alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh Berkuasa Di Freeport
1 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c38465b4601cf480c663220/ini-petunjuk-walau-kuasai-saham-mayoritas-indonesia-tak-sungguh-berkuasa-di-freeport

Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh Berkuasa Di Freeport

Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh Berkuasa Di Freeport


Pemerintah Indonesia boleh menepuk dada rasa bangga setelah membayar 51 persen saham PT Freeport Indonesia senilai 3,85 miliar dolar, bulan Desember 2018 lalu.

Tetapi memiliki saham mayoritas ternyata tidak membuat Indonesia menjadi pengendali sesungguhnya arah pergerakan perusahaan patungan dengan Freeport-McMoRan itu. 

Dua hari lalu, Dirut PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin mengakui bahwa PT Inalum tidak akan menerima deviden atau keuntungan operasional selama dua tahun. 

Ini, menurut Budi, terjadi karena perusahaan sedang memindahkan operasional dari pertambangan terbuka ke pertambangan tertutup. 

Pernyataan ini mengejutkan, karena pihak Freeport-McMoRan sendiri di bulan Desember 2018 mengatakan bahwa sampai tahun 2022 mereka akan mendapatkan keuntungan hingga 81,28 persen dari Freeport Indonesia.

Hal-hal seperti inilah yang membuat semakin banyak yang percaya bahwa walau Indonesia secara formal menguasai saham mayoritas, tetapi sesungguhnya tidak benar-benar berkuasa di Freeport Indonesia. 

Petunjuk lain mengenai situasi ini sebenarnya bisa dilihat saat susunan komisaris dan direksi Freeport Indonesia setelah divestasi saham dilakukan. 

CEO Freeport Mc-MoRan Richard Adkerson ditunjuk sebagai Presiden Komisaris. Sementara Dirut Inalum Budi G. Sadikin hanya menjadi komisaris bersama Hinsa Siburian, Kathleen Lynne Quirk, dan Adrianto Machribie. Sebagai Wakil Komisaris Utama adalah Amin Sunarya.

Adapun posisi Direktur Utama diduduki Tony Wenas yang sudah lama malang melintang di Freeport. Dia didampingi Orias Petrus Moedak, dan empat direktur Jenpino Ngabdi, Achmad Ardianto, Robert Charles Schroeder, Mark Jerome Johnson. 

Peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng pernah menyampaikan hal ini. Susunan Komisaris dan Direksi Freeport Indonesia, sebut dia merupakan salah satu petunjuk yang memperlihatkan kemenangan Freeport-McMoRan di atas meja perundingan. 

Petunjuk lain bisa dilihat dari keberhasilan Adkerson mendapatkan kepastian perpanjangan izin operasional, juga soal pembangunan smelter yang bisa dilakulan dalam lima tahun setelah divestasi.

Selain itu, Freeport Indonesia juga mendapatkan kelonggaran pajak.


https://ekbis.rmol.co/read/2019/01/1...ort-Indonesia-
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Udah d goreng aja, padahal baru Jan 2019 emoticon-Big Grin

Kemaren berita serupa gw udah komen, kelak 2019-2020 bakalan d goreng nih berita karena penurunan setoran deviden akibat turunnya produksi karena pemindahan lokasi tambang dr openfit ke underground yg butuh waktu pengembalian produksi ke besaran semula emoticon-Amazed
Yg penting kita pilih yg seiman aja
saat ini freeport sedang proses peralihan dari tambang terbuka menjadi tambang tertutup. Tambang terbuka emasnya sudah habis sedangkan tambang tertutup belum mulai menghasilkan

Quote:


Kontrol ya ada dimayoritas lah. Pengertian darimana itu 51% bukan berarti mayoritas emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka

Belum bisa deviden kok dihubung2kan dengan fungsi kontrol? emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka Hubungannya dengan kemampuan keuangan perusahaan yg lagi transisi dari open pit mining ke underground mining lah.

Dihubung2kan pula dengan posisi komisaris ckckckck...Arah perusahaan kan ditentukan dalam RUPS dan dilaksanakan oleh BOD. Kalo dirut nya masih orang lama freeport, ya sepertinya memang perlu. Lagi transisi produksi dari open pit mining ke underground cuk. Kalau udah jalan normal produksinya, boleh lah the best of the best dari BUMN2 lain ditaruh disitu.
Balasan post Uthe18
Freeport-McMoRan sendiri Desember 2018 dalam laporan kepada US’ Security & Exchange Commision (SEC) mengatakan bahwa sampai tahun 2022 mereka akan mendapatkan keuntungan hingga 81,28% dari Freeport Indonesia

Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh Berkuasa Di Freeport
Wah ts ahli tambang dan sahamemoticon-Embarrassment
Dasar org Indonesia, maunya serba instan, nggak mau transisi dulu, nggak mau susah dulu
Semoga setelah dikuasi penuh oleh pemerintah Indonesia, bisa dimanfaatkan dengan baik, dikelola dengan profesional, semua demi kepentingan nasional, seluruh rakyat Indonesia.
yang menguasai teknologinya ameriki, ya biar ameriki yang kerja .

Quote:


hip...hip...hulahop....... emoticon-Wakaka
Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh Berkuasa Di Freeport
itu mereka mau pindahan ke tambang tertutup, lo kira pindahan kostan emoticon-Embarrassment
51% ya mayoritas lah emoticon-Gila
artinya Indonesia mempunya hak akses penuh terhadap laporan hasil tambang dan keuangannya, jadi kita bisa tau apa aja yg di tambang, emas, uranium, perak dll emoticon-Embarrassment

nasbung goblok!
kampret mati2an menghasut masy

emoticon-Ngakak
goblok, gak cuman freeport, perusahaan2 yang lain juga gak selalu bagi deviden
lagian cuman 2 tahun aja, sabar dikit napa emoticon-Big Grin
Boleh dikata akuisisi saham 3,8 milyar dolar hanya beli Goodwill Freeport,..baru start tambang dalam, tambang luar sudah mau habis ...padahal cost tambang dalam akan lebih mahal biayanya dibanding open pit
Balasan post Uthe18
wek wek wek..susah emg ngadepin makhluk mati hati dan logika emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
keren nih kalo jadi bahan debat emoticon-Nyepi


Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh Berkuasa Di Freeport


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di