CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59a41aa4ddd770594e8b456f/dan-bernyanyilah

Dan Bernyanyilah

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 35 dari 78
Quote:


ki mantep iki... nggawe thread kro mlayu2 katone. nganti kesel trus pengin njagong sek. emoticon-Big Grin
Quote:

Kebiasaan kok mengkono.
Quote:

Nulis dowo koyo kenal sopo kui Allah. Le le, dolan mu mentok kuburan ku opo.
Hhhh bongko x kang,kakuati tenan,lhe ngopas iku,aku iseh urung mudeng
Quote:

Sinau iku ojo teko copas-an. Sinau iku awak mu dewe sinau ni. Leg wes ketemu sopo koe, lagi sinau liane. Nafsu isih murko kok nyandak maha suci, diglibetke iblis, kapok.
Diubah oleh londo.046
Hhhh siap,iki sing masuk ,suwun lho yo,senajan gak takok,aku wong Rembang,salam kang
Quote:


mergo sing gk munafik yen durung nunjuke hasil iku kbnyakan ditolak masyarakat om.. pngalaman konco..
Quote:

Po meneh wong wetan. Ojo gelem goblok kang.
Quote:

Ditolak masyarakat wae bingung. Lha ditolak Tuhan, seneng tha???
Quote:


hahahahaha.. koncoku yo seneng ngmong ngono iku.. "pengen bgt memanusia kan manusia.. perkoro ditolak masyarakat ra urusan dripda ditolak sing gawe urip.."
Diubah oleh kater.boy93
Hhh siap kang,trimo ngguyoni wong sing nduwur2 kae ae kie

22. Guru?

Apa yang membuat ku sangar emosi? Setan keparat itu meninggalkan sesuatu, yang aku sendiri kurang tau itu apa, tapi berbau tidak sedap. Dengan hidung yang aku tutup rapat, aku mengambil dan menyingkirkannya. Itu, seperti buntelan kain. Aku ambil, segera aku ke depan untuk pinjam cangkul ke Pak kos, menggali lubang dan menguburnya di dalam tanah dekat kuburan. Beres semua, aku pun mandi, lanjut ngudut. Merenung, itu yang aku lakukan di dalam kamar kos. Jika tadi aku emosi, mandi menjadi sedikit peredam emosi yang mulai memuncak. Aku sadar, emosi tidak akan menyelesaikan apa yang aku hadapi sekarang. Justru emosi yang akan memperburuk semuanya.

Aku meng-evaluasi, apa yang salah dengan ku, shingga orang lain sampai melakukan itu kepada ku. Ini menjadi sebuah prosedur, ketika aku "dikerjain" orang lain. Aku lebih senang ngaca tentang diri ku, dari pada koar koar mencari kambing hitam atas apa yang menimpa ku. Secara kasat mata, pandangan awam, apa yang aku lakukan tidak ada yang salah. Aku memulai usaha juga tidak ganggu dia secara langsung. Orang-orang yang setor rosok ke dia, sama sekali tidak aku ajak buat setor di tempat ku. Tapi dalam pandangan yang jauh lebih dalam, dimana "hukum asal" adalah acuannya, aku ada kesalahan. Apa itu? Aku tidak meminta maaf ke dia, ketika aku buka usaha. Suka-tidak suka, akui atau bantah, usaha ku sudah mengurangi "jatah rezeki" nya. Yah, meski rezeki ada di tangan Tuhan, tetap saja tidak akan sampai jika tidak dijemput. Karena aku, proses dia menjemput rezeki, menjadi sedikit terhalang.

Seharusnya, sebelum aku memulai semua nya, aku harus minta maaf ke dia. Mohon ijin untuk memulai usaha ku. Dan memberi panjelasan, bahwa aku tidak akan memaksa para pemulung yang setor ke dia, untuk setor ke tempat ku. OK. Masalah sudah bisa aku identifikasi dan temukan. Sekarang aku harus mencari solusi terbaik untuk masalah ini. Aku harus menemui dia, minta maaf ke dia, dan memberikan penjelasan apa yang seharusnya aku jelaskan di awal. Terkesan bodoh? Kalo menurut mu seperti itu, tidak 100% salah, tapi juga tidak benar seluruh nya. Kita hidup dalam lingkungan, kalo kita menyakiti orang lain, meski itu secara halus dan sebenarnya tidak salah menurut awam, tetap saja akan ada harga yang akan aku bayar. Aku tidak mau masalah ini jadi besar, itu saja.

Maka dengan pakaian terbaik yang aku punya, aku pun mendatangi rumah juragan rosok itu. Aku melihat ada ekspresi gugup di wajahnya. Aku mencoba bersikap santai dan tidak memakai emosi. Perlakuan yang suruhannya lakukan kepada ku, aku anggap tidak ada. Aku menjelaskan maksud ku, dan meminta maaf, karena sudah lancang dan tanpa izin membuka lapak yang mungkin bisa jadi saingan buat dia. Wajahnya masih gugup, mungkin efek terkejut aku muncul di depannya, kedua, aku baik-baik saja. Tapi sudahlah, itu tidak penting. Yang penting sekarang, dia sudah memberikan ijin dan memaafkan kesalahan ku yang tidak ijin dulu waktu akan membuka usaha. Plong dan lega. Masalah kecil, tetap menjadi kecil, tidak membesar dan tanpa solusi.

Usaha lancar, sekolah pun harus lancar juga. Karena aku bisa sekolah karena mendapat bantuan dari banyak pihak. Sebagai imbal baliknya, aku tidak boleh mengecewakan mereka. Meski pun aku slengekan, aku tetap punya batas yang tidak boleh aku langgar. Bolos, sekali-kalo boleh dan tidak boleh ketahuan. Pun dengan mabok serta berantem. Aku sebenarnya harus hindari ini jika ada di lingkungan sekolah. Berantem ini yang kadang susah. Aku berteman baik dengan manusia setengah gila. Berantem itu mereka anggap pesta dan rasa sakit adalah hidangan utama nya. Mereka bisa jadi brutal dan ganas jika sudah berduel dengan orang yang tidak mereka suka, tapi jika mereka diajak santai, dan tidak diganggu, mereka akan biasa saja.

Yah. Itulah teman-teman ku. Kami bukan sekumpulan homo yang tiap jam istirahat selalu nongkrong bareng. Kami punya acara sendiri-sendiri. Si boss yang ngapelin pacar nya, Ucup juga sama, Londo tebar pesona sama cewe-cewe meski pacarnya cakepnya tidak kurang-kurang, atau Djono yang suka menghilang entah kemana. Aku sendiri lebih sering duduk menyendiri. Kadang di bawah masjid, kadang di bawah jambu, atau kalo lagi punya duit, ya di warungnya Mami. Kami tidak pernah nongkrong, apalagi rese pada anak-anak yang lain. Kami berbeda dengan "gang-gang" yang ada di sini. Suka bergerombol saat istirahat, malak yang lemah, tapi lari dan terbirit-birit saat ada anak STM yang datang.

Nama "gang koplak" kami mulai disegani, ketika kami menyerang anak kelas 3. Untuk alasannya, aku kira tidak perlu aku ungkap. Yang jelas, satu diaantara kami dipalak, lalu menolak, dipukuli. Kami tidak menerima itu. Bukan ke ruang BK solusi yang akan kami tempuh, tapi kami datangi sumber masalahnya. Tanpa basa-basi, hantam dan hajar, agar mereka tidak seenaknya kepada kami. Prinsip kami jelas, jangan pernah ganggu buaya yang sedang berjemur. Sekali buaya itu bangun, sudah pasti pengganggu nya akan tercabik-cabik.

Setiap kali aku berantem, aku tidak lepas seperti yang lain. Selalu ada beban yang aku rasakan. Apalagi jika aku berantem di dalam sekolah. Sebenarnya aku kurang nyaman. Ini bukan soal nyali ya, tapi lebih kepada aku harus jaga diri. Tapi atas nama sebuah pertemanan, aku akan tetap maju, ketika ada teman ku yang bermasalah. Untungnya sedikit banyak teman ku tau posisi ku. Jika ada yang "kepegang" BK, mereka tidak pernah menyebut nama ku. Kalo pun aku tertangkap, ya murni karena "operasi tangkap tangan" dari guru BK itu sendiri.

Bagaimana interaksi ku dengan para guru? Baik saja. Bahkan ada beberapa guru, yang sepertinya tertrik dengan klenik, berusaha mendekati ku. Ini bukan soal terlalu merasa atau GR, tapi memang seperti itu adanya. Ketika ada orang yang ada mau dengan kita, tubuh kita pasti akan mengirimkan sinyal-sinyal yang menjelaskan tentang itu.

Quote:

Aku kira pecakapan selanjutnya tidak perlu aku share. Isinya sama, orang-orang yang tersesat. Mereka cuma penasaran dan ingin tau seperti apa makhluk astral itu. Setelah tau, mereka akan menggunakannya untuk pamer kepada yang lain. Nih lho aku yang paling sakti, bisa ngobrol sama demit, bisa interaksi sama demit. Sebagian lagi akan memanfaatkannya untuk mencari duit. Dia perintahkan demit-demit itu sesuai pesanan kliennya. Mereka lupa, tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini, kecuali dari Allah.


Bye.
Intine ojo dendam yo dhe nek diwarai..
Nek ga diwarai yo ojo ding.

Asyuik angel, nek lg emosi ibarat setan2 adrenalin ikut terpacu, ndas ro ati panas..
Sek ono yo hajar sek resiko pikir mburi..
Tapi, kowe ra njupuk opsi kui walaupun banyak alasan yg membenarkan, malah kewalikane njaluk sepuro..
Salim sek suhu emoticon-shakehand
tetep waspada karo jin & kanca2ne yo om.....masuk golongan manusia langka sampeyan
Kalo kita ngelakuin hal buruk, contonya kaya mabok, apa itu karena bujuk rayu setan kah mas?
Diubah oleh shark.bite11
Quote:


jero iki om...
sinau awak ancen asiikk..saking asyiknya dadi ra kober nyinyir liyan, ugo mawas diri nek judge marang liyan..
rada angel nutupi bolong/celah sing isa dilebokne iblis..tapi nek isa kuat bakal isa nyandak Gusti Allah.

lanjut om, gen pada waras lan sinau awak dewe meneh ..
emoticon-shakehand
Quote:


Coba dibabar ng kene om bab sinau awak...
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Quote:

Lah bener tho? Sing salah teko pernyataan iku ndi jal?
Quote:

Wong kakean doso kok arep ngajar lian. Sinau ngoco sek kang.
Quote:

Lha po badak kok langka.
Quote:

Ora. Salah awake dewe. Nopo gelem kok ngono.
Quote:

Simpulan mu apik.
Quote:

Babar dewe. Ojo kulino nggantung karo wong lio.
Kalo kita membuat dosa tpi tidak kerasa berarti kita masih.menanggung dosa kedua orang tua kita soal nya itu yang ane rasakan saatini
Quote:

anggep ae ngono om😂😂😂
Quote:


ya karena allah pengen. kalau ga pengen tinggal muncul.
Halaman 35 dari 78
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di