alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Klasifikasi Disabilitas di Cabor Para-Renang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbef71dd9d7702e5f8b4574/klasifikasi-disabilitas-di-cabor-para-renang

Klasifikasi Disabilitas di Cabor Para-Renang

Klasifikasi Disabilitas di Cabor Para-Renang


Halo gan emoticon-Angkat Beer

Selamat dulu buat Syuci Indriani, Aris Wibawa, Jendi dan teman-teman atlet para-renang lainnya. Meski ada batasan, gak menghalangi mereka untuk berprestasi dan nyumbang medali untuk negara.
Congrats!

Kalo baca-baca artikel para-games, pasti sering nemu kayak gini:

Quote:


Tiap cabor para-games punya klasifikasi disabilitasnya masing-masing, dalam bentuk kode dan huruf. Di renang, ukuran disabilitasnya ditandai dengan angka, sedang kategori gerakan ditandai dengan huruf. Di renang, digunakan format S/SB/SM + (angka).

S: untuk gaya bebas, kupu-kupu dan gaya punggung
SB: untuk gaya dada (Breaststroke)
SM: untuk Medley; kombinasi 4 gaya dalam renang yang biasanya dilakukan dalam sequence/urutan

Klasifikasinya:
S1, SB1, SM1 - Atlet menyandang gangguan koordinasi motorik yang sangat parah. Memiliki keterbatasan bahkan tidak bisa menggunakan kaki, core, tangan dan penggunaan bahu yang sangat minim. Biasanya adalah atlet penyandang cerebral palsy

S2, SB1, SM2 - Atlet menyandang gangguan koordinasi yang cukup parah. Memiliki keterbatasan pada kaki, tangan dan core. Biasanya adalah atlet penyandang cerebral palsy dan amputasi.

S3, SB2, SM3 - Atlet memiliki fungsi lengan dan tangan yang memadai, namun tidak pada kaki dan core. Disabilitasnya cukup parah dan biasanya ada pada atlet penyandang cerebral palsy dan amputasi.

S4, SB3, SM4 - Perenang di kelas ini memiliki permasalahan koordinasi yang mempengaruhi kaki dan tangan, dan lebih parah di bagian kaki, kegunaannya terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali. Secara umum, atlet-atlet ini juga tidak ada fungsi core disertai tangan dan lengan yang lemah.

S5, SB4, SM5 - Kelas disabilitas tingkat menengah, meliputi atlet yang masih punya fungsi tangan, tapi terbatas sampai tidak ada fungsi core dan kaki. Meliputi juga atlet dengan gangguan koordinasi tubuh.

S6, SB5, SM6 - Kelas ini meliputi sejumlah jenis disabilitas termasuk kekerdilan, kerusakan atau kehilangan anggota tubuh penting. Meliputi atlet penyandang cerebral palsy, amputasi dan tubuh kerdil.

S7, SB6, SM7 - Perenang memiliki fungsi tangan dan core penuh, tapi ada keterbatasan pada kaki, seperti kehilangan sebelah atau sebagian kaki. Atletnya merupakan penyandang cerebral palsy atau amputasi. Atlet yang kita kenal adalah Aris Wibawa.

S8 - Meliputi atlet yang kehilangan anggota tubuh baik di kaki maupun tangan atau kombinasi dari tangan dan kaki. Dan biasanya terdapat gangguan motorik pada tubuh bagian bawah.

S9 - Kelas di mana atlet memiliki kelemahan di satu kaki. Bisa jadi mereka yang menyandang amputasi maupun cerebral palsy. Jendi Pangabean, yang figurnya dibikin komik, berkompetisi di ajang kelas para-renang ini.

S10 - Klasifikasinya meliputi atlet yang memiliki gangguan minim yang mempengaruhi kaki, kehilangan sebagian kaki dari lutut ke bawah atau mereka yang memiliki gangguan pada pinggul.

Selain klasifikasi disabilitas di atas ada klasifikasi tambahan yang tidak meliputi kekurangan anggota tubuh.

S11, S12, S13 - Kelas yang meliputi gangguan visual. Ukuran keparahannya dimulai dari S11, di mana penyandang sama sekali tidak memiliki fungsi penglihatan. Di mana S13 masih punya sedikit penglihatan tapi masuk dalam kategori kebutaan.

S14 - Pada kelas ini, atlet masuk dalam disabilitas intelektual, atau keterbelakangan mental. Syuci Indriani menyumbang medali pada kelas ini.

S15 - Kategori bagi para penyandang gangguan pendengaran.

Perlu dicatat, pembagian kelas ini membedakan otot-otot optimal yang bisa digunakan dalam perlombaan, terlepas dari jenis disabilitas para atlet. Sehingga mereka yang punya gangguan motorik, cidera tulang spinal, dan kekurangan anggota tubuh bisa saling bertanding di kelas yang sama, selama otot-otot optimal pada kategori gaya renang masih berfungsi.

Pembagian kelasnya pasti lebih kompleks. Karena sebelum bertanding, tiap atlet harus diasesmen dulu. Sehingga, atlet memahami dirinya bisa berkompetisi di kelas apa. Atlet berhak mengajukan kelas yang diingininya, jika rekomendasi tidak sesuai dengan keinginan atlet.

Beneran rumit sih gan, paralimpiade internasional pun masih terus mengembangkan klasifikasi-klasifikasi ini. Terus mengupdate kebijakan-kebijakan siapa saja yang bisa bertanding di para-games.

Semoga sekarang agan lebih paham soal klasifikasi.. Jangan lupa emoticon-Cendol (S)
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Salut buat atlit yg berlaga..mereka punya semangat juang yg tinggi utk hidup...
Quote:


Jadi inspirasi gan, paralimpiade perlu lebih digemborkan..


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di