alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Pajak /
[Diskusi] All about Tax Amnesty [2016]
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/579af40b9a095192688b456b/diskusi-all-about-tax-amnesty-2016

[Diskusi] All about Tax Amnesty [2016]

Tampilkan isi Thread
Halaman 70 dari 137
Quote:


Saran saya ikut ta dan bayar "mahar" untuk mencantumkan apartment tsb di spt agan.

Pembetulan dengan cara hibah/warisan membutuhkan/mewajibkan pembuktian harta di spt ibu dimana dalam kasus agan tidak bisa dibuktikan sehingga ada kemungkinan masalah APABILA spt agan terkena sweeping (dalam 5 tahun).
Quote:


Kasus 1
1. SHM / HGB atas tanah/bangunan dan membuat surat pernyataan nominee
> Dikecualikan bagi tanah/bangunan yang atas nama pemegang saham pada jenis badan usaha CV
2. Tarif tax amnesty x nilai tanah/bangunan

Kasus 2
1. Akta notaris terkait saham
2. Tarif tax amnesty x nilai saham
Quote:


Setiap konsultan punya "ilmu tafsir" masing-masing gan emoticon-Big Grin, kalau agan ragu atas penjelasan, mungkin bisa minta dasar hukum apalagi kalau agan membayar untuk konsul. Kalau gratis ya terima aja lah apa yang dikatakan dan crosscreck kembali ke kantor pajak atau forum pajak.

Menurut pendapat saya gan.
1. Pembetulan spt tahunan tidak dibatasi dalam 5 tahun. Pembetulan hanya dibatasi sebelum pemeriksaan dan apabila pembetulan nya menjadi lebih bayar/rugi. Coba baca Pasal 8 UU KUP, mungkin saya salah dalam menafsirkannya.

2. Setuju untuk yang ini

3. Yang ini juga sependapat
Saya perjelas yang diikutkan ke ta itu bukan bunga atau imbal hasil tapi induk atau saldo awal dari deposito/tabungan
khusus saham itu setoran kas awal dan tambahan kas yang digunakan untuk melakukan jual-beli saham
Quote:


Baca UU jangan baca badan saja gan, sekalian sama penjelasannya dan kalau kurang jelas, ditelusuri aturan pelaksananya. Begitu cara kerja peraturan kita.

Yang ane gak doyan dipenjelasan sering tulis "sudah jelas" padahal masih gak jelas hahaha...

Mengenai umur bisa dibaca dibagian penjelasan pasal 8 nya
Ini penggalan-nya
Yang dimaksud dengan “anak yang belum dewasa” adalah anak yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah menikah.

Gak juga sih, kalau agan punya deposito gede (emberan) maka saat buka deposito wajib menyertakan npwp lho. Nah, agan bisa pakai alasan ini untuk meminta npwp, kalau perlu sodorin tuh buku tabungan biar petugas tau anak ini memiliki potensi bayar pajak (baca: berpenghasilan)

tax amnesty itu shortcut menuju pembersihan harta dari resiko kena pemeriksaan, pilihan lagi adalah pembetulan spt, selama agan nyaman dan ada pendukung dan dasar hukumnya, why not.

1. Ane pribadi gak pernah ambil pusing soal klasifikasi usaha dari npwp yang ane minta, mau pasang KLU apa saja itu hak internal petugas pajak.
2. Ane juga stock trader, setiap transaksi agan akan mendapat semacam statement, dan setiap bulan akan ada statement bulanan (gak tau apa ini standar sama setiap sekuritas), menurut ane itu lebih dari cukup untuk dimintakan npwp. Kalau mengenai surat keterangan, ane juga gak tau apakah sekuritas bisa/ada menerbitkan keterangan yang intinya menerangkan agan melakukan trading disana dengan modal sekian-sekian bla bla bla..
3. Sori gan, gak pernah pakai e-reg secara langsung. Biasa tinggal samperin kantor pajak yang 15 menit dari kantor, lsg jadi npwp hari itu juga, gak pusing.

Menurut saya dalam kasus agan justru yang harus mengikuti ta adalah ibu agan.
Quote:


Aman gan. Yang sebelum taon 85 itu masukinnya di spt tahun 2016 ya
Quote:


Kalau menurut ane mending kluarin uang gak brp byk untuk ke notaris trus balik nama ke nama ente semua gan.. Drpd ribet ibu ente lagi yang buat ntar muter2.. kalau menurut ane yah.. silahkan tgg saran dari sesepuh lain nya.. thx. emoticon-Big Grin
Quote:


1. Kalau ktp diluar jakarta, minta surat keterangan domisili sebagai pelengkap ktp, daftar di kpp terdekat yang menaungi lokasi domisili agan
2. Bisa minta penghapusan npwp dengan melampirkan KK, npwp isteri dan npwp suami, apabila repot bisa minta di NE kan saja, harta yang dilaporkan di spt isteri bisa langsung dimasukkan ke spt suami.
3. Harus buat spt 2015 dulu. Untuk spt 2013-2014 diabaikan saja.
Khusus harta yang sudah dilaporkan di spt 2012, boleh dicantumkan kembali di spt 2015, disarankan dibiarin saja barangnya walau sudah berubah bentuk, misalnya motor udah jadi mobil, motor tetap lapor dan mobil ikut ta
Jadi harta 2012 gak perlu di declare lagi (gak perlu bayar) dan harta diperoleh di tahun 2015 juga sama (tidak bayar uang tebus)
4. Saham di PT wajib dilaporkan dalam spt agan, karena tahun 2015, dimasukkan saja di harta dan gak perlu declare di B1 TA

siang gan. ane ada pertanyaan tentang batas 3 kali penyampaian surat pernyataan harta. perhitungan penyampaian ini setiap kali setelah tanda terima SPH diberikan kan?

jadi kalau ada pembetulan2 di kpp sebelum tanda terima diberikan belum dihitung sebagai penyampaian SPH?

thanks
Quote:


Betul gan. hitungnya per kertas tanda terima yg ada barcode nya.

selama belum terima itu, masih belum dihitung sebagai penyampaian.

berlaku juga saat hitung tarif, jadi walau udah bolak balik dari awal sept tapi saat MAU terima surat barcode udah masuk okt maka ikut tarif okt dan harus setor kekurangannya sebelum dikasih slip barcode nya
Quote:


thx thiec utk pencerahannya and fast reply.
Halo agan2 yang paham pajak di sini. Mohon advisnya untuk pertanyaan ane mengenai TA. Kondisinya sekarang bapak ane ada npwp, ibu ane gk ada npwp, & ane sendiri punya npwp. Ibu ane punya sejumlah rekening a/n ibu ane (perolehan sebelum dan sampai 2015) yang dalam masa TA ini sebagian saldonya sudah dialihkan ke rek ane untuk dilaporkan TA atas nama ane. Pertanyaannya gan, rek ane tersebut apa bisa diikutkan TA? Bagaimana cara pencantumannya di form TA ane?
Trims
Trima kasi agan gordonblue.
Ad lagi yg mau saya tanyakan.
Setelah ta berakhir, pemeriksaan yang sebelum ikut ta yang sedang berjalan, apakah akan berlanjut?
Quote:


1. Selama npwp belum resmi pindah (ditetapkan SKT di KPP Baru), maka kewajiban tetap melekat di KPP Lama
Saya tidak mengerti maksud pemeriksaan disini. Proses pindah KPP biasa yang periksa justru KPP lama setelah tuntas (tidak ada tunggakan, himbauan yg perlu diselesaikan dll) dan KPP baru hanya menerima surat yang diterbitkan KPP Lama dan menerbitkan npwp dengan domisili yang baru.

2. Pemeriksaaan dalam rangka apa ya?

3. Betul, lebih cenderung kepada persaingan target penerimaaan pajak setiap ar dan setiap kpp pada umumnya

NB. Kok sudah bisa dapat ar di kpp baru ya kalau npwp lama belum dipindahkan?
Thx agan thiec ud mau jawab
1. Tiba2 ada orang kpp baru datang ke tempat usaha wp dan menjelaskan bahwa si wp usaha di area kpp baru jadi harus pindah atau membuat 2npwp. 1 untuk masa 1 untuk tahunan. Si wp rutin bayar di kpp lama padahal.
Si wp datengin kpp baru dengan membawa npwp di kpp lama dan menjelaskan bahwa si wp sudah taat.
Si wp juga memang berniat mengurus pindah domisili ktp karena alamat lama mau dijual dan pindah ke domisili baru di ktp dan sekalian npwp( mumpung TA) tapi ktp belum jadi dan belom ikut ta juga. Tiba2 keluar surat dengan perihal pemeriksaan lapangan dan menganggap wp tidak menyetor pajak sama sekali.
2. Wp juga ga tau pemeriksaan ap dan sudah jelasin kalo wp berniat pindah donisili ktp dan npwp. Tapi karena sudah tahap pemeriksaan jadi bingung juga kan. Mungkin bukan AR tapi statusny pembina dan anggota tim pemeriksa? Tujuan pemeriksaan : tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan undang2 pajak
3. Dengan ar bicara seperti itu seharusny bisa dikatakan menghambat ikut ta kan?
Apakah ini semua akal2an petugas buat jaring wp baru di areany?

Agan thiec, kalo ikut TA apakah pemeriksaan di area baru itu terhenti? Atau dilanjutkan dengan tahun 2016?

Andai terhenti total, akankah berlanjut di akhir TA?

Makasih lagi...


Update: setelah konsultasi di kpp lama bilang diabaikan saja karena ga ada dasar npwp ny
Npwp dalam surat pemeriksaan adalah 000000000
Diubah oleh kido83
Quote:


1. Secara prosedur, memang wp harus membuat npwp cabang di lokasi usaha yg baru atau memindahkan npwp ke lokasi baru apabila wp juga ikut pindah domisili

wp tidak perlu kuatir apabila sudah menjalankan kewajiban walaupun salah setor ke kpp lama, namun krn ada aturan yg harus dilalui maka penyelesaian akhir mungkin dgn pemindahbukuan pajak yg disetor dari kpp lama ke kpp baru (dg asumsi pajak yg dihitung kpp baru sama yg pajak yg disetor wp di kpp lama)

2. Benar itu pemeriksaan hasil intensifikasi namanya gan. Biasa dari hasil penyisiran wilayah pertokoan.
Dan memang tidak ada ar krn wp belum terdaftar di kpp baru, berarti yg agan temui adalah tim pemeriksa.

3. Jika agan ikut tax amnesty maka otomatis akan berhenti pemeriksaan nya (refer to Intruksi dirjen pajak no. INS-03/PJ/2016) > didalam ada banyak rujukan soal penghentian pemeriksaan bagi yg sudah terbit dan aturan tidak boleh ada pemeriksaan sd 31 maret 2017

Surat tugas pemeriksaan akan otomatis batal, soal tahun berikutnya apakah akan kena lagi, jawabnya besar kemungkinan iya kalau agan tetap tidak memiliki npwp di kpp baru. Jadi setelah surat keputusan ta diterima, ada baiknya agan segera mengurus pindah atau lebih cepat buat npwp cabang dulu. pajak yg dibayar pusat di tahun 2016 minta di pindahbukukan ke npwp cabang. setelah itu agan bisa mencabut npwp cabang dg memindahkan npwp pusat ke kpp baru

agan boleh ikut ta di kpp lama, dan pemeriksaan di kpp baru akan dianulir dg sendirinya.

Nb. menurut ane, jawaban kpp lama ngaco, justru pemeriksaan dalam rangka menetapkan/menjaring npwp baru jadi tidak perlu nomor npwp, justru nanti akan diterbitkan secara jabatan berikut sanksi (asumsi gak ikut ta)


Quote:


Akan dihentikan. Surat tugasnya otomatis tidak dilanjutkan alias dibatalkan.

Setelah ta (31/3/2017) bisa saja sih terbit surat baru apabila kondisi agan tetap tidak ber-npwp dan tidak bayar pajak di kpp baru.

http://www.ortax.org/ortax/?mod=atur...=show&id=16091


Diubah oleh thiec
Quote:


setelah menerima Surat Keterangan TA, semua pemeriksaan tahun 2015 ke belakang di hilangkan gan emoticon-EEK!
Quote:

terimakasih lagi gan udah membalas postingan ane,
ane baca UU dgn penjelasannya juga gan, cuman karena agan bilang Ps7,
jadi ane konsen ke ps7 aja ga terusin baca penjelasan yg ps8 nya
tapi itu kan penjelasan untuk ps8 (4) "Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan penghasilan orang tuanya."
jadi klo penjelasan untuk batasan umur "tanggungan" ane blom nemu (udah cari pake Ctrl-F)
penjelasan yg ada hanya "...yang menjadi tanggungan sepenuhnya, misalnya orang tua, mertua, anak kandung, atau anak angkat... "
dan lebih detilnya "Yang dimaksud dengan “anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya” adalah anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan dan seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh Wajib Pajak."
jadi tidak ada penekanan pada umur tapi hanya pada penghasilan & biaya hidup
tapi gak perlu diperpanjang lagi mengenai hal ini, gak terlalu penting juga... emoticon-Big Grin

kalo saran agan ibu ikut TA, udah dikonsultasikan ke AR TA di KPP
setelah dijelasin penghasilan dari pensiunan PNS suami, punya harta tanah waris, dan uang warisan (yg didepositokan)
uang warisan yg didapat dari suami hasil usaha & kerja setelah pensiun (suami sudah lapor pajak sejak dulu)
klo gak salah, ane liat ada SPT awal tahun 90an kayanya sih sblomnya juga udah lapor (nanti ane cek arsip)
AR TA nya nanya apa ada akta waris lengkap dan pendukungnya,
klo lengkap katanya gak perlu TA, cukup pembetulan dari tahun 2011-2015 (5 tahun terakhir)
tapi walaupun begitu, ini lagi nunggu 2nd opinion / pendapat dari konsultan pajak abang ane juga

tanda terima sph

pagi gan. mau tanya apakah ada lampiran sph yang diberikan ke kita waktu kita dapatkan tanda terima surpah pernyataan harta? atau lamprian sph ini harus tunggu surat keterangan?
Halo Gan,

Mau nanya, lagi ada kondisi tricky:
1. Saya di tahun 2015 mendapatkan pemberian langsung uang dari orang tua (bukan warisan) kurang lebih 1.4 M. Nah itu, ditabung hingga di tahun 2016 ini. Orang tua saya masih hidup, cuma uang yang didapatkan orang tua saya dari tabungan di luar negeri yang tidak dicantumkan di SPT tahunan 2015.
Saya juga di SPT tahunan 2015 belum melaporkan untuk pemberian uang dari orang tua saya. Nah, pertanyaan-nya, apakah saya perlu ikut melakukan tax amnesty atau pembetulan SPT saja?

Mohon advicenya ya, kira2 bagaimana solusi terbaiknya?

2. Uang saya dapat dari orang tua, saya belikan rumah di tahun 2016 ini senilai 1.3 M. Nah, untuk harta ini kan saya ga periu ikut tax amnesty ya? Cuma melaporkan di SPT Tahunan 2016 saja ya?

Mohon bantuan-nya ya, terima kasih
Halaman 70 dari 137


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di