alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b68acdd60e24b3f628b4567/tell-me-why-i-cant-stop-thinking-of-ya

Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 2
Cerita nya keren ..cowok kadang suka gitu suka tiba2 manjaa ..palg klo lg kangen ..😀😀
Diubah oleh dewinaraza
ikutan nyimak Gan... ceritanya asik

Part 14

Sepanjang perjalanan aku memilih tidur dan menutup telingaku dengan headphone. Anak-anak kecil ku lihat jalan maju mundur sekedar menghilangkan rasa bosan mereka. Tak lama mereka bertingkah dengan berdiri diatas kursi penumpang sambil melihat penumpang lainnya dibelakang, tak lama mereka minta ke belakang bersama orang tuanya. Tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri melihat tingkah menggemaskan mereka.

Jika mungkin di sampingku ada riana, kami pasti akan melihat tingkah mereka sambil berangan-angan ketika kami nanti berdua jadi orang tua dari anak2 kami berdua mungkin.....


Mataku kembali terpejam dan menikmati alunan lagu indie yang sudah lama sekali bersarang di deretan list daftar putar musik terfavoritku.

Quote:


Wait, nih anak bener-bener g takut sama orang asing. Ku jawab dengan senyum dan ku kembali menikmati musikku. Orang yang duduk si sampingku tidak bergerak seinchi pun, dia tertidur pulas dengan mulut terbuka.


###


Sampai stasiun aku keluar pintu stasiun dan langsung ditawari beberapa jasa kendaraan penjemputan. Risih sebenarnya dengan situasi yang seperti ini. Niatnya mereka bantu penumpang palah membuatnya tidak nyaman antara terus di desak oleh para supir angkutan dan menjaga barang dari sang tangan panjang yang biasa mangkir di sekitar stasiun.

Aku pilih salah satu tukang ojek yang tidak terlalu memaksa, setidaknya dia lebih sopan. Sekitar seperempat jam aku sampai di rumah. Keadaan rumah sepi dari luar tapi aku yakin di dalam mereka sudah menungguku.

Quote:


Ibu langsung melerai kami dan menyuruhku untuk membersihkan badan dulu.

Ku rebahkan badan di kasur sambil mengecek notif hp. Ku cari kontaknya riana dan langsung ku telp. Satu kali tidak ia angkat, lalu ku coba lagi.

"Maaf nomor yang anda hubungi....."

"Tante Vero memang genit, ngangkat2i telp orang emoticon-Mad ", gumamku kesal.

Aku mengetik kata untuk memberitahukan ke riana bahwa aq sudah sampai. Lalu ku taruh lagi HP dan ku tinggal mandi.

Suasana rumah hampir tidak berubah sama sekali dari dulu sampai sekarang. Ayah maupun ibu, mereka suka suasana yg asri. Pernah sesekali ngobrol, kelak mereka ingin tinggal di pedesaan jika sudah tua nanti. Itulah keinginan mereka kelak.

Malam ini kami sekeluarga sudah duduk berempat di meja makan. Jarang sekali memang dari dulu kami kumpul seperti ini. Ibu sempat menanyakan perihal pekerjaan apa yang ingin ku coba sebagai pengalaman awal. Ku jawab pekerjaan apapun akan ku coba, kecuali jadi model atau pemain sinetron. Walaupun sudah terlahir ganteng, kata emak gw tapi pekerjaan jadi entertainment menurutku sangat tidak cocok untukku. Beliau dengan gemasnya menyerah dengan jawabanku yang brilliant.

Selesai makan dan cuci alat makan, aku balik ke kamar dan mengecek notif hp kembali.

Bukan pesan riana yang ku lihat, isinya hanya grup anak-anak yang baru menyandang status pengangguran yang membanjiri notif.

Terlintas nama Bona dibenakku, segera ku cari kontaknya dan bersiap untuk mengetik tapi urung ku lakukan. Jika mungkin di saat kesepian seperti ini aku menghubungi orang lain, mungkin hal itu suatu saat akan riana lakukan juga.

Akhirnya aku mengikuti grup para job seeker yang kata yang sering ku temukan adalah CV, surat lamaran, dan legalisir.

Welcome to a new world.
Quote:


Okay thanks gan
Quote:


Thanks, betah2 ya dimariemoticon-Big Grin
Quote:


Siap emoticon-army

Part 15

Kehidupa setelah lulus sekolah apapun, dar SD, SMP, SMA sampai kuliah bagiku semuanya. hambar. Ini yang membuatku berbeda dengan yang lain dari dulu. Rata-rata mereka senang sekali lulus dari sekolah, terutama masa putih abu-abu. Naik motor, corat-coret, pesta, mereka semua padaga mikir kehidupan setelahnya. Jadi ga bebas minta uang saku, pergi dengan alasan belajar, les, sekolah.Yah ini yang membuatku semangat daftar kuliah di awal kelulusan karena aku bingung apa yang harus aku lakuin setelahnya.

Setelah balik ke kota kelahira pasca lulus,aku mulai rajin membuat berbagai persyaratan umum para job seeker dan jadi pengunjung setia tukang foto kopi buat copy dan beli amplop coklat.

Pulang menyebar surat lamaran, gw makan bakso pinggir jalan. Di situ ada rombongan yang juga makan bakso, mereka ramai dan berisik sekali. Mungkin dkiranya warungnya nenekny, seenaknya di tempat umum.

Tak lama kemudian rombongan itu beranjak dari tempat duduknya, akhirnya telingaku terjaga dari polusi suara mereka.

"Bim....Bima kan????". Pria berkemeja biru mendeka.

Aku berhenti sejenak sambil mengingat-ngingat. Paras mukanya tidak asing namun otak masih belum menemukan nam orang tersebut.

Quote:


Kami saling tukar nomor HP dan tiba-tiba ada cewek yang manggilin Aldi. Aldi pun cepet2 balik ke pergi dengan rombongannya. Tak lama gw balik pulang.

Dari pagi sampai siang gw ngirim pesan ke riana tapi belu juga dbalas. Dia memang bilang sedang sibuk, jadi gw harus bersabar dan lebih bersabar. LDR itu hubungan yang susah dijalani tapi jika ada kata tidak mungkin jika sama-sama serius.

Sampai rumah, ibu nyuruh makan dan hanya ku iyakan sampai berlalu ke kamar. Tak lama kemudian gw tidur.


###


Malam tadi aku pergi bersama teman sekelasku. Kita sama2 sedang penelitian, dia banyak bantu aku semenjak Bima wisuda. Dari pagi kita sama2 ke dosen pembimbing dan setelahnya nglengkapi file2 yang harus segera dikumpulkan lagi. Nunggu dari siang sampai sore, Erik ngajak makan sebelum nganter balik. Pas nyampe sana, ternyata sudah masuk mahrib. Aku nunggu pesanan dan erik sholat terlebih dulu. Setelahnya kita makan dan pulang.

Di parkiran aku dh siap2 naik boncengan motor erik, tiba-tiba seseorang ngagetin.

Quote:


Saat itu aku jadi keingat Bima. Aku memang tidak bilang kalo hari ini pergi dengan erik, ku ga pengin buat buat dia mikir yang nggak2. Tapi setelah ketemu Iwan, mungkin akan beda. Jujur ada rasa kuatir saat itu. Tidqk menutup kemungkinan kalo Iwan akan cerita ke Bima.

Paginya Bima mengirimiku pesan seperti biasa. Pesannya hanya kulihat lalu belum ada niatanku untuk membalas. Aku masih mencari cara bagaimana sebaiknya menjelaskan kepadanya agar dia juga tidak emosi. Terlebih kita membahasnya tidak secara langsung.

Setelah sore, pesannya baru ku balas. Dia tidak tanya apapun tentang malam kemarin. Entah iwan tidak bicara pada Bima atau Bima sebenarnya tahu tapi diam saja. Ku putuskan biarkan saja, jika Bima tidak tanya maka tidak akan ku bahas.


###

Beberapa hari setelah pertemuan dengan Aldi, dia ngechat kalo ada lowongan. Dia menyuruhku untuk ketemu ditempat makan di sebuah pusat perbelanjaan dimana dia kerja.

Gw langsung meluncur ke sana malamnya. Di sana Aldi sudahmakan duluan sama teman cewenya.

Quote:
inget raina brayyyyyyy, jangan pepet" terus ntar ada Boni jilid 2 lagi baper jadinya emoticon-Wakaka

Part 16



Iwan's POV

Gw dan shinta hari ini universary bahasa kekiniannya. Untung tanggal jadian gw ta masukin email jadi inget, kalo nggak pasti si shinta suruh gw buat main tebak-tabakan, hari apa ini, yang? tanggal berapa sekarang, yang? Hari ini ada yang spesial nggak buat kita? Pusing gw dibuatnya. Mending main TTS an deh, dari pada main tebak-tabakan tanggal hari ma pacar, salah dikit aja lu langsung kena semprot, ngambek mulu, kaga dapet jatah lagi emoticon-Ngakak (S).

Gw sms shinta, pacar gw paling baheeenoool buat makan di luar sore ini. Walaupun duit pas-pasan buat anak kos, kali-kali nyenengin anak orang kaga papa emoticon-Wowcantik .

Gw jemput dia dan astaga nunggunya bikin tanduk setan gw keluar dan body berubah jadi SUPER SAIYAN.

Quote:


Seketika gw rasanya pengen nyebur ke empang saja,"suruh cepetan?" emang dari tadi siapa yang lamanya minta ampun. Tapi gw ga berani ngomong itu, pasti kena kame-kamenya shinta. Pusing dah jadi cowok.emoticon-Gila

Quote:


Gw ngasih helm ke pacar ane, dan langsung tancap gas tanpa babibu. Bodo amat lah kali ini dia marah nggak, cacing-cacing kesayangan gw dah minta jatah. Anggep aja gw nggak denger shinta yang bilang gw kaya kesetanan naik motornya, setan gw emang dah keluar karena nunggu dia kelamaan dandan pas gw liat kaga ada bedanya idungnya masih satu, pipinya 2 matanyq dua, bibirnya satu, apa coba???? Kaum hawa kenapa engkau begitu ribet???!!!! Pacar yang sayang ma lo bakal nrima lo apa adanya ko, yang penting jangan lama-lama dandannya.

Setelah sampai tempat makan, kami berdua langsung menuju spotnya. Sambil jalan, gw liat penampakan yang sepertinya gw kenal. Gw inget-inget lagi, orang yang di depan sana.

Quote:


Riana masih sedikit terbata dan gugup ngenalin temannya ke gw dan shinta. Namanya erik. Dia nggak kalah cakep ma Bima, dan kalo gw liat-liat lagi, gw nghak hanya sekali liat riana ma ini cowok. Gw nggak tau ada hubungan apa riana ma erik-erik ini. Gw kira Bima serius ma riana dan hubungan mereka cukup anteng. Apa mereka berdua dah putus, atau mungkin ini AZAB bray Bima karena dia beberapa main serong ma Bona di belakang Riana. Sementara gw diem dulu ma Bima biar urusan mereka, kalo ketemu lagi atau ketemu langsung ma Bima baru gw tanyakan.


Setelah berkenalan, gw dan shinta lanjut ke meja makan. Gw langsung pesen makan dan minum, begitu juga pacar kecayangan ane. Setelah selesai, shinta tanya ke gw.


Quote:
Quote:


emoticon-Big Grin masih jilid 2. Thnks gan cendolnya



Thanks buat para reader, hari ini thread ini jadi HOT thread!emoticon-Cendol Gan
kali kali bisa kali mabar CS , btw ijin pasang tenda dimari gan
semanggat terus dalam menulis gan..
tulisanya dh rapi ko, tp nth knapa temponya aga lama dikit ..
maaf ya komen dikit (padahal g bisa nulis)
ane bakal baca ko klo agan nulis2 lg hehehe

semanggat emoticon-Peluk
numpang neduh ya bang...

btw, si bima baru ldr udah ada yg main belakang aja...
ditunggu mulustrasinya ya bang...
bimmmmaaa where are u bim, lom update juga emoticon-Turut Berduka

Part 17

Pagi ni sesuai janjinya Lulu dia bakal ngajarin gw jadi tour guide. Kita meet up di lokasi hotel dimana para turis stay. Gw nggak tau pakaian apa yang pas buat tour guide, tapi pesen lulu "lo boleh pakai apapun yg penting sopan".

Sampai hotel, Lulu dah di sana. Padahal waktu dari janjian udah gw cepetin datengnya taoi dia datang lebih dulu. Pekerja keras emang tu anak, batinku.

Quote:



Lulu begitu piawai menerima turis-turisnya, sopan, ramah, pinter lagi, plus cantik. Awalnya gw kikuk saat Lulu ngenalin gw ke turisnya. Gw mungkin nggak bisa bantu dia banyak tapi setidaknya jangan bikin lulu repot.

Kita mulai jalan menuju tempat wisata dengan kendaraan yang sudah disiapkan dari pihak hotel. Sambil jalan, lulu juga ngobrol banyak dengan turis. Sedangkan gw ngobrol ma supir saja. emoticon-Ngakak (S)

Sampai di destinasi pertama, kami mulai jalan dan Lulu mulai menjelaskan rute-rute kemana mereka akan pergi. Dia tersenyum tiap kali melihatku sedang bengong. Kalo jadi tour guide, mereka bener-bener harus tau seluk beluk dan yang pasti banyak baca. Sambil jalan Lulu sampai menjelaskan ke turis, ada juga yang tanya ke aku dan sedikit-sedikit gw bisa jawab walaupun tidak sedetail Lulu. Dari destinsi satu ke destinasi selanjutnya, lama kelamaan gw dah mulai bisa masuk dalam pembicaraan mereka. Saat waktu istirahat, para turis foto-foto di spot yang jadi andalam obwis tersebut. Lulu mendekat dan bertanya bagaimana kesannya.

Quote:


Kita berdua foto-foto berdua, dan ada yang sendiri-sendiri. Lulu minta akun FB gw dan langsung gw approved. Udah lama sekali nggak buka FB, dan harus buka lagi buat approved Lulu. Setelahnya kami semua balik ke hotel. Waktu sudah pukul 4sore, Lulu dan gw pamit ke para turis. Dan setelahnya gw ke motor yang gw parkir di area hotel.

Quote:


Gw bingung mau nrima ato ngga, niat awal dia kan mau ngajarin gw koh tiba2 kaya gw ngambil jatahnya jadi gw tolak.

Quote:



Kita makan bersama dan tidak lupa Lulu ngambil foto lagi. Gw nggak habis pikir, orang humble, pekerja keras, smart kaya Lulu dia kaga ada cowok. Harusnya dia mudah dapetin apa yg dia pengin.

Pulangnya gw nawarin pulang bareng gw tapi karena gw nggak bawa helm cadangan akhirnya nggak jadi. Dia bilang mau pulang sendiri saja. Gw pun balik ke rumah.

Dan di rumah, tidak ada ayah ataupun ibu. Yang ada adek terusil gw, Kiara.


Quote:


Gw ledek-ledekan terus sebelum gw masuk kamar. Di kamar gw cek HP dan ada chat dari riana.

Quote:


Setelahnya gw tidur tanpa menghiraukan pesan-pesan lain selain punya riana.

###

Di hari Minggu, aku masih bergulat dengan Laptop, data-data penelitianku, dan ditambah cemilan. Karena ayah dan ibu pergi keluar dan hanya ada aku dan dinda maka sebagai kakak terbesar paginya aku beres-beres rumah dan masak buat kami berdua. Sekitar siangan aku baru mulai mengerjakan lagi skripsiku sampai sore.

Ku lirik beberapa kali HPku saat suntuk, tidak ada pesan satupun dari Bima. Biasanya dia kalo hari weekend kerjaannya gangguin aku, bahkan sekarang sering banget tidak hanya weekend karna dia belum bekerja. Seharusnya aku senang karena bisa fokus, tapi tidak hari ini. Mungkin sekarang aku yang sedang punya waktu luang tapi tidak dengan Bima.

"Sepert ini mungkin saat Bima ga ada kesibukan sedangkan aku sedang sibuk", batinku merasakan apa yg Bima rasakan.

Setelah gemes nungguin pesan dari Bima, akhirnya aku mengalah untuk mengirimkan pesan duluan.

Pesan terkirim namun belum juga ada balasan. Akhirnya, aku bercengkrama dengan kucing peliharaanku. Setelah setengah jam'an, baru ada notif pesan masuk.


Spoiler for Message from Erik:


Di saat-saat aku nungguin Bima sering sekali erik yang muncul.
Daripada bosan akhirnya ku balas pesannya.


Selang beberapa jam Bima baru balas pesanku. Langsung aku balas dengan semangat, dia bilang habis kerja atau nemenin temennya aku kurang ngerti. Pikirku kerja apa di hari libur? aku memilih positif thinking saja ma dia, males juga kalo ribut hal sepele seperti dia capai banget. Baru beberapa pesan dia pamit mau tidur.

Malamnya aku iseng buka FB. Di beranda tumben-tumbenan nama Bima muncul padahal dia dah lama banget nggak mainan FB katanya kaya anak alay, pasang-pasang status di FB, curhat-curhat nggak jelas, pasang foto norak, dan ditambah lagi isinya orang jualan pelangsing, peninggi, pemutih, etc. Bima pokoknya benci banget kaya gituan.

Tumben ada beberapa foto Bima yang ditag oleh seseorang. Tidak hanya satu, tapi lumayan banyak untuk ukuran Bima.
Aku buka fbnya untuk stalking apa yg dilakukan Bima di fotonya.

Keningku mengerut melihat foto-foto d wall nya Bima. Ku telusuri lagi kapan Bima berteman dengan orang yang mengTagnya.

"Baru tadi siang mereka bertemanemoticon-breakheart ?!", batinku. Mataku semakin melotot memastikan apa yang aku lihat benar-benar nyata.

Aku tidak habis pikir Bima baru beberapa minggu sudah berubah drastis. Sedang serius-seriusnya, Dinda mendekat dan tanpa sadar dia memperhatikan seksama apa yang ku buka wall fb nya Bima. Karena kaget, laptop langsung ku tutup cepat.

Quote:


Aku mencari kalimat yang pas agar Dinda jangan sampai berpikir hal yg sama denganku. Terlebih sampai ayah ibu tahu, bakal berabe.

Quote:
Quote:


Udah gan emoticon-Big Grin agak lama
Quote:


Ok gan.
Ke belakang ke WC emoticon-Ngakak
Quote:



Terima kasih emoticon-Cendol Gan

Quote:


Monggo ganemoticon-Cendol Gan
yaelah bim kemane aje baru nongol gw kirain ketelen bumiemoticon-Wakaka
Halaman 2 dari 2


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di