alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aa348cb6208816d548b4569/girl-im-your-future

Girl, I'm Your Future

Tampilkan isi Thread
Halaman 157 dari 285
Verennnnn emoticon-Ngamukemoticon-Ngamukemoticon-Ngamukemoticon-Ngamuk
Quote:


Kalau ane nggak keluyuran malam ini. Entah, rasanya malming ini abu2.

Apdet malam ini bang Prim
Quote:


perasaan tadi gw komennya dipage ini dah, kok malah nyangkut di page belakang emoticon-Nohope
Wahduh bisa ngepas gitu dari bogor, kayanya ada yg kenal nih salah satunya.
saia kira agan prima udh jd superintendent safety sampe lupa apdet
Bentar lagi update turun nih, tolong para pejuang cinta kumpul dimari..
Fakir Cinta hadir bang wkwk
86 Komandan
Pejuang derita nya tiada akhir siap kumpul nih... Wkwkwkw 🤣
lanjut gan
siap komandan
apdetan dimana kau
merapat boscu
Part. 20 : Kencan Pertama





Ga seberapa jauh lagi kami akan memasuki jalan hauling. Namun tiba-tiba ada lampu sorot mobil dari arah berlawanan. Gw menurunkan kecepatan mobil dan bersiap menghadapi masalah baru karena jalan sempit ini hanya bisa di lalui satu mobil saja.

Ternyata sebuah LV dari perusahaan lain dan posisi kendaraan kami saling berhadapan. Gw turun lalu menghampiri kendaraan tersebut dan berbicara dengan seorang penumpangnya. Ternyata mereka dari perusahaan AR yang merupakan owner dari salah satu lahan batubara di sekitar daerah ini. Usut punya usut, ternyata PT. AR lah yang menaungi kegiatan KKN dari para mahasiswa I*B ini. Mereka mendapat kabar lewat telepon salah satu dari mahasiswa yang tinggal di kampung. Tapi karena kondisi pasien mulai melemah, gw tetap akan membawa pasien ke klinik perusahaan LC karena para karyawan AR perlu waktu lagi untuk mengurus ijin masuk di pos jaga nanti. Untuk saat ini, hal itu yang sangat memungkinkan. Setau gw PT. AR berkantor di kota S. Di area ini mereka hanya memiliki shelter dan ga punya klinik. Ga mungkin mereka akan membawa pasien ke rumah sakit yang jaraknya cukup jauh sampai memakan waktu 1 jam lebih tanpa peralatan penunjang kehidupan yang memadai.

Gw tiba di pos jaga dan langsung membubuhkan tanda tangan pada buku izin keluar masuk tambang yang di sodorkan security. Sebelum tiba di pos jaga, gw sudah melakukan kontak via radio dengan para security untuk meminta izin membawa pasien ke dalam site. Sementara LV PT. AR yang mengikuti kami dari belakang harus berurusan terlebih dahulu dengan para security PT. LC. Gw langsung memacu kendaraan menerobos keheningan malam tanpa menunggu mereka.

Tim dokter yang berjumlah 3 orang sudah siaga di depan klinik dengan kasur periksa. Mereka dengan sigap memindahkan pasien ke kasur lalu membawanya masuk ke dalam klinik. Gw turun dari LV sambil mengenakan helm safety dan mengisi laporan di sebuah buku yang terletak pada meja dokter. Beginilah rumitnya kerja di tambang. Semua harus ada laporannya, belum lagi gw harus laporan ke atasan bahkan sampai ke project manager karena gw membawa orang dari luar perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar para karyawan lebih berhati-hati setiap mengambil tindakan. Jangan karena bermaksud menolong tapi malah kena tuntut pihak lain. Karena di zaman sekarang banyak sekali orang atau pihak yang senang mengambil kesempatan dalam setiap perisitiwa.

Bentuk manajemen yang transparan dan terecord dengan baik membuat pekerjaan kami lebih teratur. Dengan membuat laporan dalam setiap melakukan tindakan nantinya akan mudah mencari sumber masalah ketika terjadi kesalahan. Perusahaan juga mempertimbangkan dari sisi kemanusiaan. Meskipun klinik ini bukan untuk umum namun beberapa kali pernah digunakan warga sebagai tempat pertolongan pertama saat kondisi urgent. Jarak rumah sakit yang jauh terkadang memang menyulitkan masyarakat sekitar. Kemana lagi mereka bisa berharap selain ke klinik-klinik perusahaan terdekat. Puskesmas yang ada di perkampungan pun belum bisa di maksimalkan fungsinya.

Kedua mahasiswi tersebut duduk di ruang tunggu sementara rekannya menjalani pemeriksaan di dalam. Gw menatap mereka sambil melempar senyum datar. Tapi perhatian gw terus tersita oleh cewe berjilbab yang sedari tadi diam selama di perjalanan. Sekalinya dia bersuara hanya sekedar menegur temennya yang agak senang berceloteh.


Quote:



Dunia memang sempit. Saat ini gw dihadapkan dengan para mahasiswi yang masih satu kampus sama si.. si.. si itulah pokoknya. Setelah ngobrol panjang lebar, belakangan gw tau Syamira dan Mery menempuh program studi ilmu gizi di I*B. Dari situ gw tau kalo mereka sesuai kapasitasnya adalah bertugas untuk membantu memperbaiki gizi masyarakat di perkampungan tempat mereka tinggal sementara ini.

Syamira berasal dari sebuah kota di Jawa Tengah. Yang jelas bukan Semarang. Tubuhnya tinggi semampai berkulit putih. Ia mengenakan sweater abu-abu dan celana jeans hitam ketat sehingga tampak lekukan pinggul sampai betisnya yang aduhai. Tubuhnya sedikit lebih berisi dari Veren. Sedangkan Mery berasal dari Jakarta. Cewe berwajah imut ini tampak pelukable. Tubuhnya memang ga terlalu tinggi tapi juga ga pendek-pendek banget. Sedang lah menurut gw untuk ukuran cewe Asia. Dirinya hanya mengenakan sweater rajut coklat dan celana tidur panjang. Jauh-jauh gw merantau kemari tetep aja ketemu cewe Jakarta lagi. Untung aja dia ga tinggal di Cibubur, kalo sampe iya, besok gw langsung resign dari perusahaan ini dah aseli pikir gw.

Malam semakin larut. Sudah pukul 02.00 dini hari. Karena gw punya pekerjaan lain, akhirnya gw pamit pada kedua mahasiswi itu. Lagipula mereka sudah jadi tanggung jawab orang-orang AR yang tiba di klinik sedari tadi. Sebelum gw pergi, gw sengaja memperhatikan Syamira. Cantik bener, etdah.. Eh iya, lupa kalo gw udah punya cewe, ding.. Saking kelamaannya ngejomblo sampe segitunya.


Keesokan harinya..

Sore hari di kota S.. suhu udara masih terasa panas. Mungkin karena banyaknya tambang yang turut menyumbang naiknya suhu udara di kawasan ini. Gw dan yang lainnya memulai latihan dengan pemanasan seperti senam dan lari-lari kecil di pinggir lapangan. Sejauh mata memandang hanya tampak semak belukar dan kebun warga yang terlihat gersang. Hanya ada jalan kecil berkerikil sebagai akses masuk ke lapangan ini. LV terparkir di pinggir lapangan namun sebagian besar memilih menggunakan sepeda motor untuk datang ke tempat terpencil ini.

Mungkin sepulang latihan nanti sudah saatnya gw beli sepatu bola. Ga enak juga gw pinjem sepatu orang terus pikir gw. Komposisi tim sudah ditetapkan untuk pertandingan nanti. Karena gw cukup lihai dalam berlari dan bukan kidal, pelatih menempatkan gw sebagai gelandang sayap atau winger sebelah kanan. Gimana gw ga lihai dalam berlari, waktu smp gw sering ikut tawuran. Apalagi gw paling cepet dalam hal melarikan diri saat diserang musuh.

Saat gw sibuk berlari kesana kemari mengejar bola, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah LV yang berjalan mengarah ke lapangan tempat kami berlatih. Saat melihat nomor seri LV tersebut gw langsung tau siapa pengemudinya. Itu LV pak Johan si perjaka tampan. Dan gw tau siapa yang dia bawa.

Veren dan Citra melambai ke arah gw setelah turun dari LV. Tapi Citra terlihat lebih heboh dari Veren. Semua orang yang berada di lapangan langsung mengarahkan pandangan pada kedua gadis tersebut. Gw berlari ke pinggir lapangan untuk menghampiri mereka yang baru saja tiba.


Quote:



Citra dan pak Johan sudah mengetahui status hubungan antara gw dan Veren. Meskipun pak Johan adalah mantan calon kakak ipar Veren, tapi dia ga mempersoalkan hal itu. Menurutnya, cinta adalah hak semua manusia, bahkan binatang pun punya hak untuk saling mencintai. Dia hanya berpesan agar gw jangan menyakiti hati Veren seperti apa yang sudah dilakukan adiknya sendiri. Sungguh bijaksana sekali si perjaka tampan ini.. Btw, lu juga harus dapet izin dari gw kalo mau macarin Citra, camkan itu! Bhahaha...

Pak Johan dan Citra terlebih dahulu pulang ke site sementara Veren tetap tinggal bersama gw di kontrakan. Karena malam ini kami berdua berencana untuk kencan sebelum berangkat kerja. Beginilah nasib percintaan pekerja tambang. Harus pinter berbagi waktu untuk urusan pacaran dan pekerjaan. Tapi gw dan Veren ga terlalu memusingkannya selama kami berdua masih diberi kesempatan untuk tetap selalu bersama. Uhuy, icikiwir joss..

Hari mulai gelap. Gw duduk bersila di lantai beralaskan karpet sebelum pergi mandi. Rokok menemani waktu santai gw setelah selesai latihan. Tiba-tiba Veren duduk diatas pangkuan gw. Jujur, gw agak kaget dibuatnya..


Quote:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
deawijaya13 dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh inginmenghilang
Anjay, ganas langsung ngajak berantem si Veren. Gw kira lu lagi pak yang ngajakin emoticon-Ngakak (S)
Baahh ternyata syamira, kirain sabrina
Hahahaha
mulus ready, cek ke tkp..
Lihat 1 balasan
tipe agresif kekny veren emoticon-Ngakak
Quote:


perasaan kemaren ada mulus noura pak prim? kok ilang emoticon-Bingung
emoticon-Ngakak heeet dah update nya... Bikin jomblo jomblo nangis sedih di pojokan emoticon-Wkwkwk
Balasan post inginmenghilang
Quote:


Oke bang. Btw, itu mulustrasi nya si citra, nama artisnya siapa bang? emoticon-Bingung emoticon-Bingung

Halaman 157 dari 285


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di