alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / ... / Soccer & Futsal Room /
★ Forum Diskusi Sepakbola Nasional ★ - Part 5
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6730b3d9d7706d708b4569/forum-diskusi-sepakbola-nasional----part-5

★ Forum Diskusi Sepakbola Nasional ★

Tampilkan isi Thread
Halaman 32 dari 316
Para dedengkot bobotoh tanggung jawabnya gimana?
Sebanyak apapun anggota itu tugas para koordinator suporter mengarahkan anggota.
Mundur aja dari kepengurusan klo gk bisa mengendalikan anggota... apalagi koordinator suporter yang malah mensuport klub kayak mau memimpin perang .. (mudah mudahan nggak ada),

Pengurus suporter klub lain juga harus merespon dgn berbenah mengurangi gaya gaya provokatif kala mendukung klub.
Intropeksi diri... klo dah hilang coba cari kembali rasa malu kalian klo gk bisa mengendlikan anggota. Manusia sebanyak itu bukan lagi oknum.

Lupa kah Sepakbola itu salah satu cabang olahraga dimana yg dijunjung sportivitas.
Sepakbola bukan zona perang ...
Lihat 3 balasan
Balasan post strongstyle
Quote:

ya ampun kang,, ane adalah org selalu aplous setiap kali agan ini memberi komengnya yg selalu nampak berwawasan soal taktik, strategi pertandingan maupun faktor2 pemain dll tapi kali ini komengnya bikin ane kurang respek emoticon-Turut Berduka
ini bukan tentang klub dengan nilai jual dan nilai terjual tapi ini menyangkut harga diri manusia yaitu nyawa toh videonya yg viral sngt jelas sekali kejadiannya bagaimana perlakukaan saat itu yg tdk manusiawi, pas kasus lain knpa tdk dibahas itulah kekurangan dari kasus lain krna tdk punya video kejadian yg sngt jelas seperti kasus kemarin, sehingga kasus ini dinyatakan sbgai musibah nasional dalam sepakbola emoticon-Turut Berduka jadi wajar pas kasus ini diangkat karena pemerintah baru saja sukses dinobatkan sebagai panitia penyelenggara event asian games dan masih ada euforianya yg mana olahraganya cukup dikatakan sukses meraih 4 besar dan sedang dalam masa pembenahan olahraga, sehingga yg diperlukan saat ini bukan pembelaan tim A, dan tim B menyalahkan. tapi bagaiamana dari kasus ini seluruh elemen seperti suporter, pengurus klub, pssi, pemerintah seperti kepela daerah mapun organisasi lainnya sama2 sepakat untuk mencari solusi dan sepakat untuk merubah pola pikirnya,, tdk lagi fanatisme buta yg merenggut nyawa tapi bagaimana sepakbola mampu memainkan peran sejak awal beridirnya PSSI dulu yaitu menyaukan berbagai keberagaman saat masih bernama Nusantara saat itu.
yang mana hal ini sudah sepakati semalam lewat ILC semua pihak stkholders misalnya pa anis baswedan dgn programnya2. RK dgn idealismenya dan lain lainya sehingga kedepan lagi kita tidk lagi menulis disini kata kata legenda seperti => "semoga ini kejadian yang terakhir" .
terbuka saja disini ane bukan pendukung sebelah yg anti persib, bukan orang yg benci terhdap klub manapun di indonesia,, hmpir dibbrpa mabes ane mampir komeng2 disana salah satunya di mabes persib kaskus sendiri baik dikalah menang maupun kalah padahal ane adalah seorang persipuramania kaskus emoticon-Malu (S)
ane melihat kejadian ini tak pernah terpikirkan soal rating klub, nilai jual, nama besar atau apapun itulah, tapi kasusnya itu yg sangt menyedihkan sekali.
berharap dua minggu liga diberhentikan ini jadi bahan evaluasi semua pihak terutama ketua PSSI yg semalam nampak seperti tidak tau apa yg harus dilakukannya emoticon-Bingung
jadi ingat kata kata dari eks ketua PSSI dan eks Mempora M.F Siregar dalam bukunya Matahari Olahraga Indonesia "Sejarah olahraga indonesia yang dilatarbelakang keragaman suku dan bagaimana olahraga memainkan peran untuk memupuk rasa persatuan sangat disayangkan manusia indonesia sekarang tidak lagi memikirkan latar belakang dan tujuan berdirinya PSSI. PSSI dibangun karena ingin menggarap persatuan dan kesatuan bangsa indonesia dan eksistensi sebagai bangsa yg merdeka sehingga pada perjalanan kompetisinya tim dari daerah A berkunjung ke tim di daerah B, tim C pun demikian dan seterusnya sheingga tidak sekedar bertanding tapi tujuan lain adalah silatuhrahmi karena tim tim tersebut berkunjung kesetiap daerah yang ada di indonesia karena sejatinya olahraga merupakan alat pemersatu bangsa.
tapi kok tidak melestarkan tujuan murninya? tujuannya sudah bergeser dan selalu berdasarkan kepentingan pribadi, kepentingan golongan tujuan pembinaan olahraga sudah kacau. ada indikasi pembinaan yg amburadul, mereka yg berbicara tentang olahraga tidak tau apa yang harus dilakukan, sehingga wajar sepakbola tidak bisa berprestasi seperti cabang olahraga lainya yang bisa mempersembahkan prestasi buat indonesia. bagaimana mungkin bisa berprestasi jika pengurusnya tidak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus dikerjakan.

M,F Siregar (eks mempora dan eks PSSI)
ane setuju apa semua yg diomongin ponaryo harusnya pas mau mulai liga semua klub sepakat ama aturan yg ada jadi gak ada lagi yg play victim, ngerasa di dzalimi dsb. Tinggal federasi ama pt liga tegas aja (nah ini yg mustahil).
emang kayakanya satu satu jalan ya revolusi jangan ada politik di pssi biar gak ada lagi kepentingan kelompok dan lobi lobi, kalo bisa legend macam ponaryo atau bepe dikasih jabatan karena separo umur mereka diabisin dengan keliling indonesia ngelawan tim-tim dari berbagai daerah jadi mereka pasti paham banget situasi dan iklim sepakbola kita (walaupun ini semua mustahil), kroasia aja prestasi timnasnya meningkat sejak davor suker jadi ketua federasi.
Dan menurut ane yg rusak bukan sepakbola kita, tapi orang orang kita lah yg mentingin diri sendiri dan kelompok, buktinya di negara laen sepakbolanya bagus, inget jepang pernah kesini buat belajar kelola kompetisi sepakbola lhoemoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller
Balasan post luminous.
Quote:


Gw dulu pernah kena tilang di lampu merah akibat mau nerobos... gara2 ngikut motor2 lain pada nerobos juga.... apesnya gw ketangkep.

pas mau ditilang, gw bilang ke polisi "Pak, itu yg sebelum2 saya kok dilepas gitu aja? Kenapa giliran saya tetep ditilang?"


Gw salah nggak ngomong kaya gitu?

terlepas salah atau nggak, tetep kok gw kena tilang. Ngomong kaya gitu cuma bikin gw terlihat goblok aja....

Kesimpulannya :

Welcome to the cruel world, kid!
Quote:


Gini om

Pertama, krn kasus meninggalnya suporter bukan yg pertama di tahun ini. Dan bukan pula yg pertama di 5 tahun terakhir, jadi menurut ane, om salah kl merasa hanya persib yg di pojok kan atas segala rusuh bolnas selama, ya emang tragedi kemarin di kejadiannya saat persib jadi tuan rumah. Yg ngikutin bolnas jg mahfum, pangkal masalah di fed yg gak bisa kasih hukuman tegas dan sama rata dalam kasus2 rusuh maupun indisipliner klub(panpel) lainnya

Kedua, di trit ini mayoritas yg ane liat netral sih, gak ada yg condong ke klub2 tertentu atopun condong ke Fed.

Ketiga, menurut om adil gak kl dgn akumulasi rusuh selama ini di bolnas, akumulasi korban nyawa, dan terakhir kemarin(semoga bener2 jadi terakhir) Persib kena hukuman minimal sampe tengah musim depan main home tanpa penonton(bukan tanpa atribut)biar nantinya Persib maupun klub2 lain mikir dan kerja keras utk membina suporter mereka masing2

Nah quote dibawah ini analogi yg paling pas menurut ane dgn pemikiran ente, kenapa seolah baru kasus yg menimpa Persib yg di blowup sedemikian rupa.

Quote:
Diubah oleh kakidal27
Quote:


Hidup memang kadang terasa tidak adil, tapi agan juga dijamin tidak akan ditilang polisi jika tidak melanggar aturan berkendara. Polisi yg bertugas di jalanan memiliki keterbatasan dalam melakukan proses penilangan pelanggaran berlalu lintas, nah makanya polisi pun berusaha utk menciptakan beberapa inovasi salah satunya sistem "e-tilang" sehingga seluruh pengguna jalan yg melakukan pelanggaran dapat terkena sanksi tilang karena "TERCYDUK" sama kamera CCTV yg disebar dibeberapa titik jalanan kota.

Nah sekarang kita tunggu bagaimana inovasi PSSI dalam menegakkan aturan dan kedisiplinan kepada seluruh elemen liga (klub, pemain, pelatih, suporter, dsb). Ane yakin sebenarnya PSSI kalo mau adil dan tegas dari dulu mah bisa, cuman pertanyaannya emang pucuk pimpinan yg rangkap kepengurusan rela klub yg diurusnya kena sanksi sehingga terjadi konflik kepentingan, macam bapak Ketum PSSI kesayangan kita² semua yg jadi pengurus klub PSMS.
Diubah oleh adityajt26
Lihat 1 balasan
Balasan post denjato
Quote:


gini gan, mohon bedakan bobotoh dengan fanbase macam viking atau bomber
viking dan bomber jelas bobotoh, ada dedengkot,koordinator, aturan2, KTA

bobotoh juga ada 2 IMO, bobotoh dan bobodoh, dr namanya udah bisa dibedainlah mana yg emang niat nonton persib ama yg engga

buat yg saya bold, saya setuju, apapun itu yg berbau provokatif dilarang dalam stadion. fans sepakbola indonesia belom bisa sportif

tp bakalan percuma sih klub dan fanbase berbenah kalo induk organisasinya banyak mafia emoticon-Thinking
Balasan post samatronz
Quote:

nah ane sama gan..
ane juga pernah kena tilang pas ada sweeping yg lainnya lolos ane yg ketangkap gara2 teman ane dibelakang gak pakai helm.
kenapa ane ditangkap, ditilang sedang motor yg diepan sebagian lolos emoticon-Leh Uga
ternyata ane sadar diri juga, ditilang agar kedepannya orang yg ane bonceng bisa pakai helm yg tujuaanya berguna untuk dirinya sendiri agar apabila terjadi kecelakaan toh helm tersebut bisa melindungi kepalanya emoticon-Big Grin
yg lain kok lolos tilang? mungkin dari yg kena tilang yg lain kedepannya akan lebih waspada juga mereka bisa lebih mempersiapkan perlengkapan kendaraannya agar bisa berkendara dengan aman dan nyaman dijalan.
biar tidak oot
kurang lebih seperti ini analogi pemahaman kenapa kasus klub A lolos dan kasus klub B yg tilang emoticon-Shakehand2
sebab pembelaan saat ini tidak ada artinya sama sekali sehingga yg harus dilakukan adalah sama-sama evaluasi sesama suporter, bukan lagi pembelaan emoticon-2 Jempol
mewujudkan perdamaian antar suporter itu susah
di film aja kaga terwujud (jujur ane br ntn gara2 ada di HT).. terbukti dg tokohnya yg akhirnya terbunuh
apalagi di dunia nyata yg kita tidak bisa atur skenarionya
Quote:


Pembenahan gak akan ada percuma dan sia2 sih, kl A mau berbenah tapi nunggu B C D berbenah dulu

Jadinya saling tunggu dan malah gak ada yg berbenah emoticon-Big Grin

Yg ane harap dr suporter2 klub bolnas itu, mereka bisa 1 suara utk goyang fed dan operator utk kasih wadah kompetisi klub2 kesayangan mereka, kompetisi yg sehat dan gak nguntungin beberapa pihak aja.

Jgn saat klub nya diuntungin saat lawan rival, diem2 bae, tp saat klub nya dirugiin baru teriak2 fed/operator gak becus

Yg bisa rubah dan kawal busuknya bolnas ya para suporter.

Bayangin dah, dalam 1 match week aja deh, misalnya nih ya, seluruh match liga 1&2 di boikot, gak ada suporter yg nongton. Pasti kelabakan itu klub dan fed
Lihat 1 balasan
Quote:


Kalau mau dibilang konyol, silakan saja.

Yang jadi titik permasalahan supaya solusinya bisa segera dicari kan adalah tentang gimana caranya biar kasus ini benar-benar gak terulang lagi di masa depan, bukan anget-anget kotoran sapi yang kemudian padam, hingga akhirnya entah kenapa, ada aja suatu hal yang jadi pemantik dan isu rivalitasnya jadi panas lagi.

Ini yang saya simak dari cara WHU membela dirinya, membela Persib, membela nama bobotoh secara keseluruhan, yang memang gak disampaikan secara elegan karena sifatnya yang sering ceplas-ceplos.


Quote:


Gak apa-apa. Saya juga mau nulis panjang-panjang disini biar bahasannya menyeluruh juga mikir dua kali. Mau liat dulu berapa banyak yang respon, gak asal tunjuk si A yang salah, si B yang salah, dll.

"ini bukan tentang klub dengan nilai jual dan nilai terjual tapi ini menyangkut harga diri manusia yaitu nyawa"

Thus, lets treat it like its really a serious matter, then. Mari sama-sama benahi kekurangan masing-masing.

Dari tim, bisa koordinasi dengan kepolisian dan koordinator wilayah / distrik tentang pendataan anggota biar bisa lebih terdata dan terberdayakan,
Dari korwil / distrik suporter, bisa saling buka-bukaan apa yang jadi hambatan mereka dalam mengkoordinir anggota, termasuk ketika ada event yang dianggap besar dan memerlukan koordinasi ke banyak pihak,
Dari kepolisian, bisa bersikap serius untuk mendalami penyelidikan sebuah kasus ketika melibatkan suporter, tanpa harus ke blow up media dulu,
Dan lainnya yang saya belum kepikiran harus nulis apa karena masih kesulitan menyederhanakan sebuah masalah kompleks yang melibatkan banyak aspek dll...

Sekarang gini. Betul, nyawa manusia itu penting. Nyawa Haringga Sirila itu penting. Bagaimana dengan nyawa orang lain yang sampai harus meninggal karena kasus serupa tapi follow upnya gak sekenceng sekarang?

Berapa banyak kaskuser disini yang tau nama Miftahul Huda, bonek yang meninggal karena lemparan batu ketika mau away ke Lamongan pada tahun 2012? Follow-up nya mana? Apa karena minim saksi dan bukti, jadi kasusnya dihentikan gitu aja, seolah nyawanya gak penting? Gak kenal? oke ganti.

Berapa banyak kaskuser disini yang tau nama Joko Riyanto, Pasoepati yang meninggal kena luka tembak di dada kanan sewaktu kerusuhan Persis Solo vs Martapura FC tahun 2014? Follow-up nya mana? Apa karena minim saksi dan bukti, jadi kasusnya dihentikan gitu aja, seolah nyawanya gak penting? Masih gak kenal? oke ganti.

Berapa banyak kaskuser disini yang tau nama Banu Rusman, suporter Persita yang meninggal karena bentrokan lawan suporter PSMS Medan yang diambil dari Divif 1 Kostrad Cilodong tahun 2017? Follow-up nya mana? Apa karena sama-sama satu almamater dengan ketum PSSI saat ini, ditambah juga dia yang menjabat sebagai Pembina PSMS, jadi kasusnya dihentikan gitu aja, seolah nyawanya gak penting? Masih gak kenal juga?

Karena kalo mau itung-itungan, kasus mereka gak diblow up media sebesar kasusnya Haringga Sirila saat ini. Kalo mau blow up satu, blow up semua. Kalo mau satu nyawa dianggap penting, maka anggap juga seluruh nyawa yang lain, juga penting. Kalo mau satu isu diproses dan dikenakan hukuman bagi tim yang dianggap bertanggungjawab terhadap hilangnya nyawa seseorang, maka proses juga isu-isu yang melibatkan tim lainnya.

===

"ane melihat kejadian ini tak pernah terpikirkan soal rating klub, nilai jual, nama besar atau apapun itulah"

Sedihnya, saya punya anggapan demikian. Akan selalu jadi isu menarik bagi media untuk dipublikasikan, ketika berkaitan dengan Persib. Coba aja ketik di Google, berapa jumlah penelusuran yang bisa dicari ketika berkaitan dengan Persib. Sekarang, bandingkan dengan tim lain semisal Persija, Persipura, Arema, dll.

Saya aware kok beberapa kali media mencatut nama Persib di berita online meskipun isi beritanya gak berkaitan dengan Persib sama sekali. Kenapa demikian? clickrate nya seringkali tinggi. Jadinya, selama berita tentang Persib masih punya nilai jual, ya bakal terus digoreng.

===

Selebihnya saya dari kemaren pengen banget nulis tentang kultur bersuporter di stadion, yang udah dibahas sekilas di Thread Persib yang entah karena alasan apa sampai harus dikunci sementara waktu tanpa ada batas waktu ataupun jaminan kapan akan dibuka lagi. Mau cek ombak dulu, ada yang doyan diskusi gak disini...

Percuma lah nulis panjang-panjang kalo pada akhirnya mentok sama pola pikir generalisir lagi.

Quote:


Kalo masalah boikot memboikot, fanbase klub² Kalimantan bisa jadi pelopor utamanya, setidaknya 3 kelompok suporter (Borneo, Mitra Kukar, dan Barito Putera) bisa solid mengkampanyekan boikot liga 1, utk liga 2 juga ada kelompok suporter Persiba yg juga siap ikut gerakan boikot.

Nah jika suporter di Kalimantan sudah solid boikot, kemungkinan besar dari Sumatera juga ikut kelompok suporter Sriwijaya FC menyinggung politisasi klub yg berujung klub mendadak kaya juga jadi mendadak miskin, jika Sriwijaya sudah bersuara boikot, di Sulawesi juga kemungkinan suara boikot bakal hadir dari kelompok suporter PSM yg nasibnya juga kurang lebih mirip kayak Sriwijaya.

Masalah akan terjadi jika gelombang suara boikot mulai marak di Jawa, gimana caranya bisa membuat Viking/Bobotoh, The Jak, Aremania, Bonek, dsb. kompak dan solid mengesampingkan permusuhan masa lalu utk boikot liga. Kunci keberhasilan boikot ada di Jawa, jika kelompok suporternya solid semua memboikot liga, well orang² busuk di PSSI pasti bakal ketar-ketir dah.
papah edy emoticon-Nohope
Diubah oleh nabilacntk12
Quote:


Untuk yang pertama, saya sendiri sepakat. Dengan federasi yang mayoritas diisi oleh orang yang gak punya kompetensi linear dengan jabatan yang diemban, ngapain berharap banyak?

Kedua, yang condong ke klub tertentu memang gak ada. Tapi untuk condong menyalahkan Persib selaku pihak yang harus bertanggungjawab secara penuh dan patut disanksi seberat mungkin?

Ketiga, bisa aja. Apapun hukumannya, silakan diberikan ketika sudah ada payung hukum ataupun pasal yang bisa diterapkan secara menyeluruh sesuai aturan liga / statuta PSSI. Untuk sekarang kan belum ada payung hukum atau rujukan pasal di PSSI ketika menyangkut kejadian luar biasa yang terjadi di luar venue tempat pertandingan dilangsungkan, di luar jadwal pertandingan dilangsungkan.

Kalo soal hukuman, Persib jelas udah makan asam garam, yang tentu saya sendiri bisa liat sebagian diantaranya adalah karena adanya kesulitan membedakan sesuatu antara mana yang murni kreativitas, mana yang mengandung pesan politis. Tapi ketika belum ada payung hukumnya, ya buat dulu.
Gimana orang/netizen nggak generalisir? Dari Dulu udah sering begini Dan siklusnya Sama. Rusuh>Ada korban>diadili>ditahan>udah mayoritas menganggap masalah selesai sampai Ada pertandingan lagi Dan siklus itu terulang.

Waktu uefa menghukum semua fans klub epl apa itu bukan generalisir? Padahal yg bermasalah kan fans Liverpool.

★ Forum Diskusi Sepakbola Nasional ★ - Part 5

https://tirto.id/era-ketum-pssi-edy-...er-liga-1-c2B4
Diubah oleh light.lamb
Balasan post kakidal27
Quote:



mengenai aturan selain tegas menjalankan, aturannya sendiri juga dibikin rigid. entar poin di aturan a sampai d sudah tegas, eh poin e pasal karet, yang bisa dijadikan celah untuk mengurangi ketegasan tersebut emoticon-Ngakak (S)

Quote:


pada akhirnya kunci perubahan sepak bola adalah suporter yak

mau kita kritik gimana pun pssi, kalo suporter masih gini2 aja ya ga bakal mempan

pssi ini kaya orang jualan makanan di pasar, mau makanannya kotor, tempat kotor, bahan baku ga jelas, selama masih laku ya dia gak bakal berubah. toh untung banyak, dengan modal ala kadarnya.

-----------------------------------------------------------------------------------------

ane mendukung sih kalo sanksi jangka pendeknya adalah laga home tanpa penonton, pengurangan poin juga. walopun mungkin persib bisa berkilah kalo kejadian terjadi di luar venue dan sebelum match. tujuannya untuk mengedukasi suporter, kalo suporter goblok, klub juga yang susah.
Quote:


R.I.P. buat seluruh orang yg meninggal gara² sepakbola indonesia.
emoticon-Turut Berduka:

Persib memang tidak bisa dipungkiri punya basis fans yg sangat banyak dan jadi salah satu pusat perhatian pecinta sepakbola indonesia, wajar saja jika berita² seputar Persib pasti akan jadi komoditi menarik buat bahan berita wartawan sepakbola.

Nah mengapa kasus terbaru ini bisa dibilang paling heboh? Ya karena ini tahun 2018, semua hal dari yg paling penting sampai yg gak paling penting sekalipun bisa viral di dunia maya. Video pengeroyokan tersebut bertebaran di berbagai medsos, ane sampai gak tega membayangkannya, bisa dibilang brutal & barbar. Gak bisa disalahkan juga jika ada masyarakat yg merespon cukup keras sampai² minta Persib disanksi inilah itulah karena mereka shock dgn apa yg mereka lihat dari video² yg bertebaran di medsos.
emoticon-Frown

Terus apakah berarti orang² sebelumnya yg meninggal gara² sepakbola itu dianggap biasa² aja? Sama sekali tidak. Seluruh pecinta sepakbola indonesia juga mengutuk aksi² biadap tersebut. Hanya saja seperti yg sudah agan bilang jadi hanget² tai ayam karena aksi dan ikrar perdamaian yg dijalin sebelum²nya hanya dianggap simbolis semata tanpa dibarengi usaha menyosialisasikan dan mendidik di akar rumput suporter masing². Dan inilah puncak reaksi masyarakat yg tidak lagi mengharapkan solusi yg halus tapi solusi yg keras bahkan radikal kalo perlu karena percuma juga mau didamaikan gimanapun juga ujung²nya rusuh lagi.
emoticon-Nohope

Tapi seperti yg sudah², ini kasus ujung²nya bakal hanget² tai ayam juga karena dari PSSI sendiri masih bobrok kayak gitu. Ya paling seperti yg sudah² sanksi denda duit dan larangan penonton.

Inilah sepakbola kita, hanya kelompok suporter yg bisa diharapkan inisiatif utk membuang ego masa lalu, serius mendidik dan mengkampanyekan perdamaian antar-suporter, dan bersatu menatap masa depan demi kemajuan sepakbola indonesia. Mengharapkan PSSI yg bertindak sama saja mengharapkan kambing bisa lancar ngomong berbahasa Indonesia.
emoticon-Nohope
Balasan post rintso
Quote:


Yang macem gini kan disentil sama si ferry tadi malem.
Dari sisi the jaknya dah usaha buat ngurang-ngurangin sisi provokasinya.
Dari segi koreografinya, chant-chantnya, spanduk dll.
Dari vikingnya kemaren ya masih gitu gitu aja..
Pas si ferry ngomong si heru joko macem orang pasrah aja digamparin..
paling lama 1 bulan doang kasus ini hangat, habis itu adem, dilupakan dan akhirnya terulang lagi. semuanya gak ada yg mau disalahkan. gak ada yg niat ingin benar benar persoalan selesai. sudahlah, jangan terlalu berharap ada perbaikan sepak bola...
Balasan post adityajt26
Quote:


Quote:


Bener mas gan....

Kalo analogi polisi tadi, ya dimaklumin aja karena yang ngelanggar bejibun, polisi yang nilang cuma 1 - 2 orang... wajar banyak yg lolos...

begitupun dgn PSSI.. yg dulu2 mungkin lolos karena sistem di PSSI nya masih kurang bagus...

Kalo sekarang kena cyduk akibat bersalah, jalanin aja.... tapi ngeluh dan melempar kesalahan ke yang dulu2 itu gak etis dan gak elegan....

Kita lihat reaksi PERSIB kaya gimana nanti...
Halaman 32 dari 316


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di