CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Education /
Kurikulum - bagian terlucu dari dunia pendidikan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57a7f70f12e2579b248b4569/kurikulum---bagian-terlucu-dari-dunia-pendidikan

Kurikulum - bagian terlucu dari dunia pendidikan

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 11
Quote:


ada yang salah dalam kalkukasi komputer
pemerintah sebagian besar tidak mengeluarkan dana untuk komputer karena rata rata sekolah mengadakan tidak sepenuhnya mengandalkan dana dari APBN. Pemerintah melalui DAK ( APBN ) hanya sebagai pendorong dan tidak lebih dari 10 % saja dari jumlah komputer yang dibutuhkan. Sekolah mengadakan dengan beaya dari BOS jadi APBN yang di salurkan untuk penyelenggraan pendidikan karen sekolah merasa terbantu dengan paper less karena hitungan kasar dengan paperless sekolah tiap tahun bisa medapatkan komputer 10 sampai 12 buah.

ane sudah mau pensiun gan kurang 3 tahun sudah jadi guru 37 tahun alhamdulillah masih bisa mengajar sampai saat ini emoticon-Big Grin

Quote:


walaupun komputer tidak dibelikan oleh pemerintah, dan tidak membebankan pemerintah,
namun tetap saja membebani "Indonesia" karena smua komputer nya import
dan tetap diakuisisi sebagai cost lah, hanya pindah cost, dari kemdikbud ke sekolah. hahaha. tp oke lah, all is good...


wah. 37 tahun ? pantes isi nya padat smua gan,
guru apa gan ?
Quote:


bener gan.....
ttg OSIS, gak selalu di OSIS gan, banyak cara untuk mengajarkan Tanggung jawab.... yg td cuma sample emoticon-Salaman


thread ini menyenangkan, yg dibahas dalam smua.. yg ngebahas isinya padat smua.emoticon-Ngakak
Quote:


ini sekedar share saja sekolah yang ane tempati menggunakan PC bekas jari jepang per unit 1,3 jutaan alhamdulillah selama 4 tahun terkumpul 60 PC dan alhamdulillah pula sangat sangat bermanfaat bagi guru dan siswa. paper less sudah dilaksanakan sejak 2 tahun yang lalu walau belum di UNBK kan insyaallah tahun depan sudah UNBK tapi gak masalah siswa dan guru sudah terbiasa memanfaatkan IT yang ada.

ngajar apa yang guru kosong gan kompetensi ane IPA ( SMP )

Quote:


Mantap banget gan....
beberapa tempat guru terkendala tuk mendekatkan diri dengan IT.... hehehe...
tadinya ane kira, guru bidang komputer.... emoticon-Toast
salah 1 sekolah mitra ane, juga rencananya tahun depan mau ikutan UNBK, pakai laptop pinjeman... soalnya Labornya yg skarang pakai sistem thin client, gak support tuk UNBK...


smoga bisa lancar-lancar UNBK nya gan.... emoticon-Toast

gan, di sono, pernah ada kesulitan gak thd "minat belajar siswa" ?
pendidikan saat ini udah keterlaluan ngaco nya.. apalagi di kota2 besar, dana yg mengalir untuk menujang pendidikan itu ga sedikit dan seharusnya siswa bisa dapetin yg lebih baik dari sistem yg ada sekarang ini. tapi yang kita temukan sekarang ini ga sesuai harapan, masih ada aja sekolah2 yg kurang alat, kurang komputer untuk menujang kegiatan TIK, gedung2 yang ga layak pakai, sampe pembangunan yg seolah ga pernah selesai... kenapa ? karena setiap pengeluaran dana untuk pendidikan selalu jadi "proyek" buat oknum2 yg ga bertanggung jawab.
Quote:


MERDEKA !!! dari penjajahan asing
tapi dijajah Koruptor - Bangsa Sendiri !!!

setuju gan, tentang penyelewengan dana di dunia pendidikan, sangat massif emoticon-No Hope
namun ttg peralaan penunjang pendidikan, tidak semua-nya diijinkan dalam "aturan" penggunaan dana BOS
apalagi yang namanya komputer. dikategorikan sebagai asset, tidak boleh dibeli pakai dana BOS,
yang paling gampang itu seperti pembelian alat/bahan praktikum IPA, dan kesenian serta olahraga
ane doakan ts jadi menteri emoticon-Leh Uga
Quote:


haha bnr, ini adalah satu2ny trit di edu yg ane pantau
menarik sekali

jadi ?
softskill hrus dberikan pada siswa sejak dini ya ? dibiasakan melalui proses KBM
Akhirnya ada yang sepemikiran sama gw

gw sih ngerasa kurikulum kita ok ok aja
tpi ketika gw masuk sltp banyak keanehanya

contoh aja temen gw jago nyanyi juara satu ga bisa masuk sma favorit
sekarang temen gw jago silat ga bisa menempuh pendidikan dengan nyaman gara gara sekolah ga bisa menghargai bakatnya dan buta...

Gw sih realistis juga perlu waktu dan tahap untuk mengganti total kurikulum kita

tapi yang harus kita garis bawahi

Setiap Anak Punya Bakat Minat Tersendiri!

Mungkin bisa aja di masa mendatang masih kurikulum yang saa tapi ga ada paksaan siswa harus bisa semua mapel tapi wajib ada minimal satu mapel yang diminati dan dikuasai!

jadi gak ada lagi orang jago silat dicap bego gara gara ga bisa di eksata!

sekian
Quote:

MERDEKA!! Walaupun hak anak Playgroup dan TK untuk belajar sambil bermain di renggut dengan kewajiban belajar calistung sebelum masuk SD emoticon-Hammer (S)emoticon-Hammer (S)

Izinkan ane berkhayal gan, menurut ane , pendidikan harus kembali dulu ke hakikat semulanya yaitu mendidik.
disini salah satu yang ane soroti adalah sistem kenaikan kelas, atau bisa disebut evaluasi siswa.
sistem pendidikan gak usah dikasih batasan tahun, biar aja siswa kalo gak bisa bisa rugi sendiri umurnya kebuang disekolah.

siswa yang lulus/naik tahap/naik kelas, haruslah siswa yang bener bener udah bisa, dan bener bener teruji.
maksudnya teruji adalah mereka sudah bisa menerapkan ilmunya, dari gak bisa jadi bisa.
jikalau belum teruji betul , maka jangan diluluskan , jangan di naikkan kelasnya, malah harusnya siswa sendiri yang minta tidak dinaikkan kelas karena merasa belum bisa dan rugi kalau lulus belum mampu melanjutkan ketingkat lanjutnya secara kemampuan (yang smk bekerja sesuai bidangnya, yang SMA kuliah sesuai perminatan dan bakatnya),

jadi yang harus direvolusi adalah pola pikirnya, bahwa pendidikan itu bukan kewajiban tapi kebutuhan mereka, dengan begitu orang tua gak harus nyuruh anaknya untuk sekolah, anaknya akan minta karena merasa butuh.

ane setuju sama pendapat bung TS , yang berpendapat untuk memfokuskan ilmu sesuai minat dan bakat, serta mengerucutkan pemilihannya kearah mana yang dibutuhkan pasar.
akan tetapi, itu akan percuma jikalau lulusannya / hasilnya tidak teruji dalam kenyataan pasarnya, hasilnya? ya itu lulusan yang pengangguran,
kalau begitukan mana percaya perusahaan sama lulusan pendidikan kita? mana ada yang percaya ngasih pekerjaan IT untuk lulusan SMK TKJ ? kalo nyalain komputer aja masih takut kesetrum emoticon-Big Grin

CMIIW yaemoticon-Smilie
lets disccus emoticon-Big Grin
Quote:


Syarat lulus sekolah juga yang penting nilai mata pelajaran di rapor di atas 6 saja kok. Gak harus jago di semua mata pelajaran. Yang penting siswa pernah mempelajari mata pelajaran tersebut, itu saja sih yang penting. Walaupun ilmu di sekolah gak dipakai di pekerjaannya, ilmu tersebut akan membuatnya melihat dunia ini dengan perspektif berbeda. Tahu gak, ane jadi lebih peduli sama lingkungan dan gak tega membuang sampah sembarangan lagi justru setelah ane belajar Biologi di SMA lho.

Lagipula di sekolah kalau siswa rajin mengerjakan tugas dan gak pernah bolos gak mungkin lah kalau sampai gak naik kelas, pasti dibantu lah sama gurunya. Kedisiplinan itu lebih penting di sekolah ketimbang kecerdasannya, tidak seperti di kuliah.
Quote:


Pendidikan harus diwajibkan setidaknya sampai SMA gan untuk mengurangi angka kriminalitas.

Yang opsional itu kuliah.

Lihat saja rata-rata yang gak lulus SMA itu jadi kriminal.
Diubah oleh bujanglapuk.
Sebenernya sistem pendidikan Indonesia sudah bagus kok. Sudah sesuai dengan sistem pendidikan standar di seluruh dunia. Kenapa Indonesia harus anti mainstream dengan merancang sistem pendidikan sendiri yang berbeda dengan sistem pendidikan standar di seluruh dunia?

SMA hanya 2 tahun? Di seluruh dunia SMA itu 3 tahun, kalau hanya 2 tahun ijazahnya tak akan diakui di luar negeri dan harus sekolah 1 tahun lagi sebelum bisa melanjutkan kuliah di luar negeri.

SMA jangan belajar teori, hanya belajar praktek? Seluruh universitas di dunia butuh prasyarat ilmu-ilmu teori yang diajarkan saat di SMA. Kasihan siswa Indonesia nanti gak bisa melanjutkan kuliah di luar negeri karena bekal ilmu teorinya masih belum cukup buat kuliah S1 di luar negeri.

Yang ingin mengotak-atik sistem pendidikan di Indonesia mungkin hanya siswa malas.

Sekolah itu lebih bersifat mendidik ketimbang mengajarkan, tidak seperti kuliah. Siswa kurang cerdas, asal rajin belajar dan berkelakuan baik maka akan dibantu untuk naik kelas.

Siswa tak perlu jago di semua mata pelajaran. Asal nilai rapor di atas 6 saja sudah bisa naik kelas kok, tak perlu nilai di atas 8 semua. Memang benar yang nilai rapornya di atas 8 semua akan dipuji2 dan populer di sekolah, tapi siswa yang punya prestasi non akademik juga akan dipuji2 dan populer di sekolah kan? Nilai rapor 6 semua tapi kalau jadi juara Indonesian Idol, juga akan populer di sekolah.
Diubah oleh bujanglapuk.
Quote:


Ya fokuskan saja ke anak harus ikut semua tapi ga dipaksakan
jadi ga boleh bolos
jangan di atas 6 itu terlalu berat.
mungkin di 3 mapel aja
Keahlian, PKn, sama Pendidikan Agama

mempelajari semua plajaran menyadari gw kalau hidup tidak ada yang sempurna semua saling melengkapi itulah manusia

nah Tugas
tugas ini memang unik terkadang kita butuh tapi kalau tak sesuai?
akhirnya menyontek pun dijadikan

tugas itu harus sesuai porsi si anak agar si anak mau mengerjakan tugas dengan jujur

ketika gw dapet tugas bikin essay gw sangat rajin dan tepat waktu

ketika gw dapet soal mtk?

akhirnya

gw nyalin dah

begitulah emoticon-Traveller
Quote:


yang bilang ndak wajib siapa gan?
kalo agan ambil dari kata
"jadi yang harus direvolusi adalah pola pikirnya, bahwa pendidikan itu bukan kewajiban tapi kebutuhan mereka, dengan begitu orang tua gak harus nyuruh anaknya untuk sekolah, anaknya akan minta karena merasa butuh."

maksud dari yang ane bold dan warna biru itu kan justru diatas wajib, bukan gak wajib, maksudnya adalah orangtua tanpa harus mewajibkan sekolah dengan sedikit paksaan , si anak sudah memiliki kesadaran akan kebutuhannya mendapat pendidikan. bukan sekedar Harus tanpa adanya alasan yang jelas, jadi motivasinya jelas, siswa mau didik , orang tua memfasilitasi anaknya agar terdidik, para pendidik memberikan ilmu untuk siswanya.

masalahnya mungkin adalah Bagaimana cara memberikan kesadaran kepada si anak agar sampai seperti itu.

Quote:


lah ini stereotip begini?
fakta boleh aja tapi jangan pukul rata dong emoticon-Big Grin
IMHO kalo standar kelulusan SMP kita diterapkan dengan benar, perusahaan juga mau kali sama tenaga kerja lulusan SMP, mereka udah ada daya Analisisnya kok , kalo untuk pekerjaan produksi massal contohnya kayaknya udah bisa deh (harusnya).
tapi gak serta merta dengan ini ane setuju sampe SMP aja cukup loh ya, kan kita harus memproduksi sumberdaya manusia yang sebaik baik mungkin , se berkualitas mungkin agar punya daya saing. emoticon-Big Grin

CMIIW ya ganemoticon-Big Grin
Quote:


Kalau mau hanya belajar keahlian saja masuk SMK.

SMA itu yang dipelajari lebih luas, karena tujuannya untuk mempersiapkan ke perguruan tinggi bukan untuk langsung bekerja setelah lulus.

Kuliah Kedokteran nanti juga harus belajar Fisika, Matematika, dan Kimia juga kok di perguruan tinggi selain belajar Biologi. Calon mahasiswa harus punya bekal ilmu Fisika, Matematika, dan Kimia dari SMA.

Kuliah Ekonomi nanti juga akan belajar Sosiologi, Geografi, dan Matematika juga kok di perguruan tinggi.
Quote:


Faktanya adalah anak-anak dan remaja itu masih belum sadar manfaat dari sekolah, jadi mereka tidak mungkin semuanya punya keinginan untuk sekolah.

Sudah diwajibkan saja toh masih banyak juga siswa-siswa madesu yang bolos sekolah buat main game online kan.

Mereka menyesalnya itu nanti ketika umur 30+ tahun. Ketika umur 30+ tahun nanti mungkin mereka akan menyalahkan orang tuanya kenapa dulu mereka tidak dipaksa buat rajin belajar.

Jadi menurut ane mewajibkan anak-anak dan remaja untuk sekolah itu sangat perlu.

Ane umurnya sudah cukup tua dan sudah punya pengalaman hidup banyak, ane sudah melihat sendiri teman2 ane yang menyesal karena dulu di sekolah tidak serius dan teman2 ane yang sukses karena dulu lebih serius saat sekolah.
Quote:


karena kita sedang membicarakan tentang perubahan
masalahnya mungkin adalah Bagaimana cara memberikan kesadaran kepada si anak agar sampai seperti itu.

dan mengapa kita harus bicara tentang perubahan ? mengapa kita harus berkhayal? mengapa kita harus repot repot ubah ubah ini itu? ya untuk hasil terbaik lah, kan kita sedang berproses, seluruh dunia juga sedang dalam proses, semuanya terus berkembang, semuanya terus berubah, untuk apa? sekali lagi , untuk mendapat hasil terbaik.
*and back to your post.

maka mari berusaha mengoptimalkan sistem pendidikan kita, suapaya gak ada lagi , orang orang seperti teman-teman agan yang menyesal di hari tua, meski sulit bahkan gak mungkin, mari kita coba me mungkinkan untuk memberi kesadaran pendidikan pada remaja.

dan sekali lagi, ane gak pernah bilang bahwa remaja tidak wajib bersekolah, tapi alangkah baiknya , jika kewajiban dijalankan bersamaan dengan kesadaran. mungkin baiknya faktanya faktanya dan faktanya dimasa sekarang menjadikan pelajaran bagi kita, agar fakta fakta dimasa depan lebih manis emoticon-Smilie , dan mewujudkan itu , sepertinya kita sangat butuh orang orang yang sudah melewati fase itu dan telah memiliki pengalaman seperti agan.

maka ayo berkhayal lah yang baik baik, siapa tau khayalan kita di forum ini menjadi referensi agar menjadikannya real action kelak, jika arahnya memanglah kebaikan. TS juga sedang berkhayal kok , untuk hasil terbaik. so ? lanjut lah emoticon-Big Grin and CMIIW again emoticon-Big Grin
Halaman 3 dari 11


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di