CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aa348cb6208816d548b4569/girl-im-your-future

Girl, I'm Your Future

Tampilkan isi Thread
Halaman 153 dari 287
noura kah yang datang ke kontrakan? hueuheue
Part. 17 : Kelakuan si Citra











Seorang cewe berpostur lumayan tinggi dan seksi berdiri sambil memainkan ponselnya. Semakin dekat semakin terlihat jelas pula siapa gerangan dirinya. Gw pun menyapa cewe itu yang sepertinya belum sadar sama kehadiran gw. Tubuhnya masih berbalut pakaian kerja lengkap dengan sepatu dan helm safety nya.


Quote:


Sambil sabunan, gw membayangkan Veren saat kami berdua bertemu di depan teras tadi. Tiba-tiba gw senyum-senyum sendiri. Sepintas gw berpikir kejiwaan gw mulai terganggu. Setelah membilas tubuh gw yang penuh busa sabun, gw pun mengakhiri ritual pembersihan diri dan bersiap menutupi kejantanan gw dengan sehelai handuk putih yang ukurannya ga terlalu besar.

Veren masih duduk di ruang tengah saat gw berlalu di depannya menuju kamar depan. Tatapannya masih terfokus pada layar ponsel di tangannya. Gw yakin dia sadar kalo barusan gw lewat di depannya.

Setelah selesai mengenakan pakaian, gw langsung keluar kamar dan menyalakan semua lampu dari dalam sampai teras rumah. Senja berganti malam, langit masih membiru namun perlahan menjadi hitam gelap. Veren membuka tas dan mengeluarkan isinya seperti handuk dan sebagainya. Sambil menenteng handuk berwarna biru dan tas plastik kecil berisi perlengkapan toiletries, dia pergi menuju ke kamar mandi. Sedari gw selesai mandi, kami berdua belum berbicara satu sama lain. Mungkin dia masih jengkel sama Citra. Lagian ada-ada aja kelakuan si Citra, gw masih belum tau apa motif dia yang tega membiarkan Veren pergi sendiri ke kota.

Gw hanya duduk dan menghisap beberapa batang rokok sambil menunggu Veren selesai mandi. Di saat seperti ini rasa jenuh mulai terasa karena ga ada hiburan sama sekali di rumah. Mungkin udah saatnya gw beli tv.



Quote:



Malam harinya hanya kami habiskan untuk ngobrol di rumah. Veren memutuskan untuk kembali ke kamp jam 11 malam nanti menumpang bus shift 3. Dia akan jadi satu-satunya penumpang cewe karena ga ada satupun karyawan berjenis kelamin wanita yang bekerja di shift malam. Lagipula gw ga mungkin memaksa Veren untuk bermalam di rumah. Rasanya kurang etis aja. Dia akan tampak seperti cewe ga bener kalo orang lain pada tau dia tidur di rumah kontrakan berduaan bareng gw, sedangkan diantara kami berdua ga ada status apa-apa.

Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Jam dinding telah menunjukkan jarumnya pada angka 9. Gw bersiap mengantarkan Veren ke halte. Ada perasaan ga tega tapi mau gimana lagi. Entah gw harus berterima kasih sama Citra atau justru sebaliknya. Jujur, gw seneng bisa ngumpul dan ngobrol sama Veren tapi gw pun jadi ikut dongkol saat harus melewati situasi seperti ini. Gw ikut merasakan apa yang dirasakan Veren.

Sebelum berangkat, gw masuk ke dalam kamar dan mengambil sweater berwarna hitam yang tergantung di balik pintu kamar. Gw tau Veren ga bawa jaket dan udara akan terasa dingin saat di dalam bus nanti. Jangan sampai dia sakit gara-gara balik dari sini pikir gw.

"Hmm... Awas kalo ketemu besok, ya, Cit.. kaka jitak sampe botak kamu.." Ucap gw dalam hati. Tentu aja gw cuma becanda. Ga mungkin juga gw jitakin pala orang sampe botak gitu.



Quote:



Setelah keluar dari jalan komplek perumahan, kami berdua terus berjalan menyusuri jalan raya menuju halte yang berjarak sekitar beberapa ratus meter lagi. Menjelang larut malam hari seperti ini kepadatan lalu lintas memang kurang. Hanya bus karyawan dari berbagai perusahaan yang mendominasi.

Veren duduk di bangku panjang dari besi bercat biru sedangkan gw masih berdiri sambil menghisap rokok. Sepatu safety kembali di kenakan Veren dan sandal jepit itu kembali ke majikannya yaitu gw. Bus-bus berhenti dan berlalu lalang di hadapan kami berdua. Belum ada percakapan yang terjadi semenjak kami tiba di halte. Veren hanya tersenyum tiap kali mata kami berdua saling pandang.

Ga berselang lama, bus yang kami nanti pun akhirnya tiba. Bus berwarna putih dan berlogo perusahaan tempat kami bekerja berhenti tepat di hadapan gw dan Veren. Beruntungnya Veren, dia ga perlu berdesak-desakan untuk menaiki bus tersebut karena karyawan yang menuju ke office memang ga terlalu banyak. Pemandangan sebaliknya terjadi saat bus tujuan workshop maupun PIT tiba di halte, banyak karyawan harus berdesakan untuk menaikinya.

Veren berdiri dan bersiap menaiki bus yang akan mengantarnya ke kamp. Di situ hanya terlihat beberapa asisten dokter, orang safety yang shift malam dan beberapa karyawan lain yang entah di bagian apa.



Quote:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
hkm777 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh inginmenghilang
Pertamax dibawah update

boleh lah alasannya primemoticon-Big Grin

ane tunhu sampe tamat aja yah primemoticon-Ngacir
Diubah oleh sunday10am
mampir kemari, syukurlaah bree prim udah apdet, cihuiiiu kentaaang~
playboy yang selesai berhibernasi
Prima... elu ada aja improvisasinya. yakin Veren makin klepek2
Veren oh veren
Prima nganterin Veren,nanti gantian Veren kasian ahirnya nganterin Prima.gitu trs ampe pagi emoticon-Ngakak (S) .suwun updatenya om!!
Quote:


busyet dah kyk setrikaan ajah bang..
emoticon-Leh Uga
btw bang prim itu parfume nya apa ya bisa lah dibisiki ane emoticon-Leh Uga
The power of minyak nyong2... Bisa bikin cewe senyum senyum sendirian emoticon-Leh Uga
Setelah sekian lama...emoticon-Matabelo
Btw nuhun kang update an nya...emoticon-Shakehand2
Perhatian nya prima bikin melting banget kan emoticon-Genit
akhirnya yg ingin menghilang,come back emoticon-Leh Uga
Veren mengalihkan dunia Prima emoticon-Leh Uga
Update selau ya.. masih banyak kerjaan. Terima kasih atas atensinya.
:terimakasih
Quote:


emoticon-Big Kiss
Quote:


emoticon-Peluk
akhirnya update, lopyu prim emoticon-Wowcantik
jgn cuma antar bre, sekalian aja bawa ke KUA, biar Imron gak galau.. emoticon-Ngakak (S)

smpe ketemu bln depan prim.. emoticon-Toast
Halaman 153 dari 287


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di