alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi
3.67 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c070e33de2cf2ad0a8b4571/polri-kkb-dibantu-masyarakat-bunuh-pekerja-konstruksi

Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi

Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 4
Quote:


Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi

Mari dukung
Ini lah kenapa suharto dan presiden2 terdahulu membiarkan indonesia timer tetap alami saja.... sebeb mereka berpikir tidak ada yg bisa menggantikan nilai nya sebuah nyawa manusia....

yg skrg malah bangun markas avenger lah, jalan tol lah... habis lah rupa alam papua skrg...
Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja KonstruksiPolri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja KonstruksiPolri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi

Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi

Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi
Quote:


gue jelas dukung bre

Polri: KKB Dibantu Masyarakat Bunuh Pekerja Konstruksi
IMO kalau warga disana dikasi kesempatan buat mungut suara merdeka atau tetap di Indonesia kayaknya bakal lepas ntuh
secara berpuluh tahun sebelumnya nyetor ke jawa melulu, baru akhir2 ini pembangunan real di marakkan disana
itupun byk yg protes, bilang gak penting pembangunan yg penting bisa beli dipasar 50rb
apalagi skrg byk desas desus harus menuruti gaya hidup dan ajaran agama mayoritas,,makin lengkap sudah
Balasan post Rowell13
Quote:


nah ini
setuju gue
Quote:


Cepat atau lambat Papua pasti lepas dari NKRI, pemerintah dahulu sepertinya membiarkan masyarakat Papua tetap bodoh supaya mereka tidak cepat memberontak

Karena dari sejarahnya Papua memang bukan bagian dari NKRI 45, bisa dikatakan Soekarno menjajah Papua memang benar benar adanya, karena waktu Belanda melepaskan Papua Soekarno langsung bertindak cepat mengambil alih, tapi hal itu tidak bisa disalahkan juga, karena kalaupun tidak diambil Indonesia pasti negara lain yang akan mengambil alih, karena Papua sendiri pada saat itu belum mampu kalau mendirikan negara sendiri
Balasan post Joko.Widoddo
Quote:


yup..setuju
beda dikit dgn timur leste doang
lagian masyarakatnya kadang gak dianggap terutama jika tdk beragama mayoritas
Quote:


Namanya demokrasi, suara terbanyak yang menang, Amerika yang negara maju saja minoritas tetap sulit untuk bisa memimpin, Obama satu satunya presiden kulit hitam pertama, itupun saat Amerika sudah berusia 300 an tahun
Balasan post Joko.Widoddo
Quote:


masalahnya baru mencalonkan sdh banyak yg ribut (contok kasus ahok)
gimana gak sakit hati coba
coba dibiarin aja tanpa protes sana sini, toh sebenarnya diliat dari sifat org indonesia thp agama hasilnya sdh jelas
Quote:




Ya itulah politik, mau dinegara manapun sama saja, dan ras, agama dan golongan tetap berlaku, seperti halnya di Papua sendiri, jadi kalau berharap semua ras, agama dan golongan sama masih butuh ratusan atau ribuan tahun lagi, itupun kalo negara ini belum bubar dan belum kiamat

UU semua warga negara sama dihadapan hukum dan berhak menjadi Pejabat itu tai kebo di negara demokrasi, karena pasti mayoritas yang menang

Dalam bidang hukum pun sama saja yang kaya yang menang
Buat gue, ada yang lebih urgensi dan nyata daripada yang teriak Khilafah, karena mereka cuman modal congor utopis doang. Yang urgensi adalah OPM ini, mereka bersenjata dan nyata.

Yang teriak Khilafah masih cuman modal teriak-teriak, sedangkan OPM udah ngebunuh 31 orang tahun ini. Lebih bahaya mana? Okelah kalo lu bilang Khilafah itu gerakan ideologis. Tapi ingat, itu bukan urgensi kita sekarang.

Nyawa lebih penting daripada sekedar ide dan pikiran.
Halaman 4 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di