alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
4.44 stars - based on 39 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a1f7223dac13efe158b4569/kami-dan-senyum-pucatmu-lanjutan-short-stories-2-malam-dihotel-yg-mencekam

Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)

Tampilkan isi Thread
Halaman 75 dari 110
dan terjadi... lagi... kentang goreng yang belum jadi.....emoticon-siul emoticon-Ngacir Tubrukan
Quote:


mauu donk dab kentang gorengnya hehehehe
Quote:


Mikir keras saya dab...

mana larasnya dab
Quote:


kalo udh keras cepetan masukin dab ngoahahaha
Quote:


laras lagi cuti dab
Asj ? (2)


“Blugg...”
“mmmm apa ya ???” kataku dalam hati karena terbagun dari tidurku yang belum begitu nyanyak dengan mata yang terpicing sambil aku usap usap karena dikagetkan oleh sebuah suara seperti benda jatuh

Aku kembali merapatkan sarung yang aku gunakan sebagai penutup tubuhku dari dinginnya malam yang semakin lama aku rasain semakin dingin, masih terdengar gelak tawa dan obrolan dari orang orang yang sedang bermain kartu atau hanya sekedar bercengkrama untuk menunggu pagi dihalaman rumah mbok giyem untuk melek melek**

**budaya di desa, dimana jika salah satu warganya terkena musibah maka tidak perlu diminta bapak bapak atau para remaja laki laki nya pasti akan bersama sama “melek melek” (begadang ditempat yang terkena musibah dalam rangka menemani dan menghibur selama tujuh malam berturut turut dari malam sampai menjelang subuh)

“ahh paling juga kucing atau tikus kali” kataku dalam hati dan malas untuk berfikir yang bukan bukan, yach karena karena rasa kantuk yang begitu berat aku rasain sehingga aku malas untuk berfikir lebih jauh

“oahemmmm...”
“Blugg...bruakkkk …..!!!”
“eh apa ituuu !!!” badanku seketika tersentak dan mata yang sudah terbelalak karena diasaat enak enak menguap tau tau dikagetkan oleh sebuah suara yang keras seperti benda jatuh dan menabrak sesuatu barang

pandanganku memandarkan ke ruang tengah ini, terasa sepi, dan hanya terlihat sanak saudara dari mbok giyem yang sedang tidur beralaskan tikar dari daun pandan yang berserak tidak teratur, termasuk aku juga yang merebahkan tubuh didekat jendela, sesekali masih terdengar tawa dr arah luar yang menandakan bahwa yang begadang masih belum pulang

“jam dua lebih sedikit” gumamku setelah melihat jam tangan yang melilit di pergelangan tangan kiriku

“bruakkkk …...!!!”
“ehh suara benda jatuh lagi”
“apa memang kucing ya ???” gumamku, karena aku teringat ada ayam goreng, ikan asin dan lalapan yang ditaruh di meja makan di ruang makan yang bersebelahan dengan dapur

“wahh kl kucing pasti akan habis itu ayam” kataku sembari bangkit dari posisi tidurku dan dengan berlahan berjalan menuju ruang makan

“hla suara apa yach tadi ???” kataku berlahan karena setelah aku sampai di ruang makan, meja makan juga tetap terlihat rapi, sepiring besar ayam goreng, ikan asin dan lalapan dengan parutan sambal kelapa juga masih terlihat rapi, tetapi hanya sambal kelapanya saja yang terlihat sedikit dipisahkan

aku kembali memandarkan pandangan menyusuri seluruh ruang makan ini juga tidak ada yang terlihat jatuh terserak, semua masih terlihat ditempatnya dengan rapi

“mmm apa di dapur yach ???” gumamku lagi sambil berjalan menuju dapur

“bau apa sih ini ???”
“mmphh” umpatku sambil menutup kedua lubang hidungku dengan satu telapak tanganku sebelah kiri karena aroa busuk yang begitu kuat tercium olehku

tepat disaat aku berdiri di pintu dapur, dengan cahaya dari sebuah lampu teplok yang tertempel di tiang menyangga tengah ruangan,

“siapa itu !!!” teriakku tidak begitu keras, setelah aku melihat sesosok yang sedang berdiri di depan puntu keluar dapur yang tebuat dari bilah bilah bambu yang disusun membentuk persegi dengan mata yang sedikit memcing karena redupnya penerangan ruangan ini

“mas adit .....”
“tolong aku .....”
“tolong aku ….”
“tolong aku …..”

Darahku langsung berdesir, disertai bulu kudukku yang meremang hebat setelah melihat sesosok itu yang sekarang sudah berputar sehingga secara otomatis kami saling berhadapan, mahluk dengan tinggi sekitar 150 cm, berdiri mematung tidak bergerak sama sekali,

dengan kepala yang terbungkus dengan tali diatasnya yang terlihat masih tertali kencang , sedangkan kain yang membungkus badannya terlihat sangat kotor dengan aroma amis dan busuk yang sangat menyengat, sehingga tenggorokanku terasa tercekat

sedangkan pada wajahnya yang pucat, terlihat dengan jelas wajah yang menyiratkan rasa penyesalan dan kesedihan yang teramat dalam, itu pun dapat aku rasakan dari pandangan matanya yang nanar memandangku, iya wajah itu, wajah orang yang sangat aku kenal dan begitu dekat dengan aku ….

“tolong aku …..”
“tolong aku …..”
Ngeri banget, ketemu pocong yang baru meninggal 7 hari,
waaaahhh.. jadi korban tuuu kang walgitonya.. hmmm yg dilihat dipasar malem jangan jangan... hiiiiiyyyyy
Quote:


ambil aja mas didapurnya mbok giyem.. deket ama pintu keluarnya..emoticon-Takut
Lah.. masih jauh nih dari cerita ngerjain bandar judi.. makin mantap aja gan jalan ceritanya.. ikut ndeprok nunggu lanjutan kisah nasib kang walgito ya gan..
Quote:


emoh ah dab, mending tidur lah
lontong balap
nunggu lanjuta ceritanya lagi...penasaran..
“tolong aku …..”
“tolong aku …..”
.
.
.
.
"tolong"
.
.
.
"updet....."
"tolong aku ....."
"tolong aku ....."

sorry Bro...durung gajian ora iso nulungi muehehehehe
Laras apa kabar gan? Sehat emoticon-Ngakak
wah mati suri neh thread nya dab.. tp gpp.. RL lbh utama... kita tetap sabar menunggu updetanya..
mas dab, kok ya ngilang ? kentang mu subur lo mas
lanjut mas dab...
Halaman 75 dari 110


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di