alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan
4.76 stars - based on 203 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011304113/tips-jual-beli-tanah-dan-bangunan

Tips Jual Beli Rumah (Tanah dan Bangunan)

Tampilkan isi Thread
Halaman 220 dari 227


Quote:


Secara teori pemberian kuasa memang memungkinkan, hanya pada prakteknya pihak bank biasa cari aman tidak mau menyerahkan jaminan selain ke debitur.

Tapi untuk kepastiannya coba tanya dulu ke bank terkait siapa tahu diperbolehkan.

Kalau debitur meninggal bisa diambil ahli warisnya. Dan misal ahli waris ada banyak dalam hal ini biasanya bisa diterima bila pengambilan dikuasakan ke salah satu ahli waris saja.
Quote:


okedeh ga, trima kasih banyak infonya
mohon maaf lahir batin ya gan
emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman
web jual beli selain kaskus olx apaan lagi ya gan ? mau jual ruko di daerah ciputat punya bokap ane emoticon-Malu
Gan ane rencana mau beli tanah kapling ukuran 10x15, tapi cuma surat induknya belum shm dan klo perkaplingnya surat sebatas notaris.

Apakah sebatas iti aja sudah kuat bukyi nya gan??
Atau ane langsung buat SHM nya??
gan properti yg dijual dgn status surat HGB di atas HPL apakah bisa di KPR kan?
Selamat siang agan semua.
Saya mau tanya gan.

Jadi begini sekitar awal mei 2017 ane nyerahin sertifikat SHGB asli nya bokap ke notaris untuk dilakukan pemerikasaan sebagai persiapan dan persyaratan untuk penandatanganan akad jual beli. Posisi bokap ane sebagai penjual dan sudah dapat calon pembelinya yg sama2 masukin berkas yg disyaratkan, dan datang bareng ke notarisnya.

Nah sampai saat ini, awal juli 2017 pihak notaris bilang masih dalam proses pemeriksaan sertifikat di BPN (karena sertifikat HGB bokap dibuat tahun 1999 maka menurut info notartis sebelum pemeriksaan perlu dilakukan plotting ulang). Ane sih masih agak maklum lah secara waktu kerja kepotong bulan puasa dan libur lebaran cukup lama. Ane sempat cross cek dikit juga wilayah BPN tanah ane (Kab.Bekasi) juga load kerja lagi tinggi sejak februari 2017. Banyak keluhan dari warga.

Tapi dalam pikiran timbul juga kekhawatiran kenapa proses demikian lama. Mengingat proses idealnya paling lama seminggu. Jadi mulai curiga mungkin saja ini bukan masalah kinerja BPN tapi juga kinerja notarisnya yg lambat.

Yang ane mau tanyakan, bokap selaku penjual, saat ini hanya pegang tanda terima penyerahan sertifikat tersebut. Nah, gimana kekuatan hukumnya surat tanda terima tersebut ? Trus apa benar jika kita memakai notaris yg besar maka berkas masuk ke BPN itu sifatnya borongan tidak dokumen per dokumen ? Satu lagi, apakah benar jika notaris yg sering mengurus jual beli via KPR bank maka akan memprioritaskan penyelesaian dokumen2 jual beli yg via KPR bank ? (calon pembeli ane tidak via KPR, melainkan akan bayar sendiri tunai)

Info tambahan, biaya2 notaris belum dibayarkan karena memang pihak notaris menginformasikan bahwa semua pembayaran akan dilakukan sesuai progres saja ya gn samapi saat ini progress masih mandeg di pemeriksaan sertifikat.

Terima kasih agan2 semua,
Mohon jika ada yg mengerti bisa bantu menjawab
Quote:


Sepengetahuan ane bisa di KPR gan.. coba contact ke Banknya aja.
gan, mau nanya dunk, setau saya bphtb biasanya di bebankan ke pembeli, namun penawaran ketika beli apartemen , penjual bersedia untuk membayar biaya bphtb ini gan, bisa dibantu apakah ada possibility potensi masalah di kemudian hari?trims
Quote:


Ga ada masalah gan selama pembeli mendapatkan bukti setor BPHTB. Kemungkinan harga dari penjual sudah ditambahkan dengan biaya BPHTB. Kemungkinan lain, jika pembeli baru pertama kali punya apartement dengan harga < 2M, maka Penjual akan mengajukan penghapusan BPHTB ke Pemda (khusus Jakarta).

Semoga membantu gan..


Quote:

trims gan infonya, btw bisa ya gan penghapusan bphtb kalau harga kurang dari 2m ke pemda? baru tau gan 👍🏻
hi, saya ada mau beli tanah dengan luas 1ha di wilayah NTT. kebetulan lewat agen.

yang utama saya kan harus melakukan cek surat tanah dulu ke kantor BPN.

setelah sudah oke saya DP dulu. nah DP nya ini ke pemilik tanah / lewat agen yah biasanya? baru setelah itu pelunasan..waktu proses DP dan proses pembayaran ini apakah harus dibuatkan surat bermaterai saja dari pemilik tanah / kita penjual dan pembeli harus datang ke kantor notaris utk buat surat proses pembayaran?

datang ke kantor PPAT nya utk balik nama tanah ini saat setelah pelunasan atau pada saat mau DP dan bikin surat proses pembayaran prosesnya di kantor ppat ini? tq
Malam agan2.. emoticon-Blue Guy Peace

Numpang tanya gan, maaf kalau repost.

Ane mau beli Rumah gan secara kredit ke Developer langsung selama 3 tahun, nah apa aja yg perlu ane cek gan untuk jamin ini Rumah aman gan? Kemudian apakah klo udh bikin pjb di notaris itu udh 100% aman gan? Maklum gan rumah perdana, hehe..
Info dari developer nya kalau sertifikat udh dipecah, tp IMB-nya blm ada. Kira2 gmn gan? Ane buta bgt soalnya..

Makasih gan, mohon bantuannya gan.. emoticon-Malu (S)emoticon-Blue Guy Peace
Diubah oleh majepersindo
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Quote:


Quote:


gan ane lagi jual tanah, terus udah ada pembeli. Namun pihak pembeli bayarnga angsuran karena alasannya uang yang ada sedang di depositokan. Nantinya kalau sudah jadi balik sertifikatnya. Baru pihak pembeli akan lunasi pembayarannya. Yang saya ingun tayakan apakah proses jual tanah seperti ini aman ? soalnya yanah yang ane jual nilainya tidak sedikit.
Quote:



Prinsip jual beli tanah di Indonesia adalah tunai, jadi jika belinya diangsur maka sertipikat tanah tidak bisa dibalik nama. Asal agan tidak kasih keterangan lunas ke pembeli maka sertipikat tanah masih akan tetap atas nama agan.

Untuk jual beli tanah yang diangsur biasanya dibuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), asal isi PPJB nya melindungi kepentingan agan ya aman-aman saja.

Saran: sebelum tandatangan PPJB sebaiknya agan minta pendapat pihak berkompeten apakah isi PPJB nya sudah melindungi kepentingan agan atau masih ada pasal-pasal yang bisa diperbaiki.

Quote:


jadi lebih baik tunai sekalian ya gan.terimakasih banyak gan
Gan sebelumnya maap klo curhatannya panjang banget..heheh..
ane kan beli rumah ready stock tahun lalu 2016, Akad dibank btn dengan notaris bawaan bank ttd ppjb,ajb dan bayar peningkatan shm. Sertifikat diinfokan sudah pecah perkavling dan diliatin copynya pas akad.
Tapi ane tanya asli sertifikatnya notaris atau bank bilang masih dideveloper. setelah ane korek ternyata sertifikatnya diagunin sama developer kebank lain.
Ane diinfokan maksimal setahun udh balik nama ane, ternyata pas setahun ane ke banknya tuh. lah sertifikatnya masih ditahan notaris developer yang pecah sertifikatnya. Kok bank btn kenapa ga segera ambil tuh sertifikat aslinya buat proses bbn ht dll. terus ane cari tahu lagi ke notaris bank yg pas ane akad. ternyata developer ane masih ada utang ke notaris pecah sertifikat dan si notaris tahan sertifikat ane.. sehingga masih tertahan proses bbn dll oleh notaris bank btn

yang pengen ane tanyain ,

1. Posisi saya sebagai konsumen seharusnya gimana? pasrah nunggu atau bisa action apa?
2. Ane berfikir secara awam Bank BTN saat ini tidak pegang jaminan apa2 sebagai pemberi kredit pastinya beresiko zonk..kl tiba2 konsumen macet.
3. Secara hukum kalo kasusnya seperti itu,langkah terbaik yang diambil gimana dan oleh siapa?

Terima Kasih Banyak dan mohon maaf sebelumnya..emoticon-Shakehand2
Diubah oleh xyudha


Quote:



Sebelumnya mohon maaf juga, bukannya bermaksud menakuti tapi, imo, yang bakal kena zonk itu agan sendiri.

Pertama besar kemungkinan ajb yang agan tandatangani itu belum disahkan PPAT. Bila sudah disahkan pun maka ajb tidak berlaku (harus bikin baru) sebab sudah lewat 7 hari tidak didaftarkan pengalihan haknya ke Kantor Pertanahan. Kemudian pihak bank pemberi kpr biasanya baru mengeksekusi pembayaran ke developer bila sertipikat sudah sukses dibaliknama ke pembeli. Karena sertipikat belum baliknama ke agan besar kemungkinan pihak bank juga belum keluar duit. Dalam hal ini agan mau macet/gagal bayar pun pihak bank tidak rugi (banyak) bukan?

Sebaiknya agan minta legal opini ke lawyer profesional mengenai langkah-langkah konkrit yang bisa diambil. Kalau tanya-tanya disini mungkin kurang efektif sebab agan tidak bebas buka-bukaan data.
gan mau tanya, untuk bphtb misal setelah 3 sampe 4 tahun developer baru pecah sertifikat induk ke pembeli alias ajb, balik nama, bphtb = 5%{npop - npoptkp}

pertanyaan gan, nilai npop nya diitung tahun terbaru kah? atau sesuai di ppjb pertama kali beli gan? atau sesuai njop di pbb tahun pertama kali beli gan? trims


Quote:



Yang terbaru sesuai tahun AJB.
Halaman 220 dari 227


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di