alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mencipta Predator untuk FPI
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5881f00bc0cb176f4f8b45a7/mencipta-predator-untuk-fpi

KEREN...!! Mencipta Predator untuk FPI

Mencipta Predator untuk FPI


FPI, ormas yang kontroversial. Sikapnya jelas dan tegas. Jika diganggu melawan. Jika ada yang dinilai melanggar hukum tapi aparat membiarkan maka mereka yang akan bertindak. Mereka juga satu-satunya ormas yang paling galak terhadap komunisme.

Habib Rizieq Syihab adalah imam organisasi ini. Ceramahnya selalu pedas, dengan kata-kata yang hiperbolis, kasar, dan tanpa tedeng aling-aling. Ia memilih nahi munkar [saja] daripada amar ma'ruf atau amar ma'ruf nahi munkar.

Ia selalu menyatakan biarkan ulama lain yang menanam, dia yang mencabuti rumput dan membasmi hamanya. Saat beraksi, FPI selalu menggunakan uniform yang khas FPI: pakaian putih-putih, serban hijau, penutup kepala putih, bendera FPI, dan bahkan logo FPI di pakaiannya.

Di masa SBY, Rizieq dua kali masuk penjara. Munarman yang menjadi panglima FPI juga pernah masuk penjara. Orang-orang lapangan FPI adalah masyarakat kelas bawah, bahkan ada yang mantan preman. Markasnya pun di Petamburan, kawasan Tanah Abang.

Ini termasuk wilayah slum. Karena itu FPI sering dikonotasikan dengan dunia abu-abu. Seperti perumpamaan dirinya sebagai pembersih gulma dan pembasmi hama, sebagian orang juga menyebut FPI sebagai gulma dan hama itu sendiri.

Buya Syafii Maarif, mantan ketua umum PP Muhammadiyah, menyebutnya sebagai preman berjubah. Bisa jadi ini karena cara FPI membersihkan gulma dan hama itu sendiri. Atau bisa jadi karena ada ekses atau bahkan ada sesuatu yang tersembunyi, dunia di balik panggung.

Tentu ada orang-orang yang bisa bercerita karena pernah menjadi korban FPI. Ada pula yang mengaitkan FPI dengan sejumlah jenderal polisi dan tentara. Jadi semacam proksi saja dalam konfigurasi kepentingan percaturan elite nasional.

Namun FPI juga dikenal cepat dan militan saat membantu korban bencana alam. Tuntutan untuk membubarkan FPI nyaring terdengar. Namun hingga kini FPI tetap hadir. Ada orang-orang yang merasa terwakili oleh FPI.

Ini karena segala penyakit masyarakat yang jelas-jelas terlihat tak juga ditertibkan aparat karena ada kongkalikong. Tokoh-tokoh dan ormas-ormas mainstream juga mandul. Jika jalan utama mampet, maka jalan tikus akan muncul, bahkan jalan melawan arus.

Kini, tiba-tiba FPI dan Rizieq seolah menjadi pusat pergerakan Islam. Pemerintahan saat ini yang tak pandai menjaga keseimbangan telah melahirkan kekecewaan umat Islam. Partai-partai berbasis massa dan berideologi Islam sudah lama hanya menjadi pelengkap.

Ormas-ormas Islam "mainstream" terlalu asyik dengan gerbongnya sendiri dan menjadi buntut dalam pengambilan keputusan negara, termasuk untuk kasus Ahok. Akibatnya saluran-saluran formal menjadi mampet dan tak berdaya.

Satu-satunya jalan adalah aksi massa. Dalam langgam kekuasaan saat ini yang cenderung keras


terhadap lawan-lawan politik, banyak orang yang jerih untuk bersuara. Maka gaya Rizieq dan FPI menjadi relevan untuk berada di pusat.

Pada sisi lain, yang memiliki massa terlatih dalam gerakan massa hanyalah FPI. Organisasi ini sudah memiliki prosedur baku dalam gerakan massa, bahkan memiliki mobil khusus untuk demonstrasi.Ada massa inti, ada keresahan umum. Klop.

Upaya memecah sudah dilakukan. Hal itu terjadi pada aksi 411. Upaya untuk menyisir juga sudah dilakukan, yaitu sebelum aksi 212. Tokoh-tokoh dan ormas-ormas mainstream sudah didekati. 'Iklim takut' sudah pula dibuat via produksi wacana makar dan ditunggang aktor politik.

Tapi massa yang sebagian besar bukan massa FPI tetap hadir, bahkan lebih besar. Kini, pertarungan itu sudah masuk ke tahap berikutnya. Seperti singa mengincar mangsa: pisahkan dari kerumunan. Lalu kejar dan terkam. Itulah yang kini sedang terjadi pada Rizieq.

FPI dan Rizieq terus diupayakan dipisah dari massa. Bagi orang-orang yang tak suka, FPI adalah hama dan gulma. Hama harus dibasmi, gulma harus dibersihkan. Caranya? Semprot dengan racun pestisida. Jika ada dugaan pelanggaran hukum, maka sikat tanpa ampun.

Agar kerumunan yang lain diam, maka harus dibangun wacana bahwa FPI adalah hama dan gulma. Secara kebetulan, menjelang pemeriksaan Rizieq di Polda Jawa Barat, Tengku Zulkarnain diundang untuk berceramah di Sintang, Kalimantan Barat.

Rupanya massa berpakaian etnis tertentu sudah menunggu. Mereka membentangkan spanduk menolak kedatangannya. Mereka tak menyebut nama, tapi di situ tertulis jelas menolak FPI. Inilah prosekusi dan propaganda. FPI adalah hama dan gulma.

Padahal Tengku Zulkarnain bukan FPI. Dai berdarah Tionghoa ini adalah aktivis Jamaah Tablig. Organisasi ini nonpolitik.Di provinsi lain, ada pula ormas yang memburu FPI dan pengikutnya. Mereka melakukan sweeping dan menghajar mobil ataupun orang-orang yang diduga FPI.

Mereka berseragam dan tertulis jelas nama organisasinya. Organisasi ini memiliki pembina seorang jenderal polisi. Apa yang terjadi di dua provinsi ini menunjukkan pola baru. Tak cukup menyemprotkan racun, tapi juga ibarat melepas predator.

Situasi ini tentu mengerikan. Hama dilawan hama. Massa diadu massa. Saat ini muncul tuduhan bahwa pencipta predator itu adalah negara itu sendiri. Tak hanya mencipta tapi juga melepaskannya untuk memangsa. Tentu ini memerlukan pembuktian tersendiri, dan pasti tak mudah, walaupun indikasinya sangat kuat.

Pola ini menunjukkan keputusasaan, rendahnya moralitas bernegara, pendeknya akal, dan tentu saja melanggar hukum. Mestinya negara bertindak jika ada hama, bukan melepas predator untuk saling tikam. Namun dalam negara kekuasaan, semua itu kini sedang terjadi.

Padahal Indonesia adalah negara hukum. Lalu mengapa semua itu berlangsung lancar-lancar saja? Bahkan kaum cerdik pandai dan parlemen diam. Apakah Indonesia sudah menjadi negara kekuasaan? Kita hanya bisa menunggu babak selanjutnya.

Indonesia sedang memasuki periode peradaban terendah dalam sejarah bangsa ini. Tak ada wacana, tak ada moral. Semua hanya soal kekuasaan dan uang. Semua fokus pada jangka pendek. Mengelola negeri seperti bermain catur: makan memakan, mati mematikan.***


Oleh : Nasihin Masha
(Pimred Koran Republika)


Mencipta Predator untuk FPI

Sumber :
www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/17/01/19/ok156j319-mencipta-predator-untuk-fpi
Diubah oleh jokodokpki
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Realitanya reoublika ga ada seujung kukunya kompasemoticon-Big Grin
Lagi males baca
Indonesia sedang memasuki periode peradaban terendah dalam sejarah bangsa ini. Tak ada wacana, tak ada moral. Semua hanya soal kekuasaan dan uang. Semua fokus pada jangka pendek. Mengelola negeri seperti bermain catur: makan memakan, mati mematikan.


jadi maunya ente gimane pemred? FPI harus di iya-in aja? riziq bacot sesuka hati, menghina, ngapir2in orang dll, dibiarin aja?

emoticon-Hammer2

sekarang fight fire with fire aja... udah bener komentarnya, FPI=gulma.... harus di cabut keakar2nya biar damai indonesia.... emoticon-Recommended Seller
lawan dengan "Mencipta Preman GMBI" emoticon-Cool tenang kawna nastak kita masih ada amunisi GMBI/gembel babi emoticon-Wkwkwk
Quote:

Komennya pake emoticon sj ya bre..
emoticon-Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-Shakehand2emoticon-Rate 5 Staremoticon-Toast
Ngapain fpi galak galak ama komunis emoticon-Big Grin
Emangnya komunis tu ada lagi emoticon-Leh Uga
Coba situ buktiin.... emoticon-Big Grin
Jangan bilang palu arit di uang baru loo emoticon-Wakaka

Kalo ndak bisa di buktikan... berarti situ delusi dong...
Mabuk ngelem.... emoticon-Wkwkwk

Orang mabuk kok di ikuti emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Ini sebenarnya bukan hanya soal FPI

ketika misal ada copet tertangkap lalu dikeroyok ramai2 sampe mati...apakah pengeroyoknya ditangkap??,

tak pernah ane dengar kabar itu

negara membiarkan rakyatnya main hakim sendiri

hama dilawan hama
massa diadu massa

bukan berita.....

lebih ke arah opini .....


mod..........emoticon-Big Grin









emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Post ini telah dihapus oleh gembaladomba13

Indonesia sedang memasuki periode peradaban terendah dalam sejarah bangsa ini. Tak ada wacana, tak ada moral. Semua hanya soal kekuasaan dan uang. Semua fokus pada jangka pendek. Mengelola negeri seperti bermain catur: makan memakan, mati mematikan.







Lebay! emoticon-Blue Guy Bata (L)


Di tangan tjahaja asia, sekarang waktunya negri ini menguasai dunia untuk kemakmuran dan kedamaian alam semesta, ullululu...... emoticon-Leh Uga
Quote:

Tau sampe sekarang ane blom pernah liat orang terang"an bilang diri nya komunis atau membela PKI di jaman sekarang ya.. muncul dikit aja kagak apalagi bakal nguasain Indonesia emoticon-Ngakak aneh aja lah pikiran FPI n friends
FPI makin mantab emoticon-Cool
Begok semua. Indonesia udah berada di tangan Tjahaya Asia!! saatnya melesat jauh seperti roket!!!
Quote:

Dimana mana yang namanya kaum TOWELHEAD itu tegas dan kerasnya bersifat Kondisional emoticon-Traveller
Buat ts, ati2 bikin nickname
Bakal muncul.... predator atas si predator hama

Muter gitu terus ampe habis

Itu kan cuma akal2 lan Bibib untuk menjatuhkan pemerintah dan mencari simpatisan orang2 bodoh.
Sekarang ya jamannya ISIS yang dipuja2 FPI yang suka menggal orang non muslim dan muslim yang tidak sepaham.
Tergantung konteknya juga..
Kalau kebetulan tokoh yang menjadi penghalang menjadikan NII berkiblat ke barat, nanti isunya LIBERALISME, KAPITALISME.
Kalau dirasa musuhnya orang Islam sendiri namun tidak sepaham, isunya SYIAH dan JIL. Coba aja besuk kalau kang Dedi Mulyadi nyalon Jabar 1, dan kebetulan elektabilitasnya tinggi.
Sekarang aja musuhnya Ahok yang notabene Chinese. Isu PKI diteriakkan oleh mulutu comberan dia.


Quote:


Quote:


modus nya nyontek yakuza yg terkenal suka menolong kala bencana gempa bumi menerpa jepang
ambil simpati rakyat agar mau jadi tameng hidup nya yakuza

Quote:

yup kalangan terbelakang dan pengangguran yg notabene adalah mayoritas rakyat Indonesia itu sendiri, mereka yg gagal move on dgn perkembangan jaman dan tersisihkan karena kekeuh tak mau berubah, mereka yang sekedar fanatik syariat tapi impoten dalam hakikat

gak heran

Quote:

tuh terjawab kan???

gerombolan ini lagi dan lagi emoticon-Cape d...
Horeee berita sekarang isinya bibib and fpi... emoticon-Hammer2
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di