CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9bbca2ddd77096058b456c/riding-to-jannah

Riding to Jannah

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 14

Part 7 - Pertemuan

Balasan post kekereyeup
Aku dan Alyssa berjalan ke parkiran. Aku sedikit bingung, jika aku membawanya, kemana aku harus pergi. Jika kerumah, pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan. Kemana hari ini? Entahlah, yang jelas, aku hanya terus mengendarai motor matic ini. Selama perjalanan, Alyssa banyak diam, meski sesekali ia berbicara sambil mendekati telingaku agar terdengar, aku juga jawab seadanya. Sampai akhirnya, aku memutuskan untuk membawanya ke Taman Vanda dekat balai kota Bandung.

Alyssa: Jadinya kesini?

Aku: Iya, kenapa?

Alyssa: Gapapa ko . .

Aku memarkirkan motor sementara Alyssa berjalan lebih dulu ke sekitar taman dan duduk di sebuah tempat yang menyerupai tangga itu. Akupun menyusulnya dan duduk disampingnya.

Alyssa: Eh, tunggu sebentar yah

Aku: Mau kemana?

Alyssa: Beli es krim

Didepanku, ada abang-abang eskrim melintas, langsung Alyssa menghampirinya. Aku mengecek handphoneku, tak ada apapun kecuali SMS operator. Tak lama kemudian Alyssa datang kembali sambil membawa dua es krim cone.

Alyssa: Nih, buat kamu

Aku: Hah?

Alyssa: Buat kamu, kita makan sama-sama. Gue yang traktir ini

Aku: Emm makasih

Akhirnya kami makan sama-sama sambil melihat kendaraan yang berlalu-lalang. Aku malah penasaran mengapa Alyssa bisa putus dengan Dimas. Apakah Dimas akan mulai menyalahkan aku lagi?

Alyssa: Gue boleh nanya sesuatu?

Aku: Itu kan lo udah nanya

Alyssa: Ish mulai . . *sambil menyenggolku

Aku: Iya iya bercanda

Alyssa: Lo udah berapa lama sama cewek lo itu? Seinget gue, lo ga pernah punya pacar kan

Aku: Iya emang

Alyssa: Terus Afifah?

Aku: Lo mau gue kenalin sama dia?

Alyssa: Emm gimana yah . . Ntar dikira gue selingkuhan lo hahaha

Aku: Gapapa, lo jadi selingkuhan gue aja haha

Alyssa: Dih, ogah . .

Aku: Yaudah, nanti abis ini gue kenalin deh ya

Alyssa: Serius? Ah tapi nanti marah

Aku: Engga . .

Selesai makan es krim, kami langsung bersiap untuk pulang agar tidak terlalu malam. Seperti kataku tadi, aku akan mengenalkan Alyssa dengan kak Afifah. Saat perjalanan pulang, aku menyuruhnya untuk bertemu lain kali saja, agar tidak pulang malam. Tetapi ia terus memaksa agar ikut denganku.

Alyssa: Ardi

Aku: Kenapa?

Alyssa: Lo marah ya?

Aku: Engga ko, marah kenapa?

Alyssa: Diem terus

Aku: Kan gue lagi bawa motor

Alyssa: Hehe iya yah . .

Aku: Nanti lo pulang sendiri yah

Alyssa: Jahat ih, anterin gue pulang lah

Aku: Cape Sa

Alyssa: Gamau tau, pokonya anter. Gitu banget sih sama gue

Aku: Bodo ah . .

Dan akhirnya aku menunjukkan sisi burukku. Cuek dengan orang. Tibalah kami dirumah jam 5 sore. Di teras rumah, aku lihat ada Nuri yang sedang menyapu teras sambil mendengarkan lagu dari headsetnya.. Ia nampak bingung ketika melihat gadis cantik disampingku ini.

Nuri: Siapa kak?

Alyssa: Kenalin, gue Alyssa

Nuri: Haaaah . . jadi ini kak yang namanya Alyssa?

Aku: Iya hehe

Nuri: Lebih cantik dari yang kakak ceritakan yah hehe

Alyssa: Eh, bisa aja.

Nuri: Aku Nuri, kak. adiknya kak Ardi

Aku: Dirumah ada siapa aja?

Nuri: Ada ibu, ayah belum pulang, ada kakak juga

Aku: Yaudah kakak masuk ya

Aku dan Alyssapun masuk kedalam. Alyssa kupersilahkan duduk diruang tamu sembari aku kedalam untuk memanggil kak Afifah.

Ibu: Ada tamu nak?

Aku: Iya bu, temenku di kampus

Ibu: Ibu buatkan minum dulu kalau gitu

Aku: Ga usah bu, biar Ardi aja

Ibu: Oh yasudah kalau gitu

Aku: Kak, ada yang mau ketemu kakak tuh didepan

Afifah: Siapa?

Aku: Kakak liat aja sendiri, aku mau buatin minum dulu

Setelah itu, aku membawa secangkir teh hangat untuk Alyssa. Saat aku ke ruang tamu, aku lihat dua gadis cantik sedang bersenda gurau.

Aku: Silahkan Sa

Alyssa: Makasih

Akupun duduk disamping kak Afifah. Ketika itu, kak Afifah hanya menanyakan beberapa pertanyaan basa basi, seperti sejak kapan kenal dengan aku, tinggal dimana, dan lain-lain. Sampai ketika itu Alyssa bertanya sesuatu tentang kak Afifah

Alyssa: Kalian agak mirip-mirip gitu ya hehe

Aku: Jelas lah, gue kan adiknya

Alyssa: Oh jadi kalian adik kakak?

Afifah: Iya dek, kenapa emangnya hehe

Alyssa: Kirain pacaran hihi

Aku: Engga lah, lo kan tau sendiri gue ga pernah pacaran

Alyssa: Emmm gitu, lo anak laki-laki sendiri?

Afifah: Iya, dia laki-laki sendiri. Anak paling nakal dirumah ini hahaha

Aku: Terus aja kak terooos

Nuri: Kakak cantik pacarnya kak Ardi yah

"Bukan" ucapku bersamaan dengan Alyssa.

Afifah: Ciyeee . . Barengan . . Haha

Selama kami berempat berkumpul, kami banyak sekali mengobrol. Apalagi Alyssa dengan Nuri terlihat sangat akrab. Padahal mereka baru bertemu. Waktu terus berlalu, Nuri menghalangi Alyssa pulang karena ia masih ingin bercerita dengan Alyssa. Awalnya aku juga menyuruh Alyssa untuk pulang. Bukan bermaksud untuk mengusir, tetapi hari sudah malam, takutnya keluarganya nyariin, tetapi Alyssa tak keberatan.

Nuri: Jadi kapan kakak jadian sama kak Alyssa
langsung dikenalin orang rumah ya...

bakal seru kalo kenalan sama
kak afifah di pending dulu sihemoticon-Smilie
Quote:


Takdir nya berkata lain emoticon-Wakaka

Part 8 - Starter

Balasan post neopo
Aku: Jadian apa sih dek . . . Orang kita temenan doang

Alyssa hanya tertawa ketika Nuri bertanya pertanyaan konyol itu. Aku memang tak memiliki perasaan apapun dengan Alyssa. Well, mungkin belum. Aku juga merasa nyaman saja dengan pertemananku dengan Alyssa. Mungkin aku merasa begitu karena Alyssa sudah putus dengan Dimas. Waktu menunjukkan jam 8 malam. Aku bersiap-siap untuk mengantar Alyssa pulang kerumahnya. Tak mungkin aku membiarkannya pulang sendiri.

Nuri: Nanti main kesini lagi ya kak

Alyssa: InsyaAllah ya dek hehe . . kalau boleh

Afifah: Boleh banget ko hehe . . siapa tau jadi adik ipar . . eh . .

Aku: Kak iih . . malu-maluin

Afifah: Biasanya juga kamu malu-maluin

Alyssa: Iya, nanti kalau ada waktu aku main kesini deh

Aku: Yaudah yuk, takut kemaleman

Nuri: Cie perhatian banget hahaha

Aku: Nuriiii . . . . ! ! ! *sambil menunjukkan kepalan tanganku

Nuri: Ampuuun . . .

Aku dan Alyssapun berpamitan dan kami berangkat. Tak butuh waktu lama karena memang rumah kami tidak terlalu jauh. 15 menit saja aku sudah sampai didepan rumahnya. Disana, aku melihat motor yang aku kenali. Itu adalah motor milik Dimas.

Aku: Sa, ada Dimas ya

Alyssa: Iya

Aku: Gimana?

Alyssa: Gapapa, gue masuk aja. Daripada dia keluar nanti kalian ribut lagi

Aku: Hah?

Alyssa: Gapapa ko . . yaudah, gue masuk ya. Makasih banyak untuk hari ini

Aku: Iya, kalau butuh sesuatu jangan sungkan

Alyssa: Iya, bye . . hati-hati

Aku memutar balikkan motorku namun aku maju dengan perlahan. Aku mampir ke minimarket untuk membeli camilan. Aku terfikirkan Alyssa. Yang aku tahu, Alyssa cerita kalau dia sudah putus dengan Dimas. Tetapi Dimas masih main kerumahnya. Tidak menutup kemungkinan mereka akan bertengkar. Ah kenapa aku jadi memikirkan Alyssa. Dia bukan siapa-siapaku. Aku tak boleh berfikiran berlebihan begini, apalagi jika aku sampai cemburu. Seketika aku cek handphoneku, aku mendapati telefon masuk dari Alyssa

Alyssa: Lo udah pulang?

Aku: Gue lagi di minimarket, kenapa?

Alyssa: Besok pagi jemput gue ya

Aku: Lo ada kuliah pagi juga?

Alyssa: Engga, Dimas katanya besok mau jemput, tapi gue males. Gue ikut lo aja ya

Aku: Kenapa harus gue Sa. Tar gue kena masalah sama dia

Alyssa: Kan ini permintaan gue, bukan lo yang ngajak. Jadi gue bilang aja gitu

Aku: Bilang mah gampang, tapi Dimas itu temen gue.

Alyssa: Iya, temenlo yang bisa nyakitin cewenya

Aku: Huss jangan ngomong gitu. Doain yang baik-baik aja

Alyssa: Iya iya, sorry.

Aku: Yaudah, lo tidur gih

Alyssa: Iya, lo juga.

Aku: Yaudah

Alyssa: Ardi . .

Aku: Ya kenapa?

Alyssa: Mimpi indah . .

Aku: emm . . yaudah gue tutup ya

Alyssa: Dah

Buset dah, mau nutup telepon aja lagunya lama bener. Aku menutup telefonku dan aku melanjutkan urusanku. Setibanya aku dirumah, aku langsung mencharge handphoneku dan langsung berbaring di kasur. Keesokan harinya, aku memenuhi keinginan Alyssa untuk menjemputnya dirumah. Namun sebelum aku tiba, aku melihat dari jauh ada Dimas yang tengah menunggu didepan rumahnya. Aku sedikit bingung apakah aku harus melanjutkan perjalanan atau aku harus tetap berada disini. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk lanjut saja berangkat kuliah.

Selama perjalanan, pikiranku terus terpaku pada Alyssa. Kenapa jadi begini . . Ah . . berhenti . . . Akupun tiba di kampus, meski sedikit demi sedikit aku masih teringat dengan Alyssa. Tetapi aku mencoba untuk menghilangkan pikiran buruk itu. Saat aku tiba di kelas, ada SMS masuk dari Alyssa. Ia menanyakan keberadaanku.

Alyssa: Lo dimana?

Aku: Gue di kampus Sa

Alyssa: Lo kenapa ninggalin gue

Aku: Ada Dimas dirumah lo, takutnya gue ganggu

Alyssa: Lo jemput gue sekarang

Aku: Kan gue ada kelas pagi Sa

Alyssa: Gitu lo mah. Au ah, gue sebel

Aku: Oh, gue Ardi. Salam kenal

Alyssa: Tau ah . .

Aku: Ya maaf Sa

Setelah itu Alyssa tak membalas SMSku lagi. Ada rasa tak enak juga, tetapi ya mau gimana lagi. Aku mengikuti perkuliahan seperti biasa. Aku istirahat pada jam 12 siang. Saat aku keluar dari kelas, aku lihat Alyssa di kantin sedang bersama teman-temannya. Awalnya aku berniat untuk menemuinya dan meminta maaf, tetapi aku urungkan karena aku tak mau teman-temannya akan bertanya-tanya siapa aku. Tetapi Alyssa malah melihat kearahku. Kemudian ia berdiri dan menghampiriku.

Alyssa: Tadi pagi lo kemana?

Aku: Gue kuliah

Alyssa: Kenapa ninggalin gue

Aku: Kan ada Dimas. Gue ga enak sama dia

Alyssa: Ga enak kenapa

Aku: Kan dia cowo lo

Alyssa: Kan gue udah bilang gue sama dia putus. Ga usah ngerasa ga enak

Aku: Tetep aja. Yaudah, gue minta maaf

Alyssa: Ga bisa . .

Aku: Ko ga bisa?

Alyssa: Kalau lo mau gue maafio, lo ikut gue *sambil menarik tanganku

Ia membawaku ke teman-temannya dan aku dipaksa untuk duduk bersama mereka. Awalnya aku mengira Alyssa akan mengerjaiku dihadapan teman-temannya, tetapi ia malah memperkenalkanku kepada mereka. Tetapi karena aku tak terlalu mudah berbaur, aku hanya diam ketika mendengarkan ibu-ibu ini pada ngobrol.

Dimas: Ardi

Aku: Eh Dim

Dimas: Ngapain lo disini

Aku: Gue . .

Alyssa: Gue yang ajak dia

Dimas: Lo masih marah sama gue?

Alyssa: Sekali berbohong, gue sulit untuk percaya lagi.

Dimas: Kasih gue kesempatan

Alyssa: Mending lo pergi aja Dim. Gue gamau ketemu sama lo lagi

Dimas: Kenapa? Apa karena lo punya orang lain?

Alyssa: Iya . . .

Dimas: Siapa?

Alyssa: Ardi . . .
lampu ijo dari alyssa

tarohlah doi dah putus...kenapa ardi yg jadi target
kenapa gak yg laen
Quote:


tebak2an aja dolo emoticon-Wakaka
Menukil kata2 ngawur: " seekor monyet takkan melepaskan pegangannya didahan pohon sebelum dia mendapatkan pegangan didahan pohon lainnya."
emoticon-Cool
#catet
Diubah oleh cos44
Quote:


emoticon-Cool hmm sepertinya paham maksudnya emoticon-Ngakak
profile-picture
semut.alit memberi reputasi

Part 9 - Hati yang Terlepas

Balasan post oaoe
Dimas langsung melihatku dengan tatapan tak percaya/ Aku melihat Alyssa dengan tatapan yang menunjukkan aku tak suka dengan pernyataannya itu. Aku langsung beranjak darisitu dan aku pergi meninggalkan kelompok itu. Kenapa aku menghindar? Seharusnya aku senang jika Alyssa memilihku. Tapi aku tidak. Meski mungkin ada rasa dalam diri ini, aku tak menginginkan perasaan itu muncul. Karena aku tahu cepat atau lambat akan menghancurkan diriku sendiri. Mungkin maksudnya agar Dimas tak mengganggu dia lagi, tetapi kenapa harus aku? Siang itu aku kembali mengikuti perkuliahan jam satu siang. Kuliahku selesai pada jam setengah empat sore. Saat aku hendak bersiap untuk keluar, teman sekelasku mengatakan ada wanita yang menungguku didepan. Saat aku lihat ternyata Alyssa. Setelah selesai membereskan barang, aku menghampirinya

Alyssa: Di

Aku: Apa?

Alyssa: Maaf soal tadi siang

Aku: Lo bilang gitu cuma buat bikin dia berhenti gangguin lo aja kan?

Alyssa: . . . . *mengangguk

Aku: Tapi kenapa harus gue

Alyssa: Ya siapa lagi, cowo yang gue pikirin ya cuma lo aja

Aku: Pikirin?

Alyssa: Ya gue harus berfikir cepat. Gue minta maaf

Aku: Yaudah, lupain aja.

Alyssa: Sebagai permintaan maaf gue, gue traktir lo makan deh

Aku: Ayok, mau makan dimana

Alyssa: Huuu . . giliran makan cepet *sambil mencubitku

Kami tak jauh-jauh pergi. Hanya makan di sekitaran kampus. Karena di sekitar kampusku juga banyak kedai makanan yang murah meriah tapi ga murahan.

Alyssa: Di, gue boleh tanya sesuatu ga

Aku: Tanya aja

Alyssa: Kenapa tadi lo pergi?

Aku: Gapapa, gue gamau Dimas salah paham aja

Alyssa: Seharusnya kalau lo ga mau salah paham, lo jelasin dong

Aku: Ga salah? Harusnya lo yang jelasin. Gue jadi ga enak sama dia

Alyssa: Iya iya maaf, gue salah . .

Selesai makan, aku langsung mengantar Alyssa pulang sebagai ucapan terimakasihku padanya. Setelah itu aku pulang kerumah. Namun, saat diperjalanan, ada seseorang yang menyalipku dan memberhentikanku. Dari jaketnya, aku mengenalnya. Dimas

Aku: Kenapa Dim?

Dimas: Lo yang kenapa . . .

Aku: Gue gapapa

Dimas: Lo mau nusuk gue dari belakang?

Aku: Apa lagi sih Dim . . gue males bahas ginian

Dimas: Lo bisa kan ga deketin Alyssa?

Aku: Gue ga deketin Dim , ah . .

Dimas: Kalau lo ga deketin, kenapa tiap gue mau ketemu Alyssa, pasti selalu ada lo

Aku: Mana gue tau. Kebetulan aja

Dimas: Sekali lagi gue minta sama lo, jauhin Alyssa

Aku: Oke, gue hargai lo sebagai temen gue. Lagipula, gue ga punya rasa apa-apa sama dia. Seperti yang lo tau, gue cuma anggap dia temen, ga lebih. Kalau lo emang sayang sama dia, lo ga akan khianatin dia.

Aku langsung pergi tanpa menghiraukan ucapannya lagi. Aku juga sadar, aku terlalu dekat dengan Alyssa. Lebih baik, aku menjaga jarak dengannya. Akupun melanjutkan perjalanan pulang. Setibanya dirumah, aku mendapat SMS dari Alyssa, tetapi kali ini aku tak menghiraukan SMS itu. Aku tak membalas SMS itu. aku sudah bilang pada Dimas aku takkan mendekati Alyssa. Yah, mungkin untuk hal-hal penting saja aku akan komunikasi.

Nuri: Kaaaak . . .

Aku: Kenapa dek?

Nuri: Anter aku yuk

Aku: Kemana? Baru pulang kaka cape dek

Nuri: Yaah . . mau ambil buku kak, kerumah temen aku

Aku: Nanti ya, kaka istirahat dulu

Nuri: Yaudah deh, kakak istirahat dulu aja. Aku mau siap-siap juga.

Aku mengambil air untuk cuci muka agar sedikit lebih segar dan meminum beberapa gelas air bening. Sekitar 15 menit, Nuri mengajakku kembali untuk ke rumah temannya itu. Akhirnya aku mengalah dan mengikuti keinginannya.

Aku: Ayo dek

Nuri: Yuk . . Nanti aku tunjukin jalannya

Selama perjalanan, Nuri berpegangan erat sambil menunjukkan jalannya padaku. Ia bercerita kalau ia ingin kuliah di Jakarta. Tapi entahlah, ia masih mikir-mikir gitu. Sampai akhirnya, kami tiba di sebuah komplek perumahan dan Nuri menunjukkan rumah yang ia tuju. Aku berhenti didepan pagar tinggi itu seraya Nuri menekan bel. Tak lama kemudian keluarlah seseorang dalam. Seorang gadis yang sepertinya seusiaku.

Dia: Iya, mau ke siapa? *sambil berjalan mendekati kami

Nuri: Mau ke Kinanti kak

Dia: Oh, iya, ayo masuk. Jangan sungkan *katanya sambil membuka pagar

Nuri: Makasih kak

Dia: Cowonya ga masuk?

Nuri: Ini kakakku hehe

Dia: Oh gitu, hehe maaf. Kenalin, Gue Linda
Ko jadi susah quote ghaib ya emoticon-Bingung
bagus deh kalo nyadar...haha
tapi gak tau kedepannya yaemoticon-Smilie

linda?... biar asrep kali ya
Quote:

biar rada cair si Ardi nya emoticon-Ngakak (S)
yg bertemu pertama kali ada lagi toh hmm
Gelar tiker dulu....
emoticon-Jempol
Quote:


Quote:


belum sempet update lagi. Lagi semangat2 nya kerja emoticon-Big Grin maaf
Santai take your time emoticon-Big Grin
ketunda dulu ya. ada big problem. depresi nih. elah gaya depresi. tar saat waktunya tiba dilanjut lagi 🙏🙏🙏
Dr judulnya menarik.. Ninggalin petilasan dulu..
Quote:


Semoga cepat kelar ya Gan masalahnya, biar bisa update kembali
yahhhh ,ditunggu om update nya
Halaman 3 dari 14


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di