alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Belajarlah Dari Saudi Uang Korup Dipakai Untuk Subsidi
3 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a6acc3be05227026b8b4567/belajarlah-dari-saudi-uang-korup-dipakai-untuk-subsidi

Belajarlah Dari Saudi Uang Korup Dipakai Untuk Subsidi

Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 8
woy ngupi apa ngupi pada korup bae, ngupi dulu apa
uang hasil lelang barang sitaan korupsi tak jelas entah kemana tujuannya.
Quote:


tebang pilih emoticon-Toast
Tidak semudah itu gan.
Kita harus lihat struktur APBN kita, bahwa semua pengeluaran dibiayai oleh semua pendapatan.
Penerimaan pengembalian uang hasil korupsi, tidak semata mata digunakan untuk ANU, maksudnya bahwa bukan hanya setoran pengembalian dana korupsi. Penerimaan pajak dan Penerimaan Non Pajak (Penerimaan Negara Bukan Pajak/PNBP) tidak langsung jelas digunakan untuk sebuah pengeluaran. Sulit dipahami kah? maksud saya, misalnya 500 milyar penerimaan pajak, tidak bisa dikatakan jelas bahwa 200 M buat bangun jembatan dan 300 M buat bangun pasar. Tidak bisa begitu.
Seperti juga dana pendapatan tlang, apakah langsung digunakan oleh POLRI untuk membiayai kegiatran mereka? Jelas tidak.

Jadi, demikian juga penerimaan hasil sitaan korupsi, penerimaan uang pengganti korupsi tidak bisa langsung digunakan untuk subsidi, untuk bonus pegawai atau untuk pengeluaran lainnya. uang itu tetap masuk sebagai komponen penerimaan negara yang secara akumulatif dengan penerimaan lainnya digunakan untuk membiayai APBN.

Quote:


Itu cuma contoh...kan bisa untuk subsidi yang lain...bpjs kah ?? Pendidikan kah ?? Tapi...ntar dikorupsi lagi emoticon-Leh Uga...

Dah gw pejengin tuh di pekiwan coment ente...emoticon-Leh Uga
Diubah oleh c4punk1950...
bisa aja ditiru konsepnya tapi yang jelas sistem indo beda sama kerajaan saudi gan, di sana sistemnya kerajaan yang masih kental rajanya (y)


Quote:


Setuju gan emoticon-Embarrassment

Narasumber nampaknya ni emoticon-Wink
Quote:


jadi lu mau sedekah pake duit hasil nyolong emoticon-Ngakak
Quote:


korupsi = oli pembangunan emoticon-Malu (S)
kalo di sini mah,, uangnya entah kmna ,,
Pns udah makmur breh,harusnya hasil korupsi digunakan untuk subsidi orang2 miskin biar sama rata hidup makmur rakyat kita
Quote:


iya gan ane juga bingung mungkin pns disono susah2 gan idupnya emoticon-Ngakak
koruptor disini malah jadi orang terhormat
mau diterapin dimari...?? malah yang korupsi yang dikasih subsidi lagi...mantap.emoticon-Big Grin
Diubah oleh ryunato
Otak lu dmana bray

Ngarep subsidi mulu?
qisos
korupsi itu yg dihukum. perbuatannya.. perkara duit balik ke negara tu harus, ga menghapus tindakan korupsinya.
Quote:


qisas ada syaratnya ane tahu tapi ane takut salah, seperti pangeran arab dia tdk jadi di qisas walau kelurga korban tdk menerima diyat dari keluarga kerejaan, pangeran saudi di maafkan, karna keluarga korban memaafkan, qisas tdk sembarang langsung qisas,
selengkapnya lebih baik tanya ahli agama yg lebih paham.

giat bekerja yg penting bekerja tu stereotipe asia, sdangkan orang eropa males bekerja tapi produktifnya tinggi, contoh aja jerman dan swedia

orang arab hidup mereka lebih baik dari kita kan, punya penghasilan lebih tinggi, jadi ngukur kesuksesan seseorang dari dia giat bekerja, ha.ha.ha itu keliru bre.
Diubah oleh risin.dan.micin
Quote:


gak nyambung hehe, dari rakyat ya dikembalikan ke rakyatlah.
Quote:


ente googling aja kayak gimana qisas.. kalo konsep qisas ente kayak gitu, brarti ente melecehkan islam yg ga adil sama orang miskin, karena dengan bayar diyat bebas dari qisasemoticon-Big Grin

Jerman orang males? Ente mabok bre? Pernah kejerman?emoticon-Big Grin

Arab tajir gegara umroh ama haji, dari minyak harga drop, bahkan kemaren raja salman jualan aramconya kecina.. kakak ane yg kerja diaramco juga bilang kalo bentar lagi bangkrut tuh kalo ga laku open p.oemoticon-Big Grin

Ente menghina banget orang yg giat kerja, stereotip orang males pengangguran emoticon-Big Grin
Halaman 6 dari 8


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di