alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
Tips Jual Beli Tanah dan Bangunan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011304113/tips-jual-beli-tanah-dan-bangunan

Tips Jual Beli Rumah (Tanah dan Bangunan)

Tampilkan isi Thread
Halaman 219 dari 227
Gan,mohon bantuan ilmune dong...jd ane lg ngincer tanah,ud ktmu ama yg punya dan cocoklah ama lokasi dstu,status tuh tanah hak milik suratne AJB. Tapi pas dksh liat AJB nya kok copy doang dan tidak ad tekenan dr pihak 1 dan pihak 2,saksi,camat,kepala desa cm nama ne doangan. Tapi di AJB yg asli dkantor camat komplit/sah ad tekenan datas materai 6rb jg baik dr pihak 1,2,saksi,kades,camat. Jd kira2 gmn tuh gan soal copy ajb tdk komplit/sah td di asli ajb komplit/sah? thx gan
Quote:


Salam kenal gan.. untuk masalah diatas, ada baiknya jangan agan yang urus karena pasti akan ribut dan gak ada gunanya.
1. Pemilik yang sah sesuai nama yang tertera di SHGB yang harus ke UPPD kecamatan mengurus ganti nama PBB ke nama pemilik asli.
2. Jangan transaksi AJB kalau penghuni saat ini belum pergi dari lokasi, ini udah pasti jadi ribut kalau agan tiba-tiba datang dan ngusir.

Quote:


Kalau menurut saya, mending agan nego harga transaksi sama si Penjual dengan opsi pemecahan agan yang urus.
Agan tinggal cari PPAT setempat, minta PPAT dibuatkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan PPAT tersebut yang akan urus pemecahan atas nama si Penjual. Setelah pecah menjadi dua bagian dengan nama si Penjual, PPAT akan buatkan AJB untuk bidang yang agan beli. Setelah AJB, Bayar Pajak Penjual & Pembeli, PPAT akan urus proses balik nama atas nama agan.

Semoga bisa membantu. Thanks.
Mau nanya nih gan, ane beli rumah baru nih gan cash.. Ane ajb itu uda di bulan desember 2016..nah, ternyata itu tanah di rumah ane terbagi dua..pas ajb ane ditawarin juga tuh mau di satuin apa nggak,ada kenak biaya nya kalau mau disatuin.. Trus ane tanyain, kalau dibiarin aja 2 sertifikat ada masalah gk? Kata notarisnya sih gk ada masalah,ya uda ane biarin aja 2 sertifikat.. Nah, kmaren ane telepon legal perumahan ane mau nanyain status sertifikat ane gimana statusnya.. Katanya masih belum selesai dikarenakan itu 2 sertifikat, jadi mau disatuin dulu baru bisa balik nama menjadi nama ane.. Trus ane nanya, itu ane ada ngurus2 apa lagi gk atau hanya terima bersih doang?katanya tinggal tunggu aja pak, ini lg proses.. Trus ane tanyain kira2 brapa lama lg yah,gk berani kasih waktu tuh legal nya.. Diusahain taon ini katanya..nah, agan2 ada pengalaman kek gini gk gan? Ane harus gimana ya gan?
Post ini ditandai sebagai spam
Quote:


Gan, waktu AJB agan tandatangan 1 AJB atau 2 AJB?

Kalau 2 AJB seharusnya gak begitu lama, developer hanya balik nama 2 sertipikat butuh waktu 1bln, trs kalaupun mau digabung hanya tambah 2-3 Bln.

Kalau hanya 1 AJB, waktu itu dicheck gak jumlah sertipikat di AJB dan luasnya sesuai dengan yang agan beli? takutnya AJBnya belum dinomorin, dan masih ada beberapa bagian tanah agan/developer yang belum pecah dari sertipikat Induk. Ini akan makan waktu lama.

Sepengetahuan saya harusnya setelah AJB lalu balik nama abis itu penggabungan. Tapi kalau liat jawaban legalnya, agak aneh karena dia bilang digabung dulu baru balik nama. Coba ditanya lagi aja yang jelas.

Semoga membantu.
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Quote:


jadi untuk penilaian apresial itu bener bener tidak merugikan siapapun ya ? soalnya saya masih bingung soal harga pasaran tanah yang akan saya jual.
Quote:


Ya, tentu tidak. Lagipula, kecuali sudah sepakat dengan pembeli, agan bebas mau menggunakan harga hasil appraisal atau tidak.
Saran saya, sih lakukan appraisal tanpa melibatkan pembeli dulu. Memang agan harus keluar biaya pribadi tapi tarifnya tidak mahal, waktu itu kantor saya cuma kena tarif Rp 600 - 700 ribu per 500 meter persegi.

Oh, ya khusus tanah syarat minimal harus sudah ada Surat Ukur yang dikeluarkan oleh BPN. Jika tanah agan sudah sertipikat maka surat ukurnya sudah jadi satu, tapi jika masih girik (Letter C dll) ya harus minta pengukuran ke BPN dulu.

Quote:


terus saya mau taya gan kalau angka jual tanah sampai nilainya milyaran. apakah diperlukan pengacara atau pendamping hukum atau hanya cukup notaris ?
Quote:


Untuk jual beli tanah bukan ke notaris, gan
Melainkan ke PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah)
Memang kebanyakan notaris sekaligus merangkap PPAT, sih emoticon-Big Grin tapi sebaiknya agan lihat dulu papan namanya, ada tulisan PPAT tidak, jika cuma ada tulisan notaris ya jangan kesitu

Jika agan langsung bikin akta jual beli (ajb) maka tidak perlu pakai konsultan hukum karena aktanya sudah baku.
Tapi jika mau bikin perjanjian pengikatan jual beli (ppjb) dulu, saran saya minta konsultan hukum untuk membuatkan/mengecek draft ppjb-nya sebab draft ppjb itu sifatnya luwes, mau dibikin berat ke penjual atau pembeli bisa-bisa saja.

NB: kalau perlu bantuan bikin/cek draft ppjb, bisa pm saya emoticon-Peace

Quote:


oke gan terima kasih banyaj informasinya. siap nanti kalau kiranya perlu saya kabarin agan emoticon-Cendol Gan
Quote:


Heee baru liat blsan nya gan

Untuk surat kuasa tertulis "kuasa memakai menggunakan,merenofasi" tertanggal thn 2000 lokasi jakarta barat. Gan kayaknya ada HGB nya gan dr yang punya. Pertanyaanya apa bisa di jadikan SHM gan

Oh ya gan misal kita urus sendiri apa ribet?
atau kita suruh notaris untuk urus? Kira2 besar ga yah untuk biaya..
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Quote:


Terimakasi gan atas pencerahanya masi banyak yang mau saya tanyakan hee😆😆

mungkin menggunakan biaya dikarenakan luas tanah yang 1000 m mungkin > 2 M, oh ya gan untuk PPAT bisa menggunakan PPAT perwilayah atau bisa seluruh PPAT sel. Wil. JKT ya gan ?

Jadi harus di bikin ke PPAT dulu ya untuk Ajb atau hibah nya ?

Untuk Ktp saat melakukan AJB atau Hibah apa perlu bapak saya mengurus Ktp yang berlokasi di daerah tanah tersebut?

Oh ya gan bagaimana dengan pajak (tunggakan) yang selama ini pemilik tanah tidak bayar hampir 20Thn?

Apa harus menunggu 20 Thn untuk mengurus peralihan dari HGB ke SHM karena saya lihat surat kuasanya tahun 2000?

Sebelumya terimaksi gan🙏🙏🙏


Quote:



PPAT yang wilayah kerjanya meliputi kabupaten/kota dimana tanah berlokasi, misal tanah di Menteng maka pakai PPAT Jakarta Selatan.
KTP bebas, asal kewarganegaraannya indonesia.
Pajak (PBB) nya harus dilunasi sampai tahun terakhir emoticon-Big Grin
20 tahun itu dihitung dari penguasaan oleh "pemilik" pertama kali, bahkan sebelum di HGB kan. Misal penguasaan tanah girik oleh X terjadi tahun 1990, lalu dijual ke Y tahun 1997, oleh Y diajukan HGB tahun 2000, terus dijual ke Z tahun 2005. Nah 20 tahunnya itu dihitung dari tahun 1990.

Tambahan 1 lagi, biaya-biaya sebelumnya adalah biaya peralihan hak dari pemilik sebelumnya ke ayah agan. Selanjutnya jika mau dikonversi ke SHM ada biaya konversinya yang kalau nggak keliru sebesar 2% dari NJOP tanah ... kalau keliru ya mohon dimaafkan soalnya nggak pernah ngurusi konversi, jadinya lupa-lupa ingat gitu emoticon-Peace
Quote:


Sip gan makasi sblm nya dan saya mau ucapkan selamat lebaran dolo kepada mas 😃😃 setidaknya saya mendapat pencerahan tentang hal ini, memang butuh amunisi khusus berarti untuk mengkonversi HGb ke SHm😃😃 makasi ya gan..
Gan mau tanya ni

Ortu ane dulu beli rumah dan blm ada AJBnya dan juga sertifikatnya msih atas nama pemilik sebelumnya,
posisi sertifikatnya masih ada di Bank tapi utk transaksi pembayaran sudah lunas dgn pihak penjual dgn bukti kuitansi
Yang mau ane tanyain, utk mengambil sertifikat di Bank tsb apakah harus ada AJB dulu atau tidak?
trimakasih gan, mohon bantuannya


Quote:



Pertama, ajb tidak mungkin dilakukan jika sertipikat masih dijaminkan di bank, apalagi jika dibebani hak tanggungan.

Kedua, sepengetahuan saya hampir tidak ada bank yang memperbolehkan orang lain (selain debitur) mengambil sertipikat yang dijaminkan.

Kredit di bank harus dilunasi dulu. Jika memang sudah lunas maka sebaiknya agan minta pihak penjual segera mengambil sertipikat di bank dan memproses roya (melepaskan hak tanggungan). Selanjutnya baru bisa dilakukan ajb di PPAT dan balik nama sertipikat ke ayah agan.




Spoiler for mampir, gan:

Quote:


jika pengambilan sertifikatnya dikuasakan dgn surat kuasa bermaterai cukup bisa tdak ya gan?
kalo posisi si pemilik hak/penjual sudah tdak ada (meninggal dunia) siapa yg berhak mengambil sertifikat tsb gan?
trims

emoticon-Bingung emoticon-Bingung emoticon-Bingung
Diubah oleh onanymousss
Halaman 219 dari 227


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di