alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Alasan Pembiayaan Macet Perbankan Syariah Cukup Tinggi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/590571a4dac13ed6348b4567/ini-alasan-pembiayaan-macet-perbankan-syariah-cukup-tinggi

Ini Alasan Pembiayaan Macet Perbankan Syariah Cukup Tinggi

Ini Alasan Pembiayaan Macet Perbankan Syariah Cukup Tinggi
Jumat, 28 April 2017 | 22:25 WIB

Ini Alasan Pembiayaan Macet Perbankan Syariah Cukup Tinggi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembiayaan pada masing-masing akad di perbankan syariah per Februari 2017 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, kecuali Istishna.

Pertumbuhan dengan nominal tertinggi adalah akad Murabahah (jual beli) sebesar 13,96 persen atau meningkat Rp 17,03 triliun. Berikutnya adalah akad Musyarakah yang pembiayaannya tumbuh 27,72 persen atau sebesar Rp 16,89 triliun.

Sayangnya, kata Direktur Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Deden Firman, pertumbuhan pembiayaan ini tidak dibarengi dengan kinerja yang positif. Rasio kredit macet di perbankan syariah atau Non-Performing Financing (NPF) masih tinggi.

Pada Februari 2017, secara nominal Murabahah menjadi akad dengan NPF tertinggi yaitu sebesar Rp 6,82 miliar atau setara dengan rasio NPF 4,9 persen. Sementara itu, rasio NPF gross tertinggi terjadi pada akad Ijarah yang meningkat dari 1,79 persen pada Februari 2016 menjadi 7,4 persen pada Februari 2017.

Menurut Firman, peningkatan yang terjadi sejak Januari 2017 ini disebabkan meningkatnya NPF gross akad Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) khususnya pembiayaan sewa alat berat untuk pertambangan menjadi 8,06 persen.

Kendati demikian, porsi pembiayaan akad Ijarah hanya mencakup 4 persen dari total pembiayaan. Deden menjelaskan, mengapa rasio NPF utamanya untuk akad Muarbahah di perbankan syariah masih tinggi, salah satunya adalah karena pembiayaan syariah sangat erat kaitannya dengan sektor riil.

"Pada saat pertumbuhan ekonomi sedang tinggi, kita akan melihat biasanya kinerja perbankan syariah dilihat dari NPF-nya itu bagus. Namun, beberapa tahun terakhir ini kita melihat pertumbuhan sektor riil agak tersendat," kata Deden di Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Tersendatnya pertumbuhan sektor riil itu terutama terjadi di sektor pertambangan, komoditas, dan sektor yang terkait dengan itu. Hal tersebut berimbas terhadap kinerja pembiayaan perbankan syariah.

Deden lebih lanjut mengatakan, pembiayaan dari perbankan syariah untuk sektor yang berkaitan dengan pertambangan dan komoditas cukup besar.

"Kalau pertambangan sendiri, besar mungkin tidak (meminjam) di perbankan syariah, tetapi bank-bank konvensional. Namun, sektor terkait misalnya transportasi pengangkutan batu bara, pengangkutan sawit itu ke perbankan syariah," imbuh Deden.

Terkait dengan tingginya NPF gross di perbankan syariah, Deden mengatakan, ada kriteria penilaian yang berbeda antara bank syariah dan konvensional.

"NPF gross sampai 7 persen di syariah menurut kami masih sehat. Kalau di bank konvensional harus di bawah 5 persen, karena kalau di atas itu maka akan masuk kategori bank dalam pengawasan intensif," jelas Deden.

Penulis: Estu Suryowati
Editor: M Fajar Marta
http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...h.cukup.tinggi

Bank syariah memang jadi instrumen yang bagus untuk sektor riil,berarti benar sektor riil kita sedang sakit,ayo pak presiden pak/bu menteri segera nyatakan kita krisis sektor riil,karena para koruptor hanya bisa dihukum mati kalo sedang dalam keaadan darurat yang salah satunya adalah krisis.

emoticon-Turut Berduka
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Bahasanya doang beda tapi kreditnya sama aja -_- macet NPL nunggak dan lain2
gue agak bingung sama komen tsnya
Ini kalo minjem di bank sono...bayarnya pake doa ya?
Tenang ada OK OCE

Ini Alasan Pembiayaan Macet Perbankan Syariah Cukup Tinggi
Quote:


Iya ane terlalu memaksakan komen itu sob.
emoticon-Ngakak

Mau komen apa enaknya yah?
Auah gelap emoticon-Traveller
komen ts maknyusssss... kaga ngarti, artian bahasanya udah tingkat alam kahyangan. emoticon-Hammer2
Quote:


emoticon-Ngakak
Sekarang bank emang lagi pada susah , banyak kredit macet, gw kemaren mau perpanjang pinjaman gw ga bisa gara2 nya rasio dibank tempat gw itu udah overload tagihan yg menunggak, sampai kena penalty ga bisa ngasih pinjaman diatas 25 jt

Ada program dp 0 rupiah anies sandi

Quote:


Wah menakutkan itu, bank apa ya kalo boleh tau ?
Ini mah cuma ganti bahasa doank,semua sistem sama (serasa munafik)
Dulu pernah tanya soal KPR ternyata malah lebih besar bunganya
emoticon-Cape d...
Bayangkan jika proyek DP 0 rupiah nanti banyak yang macet....

Pemprov talangin ga tu hutang...?




Wkwkwkwkwkwk
Modyaaaar
bank syariah my assemoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk

trus keuntungan bank syariah dari mana dong, tong kalo ngak riba? cara gaji karyawan dan operasional bank gmn dong?


goblok aja nasbung di bohongi dgn kata "syariah" "al-maida 51" , ujung2 nya juga busukemoticon-babi
Quote:


Ya karena bungamya tinggi,makanya nilai kredit macet 7% masih di bilang wajar gan.
*eh bukan bunga ding,tp bagi hasil klo mereka bilangnya.
Cuma gue gk ngerti klo nasabah nyimpen duit di bank syariah di kasih bagi hasil jg gk ya ?(bunga) klo bank konvensional.

emoticon-Wakaka emoticon-Wkwkwk
terus program DP 0% apa gak lebih beresiko macet?
mending duit pribadi uno aja nalangin kreditnya emoticon-Big Grin
berat kalau disini..
ya masi susa emang berkembang nya klo orang2 nya udh ga ngerti, gamau ngerti tp berasa ngerti.

klo gabisa bedain antara jualan duit sama jualan barang, gabakal bisa liat beda nya antara konvensional sama so-called sharia.

udh kea gitu malaisie jd pusat ekonomi sharia dunia pada kebakaran jenggot,good luck dah
Quote:


emoticon-Shakehand2
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di