alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Menggali Cerita Edward Theodore Gein
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a4a0f9e529a45732d8b4567/menggali-cerita-edward-theodore-gein

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Menggali Cerita Edward Theodore Gein


The Texas Chainsaw Massacre, Psycho, dan Silence of The Lamb. Ketiganya merupakan film yang didasarkan pada kisah pembunuhan nyata yang terjadi di Wisconsin pada tahun 1957.

Pembunuhan tersebut dilakukan oleh seorang petani yang bernama Ed Gein. Dan dia dijuluki The Butcher of Plainfield.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Pada tanggal 16 November 1957 pagi, pemilik toko perkakas di Plainfield yang bernama Bernice Worden, menghilang. Seorang penduduk Plainfield melaporkan bahwa truk toko tersebut dibawa kabur dari belakang toko sekitar jam 9.30 pagi dan toko ditutup seharian.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Anak laki-laki Worden yang merupakan seorang Deputy Sheriff bernama Frank, memasuki toko pada jam 5 sore dan mendapati mesin kasir terbuka dan ada noda darah dilantai. Selain itu, Frank juga sempat mengatakan pada pihak penyidik bahwa Gein berada ditoko pada malam sebelum ibunya menghilang dan kembali keesokan paginya untuk membeli segalon bahan kimia. Dan slip terakhir pembayaran berasal dari pembelian bahan kimia tersebut.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Kemudian pada malam harinya, Gein ditangkap disebuah supermarket di Plainfield. Dan Deputy Sheriff Waushara County sempat melakukan penggeledahan di tanah pertanian milik Gein.

Di gudang, mereka menemukan sesosok mayat tanpa kepala yang digantung terbalik, dan bagian tengah tubuhnya dibelah. Mayat tersebut ditembak dengan senjata kaliber 22, dimutilasi setelah dia tewas, dan semua organ dalamnya dikeluarkan.

Spoiler for :


Selain itu, dirumah Gein juga ditemukan barang-barang yang berasal dari bagian tubuh manusia.

- Potongan tulang belulang manusia.
- Tempat sampah dari kulit manusia.
- Beberapa kursi yang dibungkus dengan kulit manusia.

Spoiler for :


- Beberapa tengkorak yang diletakkan dirangka ranjang milik Gein.
- Beberapa tengkorak dari korban perempuan yang sebagian diantaranya digergaji dibagian atas kepala.
- Mangkok-mangkok yang dibuat dari tengkorak manusia.

Spoiler for :


- Korset yang dibuat dari bagian torso tubuh perempuan yang dikuliti dari bahu sampai ke pinggang.
- Legging yang dibuat dari kulit tubuh bagian kaki manusia.
- Topeng yang dibuat dari kulit kepala korban perempuan.
- Topeng wajah milik salah satu korban yang bernama Mary Hogan yang ditemukan didalam kantong kertas.
- Potongan kepala milik Mary Hogan yang ditemukan disebuah kotak.

Spoiler for :


- Potongan kepala milik Worden yang ditemukan disebuah karung.

Spoiler for :


- Organ dalam berupa hati milik Worden yang ditemukan didalam sebuah kantong plastik yang diletakkan didepan kompor milik Gein.
- Sembilan buah genital yang ditemukan disebuah kotak sepatu.
- Sebuah gaun milik seorang anak kecil dan dua buah genital dari dua orang perempuan yang diperkirakan umurnya sekitar 15 tahun.
- Ikat pinggang yang dibuat dari kulit bagian payudara perempuan.
- Empat buah hidung.
- Sepasang bibir yang ditemukan menempel pada tirai jendela.
- Jari-jari yang berasal dari tangan perempuan.
- Dan penutup lampu yang dibuat dari kulit manusia.

Spoiler for :


Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Spoiler for :


Ketika diinterogasi, Gein mengaku melakukan 40 kali kunjungan ke tiga area pemakaman yang berbeda pada malam hari antara tahun 1947-1952. Saat itu, dia selalu berada dalam keadaan berdelusi. Dari semua kunjungannya tersebut, dalam 30 diantaranya, Gein mengaku sempat tersadar dari delusinya dan langsung meninggalkan area pemakaman yang dia datangi.

Sedangkan pada kesempatan lain, Gein sempat menggali beberapa kuburan yang berisi mayat perempuan paruh baya yang baru saja dikubur. Kemudian dia membawa pulang mayat tersebut untuk dikuliti dan dijadikan hiasan dirumahnya.

Namun Gein menyangkal bahwa dia juga berhubungan sex dengan mayat-mayat yang dia curi. Karena menurut Gein, mayat-mayat tersebut terlalu bau.

Ternyata selain menggali kuburan dan mencuri mayatnya, Gein juga membunuh Bernice Worden, dan Mary Hogan yang dianggap sebagai korban pertamanya. Hogan merupakan pemilik sebuah kedai yang dilaporkan menghilang pada tanggal 8 Desember 1954. Gein mengaku menembaknya, membawa mayatnya kerumah, dan memutilasinya.

Spoiler for :


Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Gein memang sengaja memilih korban yang kesemuanya adalah perempuan, dan kebanyakan dari mereka adalah perempuan paruh baya. Selain itu, korban yang dipilih dianggap mempunyai kemiripan dengan mendiang ibunya.

Namun ada hal yang membedakan antara korban-korban itu dengan ibunya, yaitu karakter tiap korban itu sendiri. Seperti misalnya Mary Hogan yang dalam kesehariannya selalu berkata kasar. Dan menurut pandangan mendiang ibu Gein, perempuan tidak seharusnya berkata seperti itu.

Oleh karena itu, Gein berusaha untuk memuaskan ibunya dengan cara membunuh perempuan-perempuan yang dianggap tidak baik menurut ibunya.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Gein memang sangat mencintai ibunya. Untuk itu, Gein mengabdikan diri untuk mengurusnya. Terlebih setelah ibunya merasa terpukul ketika ayahnya, George, meninggal pada tanggal 1 April 1940. Saat itu George berumur 66 tahun dan meninggal karena gagal jantung yang diakibatkan seringnya George minum alkohol.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Selain itu, saudara laki-lakinya yang bernama Henry juga meninggal empat tahun setelah ayahnya, George, meninggal. Beberapa pihak mengatakan bahwa Henry diduga tewas karena dibunuh oleh Gein.

Pada tanggal 16 Mei 1944, Henry dan Gein, mereka berdua membakar tanaman yang berada di rawa. Namun kemudian, apinya semakin membesar dan tidak dapat dipadamkan. Kejadian tersebut sempat menyita perhatian pihak pemadam kebakaran setempat.

Menjelang malam hari, api tersebut baru bisa dipadamkan. Kemudian Gein melaporkan bahwa Henry menghilang. Dan setelah semalaman dilakukan pencarian, pada akhirnya Henry ditemukan sudah tewas dan tubuhnya berada dalam posisi telungkup.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Menurut pihak coroner setempat yang memeriksanya, Henry tewas karena sesak nafas. Namun, pada bagian kepalanya, sempat ditemukan luka memar.

Gein mengaku sempat merasa tersakiti oleh saudara laki-lakinya tersebut. Karena Henry kerap menjelek-jelekkan ibu mereka didepan Gein. Karena Henry sempat khawatir akan hubungan erat dan terbilang aneh yang terjadi antara Gein dan ibu mereka.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Ibu Gein, Augusta, memang termasuk orang yang fanatik dan religius. Dia bahkan membenci suaminya sendiri, George, yang menjadi seorang pemabuk dan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Augusta juga tidak mengijinkan orang lain untuk memasuki lahan pertanian mereka, agar kedua anaknya tidak terpengaruhi.

Tapi justru, Augusta menerapkan pemikiran kepada Henry dan Gein, bahwa perempuan secara alamiah adalah seorang pelacur dan dijadikan oleh setan sebagai alat untuk mempengaruhi kaum laki-laki.

Gein yang memang pemalu dan mempunyai perilaku yang aneh, tentu saja menuruti apa yang dikatakan ibunya. Dan Augusta juga tidak segan untuk menghukum Gein jika dia berusaha untuk berteman dengan orang lain

Pada tanggal 29 Desember 1945, Augusta meninggal karena stroke saat dia berumur 67 tahun. Hal ini membuat Gein sangat terpukul. Bahkan menurut pengakuannya, Gein merasa kehilangan satu-satunya teman dan cinta sejati yang dia miliki. Dan hal itu juga membuatnya menjadi sebatang kara.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Dan setelah merasa kehilangan ibunya, Gein sempat berjuang dengan persoalan identitas gender yang dialaminya. Bukan hal yang mengejutkan, mengingat ibunya yang dia anggap sebagai panutan, justru juga memperlakukan Gein secara tidak pantas. Sehingga menyebabkan Gein menganggap dirinya tidak sempurna. Bahkan Gein sempat berpikir untuk memotong alat kelaminnya.

Kemudian Gein juga mulai merancang pakaian perempuan yang terbuat dari kulit tubuh manusia, agar dia bisa "menjadi" ibunya dan secara harfiah bisa "menyatu" melalui pakaian yang dikenakannya.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Pada tanggal 21 November 1957, Gein menjalani sidang atas dua kasus pembunuhan yang dilakukannya terhadap Bernice Worden dan Mary Hogan. Namun Gein dinyatakan tidak bersalah karena Gein dianggap tidak waras dan didiagnosa mengidap schizophrenia.

Selain kedua korban yang memang dibunuh oleh Gein, dia juga dituduh melakukan pembunuhan lainnya terhadap Georgia Wreckler pada tahun 1947, gadis kecil yang berumur 8 tahun. Ray Burgess dan Victor Travis, dan ketiga anjing mereka pada tahun 1952. Evelyn Hartley, gadis berumur 15 tahun pada tahun 1953. Dan Henry Gein yang merupakan saudara laki-lakinya sendiri pada tahun 1944.

Namun keempat kasus tersebut tidak diajukan ke pengadilan, mengingat tidak ada cukup bukti untuk membuat Gein diadili.

Gein dikirim ke sebuah Central State Hospital dia Waupun, Wisconsin. Dan kemudian dipindahkan ke Mendota State Hospital di Madison, Wisconsin.

Pada akhirnya, Gein meninggal disana pada tanggal 26 Juli 1984, karena gagal jantung dan pernafasan akibat kanker yang dideritanya.

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Menggali Cerita Edward Theodore Gein

Sekian thread dari ane, dan terimakasih.

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih

sumber 1
sumber 2
sumber 3

profile-picture
profile-picture
trrivia32 dan ardibluesky memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 11
Diubah oleh marywiguna13
Jahitannya gak rapih
Quote:


Lha wong bukan tukang permak lepis kok emoticon-Hammer
njaayyyy serem amat breee emoticon-Takut
Quote:


hahaha emoticon-Ngakak


Happy new year sist emoticon-Angkat Beer
Quote:


Happy New Year to you too emoticon-Jempol
Wah, di kulit kursi ada wajah juga. Dilukiskah sama dia?
Quote:


Bukan, itu dari kulit wajah manusia
Quote:


Wuih. Canggih juga ya ngejaitnya. Bisa berbentuk wajah.
Quote:


Itu emang wajah manusia, gan emoticon-Frown
Quote:


widihh serem amat dari kulit wajah manusia emoticon-Matabelo
saiko nih
Quote:


Biar lebih kreatip, gan emoticon-Leh Uga
untung mary hogan sis, bukan mary wiguna emoticon-Embarrassment
Quote:


Kalo gw mah terkenal galak dan juteknya
Serem gan


emoticon-Takut
Quote:


Kalo ga serem ga seru
kejem banget ya bree.. untung gak bikin gendang dari kulit manusia juga
Quote:


Mungkin ente mau bikin, gan
Pelit nih orang masa semua furniturenya pake manusia emoticon-Mad
Walaupun dia ga waras tapi sangat berbakti kepada ibunya emoticon-Berduka (S)
Ane suka banget quote nya si Gein emoticon-Big Grin
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Mayat-mayat itu terlalu bau" emoticon-Hammer
Halaman 1 dari 11
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di