alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Perjalanan Kisah Mahasiswi Somplak di Kota Semarang (sedih, senang, horor)
4.8 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59852f2b947868a43f8b456c/perjalanan-kisah-mahasiswi-somplak-di-kota-semarang-sedih-senang-horor

Kisah Perjalanan Mahasiswi Somplak di Kota Semarang (sedih, senang, horor)

Ehem...ehem...cek..cek...(minum dulu gan, berkeringat banget nih gara-gara grogi)
Ok let’s go! Hello agan-agan, sista-sista, om-om, emak2 dan yang tidak disebutkan mohon maaf ya? perkenalkan saya adalah seorang bunda ( masih muda guys, umur baru 27) dari anak gadis imut dan unyu2. Karena seringnya menbaca kisah2 di forum ini, akhirnya tertarik juga untuk membuat ID dan sharing kisah pada saat kuliah tempo dulu. Kisah ini saya tulis berdasarkan kisah nyata. 95% real dan 5% saya bumbui demi kepentingan hiburan. Nama-nama dalam tokoh sengaja disamarkan demi privasi agar tidak kepo. Ambil positifnya dan tinggalkan hal negatif. Jika ada yang merasa kenal atau tahu lokasi kejadian please, keep silent! Dan kalau bisa jangan dibully ya reader, nanti saya bisa kena sawan, kasihan anak gadisku yang unyu2 nanti tidak bisa main sama bundanya, hehehe...Jika ada efek pusing,kejang-kejang, muntah-muntah setelah membaca hubungi dokter setempat. Be smart reader ya guys!

INDEKS

The Prologue
PART 1 Kos Baru
Part 2 Suasana Baru
Part 3 Sambutan yang Meng'enak'an
Part 4 Kamar Depan
Part 5 Mulan Oh Mulan
Part 6 Cerita Baru
Part 7 Tiba-tiba Horor
Part 8 Tak Bisa Tidur
Part 9 Yongki
Part 10 Benarkah Hamil?
Part 11 Mencari Bukti
Part 12 Keputusan Sulit
Part 13 Perpisahan
Part 14 Korban Tragedi Tangga
Part 15 Telepon
Part 16 Telepon Tengah Malam
Part 17 Masa Lalu Mengubah Masa Depan
Part 18 Mereka pun Mengalami
Part 19 Gangguan Berlanjut
Part 20 Malam Jumat
[URL="https://www.kaskus.co.id/show_post/59b375cc2e04c8b0058b4569/121/-"]Part 22 Tiba-tiba Terbangun[/URL]
Part 23 Esti
Part 24 Diserang (1)
part 25 Diserang (2)
Part 26 Nyanyian Misterius
Part 27 Sosok Siapa Itu?
profile-picture
AnakRumahan580 memberi reputasi
Diubah oleh zuwida
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7

The Prologue

Cuaca panas pada siang ini sudah tidak kuhiraukan lagi. Sudah dua hari ini aku mondar mandir mencari tempat kos-kosan, namun tidak jua ada tempat yang cocok. Untung saja, temanku yang sejak kukenal di SMA dan sekarang menjadi kakak tingkatku ini bersedia menemaniku mencari tempat kos. Setelah sholat dhuhur kami pun duduk-duduk di depan masjid kampus.

Iwan : Gimana, wi udah ada bayangan tempat belum dari yang sudah kita datangi kemarin?

Aku : duh.. pusing nih belum ada yang cocok, jadi gak enak sama kamu wan,

Iwan : gak apa-apa wi, saya siap selagi saya gak ada kuliah. Eh itu di kosan kampung s******kemarin yang kamu sudah DP seratus ribu cocok gak?

Dengan lesu aku menjawab “ tidak”

Iwan : loh...hangus dong, kamu sih kalau emang belum yakin jangan di DP dulu, uang segitu kan lumayan. Btw, emang kenapa sih kamu kok gak cocok dengan kos di sana?
Akupun menghela nafas panjang. “gimana ya, wan. Tempatnya agak kumuh dekat sungai dan baunya gak enak. Selain itu juga, tempatnya bebas banget ya, masak kemarin aku lihat ada cowok di kamar cewek? Apaan coba?

Iwan : hahahaha...kamu aneh-aneh saja, disini emang seperti itu kalau ada hal-hal yang seperti itu gak usah kaget. Udah biasa..
Akupun memandang tajam ke arahnya dan mencoba meminta jawaban lain darinya.

Iwan : eitss.... saya bukan golongan seperti itu loh ya, mana mau berduaan, pacar aja tidak punya.

Kami pun tertawa bersama dan memutuskan kembali ke tempat kos mbak Anti teman kuliahnya.

Bersambung dulu ya gan....emoticon-Wink
Diubah oleh zuwida
aduh... habis sedih, senang lalu jadi horor emoticon-Takut (S)

lanjutkan bre emoticon-Cool
sabar gan, bunda mau dines dulu...ntar dicekibrot lagi
ijin baca y sist emoticon-Cool
Quote:

silahkan tong, tapi jangan dibully ye 😆

Ijin bangun apartemen emoticon-Big Grin . Btw ini cerita dari kampung ane semarang :v
nyimak
Quote:


Wah kata si Iwan sudah biasa di kos yg itu emoticon-Nohope emoticon-Shutup
Ijin bangun kosan disini ya bun hahaha
semangat sist...ditunggu update nya sampe tamat ye

emoticon-Cool
nambah lagi emak2 yang nulis cerita emoticon-Leh Uga, update terus mak
Diterangin jg mbak semarangnya mana aja biar saya bisa nostalgia, kalo ga keberatan sih hehe
tandai dulu ya gans
Lumayan nih cerita cerita mahasiswa :v
Ijin nenda sist sampek tamat...
Salken
ijin bangun tenda di pejwan sistemoticon-Toast
yah blm apa2 uda kentang aja sis. ditunggu updatenya. ijin nenda
mbak ayu iki lo readermu udah nunggu update ane.ndang nek wis rampung masak,update heee
dikit banget ceritanya sist???

Part 1 Kos Baru

Aku duduk di depan ruang rektorat, hari ini ada janji dengan teman sewaktu registrasi kuliah, Maria namanya, anak P******* jurusan bahasa inggris. Dia inilah yang nanti menjadi sahabatku selama di kota Semarang bahkan sampai sekarang ketika sudah menjadi mama muda.
Maria : hai, maaf ya menunggu lama.
Aku : Tak apa. Ehmm...kita mulai darimana nih?
Maria : bagaimana kalau kita jalan ke arah timur, barangkali di dekat pasar ****** ada kos-kosan kosong.
Aku : kamu tahu jalannya kan? Takutnya kita nyasar, kan nggak lucu kalau nanti tiba-tiba kita hilang gara-gara cari kos-kosan. Apalagi jika muncul di headline news koran M**** pasti muncul dengan judul “ Dua Dara hilang di Sarang B***** ketika Mencari Tempat untuk Bersarang”.
Maria : hahaha...kau ini bisa-bisanya, sudah ayo kita jalan. Kami pun berjalan sekian puluh meter bahkan beratus-ratus meter, dengan jalan kaki di cuaca yang panas, mana haus dan laper lagi. Dari satu tempat ke tempat lain seperti mencari alamat palsunya ayu ting-ting, kami jalani dengan sekuat hati, dengan tekad baja dan semangat membara, Sampai-sampai kaki rasanya mau putus, hampir putus sambung lagi, setelah putus buang saja (ups... sandal saya maksudnya.hehehe...ok2 jangan tegang, gan).
Setelah kaki-kaki jadi gempor, dan mengetuk pintu dari rumah ke rumah (minta sumbangan kalee...hehehe), akhirnya bertemulah kami dengan seorang bidadari yang sudah hampir pensiun (hehehhe) dibawalah saya ke tempat kos2annya. Ketika diperhatikan ternyata rumahnya adem. Tempat bu Ros, ini terdiri dari dua tempat gan, rumah depan adalah rumah utama dan rumah belakang dijadikan kos2an. Ketika asik ngobrol dengan Maria, tiba-tiba depan mata ada nampan berisi dua gelas es sirup (ini bu Ros yang ngasih ya, jangan dipikir horor). Dengan malu-malu kami minum es sirup sampai gelasnya habis ( ups...esnya habis maksudnya, yaelah masak kita makan beling gan, debus kale...)
Bu Ros : haus ya neng?
Kami pun hanya nyengir saja. Kemudian saya membuka pembicaraan dengan beliau.
Aku : Banyak ya bu yang ngekos di sini?
Bu Ros : Ya, lumayanlah lah neng, itung2 buat tambahan pemasukan, ya sekaligus biar rumah ramai gak kayak kuburan.
Maria : anak ibu di mana?
Bu Ros : ya di sini tinggal denganku, tapi jarang di rumah, makanya anak-anak kos ini bisa jadi teman sepi.
Aku : oh iya, dari tadi ngobrol melulu, sampai lupa memperkenalkan diri, kenalkan bu, saya Zuwi dan ini Maria. Kami pun bersalaman.
Bu Ros : Nak Zuwi dan Nak Maria nanti bisa ngekos di rumah adik saya karena tempat ibu sudah penuh, ya sebenarnya sih rumah itu tidak di kos kan, tapi setelah tadi ibu berbicara lewat telepon, akhirnya diizinkan untuk kalian tempati, itung2 ada yang jaga rumahnya.
Jadi gini gan, pak Setyo itu pegawai pajak, rumahnya lebih dari satu, la rumah yang kami tempati nanti adalah rumah barunya, sedangkan beliau sekeluarga tinggal di rumah yang lainnya. Rumahnya adiknya tidak begitu jauh dari tempatnya bu Ros, dan letaknya ditengah2 gang yang sempit. Sebelahnya adalah rumah bapak RT, sekaligus pemilik catering besar di kota tersebut. Bicara soal catering kok bisa ya pemilik catering besar dan terkenal rumahnya ada di gang sempit. Usut punya usut ternyata itu hanya rumah tempat beroperasi usahanya, ternyata beliau punya rumah mewah gan, di daerah Semarang Selatan kalau nggak salah dan mobilnya gan, bejibun.Tempat parkir yang di depan masjid saja hampir semuanya yang diparkir di situ mobilnya semua (kok jadi ngomongin tetangga ya, uh dasar emak2 ye kebiasaan, hehehe) . Ok lanjutkan lagi. Setelah sampai di rumah kosan kita yang baru, pintu mulai dibuka. Ketika dibuka....kosong gan, gak ada perabot sama sekali. Maklumlah ya rumah kosong. Sekedar informasi nih gan, rumah kosannya ada dua lantai. Di lantai pertama ada dua kamar, kamar depan dan kamar belakang. Nah, yang kamar depan ini depan ruang tamu kamarnya agak besar. Tapi, pengap, gan. Dan kamar yang belakang sempit di dekat kamar mandi, mungkin itu mau dijadikan kamar pembantu. Nah di dekat kamar mandi ada tangga untuk naik ke atas (yaelah tangga ya emang untuk naik ke atas kalee, anak bunda juga ngerti ), sedangkan dapur dan tempat cuci piring ada di ruangan di dekat tangga. Nah, dilantai dua juga ada dua kamar dan tempat jemuran. Akhirnya, kami memilih kamar lantai dua dekat tangga. Dan kamarnya luas banget. Kami pun disuruh menempati hari lusa karena perabotan dan lain-lain akan diisi besok dan soal harga kos2an Cuma seratus lima puluh ribu gan, dengan kamar yang luas dan nyaman.
Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di