alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
" kisah seorang marinir - (life,horror) BASED ON TRUE STORY
4.84 stars - based on 261 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5864c2a31ee5df73608b456d/kisah-seorang-marinir---lifehorror-based-on-true-story

kisah seorang marinir - (life,horror) BASED ON TRUE STORY

Tampilkan isi Thread
Halaman 48 dari 93
gan update gan emoticon-Big Grin
om,update kapan om? emoticon-Bingung
[U]semoga ts selalu diberi kemudahan agar bisa segera update ceritanya emoticon-thumbsup:
Diubah oleh kanabis
Semangat upload gan emoticon-Big Grin
baru selese maraton nih cerita. well, bagus banget ceritanya. semoga om deby dan om ready selalu dalam lindungan Tuhan YME
Pertarungan Terakhir 4


pagi itu aku dikejutkan oleh suara dering hp Sarjito, kulihat jam masih menunjukkan pukul 03.25

" Assalamualaikum...hallo..."

" waalaikum salam...bang.. kami di save house " kata Ragil mengawali percakapan kami

" Sarjito gimana?? "

" sudah membaik, tapi setiap 2 jam sekali masih saya transfer energi murni ketubuhnya "

" yasudah.. nanti siang aku kesana..tetap waspada dan jangan percaya siapapun "

" iya bang.. assalamualaikum " Ragil menutup telfonnya

hari ini hari sabtu, jadi aku nggak perlu cepat2 mencari Arifin karna kedinasannya, walau masih ada kekhawatiran tentang keselamatannya, sengaja kubiarkan, entah siapa yg mengaku sebagai petinggil mengambilnya, karna walaupun bukan dia tidak semudah itu "menghabisinya". jam 07.00 aku berangkat menuju sebuah tempat di luar kota, tempat itu kami gunakan untuk berlindung sementara jika kami terdesak, sebuah villa kecil yg di beli Ragil sebagai investasi masa depannya, tepatnya di trawas, sebelum pemandian air hangat, villa itu terasa nyaman, dengan warna hijau lumut kombinasi hijau tua kesukaan Ragil, apalagi berlatar belakang pegunungan.

asri juha sejuk, mempunyai 5 kamar tidur, luas bangunan sekitar 16x16 berlantai 1, sehari-hari bila Ragil ataupun kami tidak disana ada seorang penunggu rumah yg merawat juga memperbaiki villa kecil itu, pak Dullah namanya, dia teman Ragil, katanya sih waktu itu Ragil kasihan melihat kehidupan sehari-hari pak Dullah yg sebatang kara, hingga di berinya pekerjaan penjaga villa itu. beliau berumur sekitar 70 tahun, tanpa sanak, tanpa kandang, wajahnya seperti bapak PANATACARA dengan rambut putihnya, juga celoteh lucunya yg penuh petuah. bagi kami pak Dullah sudah seperti ayah kami, tempat kami curhat dan bercerita dikala kami berkumpul, ada niatan dari kami untuk memberangkatkan beliau naik haji, semoga di tahun 2017 niat kami di kabulkan, munkin hanya itu yg bisa kami lakukan, mungkin hanya bantuan kecil sebagai wujud terima kasih kami kepada beliau.

sesampainya di sana, kujumpai pak Dullah yg sedang bersih2, wajahnya sumringah begitu melihatku, buru-buru sapu di tangannya di jatuhkan dan berlari membuka gerbang

" Assalamualaikum " aku menyapa sambil turun dari mobil

pak Dullah membalas salamku dan memeluk tubuhku erat2, matanya sedikit berkaca-kaca, pelukannya mengingatkanku pada eyang Ronggo Warsito dan juga ayahku, pelukan begitu tulus dan tapi penuh kehangatan, aku membalas pelukannya dan tersenyum

" cobaanmu nak... berhati besar ya nak... "

" iya pak.. adek-adek saya ada di dalam pak? " tanyaku sambil melepas pelukannya

" iya ada... tengah menunggumu " timpal pak Dullah

" bapak sehat kan?? "

" Alhamdulillah sehat nak "

" mari pak.. saya masuk dulu "

aku bergegas memasuki villa, kutemui Ragil dan Sarjito yg tengah duduk sambil ngobrol, dan berdiri ketika aku masuk, Ragil menyalamiku dan mencium tanganku, sementara Sarjito hanya berdiri mematung,

" gimana kabarmu jit? " begitu biasa aku memanggilnya

" Alhamdulillah bang sudah enakan " katanya pelan

" bang... mana Arifin? " tanya Ragil menghampiriku, aku duduk dan menghela nafas panjang

" ada masalah bang? " tanya Ragil penasaran

" iya ada masalah, mangkanya aku menyuruhmu membawa Sarjito ke sini.

akupun menceritakan semua yang kualami kemarin malam pada mereka, juga perkataan si petinggil yg menyuruhku pergi demi keselamatanku, di saat kami sedang berbincang kulihat bayang-bayang di balik jendela bayangan seseorang yg mengendap-endap, "ssssttt... ada orang yg mencuri pembicaraan kita", Ragil mendorong kedua telapak tangannya hingga aliran cakranya menembus dinding dan membuat orang itu tersungkur, orang itu tak bersuara sedikitpun, dan ketika kuperiksa dibalik jendela tak nampak siapapun di sana, yg terlihat hanya pak Dullah yg sedang menutup pintu gerbang, Ragil berlari kebelakang, memberi tanda kepadaku untuk berputar mencari, hingga kita bertemu di dapur,

" siapa?? " tanya Ragil

" entahlah " jawabku singkat
Sarjito berdiri menghampiri kami, kami saling memandang dan melirik pak Dullah, dan pak Dullah melihat kami lalu tersenyum, seakan tak tau apa2 kita masuk lagi,

" bang... jangan..jangan... " Ragil memulai pembicaraan

" huuuss....jangan teruskaan... biarkan.. berbuat seperti tak terjadi apa2 " kataku setengah berbisik

profile-picture
Titikhitam198 memberi reputasi
Akhirnya update

Makin menarik dan penasaran gimana akhir dari pertarungan kanan dan kiri
menunggu pertarungan terakhir 4
yah nanggung uy
Ahh kentang ya , tp thanks udah sempet diupdate in om debb ." Keep writing om
Ayo om ready semangat nulisnya emoticon-Cendol Gan
lagi gan.. porsi double baru kerasa nih emoticon-Big Grin
Mbah Dul??
Diubah oleh ceretcool
Yeay..udah update nih gan debby..
Porsinya dikit amat nih gan..
2 porsi bru knyang nih..hahaha emoticon-Ngakak

Thanks buat updatenya gan..
akhirnya update, yah kentang lagi wkwk
Update'y sedikit doank emoticon-Mewek
Tambah lagi donk agan Debby emoticon-Turut Berduka
kentanggg lagee emoticon-Turut Berduka
Kuat bener kentangnya asli dh
Harus strong emoticon-Leh Uga
Quote:


Udah bikin kok tapi bingung mau judulnya bagaimana dan cara penyampaiannya aja heheheemoticon-Cendol Gan
gantung gan debby, sakau aneee
Halaman 48 dari 93


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di