alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bcbf261529a45505b8b4567/satu-tahun-jokowi-lebih-baik-dibandingkan-anies-dalam-memimpin-jakarta

Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta

16 Oktober 2018 tepat satu tahun Anies Baswedan memimpin ibu kota.

Kurang elok memang menilai kinerja dirinya yang baru setahun seperti lima tahun masa jabatannya. Sudah barang tentu masih banyak kekurangan daripada kelebihan.

Namun, masyarakat Jakarta khususnya tidak mau tahu baru setahun, dua tahun, atau berapa tahun, karena yang terpenting bagi mereka adalah bukti dari janji-janji Anies, serta program yang mengutamakan masyarakat.

Baca Juga:
2019 Jokowi Janjikan 1000 BLK Di Pondok Pesantren
Mandirikan Ekonomi Santri, Jokowi Bangun Program Bank Wakaf Mikro Dan Balai Latihan Kerja Ponpes
Beri Kuis Pada Santri, Jokowi: Hadiahnya Rahasia, Nanti Saya Kirim

Jika dibandingkan gubernur sebelumnya, yakni Joko Widodo (Jokowi) pasti memiliki perbedaan.

Pengamat Tata Kota Nirwono Joga menilai Jokowi lebih baik, hal tersebut lantaran berhasil merevitalisasi Taman Waduk Pluit yang selama puluhan tahun tidak tersentuh dan Taman Waduk Ria-Rio.

Kemudian setahun Jokowi sudah dapat memindahkan ribuan warga ke Rusunawa yang sebelumnya banyak terbengkalai. Ada juga groundbreaking MRT yang tertunda puluhan tahun, serta LRT. Namun khusus LRT dibatalkan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dan yang paling berpengaruh adalah, Jokowi dalam setahun sudah berhasil melakukan percepatan penambahan 3 koridor baru bus TransJakarta, sedangkan Fauzi Bowo baru 5 koridor dari target 15 koridor utama sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) DKI Jakarta.

"Bagaimana juga penilaian masyarakat terhadap kinerja gubernur dilihat dari fisik yang terbangun dan dapat dirasakan langsung oleh warga," kata Nirwono saat dihubungi AKURAT.CO.

Sementara Anies menurut Salah satu pengajar Universitas Trisakti tersebut baru bisa diukur dengan pembangunan trotoar Jalan Sudirman-MH Thamrin, itupun sejatinya hanya meneruskan program gubernur sebelumnya yakni Ahok, dan kebetulan dalam rangka menyambut Asian Games 2018.

"Sementara Anies baru bisa diukur dari pembangunan trotoar Sudirman-Thamrin, itupun terusan dari Ahok. Dan kebetulan juga untuk menyambut Asian Games, serta Skybridge yang masih dalam tahap pembangunan," ujarnya.

Masih banyak program Anies yang belum jelas, menurut Nirwono, yang paling populer adalah hunian DP 0 Rupiah yang masih berubah-ubah dan masih menyisakan pertanyaan. Misal, persyaratan calon peminat program ternyata bukan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain itu juga, kejelasan bantuan DP tidak bisa dari APBD, sebagai pinjaman tetap harus dicicil pengembaliannya dengan skema cicilan bunga sebesar 2,5%-5% selama maksimal 20 tahun, sedangkan jabatan gubernur hanya 5 tahun dan tidak ada jaminan ganti gubernur program akan berlanjut.

Permasalahan lain adalah saat ini akan memasuki musim penghujan. Nirwono menilai, tidak banyak yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi banjir yang mengancam Ibu Kota.

Perbedaan pemahaman perihal normalisasi atau naturalisasi Sungai membuat pemerintah pusat (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane) tidak menganggarkan penataan Sungai setidaknya sampai dengan 2019.

Sementara itu, bukannya merelokasi warga bantaran sungai, Anies menggusur 91 titik yang tidak berkaitan dengan penanganan banjir. Program revitalisasi situ, danau, waduk juga melambat.

Sementara masih ada 44 Waduk dan 14 sungai yang menunggu untuk segera direvitalisasi seperti, Taman Waduk Pluit, atau Taman Waduk Ria Rio, hal itu di luar rencana pembangunan 20 Waduk baru.

Keadaan semakin terlihat parah ketika Sandiaga Uno mundur dari kursi wakil gubernur untuk bertanding di pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang.

Keberlanjutan program unggulan yang identik dengan Sandi diliputi ketidakpastian.

"OK OCE yang diharapkan membuka lapangan kerja baru dengan target 200 ribu atau 40 ribu per tahun, progres realisasi Kartu Pangan Jakarta, program revitalisasi pasar-pasar tradisional, program pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, penataan PKL atau istilah Sandi Pengusaha Kecil Mandiri (PKM) jadi tidak jelas," beber Nirwono.

Masih banyak program-program yang tidak jelas selama satu tahun Anies menjabat. Oleh karenanya, banyak kalangan termasuk Nirwono berharap, ke depan Anies dapat mewujudkan seluruh programnya dengan jelas dan lebih mengutamakan masyarakat kecil atau miskin.

Bisa dikatakan, Anies kalah sukses dibandingkan Jokowi dalam memimpin Jakarta dalam kurun waktu satu tahun. Karena masih memiliki segudang pekerjaan rumah untuk segera merealisasikan janji kampanyenya, seperti program Taman maju bersama, Pengembangan Pendidikan Kejuruaan, reformasi birokrasi, Pembangunan Mandiri Kepulauan Seribu.

Selain itu ada juga tugas menanti yang harus direalisasi Anies, yakni soal kota hijau dan kota aman, revitalisasi pusat pengembangan kebudayaan, festival seni dan olahraga, peningkatan kualitas pelayanan air bersih dan kesehatan, serta membangun pusat wisata dan tempat bersejarah. Tugas masih panjang![]

https://akurat.co/news/id-357238-rea...a-ini-buktinya

Heran napa gk ada yg demo si anus bazingan nih
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Ane gak bisa komen apa2 bukan warga jakarta ini, coba warganya komen dong bener apa kagak nih.
Lihat 3 balasan
setuju

:goyang
yg penting serapan anggaran maksimal
Lihat 1 balasan

Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta

Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta

Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta

Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta

Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta

Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta


IPW: Ada 16 Proyek Infrastruktur Jokowi yang Ambruk


Jakarta (Panjimas.com) — Proyek infrastruktur Presiden Jokowi masih saja ada yang ambruk, meski sudah dievaluasi. Apakah ada sabotase di balik kasus ini atau hanya sekadar kelalaian kerja. Tapi kenapa kelalaian itu terus beruntun tanpa henti. Itulah yang dipertanyakan Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima Panjimas, Kamis (18/4/2018).

Dari pendataan Ind Police Watch (IPW), selama 9 bulan terakhir, yakni dari Agustus 2017 hingga 17 April 2018 ada 16 proyek infrastruktur Jokowi yang ambruk. Mulai dari beton cor yang ambruk, tiang penyanggah yang rubuh hingga girder yang jatuh.

Kasus ambruknya infrastruktur Jokowi ini sudah menewaskan 11 orang dan melukai 22 orang lainnya. Ironisnya, polisi terkesan kurang serius menangani kasus ini. Terbukti hingga kini belum ada satu pun dari 16 kasus ambruknya infrastruktur Jokowi itu yang dilimpahkan ke kejaksaan. Polisi hanya selalu mengatakan, sedang melakukan pendalaman, meski sudah menetapkan sejumlah tersangka.

Bisa jadi, sikap polisi yang kurang serius ini tidak menimbulkan efek jera dan kasus infrastruktur Jokowi yang ambrol terus berulang. Dimulai dari ambrolnya Proyek LRT di Palembang pada Agustus 2017 hingga ambruknya Proyek Tol Bitung pada 17 April 2018 yang menewaskan 2 orang.

IPW berharap polisi bekerja cepat dan serius menuntaskan kasus ambruknya 16 proyek infrastruktur Jokowi ini. Sehingga kasusnya bisa terungkap di pengadilan, apakah ada sabotase atau hanya faktor kelalaian. Dengan dituntaskannya kasus ini ada efek jera dan muncul kehati hatian dalam menyelesaikan proyek proyek itu secara profesional.

Bagaimana pun, ambrolnya 16 proyek infrastruktur Jokowi itu memunculkan 5 dampak negatif. Pertama, akan merusak citra Jokowi karena dianggap terlalu ambisius. Kedua, merugikan keuangan negara. Ketiga, kekhawatiran sabotase. Keempat, standar keamanan proyek itu seperti diabaikan. Kelima, memunculkan kekhawatiran masyarakat jika melintas di sekitar proyek tersebut.

Dalam menangani kasus ambrolnya 16 proyek infrastruktur Jokowi ini, polisi sebenarnya bisa mengenakan pasal berlapis. Bahkan bisa mengenakan UU No 22 tahun 2009 tentang lalulintas angkutan jalan yang menjerat tersangkanya dengan hukuman lima tahun penjara. Tapi sayangnya polisi masih masih bekerja lamban. (ass)









Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta


Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta


Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta


Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta
Diubah oleh babi.ruko90
Lihat 4 balasan
Balasan post nazua
Quote:


bener, tapi yang penting kan seiman dulu
hidup gubernur keturunan yaman
emoticon-Ultah
ehm... Mnrt saya, malah lbh bagus AHOK... Dalam mengelola kota jakarta drpd JOKOWI... emoticon-shakehand
Lihat 2 balasan
Quote:

Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta
Balasan post babi.ruko90
IPW: Ada 16 Proyek Infrastruktur Jokowi yang Ambruk


Jakarta (Panjimas.com) — Proyek infrastruktur Presiden Jokowi masih saja ada yang ambruk, meski sudah dievaluasi. Apakah ada sabotase di balik kasus ini atau hanya sekadar kelalaian kerja. Tapi kenapa kelalaian itu terus beruntun tanpa henti. Itulah yang dipertanyakan Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima Panjimas, Kamis (18/4/2018).

Dari pendataan Ind Police Watch (IPW), selama 9 bulan terakhir, yakni dari Agustus 2017 hingga 17 April 2018 ada 16 proyek infrastruktur Jokowi yang ambruk. Mulai dari beton cor yang ambruk, tiang penyanggah yang rubuh hingga girder yang jatuh.

Kasus ambruknya infrastruktur Jokowi ini sudah menewaskan 11 orang dan melukai 22 orang lainnya. Ironisnya, polisi terkesan kurang serius menangani kasus ini. Terbukti hingga kini belum ada satu pun dari 16 kasus ambruknya infrastruktur Jokowi itu yang dilimpahkan ke kejaksaan. Polisi hanya selalu mengatakan, sedang melakukan pendalaman, meski sudah menetapkan sejumlah tersangka.

Bisa jadi, sikap polisi yang kurang serius ini tidak menimbulkan efek jera dan kasus infrastruktur Jokowi yang ambrol terus berulang. Dimulai dari ambrolnya Proyek LRT di Palembang pada Agustus 2017 hingga ambruknya Proyek Tol Bitung pada 17 April 2018 yang menewaskan 2 orang.

IPW berharap polisi bekerja cepat dan serius menuntaskan kasus ambruknya 16 proyek infrastruktur Jokowi ini. Sehingga kasusnya bisa terungkap di pengadilan, apakah ada sabotase atau hanya faktor kelalaian. Dengan dituntaskannya kasus ini ada efek jera dan muncul kehati hatian dalam menyelesaikan proyek proyek itu secara profesional.

Bagaimana pun, ambrolnya 16 proyek infrastruktur Jokowi itu memunculkan 5 dampak negatif. Pertama, akan merusak citra Jokowi karena dianggap terlalu ambisius. Kedua, merugikan keuangan negara. Ketiga, kekhawatiran sabotase. Keempat, standar keamanan proyek itu seperti diabaikan. Kelima, memunculkan kekhawatiran masyarakat jika melintas di sekitar proyek tersebut.

Dalam menangani kasus ambrolnya 16 proyek infrastruktur Jokowi ini, polisi sebenarnya bisa mengenakan pasal berlapis. Bahkan bisa mengenakan UU No 22 tahun 2009 tentang lalulintas angkutan jalan yang menjerat tersangkanya dengan hukuman lima tahun penjara. Tapi sayangnya polisi masih masih bekerja lamban. (ass)



udah pasti sabotase itu bi, ada ada aja lu babi

daripada OK OCRET banyak yang bangkrut emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh IkanTenggiri05
Balasan post IkanTenggiri05
Kalo seimin gak boleh protes yah?
Balasan post babi.ruko90
Quote:


maksud lo ... semua nya salah jokowi emoticon-Big Grin


jokowi sebenar nya apa ... kuli... mandor ... apa pimpro emoticon-Big Grin
Balasan post nazua
Quote:


wkwkkwkw ga boleh, harus pasrah aja
Impor bus transjakarta karatan g msk prestasi jg ya emoticon-Bingung
Quote:


Nasbung mah gitu, seandainya bininya laskar selingkuh yg disalahin Jokowi pasti
Quote:
Bendung baswedan kok nggak dihitung sebagai prestasi anies seh?emoticon-Bingung
Lihat 1 balasan
Balasan post yeesalah
Quote:


Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta
mau melawan kehendak alumni nih emoticon-Mad
kinerja gak penting yang penting seiman emoticon-Marah
ini pengamat mau bangkenya gak disolatinya emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:


tukang bagi bagi sepeda dan lempar blt
Masih jauh dari primpo, pimpro kaga nyebur got
Diubah oleh antikritik19gp
Lihat 1 balasan
Quote:


Satu Tahun Jokowi Lebih Baik Dibandingkan Anies dalam Memimpin Jakarta
pimpro kaga nyebur got
Tapi merangkul kali,menasihati kali.semua hanya masalah komunikasi sahaja

emoticon-Ultah
Diubah oleh khloekarmike
Quote:


Untuk foto ini, lain kali jgn dimasukin. Ini kejadian jembatan ambruk Widang, Tuban.



ane bkn nasbung jg bkn nastakemoticon-coffee
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di