrama. Susrama adalah terpidana yang menjadi otak pembunuh berencana wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, pada 2009 silam.

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Bangli Made Suwendra membenarkan adanya grasi dari Presiden Jokowi untuk terpidana Susrama.

"Iya benar," jawabnya saat dikonfirmasi Tribun Bali, Senin (21/1/2018).

Baca juga: AS Selidiki Pembunuhan Wartawan James Foley

Menurut Suwendra, grasi yang diberikan kepada Susrama adalah perubahan hukuman dari pidana seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

"Grasi yang didapat adalah perubahan hukuman. Dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman sementara. Hukuman sementara itu menjadi 20 tahun dari pidana penjara seumur hidup," kata dia.

Pejabat Istana saling lempar

Saat dikonfirmasi lebih jauh mengenai grasi ini, para pejabat di Istana Kepresidenan saling lempar. Sekretaris Kabinet Pramono Anung meminta wartawan untuk bertanya kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

"Tanya Pak Mensesneg. Grasi urusannya Mensesneg," kata Pramono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Sementara itu, Mensesneg Pratikno juga enggan menjawab pertanyaan wartawan seputar pemberian grasi ini. Ia meminta awak media bertanya kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Yasonna terkait hal ini.

Baca juga: Beritakan Pembalakan Liar, Wartawan Dikeroyok Belasan Orang

"Tanya Menkumham-lah ya. Tadi saya sudah ditelepon Menkumham, 'Kalau tanya, suruh tanya ke saya'. Jadi Pak Menkumham tahu parameternya," kata Pratikno.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo juga menyampaikan jawaban yang sama saat ditanya soal grasi untuk Susrama.

"Coba tanya ke Menkumham, saya belum dapat info detailnya," kata Johan.

Namun, Menkumham yang ditemui wartawan di kantornya, Selasa malam kemarin, juga enggan bicara soal pemberian grasi untuk Susrama itu. Usai menjelaskan panjang lebar mengenai pembebasan Abu Bakar Ba'asyir yang masih dikaji, ia langsung berjalan cepat ke mobilnya. Ia enggan menanggapi wartawan yang bertanya soal topik lain, termasuk mengenai grasi untuk Susrama.

AJI bereaksi

Aliansi Jurnalis Independen menyesalkan langkah Jokowi memberikan grasi terhadap I Nyoman Susrama. AJI menilai pemberian grasi ini sebagai langkah mundur terhadap penegakan kemerdekaan pers.

Pemberian grasi dari seumur hidup menjadi 20 tahun ini bisa melemahkan penegakan kemerdekaan pers karena setelah 20 tahun akan menerima remisi dan bukan tidak mungkin nantinya akan menerima pembebasan bersyarat," kata Ketua AJI Denpasar Nandhang R. Astika.

Nandhang menjelaskan, pengungkapan kasus pembunuhan Prabangsa tahun 2010 silam menjadi tonggak penegakan kemerdekaan pers di Indonesia. Sebab, sebelumnya tidak ada kasus kekerasan terhadap jurnalis yang diungkap secara tuntas di sejumlah daerah di Indonesia, apalagi dihukum berat.

Baca juga: 5 Fakta Penganiayaan Wartawan di Maluku, Korban Mabuk Miras hingga Satu Pelaku Masih Buron

Karena itu, vonis seumur hidup bagi Susrama di Pengadilan Negeri Denpasar saat itu menjadi angin segar terhadap kemerdekaan pers dan penuntasan kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia yang masih banyak belum diungkap.

AJI Denpasar bersama sejumlah advokat, dan aktivis yang dari awal ikut mengawal Polda Bali tahu benar bagaimana susahnya mengungkap kasus pembunuhan jurnalis yang terjadi pada Februari 2009 silam.

"Perlu waktu berbulan-bulan dan energi yang berlebih hingga kasusnya dapat diungkap oleh Polda Bali," kata Nandhang.

Nandhang menegaskan, meski presiden memiliki kewenangan untuk memberikan grasi sesuai diatur UU Nomor 22 Tahun 2002 dan perubahanya dalam UU Nomor 5 Tahun 2010,  seharusnya ada catatan maupun koreksi baik dari Kemenkumham RI dan tim ahli hukum presiden sebelum grasi itu diberikan.

"Untuk itu AJI Denpasar menuntut agar pemberian grasi kepada otak pembunuhan AA Gde Bagus Narendra Prabangsa untuk dicabut atau dianulir," kata Nandhang.

Karena berita

Kasus pembunuhan Prabangsa ini berhasil diungkap polisi meskipun para pelaku telah berupaya keras menghilangkan jejak.

Eksekusi terhadap korban dilakukan di rumah Susrama di Banjar Petak, Bebalang, Bangli, sekitar pukul 16.30 hingga 22.30 Wita, pada 11 Februari 2009.

Susrama menjadi aktor intelektual dalam kasus pembunuhan terhadap Prabangsa ini. Pembunuhan diduga terkait pemberitaan kasus dugaan penyimpangan proyek di dinas pendidikan dalam pembangunan sekolah TK Internasional di Bangli.

Susrama memerintahkan dua anak buahnya untuk menghabisi korban di belakang rumahnya.

Mayat korban kemudian dibuang di tengah laut Padangbai, Klungkung.

Mayatnya kemudian ditemukan mengambang di laut Padangbai, Klungkung, pada 16 Februari 2009 dalam kondisi mengenaskan.

https://nasional.kompas.com/read/2019/01/23/08210461/pejabat-istana-saling-lempar-soal-grasi-jokowi-untuk-pembunuh-wartawan?page=all

Miris juga ya
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Coba tanya jokowi, pasti di jawab : "kalo ada bukti-bukti, laporkan saja kepada pihak yang berwajib.." emoticon-Cool
harus secepatnya dijelaskan, agar yg sebelah gak dapat bahan gorengan..
Kemungkinan Presiden terima daftar pemohon grasi gelondongan, lalu diterima2 aja karena sudah biasa.

Itulah yang terjadi kalau grasi menjadi hal biasa seolah2 hak, dan bukan perlakuan istimewa bagi kasus luar biasa.
Quote:
suka suka jokowilah b*ngsat
Dusta mana lagi yang kamu dustakan..?
Kebangetan sih klo jurnalis dan media masih belain pemerintahan yang begini.
Sama aja kek dikasih makan taik, disuruh jilat2 pantatnya juga.
solusi penjara penuh, seperti kata Yasona.
Ko bisa emoticon-Hansip
Kasusnya idonritwatisin jilid dua
Dipastikan yang terhormat g bakal buka suara soal kasua ini. Takur blunder. Maklum udah mau coblosan emoticon-Leh Uga
Quote:


emoticon-Big Grin
kyknya emang mengarah ke sekuel I don't read what I sign ni isu gan.

kalo masih ada jg yg belain beginian, hopeless bgt deh...
Setelah rampok dikasih bebas, teroris batal sekarang otak pembunuh yang dikasih bebas...

Mantap jiwa pakde .... emoticon-DP
Quote:


Jika itu jawabanx jika jawabanx i dont read what i sign for.. Ini bisa jadi bumerang ternyata penyakitx masih terus ada sampe kapan pun.. Kebanyakan plesir dan pencitraan saat hari libur ketimbang memikirkan negara ini dengan bijaksana...
Bknnya grasi jg ada pertimbangan dr MA...
Presiden; tanya Ketua MA
emoticon-Ngakak

Dagelan
Emang dari dulu doi gitu bre.. Ingat jaman TJ kebakaran/karatan waktu masi gubernur?? Itu yang di salahken pegawai bppt (kalau gak salah) akhirnya di penjara... Mulai awal jabat RI1 sudah menyalahken SBY karena memberi ruang fiskal yang sempit, terus minta SBY menaikken BBM sebelum doi di lantik... DAN LAIN LAIN (CARI AJA BRE, ADA BANYAK).. Sampai yang kemarin masalah BPJS itu juga doi menyalahken dirut BPJS sama kemenkes pas pidato (pasti di sorot)... Tau garis merah nya bre?? Doi suka cuci tangan habis berak tapi taik nya HARUS di lempar ke orang lain .. Biar orang fokus nya ke yang banyak taiknya..
Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung. Pasal 14 Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”). lah kok ini dilempar ke menteri. Presiden dan MA, udah itu aja klo disuruh muter2 jangan mau
hahhahaha... ngurus negara kayak ngurus RT..
dulu nastaik ngebulli sby karna ngasi grasi ke cewe bule terpidana narkoba dr ostrali

skrg nastaik harus jd ahli tafsir buat kebijakan sang tjahaja asia yg udah ngasi grasi ke pembunuh wartawan dan remisi 77 bulan ke terpidana century yg akhirnya jd bebas..

waktu fenomena si baasir mo dibebasken, nastaik begitu gigihnya jd ahli tafsir sang tjahaja asia, karna alasan kemanusian lah, karna udah tua lah.. bla.. bla.. bla..
eh taunya php, si baasir asu itu kagak jd dibebasken karna kagak mao nandatangani menerima pancasila
munculah pahlawan kesiangan sang tjahaja asia tidak jadi ngasi grasi ke si tua bangka asu itu.
di tunggu ahli tafsir nastaik


indonesia msh suraaaammm...

ane pasti coblos paslon mo. 10,pasngan aldo emoticon-Recommended Seller


emoticon-Traveller
masih abu2 ini berita


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di