alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] Saat Senja Tiba
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/582ba2741ee5dfee168b4567/tamat-saat-senja-tiba

Saat Senja Tiba (Bukan Maksudku Menyakitimu) [TAMAT]

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 125 dari 274
Sekalian

ane Gembok dulu ye.
Sebelum Gembok hunter berkuasa emoticon-Cool
Diubah oleh wajah.kaskus
Nah nah udh nyambung sama main part
Quote:


Quote:


masih jauh gan, jarak sama mainpart kira2 masih 1 bulan lebih heheemoticon-Big Grin
Quote:


Quote:


makasih udah mampir gan emoticon-Toast

Quote:

hii sadis amat hastagnya emoticon-Sorry

Quote:


Quote:


masih jauh dari main part gan emoticon-Big Grin
Quote:


ane tungguin, soalnya cerita ente layak untuk di tungguemoticon-Cool
ahh nawang wulan emoticon-Peluk
Quote:


Nawang Wulan dari mananya emoticon-Nohope
Quote:


ahh nawang wulan emoticon-Peluk (2)
Lanjut, Vin dengan ini para pendukung Wulan menyatakan mendukung Wulan sebagai Wanita Idaman, ngadepin Rara aja Woles, gak kayak yg ono nohhh langsung nyolot2 emoticon-Takut (S)
Quote:

ane ngebayanginnya 2 tokoh ini punya look yg hampir sama. sama2 manis dan ga ngebosenin buat dipandang
Quote:


kalau diending engga sama siwulan gw rasa kudu diperiksa tuh kejiwaannya vino


VINO HARUS SAMA WULAN...!!!
Quote:


Wedeehh, yang penting di lanjut aja agan TS ceritanya haha. Panen kentang terus nih
Woooohhh,,, nampak'y yg side story dah mu habis....
emoticon-Matabelo....
Low masih d lanjut balik lg k part awal...emoticon-Hammer2
Mbangun tenda ada cerita bagus ternyata
sampe last part,tambah enek aja gw baca part wulan.....sela yg kuat lagi control emosi nyaemoticon-Malu (S)emoticon-Malu (S)....kalo gak kasih tato 5 jari aja wulan atau vino nya aja kasih bogem mentah emoticon-Hammerhammer
Ninggal jejak dulu gan... Habis marathon baca dari awal emoticon-Cape deeehh

#teamwulan #sayangwulan
Diubah oleh rmzep
ijin nenda gan emoticon-Traveller
btw side storynya udah nyambung ke part dimana ente jumpa sama shella dong, yakan gan ?
update lagi vin . kentang nya jangan banyak banyak .
ane pulang dulu deh . oh iya . nih ane kasih bata emoticon-Blue Guy Bata (L) lumayan ntar bikin rumah baru buat neng wulan . emoticon-Big Grin

#pasukanPengamanNengWulan
Quote:


lah malah nongkrong disini si kuntul satu nih emoticon-Big Grin

Part 64

“Lan, kamu jangan macem-macem deh. Mana HP-ku ?! “ ane mulai panik.

“Aku bilang enggak !! Kamu nggak denger yah ?! “ jawab Wulan dengan keras.

“Lan !! “ panggil ane seraya memegang lengannya Wulan.

“IIH.. LEPASIN !! “ bentak Wulan sambil mengibaskan tangannya.

Ane terus mengejar Wulan yang berjalan cepat menuju lobby. Tapi langkah ane terhenti soalnya di depan lobby udah menunggu Citra dan Putri dan Wulan lalu bergabung dengan keduanya. Nggak mungkin banget ane meminta HP ke Wulan, ntar yang ada malah kami berdua ribut di depan mereka. Dengan lesu, ane cuma bisa melihat mereka bertiga masuk ke dalam kampus. Wulan terlihat ketawa-ketiwi bersama kedua teman geng-nya, dan sempat-sempatnya dia menoleh ke arah ane, tapi dengan wajah cemberut.

“Napa Vin ? Pagi-pagi udah berantem ? “ tanya Irfan tiba-tiba dari belakang ane.

“Tau tuh. “ jawab ane cuek.

“Makanya punya pacar tuh satu aja. Kalo dua ya emang pasti ribut. “ kata Irfan sambil ketawa.

“Apaan sih?! Kami nggak pacaran kok. “ jawab ane sewot. Irfan cuma ketawa.

Sampai di kelas dan kuliah dimulai Wulan nggak kunjung mengembalikan HP ane, kayaknya dia bener-bener serius menunggu Shela menelpon. Ane mengawasi Wulan yang duduk di deretan depan dengan gelisah. Kalo Shela menelpon, udah habislah ane, soalnya ane yakin Shela nggak main-main dengan ancamannya semalam. Lagi-lagi Wulan kelihatan ceria sembari ketawa-ketiwi dengan Putri yang duduk di sebelahnya, sedangkan ane menatapnya dengan perasaan galau level 99. Duh… pagi-pagi yang seharusnya indah malah kacau balau gara-gara Wulan.

Pukul sepuluh kurang kuliah selesai, setelah dosen meninggalkan ruangan, ane buru-buru mendekati tempat duduk Wulan. Ah bodo amat ada Putri sama Citra, daripada ane sama Shela bubar beneran. Saat ane mendekati meja mereka, Wulan terlihat cemberut lalu memalingkan muka.

“Ada apa, Vin ? “ tanya Citra yang duduk di belakang Wulan.
“Oh, tadi Wulan pinjem HP-ku jadi… “
“Nggak !! “ jawab Wulan dengan ketus.
“Lan, kembaliin dong. “ pinta ane.
“Nggak tu ya nggak. Udah sana !! “ jawab Wulan dengan nada mengusir.
“Lho kalian ini kenapa sih ? Kok malah berantem ? “ tanya Citra.
“Ternyata itu tadi HP-nya Vino ya Lan, pantes aku kira HP-mu baru. “ kata Putri ketawa.

Dan yang ane takutkan terjadi, Wulan tiba-tiba mengambil HP ane dari saku kemejanya lalu melihat layarnya. Waduh ternyata ada panggilan masuk, Shela kah yang menelpon ? Tapi kenapa Wulan malah menatap ane dengan pandangan aneh dan seperti orang kebingungan ?

“Ikut aku Vin. “ kata Wulan lalu beranjak berdiri sambil menggenggam HP ane.

“Kemana ? “ tanya ane.

Wulan nggak menjawab malah ngeloyor keluar ruangan. Ane pun mengikuti Wulan, sedangkan Citra dan Putri cuma saling berpandangan dengan ekspresi bingung. Sampai di luar Wulan langsung menyodorkan HP ane yang layarnya bertulisan Yovie memanggil… Lho ternyata panggilan dari Yovie, pantes aja Wulan nggak mau mengangkatnya. Untung aja pas kemaren Yovie nelpon, nomornya ane save ke phone book.

emoticon-phone “Halo… “ jawab ane.
emoticon-phone “Halo Vin, kamu masih di kampus ? “ tanya Yovie.
emoticon-phone “Iya gimana ? Pasti mau nanya soal Wulan. “ kata ane sembari melirik ke Wulan yang masih aja cemberut.
emoticon-phone “Yah, dia baik-baik aja kan ? “ tanya Yovie.
emoticon-phone “Iya, sekarang malah dia lagi berdiri di sampingku. “ kata ane.
emoticon-phone “Cuma kayaknya sih dia nggak mau bicara sama kamu. “ kata ane lagi.
emoticon-phone “Hehe aku tahu makanya aku telpon ke HP-mu. “ jawab Yovie.
emoticon-phone “Kemaren kamu ya yang kirim mawar putih ke rumahnya Wulan ? “ tanya ane.
emoticon-phone “Wulan yang cerita ke kamu ? “
emoticon-phone “Nggak sih, aku sendiri yang lihat pas ke rumahnya Wulan. “ jawab ane.
emoticon-phone “Trus kamu udah jadian sama Wulan ? Aku lihat kamu tadi jemput ke rumahnya. “ tanya Yovie.
emoticon-phone “Lho tadi kamu ke rumah Wulan juga ? “ tanya ane rada kaget. Oh berarti…
emoticon-phone “Nggak, cuma kebetulan lewat aja. “ jawab Yovie.
emoticon-phone “Kami nggak pacaran Yov, kamu tahu kan aku udah punya pacar dan hubungan aku sama Wulan yaa masih seperti dulu. “ kata ane.
emoticon-phone “Oh gitu. Ya kalo itu sih terserah kamu aja. “ kata Yovie.
emoticon-phone “Udah ya, salam buat Wulan. “ kata Yovie.
emoticon-phone ***tuuut…tuuut…tuuut*** belum sempat ane jawab telpon udah diputus.
“Ngapain Yovie telpon ? “ tanya Wulan kemudian.
“Dia nanyain kabar kamu. “ jawab ane.
“Sepertinya dia kangen sama kamu, Lan. “ kata ane lagi.
“Ih amit-amit. Aku nggak sudi ketemu dia lagi. “ jawab Wulan ketus.
"Kalian kan pernah saling mencintai. Apa kamu nggak ada sedikitpun rasa sayang buat dia ? " tanya ane.
"Udahlah kamu nggak usah bahas dia lagi !! " jawab Wulan dengan nada tinggi.
"Oke oke. " kata ane.
“Tapi setidaknya HP-ku kembali.. hehe. “ kata ane sembari menunjukkan HP ane, tapi ane genggam dengan erat dan Wulan cuma memandang dengan tatapan sinis.
"Terserah kamu !! " jawab Wulan ketus lalu kembali ke kelas.
“Ciee yang marah. “ kata ane dengan nada meledek.

Wulan nggak menjawab cuma menoleh dengan muka cemberut, lalu masuk ke kelas bergabung dengan para geng-nya. Ane jelas lega banget HP ane bisa balik, untung aja Yovie telpon sehingga Wulan mau nggak mau harus ngembaliin HP ane. Kuliah kedua dimulai jam sebelas, masih ada jeda satu jam. Dengan buru-buru ane berjalan ke kantin buat beli minuman.

Sampai di kantin segelas es the lalu nongkrong sambil ngeluarin HP. Ane lalu celingukan siapa tahu Wulan datang tiba-tiba, tapi sebenarnya ane udah menyiapkan antisipasi jika Wulan datang, yaitu sebuah handsfree, dan sang HP dengan nyaman bersembunyi di saku celana. Tentu saja ane langsung menelpon sang tuan putri, soalnya ane rada gak tenang dengan mimpi buruk tadi pagi.

emoticon-phone ****tuuut..tuuuttt***
emoticon-phone “Halo Vin. “ terdengar jawaban Shela, duh ane lega banget.
emoticon-phone “Halo say, kamu masih di kampus ? “ tanya ane.
emoticon-phone “Iya, tapi bentar lagi kuliah mulai. Tumben kamu telpon. “
emoticon-phone “Aku kangen sama kamu say. “ kata ane.
emoticon-phone “Masa udah kangen ? Kan semalam juga baru ketemu. “ jawab Shela ketawa.
emoticon-phone “Soalnya semalam aku mimpi buruk say. “ tentu ane bilang semalam, bukan tadi pagi, biar Shela gak curiga.
emoticon-phone “Mimpi apaan ? “ tanya Shela.
emoticon-phone “Aku mimpi kamu ninggalin aku, tapi kamunya nggak bilang mau kemana. Trus aku cegah, tapi kamu bersikeras pergi dan akhirnya kamu bener-bener ninggalin aku. “ kata ane.
emoticon-phone “Serem juga yah. Kok bisa-bisanya kamu mimpi kayak gitu ? “ tanya Shela.
emoticon-phone “Aku nggak tahu Shel. “ jawab ane.
emoticon-phone “Tapi kata ibuku dulu, kalo kita mimpi kehilangan seseorang justru itu malah pertanda baik. “ kata Shela.
emoticon-phone “Lho kok bisa begitu ? “ tanya ane penasaran.
emoticon-phone “Iya, itu tandanya kita sayang banget sama orang tersebut sehingga kita takut kehilangan dia, dan sampai kebawa mimpi. “ kata Shela.
emoticon-phone “Semoga itu bener yah, soalnya aku sayang banget sama kamu, dan aku nggak mau kehilangan kamu. “ kata ane jujur from the bottom of my heart, sumpah.. bukan ngegombal.
emoticon-phone “Makanya Vin, kamu kamu harus janji nggak akan meleng-meleng ke cewek lain, kalau kamu nggak mau aku pergi beneran. “ kata Shela.
emoticon-phone “Aku janji. Cuma kamu wanita di hati aku Shel, selain Dina dan ibu aku tentunya hehe. “ kata ane.
emoticon-phone “Iya iyaa, aku percaya kok. Eh udah dulu yah, dosennya udah dateng. “ kata Shela.
emoticon-phone “Oke, ntar kita BBM-an aja yah. “ kata ane.
emoticon-phone “Oke. Bye. “
emoticon-phone ***tut..tut..tut…***

Duh sumpah lega banget ane mendengar suara Shela hari ini, dan bener kata dia, mimpi ane tadi pagi paling cuma manifestasi kekhawatiran ane bakal diputus Shela, mengingat ulah Wulan yang beberapa kali bikin Shela marah besar dan bahkan yang terakhir bikin kami nyaris bubar. Eh tapi Wulan mana tuh, tumben nggak nongol, saat ane melihat sekeliling mata ane tertuju pada sosok cewek berkacamata pake baju SMU sedang membawa kresek yang sepertinya berisi beberapa minuman botol. Dan ternyata dia juga melihat ane.

“Rara !! “ panggil ane, sambil menaruh handsfree di saku baju.
“Mas Vino ? “ sapa Rara.
“Kok kamu disini Ra ? Kamu nggak sekolah ? “ tanya ane.
“Oh mulai hari ini aku magang di sini mas. “ jawab Rara sambil duduk di depan ane.
“Serius ? Berapa lama ? “ tanya ane. Wih asyiiikkk…!!!
“Tiga bulan, per hari ini. Aku ditempatkan di ruang TU. “ jawab Rara.
“Wah aku baru tahu. “ kata ane.
“Sebenarnya aku mau bilang kemaren malam pas di mall mas, tapi kamunya keburu pergi. “ kata Rara.
“Iya ya, sorry ya Ra atas sikap Shela kemaren. Dia emang cemburuan. “ kata ane.
“Nggak papa mas, mungkin mbak Shela terlalu sayang sama kamu. “ kata Rara sembari melepas kacamata-nya dan mengelapnya pake lap dari saku bajunya.

Oh my oh my oh my.... ternyata Rara cakep banget kalo nggak pake kacamata. Jadi kalo pake kacamata dia skornya 80, kalo kacamatanya dilepas skornya jadi 90 bahkan 95.

“Maaf ya mbak, mas Vino sedang menunggu saya !! “ tiba-tiba terdengar suara cewek di samping Rara berkata dengan ketusnya.
“Oh, siang mbak Wulan. “ sapa Rara dengan ramah ke Wulan yang berdiri memegang segelas Pop Ice dan dengan muka cemberut.
“Terus ? Cuma bilang siang gitu aja ? “ tanya Wulan sambil menatap Rara dengan sinis.
“Ma.. maaf mbak, silahkan duduk. “ kata Rara tergagap sambil beranjak berdiri.
“Lan kamu apa-apaan sih ? “ tanya ane ke Wulan yang duduk di depan ane sambil menyedot Pop Ice-nya dengan cueknya.
“Kalo gitu aku balik dulu ya mas. Maaf sudah menganggu. “ kata Rara.
“Iya Ra, gak papa kok. “ kata ane sembari melambaikan tangan pendek.
“Mari mbak Wulan. “ kata Rara ke Wulan tapi yang dipamiti cuma diem aja.
“Aduh Lan, kamu kok gitu sih sama Rara, aku kan nggak enak soalnya aku tadi yang manggil dia. “ kata ane setelah Rara pergi.
“Bodo amat !! Aku sebel sama kamu. “ kata Wulan.
“Kenapa ? “ tanya ane.
“Lagi-lagi kamu ke kantin diem-diem. “ jawab Wulan ketus.
“Tapi kan kamu sendiri yang tiba-tiba masuk kelas, jadi ya aku ke sini sendiri. “ jawab ane beralasan.
“Selalu aja aku yang disalahin. Aku emang nggak pernah bener ya di mata kamu !! “ jawab Wulan dengan nada tinggi. Yaa elah, dateng-dateng udah ngajak ribut, keluh ane dalam hati.
“Kamu habis telpon nyonya kamu yah ? “ tanya Wulan sambil menunjuk kabel handsfree yang terjuntai di saku ane.
“Iya, emang kenapa ? “ jawab ane cuek sambil menyedot es teh.
“Kamu nggak usah pake handsfree lagi soalnya aku nggak bakal ngerebut HP-mu lagi. “ kata Wulan.
“Ya bagus dong kalo gitu. “ jawab ane.
“Soalnya aku udah nyimpen nomor nyonya kamu. “ kata Wulan.
“Kamu mau apa sama nomornya Shela ? “ tanya ane. Perasaan ane mulai nggak enak.
“Aku bakal kirim dia foto-foto pas kita berdua. “ kata Wulan sambil ngeluarin HP-nya.
“Hah konyol kamu, kamu kan nggak punya foto kayak gitu, dan lagipula mana bisa SMS kirim foto. “ kata ane ketawa.
“Kamu lupa ya, kan ada WA. “ kata Wulan. Oh iyaa…!!
“Foto profil WA nyonya kamu dia pake baju Karate kan ? “ tanya Wulan.
“Emang kenapa ? Kamu kan nggak punya foto kita berduaan. “ tanya ane.
“Gampang kok. “ kata Wulan lalu mengarahkan HP-nya ke ane dan cekrekkk!!! Tentu ane kaget Wulan tiba-tiba motret ane.
“Apaan sih ?! Kamu ngapain foto-foto aku segala ? “ tanya ane sewot.
“Nah aku bakalan kirim foto ini ke nyonya kamu pake WA, dan aku kasih keterangan, Shela.. Vino sekarang lagi berduaan sama aku di kantin lho. “ kata Wulan sambil tersenyum mengejek.
“Lan, kamu jangan aneh-aneh deh. Tolong hapus fotoku tadi. “ pinta ane.
“Boleh, tapi dengan syarat kamu nanti nganter aku pulang, dan habis itu temani aku ke Superindo. “ kata Wulan. Duh apa-apaan sih Wulan ini ?!
“Tapi ntar kalo Shela minta jemput gimana ?! “ tanya ane.
“Emang aku pikirin !! “ jawab Wulan dengan nada ketus.
“Kalo kamu nggak mau aku kirim fotonya sekarang. “ kata Wulan dengan nada mengancam. Ane pun berdiri dan berniat merebut HP-nya Wulan.
“Eit !! Kalo kamu nekat merebut HP-ku, aku bakalan teriak biar satpam pada kesini. “ kata Wulan tersenyum sinis.


Duh Lan, kamu bener-bener deh… emoticon-Cape d... (S) emoticon-Busa


bersambung dulu ya guys, soalnya ane mau masak air buat mandi .......emoticon-Ngacir
Diubah oleh gridseeker
Komen dulu baru baca

Awas klo gk dilanjutin nanti emoticon-Mad

Wah banyak bener sponsornya vino emoticon-Big Grin
Diubah oleh zivano19
Halaman 125 dari 274
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di