CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
2 Petugas Pajak Dibunuh Pengusaha, Menkeu: Mereka Melakukan Tugas Negara
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/570cf708dac13e11448b4567/2-petugas-pajak-dibunuh-pengusaha-menkeu-mereka-melakukan-tugas-negara

2 Petugas Pajak Dibunuh Pengusaha, Menkeu: Mereka Melakukan Tugas Negara

Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 52
Makin ga karuan nih pengemplang pajak, tapi mungkin dikira nagih uang jatah preman emoticon-Sorry
Lebay bgt drigen palak.. 2algojonya terkapar krn nagih ga pake pengamanan yg baik.. Mana ini pimpinanya.. Cuma berlindung dibalik aturan.. Tanggung jawab sono..
Pelaku ditangkep jg tu orang gabakal idup lg.. Kesian keluarganya..
...
Drpada nagih melulu mending uangnya diratain buat pembangunan.. Aneh bgt mau nagih kok pake target... Harusnya target pemerataan dulu baru nagih..
...
Logikanya siapa ini pake target penerimaan.. Harusnya pemerataan.. Bukan maunya terima doang
emoticon-Blue Guy Bata (L)


Ha El....ha el...dy ud di mt bl m ye..
Ha el hael....
Wah pasti ada sebabnya gan.
Gak mungkin langsung maen kill aja.
Smoga masalah ini cepet selesai.
buset gan
bnyk kecoanya pajak sih
Turut berduka

emang kalo urusan perut, semua bisa terjadi, ampe nyawa pun melayang

semoga gak ada kejadian serupa terjadi di tempat lain
Soal kasus pembunuhan sudah jelas salah.. Pelaku dah menyerah kan diri dan tunggu vonis hakim.. Saya sih pikir hukuman maksimal, mati.. Ada unsur perencanaan dan korban adalah aparatur negara yg menjalankan tugas negara..

Tapi...........

Saya mau nanya juga, hitungan 14M itu dari mana ya? Saya bisa bayangkan si pelaku ini adalah org kaya pemilik PT yg beromset di atas 28M setahun, asumsi ini udah nunggak 5 thn.. Usaha karet nya super sekali.. Saya mau juga usaha kayak gini.. Atau tanahnya ratusan hektar?

Ada sop di langgar, menurut polisi di radio, ada mou utk mengawal proses ini tapi datang hanya berdua

Dari polisi juga, pengakuan pelaku dia di ultimatum 1x24 jam rumah di sita, omongan beresiko seperti ini harus nya di kawal
Diubah oleh orderic
turut berduka gan emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka
Quote:


Mungkin dia peternak kimcil gan emoticon-Ngakak
Turut berkuda buat korban emoticon-Turut Berduka
Diubah oleh edogawa.lk
Turut berduka buat lae kuemoticon-armyemoticon-norose
ironis hanya karna pajak emoticon-Mewek
Duka

"Diancam sama wajib pajak itu sudah biasa". Selarik ucapan itu sering dilontarkan oleh jurusita-jurusita pajak yang pernah saya temui. Mereka memiliki segudang pengalaman mengenai resistensi ketika berhadapan dengan para penunggak pajak. Ada yang bisa dijadikan lelucon seperti modus penunggak pajak yang pura-pura tidak di tempat, bersembunyi, hingga memalsukan alamat tinggalnya. Ada pula yang cukup mengkhawatirkan karena beberapa Jurusita juga pernah diancam penunggak pajak dengan pistol, parang, samurai, hingga dikejar anjing. Tapi puncak resistensi itu tergambar kemarin. Parada Toga Fransriano Siahaan dan Soza Nolo Lase dibunuh ketika menjalankan tindakan penagihan pajak.

“Tax is best regarded as a necessary evil”, ungkap Richard Eccleston. Paradoks yang kompleks membuat pajak berada di tengah ambivalensi kebutuhan negara dan ketidaksenangan para pembayarnya. Pajak mengurangi penghasilan dan wajib pajak tidak senang penghasilan mereka dikurangi. Oleh karena itu resistensi muncul. Penolakan terjadi.

Tetapi di sisi lain, pajak adalah kebutuhan negara. Roda negara diputar melalui uang pajak yang dihimpun dan dibayarkan bersama-sama. Di sana terbersit juga niat redistribusi kekayaan. Keinginan agar hak-hak dasar penghidupan bagi seluruh rakyat dipenuhi agar kesejahteraan bukan lagi sebuah mimpi.

Maka pajak hadir dalam koridor undang-undang dengan memperhatikan nilai keadilan. Ia tidak asal memajaki dan menagih. Ia pun hadir dalam sistematika proses yang rapi. Undang-Undang Pajak Indonesia memberikan kepercayaan penuh kepada wajib pajak untuk melaporkan pajaknya secara benar. Undang-undang pajak juga datang dengan menjunjung presumsi tidak bersalah kepada wajib pajak sebelum mampu dibuktikan sebaliknya. Oleh karena itu, penagihan adalah upaya terakhir yang dimandatkan setelah wajib pajak memang terbukti tidak patuh. Negara turun dalam upaya yang lebih dari sekadar menjalankan undang-undang, yaitu menjamin keadilan tetap hadir dalam napas keseharian bangsa.

Di situlah Parada dan Soza berposisi. Mereka adalah garda paling belakang dalam urutan penegakan hukum pajak sekaligus garda paling depan dalam menghadapi ketidaksenangan wajib pajak. Parada dan Soza menemui mereka yang terbukti tidak patuh dan memiliki utang kepada negara. Parada dan Soza menagih apa yang telah menjadi hak negara. Tidak ada tendensi apapun bagi petugas seperti Parada dan Soza selain menegakkan undang-undang dan menjamin kedaulatan negara.

Di tengah tugas seperti itulah, nyawa mereka diregang oleh pisau AL, wajib pajak yang memiliki utang pajak sebesar 14 Miliar. Mereka dibunuh karena AL tidak senang ditagih utang pajaknya. Parada dan Soza pun menjadi korban kebiadaban si Tauke Getah dari Gunung Sitoli.

Mungkin tidak pernah terlintas di benak Parada dan Soza bahwa 10 jam perjalanan dari Sibolga ke Gunung Sitoli adalah tugas terakhir yang mereka pikul serta amanah undang-undang yang terakhir mereka jalankan. Amanat yang tidak selalu, atau mungkin tidak pernah, berbanding lurus dengan perlindungan hukum yang menyertai mereka.

Peristiwa ini adalah momentum untuk memperbaiki apa yang selama kini diserahkan sepenuhnya pada individu-individu jurusita pajak belaka. Saya setuju, tidak perlu berbesar-besar empati semata yang berujung pada status quo. Sudah saatnya perlindungan hukum bagi petugas pajak dilembagakan karena saya yakin bahwa di seluruh sudut Indonesia, petugas pajak lain menghadapi ancaman-ancaman serupa.

Kebiadaban ini juga harus berhenti saat ini juga. Kita tentu tidak ingin mereka yang pergi menjalankan tugas menjadi serdadu yang datang ke arena pertaruhan nyawa yang tidak pernah dimenangkan. Kita tentu juga tidak menginginkan peristiwa ini hanya menjadi monumen kosong yang dikomemorasi tanpa ditindaklanjuti. Maka langkah selanjutnya adalah kunci, mau dibawa ke mana arah perpajakan kita.

Selamat Jalan, rekan kami Parada dan Soza. Doa tulus saya haturkan agar Parada dan Soza berada di tempat terbaik di sisi-Nya. Empati mendalam juga saya berikan bagi keluarga mereka. Semoga kepedihan ini tidak akan terjadi lagi dan tidak perlu ada martir yang lain lagi karena, menukil Zen RS, darah itu ada batasnya, sedangkan air mata tidak.
Horang kayah pelit emoticon-Cape d...
bayar pajak ga mau, ditagih malah bunuh orang
ga ada otaknya tuh emoticon-fuck
agan TS mohon...artikel ane tentang kejadian ini di taro di page one dong....Mkasih TS
Mati 1 tumbuh 1000 emoticon-Ngacir
Sad broh
Quote:


Gan, perlu ente ketahui, djp atau dinas pajak tugasnya hanya sebagai penyalur duit aja kr negara. Duit pajak yg ente harus bayar lsng lari ke kas negara bukan ke djp (yg sering bayar pajak pasti tau).

Ente bangkrut, tinggal bikin surat pernyataan kalo ente bangkrut disertai bukti2 valid, jadi ente ga perlu bayar pajak cuma lapor aja ke djp alias lapor nihil.

Skrg sistemnya udah online semua dari bayar pajak sampe bikin npwp, jadi ruang korupsi di djp makin sempit (karna lsng ke kas negara semua), djp ga pegang duit wp lagi.

Masalah duit pajak yg ente bayar balik lagi ke ente dlm bentuk infrastruktur, dll itu bukan urusan djp, itu urusan yg bagi2 anggaran yg udah ngumpul di kas negara, biasanya ada di tangan kemenkeu & dpr/dprd..
demi harta dunia, nyawa pun melayang emoticon-Berduka (S)
Turut berduka gan. emoticon-Berduka (S)
Baru liat di TV ternyata kaskus udah apdet.

Baca2 di pekiwan, salah satu korban ada yg barusan menikah & istrinya hamil anak pertama emoticon-Frown
Apa benar ye gan kalo pengusaha di Medan ada pajak begini begitu? Ane jg alhamdulillah ada usaha menengah tp ya selalu bayar pajak, tp apa bener yg di Medan ky begitu?
Setau ane jg kalo gelap mata krn emosi, pidananya bisa ringan. Setau ane sih.. Apalagi mengakui si pelakunya.

Semoga gak kejadian lagi2 yg kaya begini, nyawa manusia seakan nggak ada harganya. Yg benar, yg salah, Tuhan adlh hakim yg paling adil, only God knows.
Turut berduka cita.. emoticon-Turut Berduka
Halaman 8 dari 52


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di